Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 87


__ADS_3

Hana bangun lebih awal daripada Sam, wanita itu binggung saat suaminya bolak-balik masuk ke kamar mandi.


"Kamu kanapa sayang?"tanya Hana karena sang suami terus memegangi perutnya.Sudah ketiga kali Hana melihat Sam yang bolak-balik kamar mandi.


"Entahlah, perutku sakit benget mungkin efek makan buah kedongdong kemarin"ujar Sam, Sam duduk di ranjang nya lalu buru-buru lari ke kamar mandi saat rasa sakit itu datang lagi.


Hana yang melihat Sam merasa kasian, dia memutuskan untuk menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa Sam.


"Sayang kamu tidur dulu aja nanti bentar lagi dokter juga datang"ujar Hana lalu menyelimuti sang suami dengan selimut.


Sam samar mendengar suara Hana, Ia mengangguk paham dan mencoba memejamkan matanya berharap rasa sakit di perutnya ini segera hilang.


"Dia hanya diare saja, Tuan Sam salah makan, itu akibat nya perutnya terasa sakit!Saya sudah menyiapkan obat di sini, kalau begitu saya permisi dulu nyonya"Ujar dokter menjelaskan penyakit sang suami dikarenakan salah makan.


"Baiklah dok terimakasih"Hana berterima kasih kemudian menutup pintu kamar nya kembali saat dokter tersebut sudah pergi.


"Sayang kanapa kamu kemarin memakan buah kedondong banyak banget?kan gini jadinya perut kamu sakit kan"Hana marah karena Sam makan buah kedongdong sangat banyak kemarin.

__ADS_1


"maaf"Ujar Sam dengan suara lirih dia mengalah, siapa yang menyuruhnya makan dan siapa yang memarahi nya.


Dia hanya bisa menurut apa yang Hana katakan, istrinya selalu benar pikir pria itu yang sudah seperti anak ayam yang menurut pada induknya.


Hana mengelus perut Sam yang terasa sakit perlahan"apa sudah mendingan?"tanya Hana saat Sam mencoba memejamkan mata.


"Hem"Suara Sam hampir tidak bisa terdengar di telinga Hana.


Hana tersenyum saat mendapati sang suami sudah tertidur kembali.Dia turun dari ranjang menuju lantai bawah untuk sarapan.


"Nyonya hati-hati"ujar pelayan saat melihat Hana yang hampir terjatuh, untung ada dirinya cepat menopang tubuh Hana agar tidak terjatuh.


"Terimakasih ya untung ada kamu jika tidak maka aku pasti terjatuh"Ujar Hana mengelus dadanya yang berdetak tak karuan.


"lain kali hati-hati ya nyonya Hana"ujar pelayan lalu memapah Hana menuju sofa.


"Tolong buatkan saya susu ya"ujar lalu satu tangannya mengambil remote untuk menyalakan televisi.

__ADS_1


"Baik nyonya"


"Sepertinya aku harus pindah ke kamar bawah"gumam Hana, semakin bertambah bulan perutnya semakin membesar dan dirinya kesulitan berjalan.


"Selamat pagi kakak ipar"ujar Ersen yang baru saja sampai di mention.


"Eh kamu Ersen sini- sini duduk samping kakak"ujar Hana pada Ersen yang baru saja datang.


,Ersen duduk di samping Hana, adiknya Sam itu memang selalu datang ke Mention saat sedang tidak ada pekerjaan.


"Kak Sam dimana?kanapa kakak sendiri?setahuku kak Sam tidak bekerja dan menemani kak Hana selama beberapa hari ini tapi kenapa dia tidak disini"tanya Ersen panjang lebar.


"Oh kakakmu sedang tidur di kamar, dia sedang sakit"ujar Hana membuat Ersen terkejut, pasalnya Sam sangat menjaga kesehatan tapi sekarang dia malah sakit.


"Kok bisa?"tanya Ersen.


"Dia sakit perut gara-gara makan buah kedongdong yang di kirim mamah Anin kemarin"jawaban Hana mempu membuat Ersen melongo kemudian tertawa.

__ADS_1


_____________________


__ADS_2