
Kini Ersen dan Indah sudah berada di depan pintu apartemen, Ersen memasukkan kata sandi untuk membuka pintu apartemen tersebut.
Indah menatap apartemen Ersen"aku harus memasukkan barang-barang ku di mana?"tanya Indah.
Ersen langsung mendudukan dirinya di sofa tanpa menjawab pertanyaan Indah membuat Indah merasa kebingungan harus memindahkan barang-barang yang ia bawa di kamar yang mana.
"Letakan saja di situ, nanti orang-orang yang akan memindahkan nya.Kamu duduk lah Di sini"ucap Ersen menepuk sofa yang ada di sebelahnya menggunakan tangan.
Indah duduk di samping Ersen,Ia membuka botol minuman yang Ia bawa lalu meminumnya.
"Nanti setelah ini aku akan membawamu ke kediaman orang tuaku"Ucap Ersen membuat Indah menggangguk.
"Hmm"Indah membuat Ersen menatap indah dengan pandangan yang sulit diartikan.
Indah adalah satu-satunya wanita yang tidak takut jika dibawa ke keluarganya, dahulu saja saat dia pertama kali membawa Erica ke rumah, Erica setengah mati takutnya.
"Kenapa bersikap biasa saja?"Kata Ersen yang tidak paham dengan jalan pikiran Indah.
"Lantas aku harus loncat-loncat!lalu keliling lapangan dan mengumum kan kalau aku akan ke rumahmu begitu"ucap Indah membuat Ersen terdiam, dasar wanita ini.
"Tidak juga!"Jawab Ersen.
"Kamu tidak takut berada di apartemen berdua denganku?"Ucap Ersen dengan suara lirih berniat menakut-nakuti indah.
" Memangnya apa yang harus aku takutkan?"kata Indah berbisik membuat bulu kuduk Ersen merinding.
Wanita ini tidak ada takut takutnya.
"Tidak takut?"Ersen mendekatkan wajahnya,berniatbmembuat Indah tersenyum.
Pasti pria ini hanya menakut-nakuti nya saja, bukan Indah namanya jika tidak membalas perlakuan Ersan.
"Tidak.."Indah mendekatkan wajahnya dengan wajah Ersen, kini giliran Ersen yang terkejut hingga sebuah cubitan membuat Ersen tersadar.
__ADS_1
"Mau nakutin, eh ternyata dirinya sendiri yang takut!"Indah bangkit dari sofa lalu berjalan menuju salah satu kamar untuk ditempatinya.
"Sialan, Wanita itu mengerjaiku" Ersen menatap punggung Indah yang menghilang dari balik pintu, mukannya memerah.
Seorang Ersen tergoda?
Tak lama kemudian bel apartemen Ersen berbunyi,Ia berjalan mendekati pintu dan membukanya.
Tenyata itu adalah orang-orang yang Ersen suruh untuk membersihkan apartemen.
"Tuan kami dari perusahaan kebersihan ingin membersihkan apartemen Anda"Kata salah satu pria itu, membuat Ersen mengangguk dan mempersilahkan mereka untuk membersihkan apartemennya.
Tok
Tok
Tok
"Ayo makan di luar,apartemen ini akan dibersihkan.Lagian kamu juga belum makan kan?"Ucap Ersen membuat Indah menatap laptop yang berada di atas ranjang.
"Baiklah tunggu sebentar,"Indah memasukkan laptopnya ke dalam tas,Ia mengambil dompet lalu pergi dengan Ersen ke salah satu tempat makan.
"Kita akan makan di mana?" tanya Ersen kepada Indah ,karena dia jarang- jarang makan makanan Indonesia.
"Di restoran itu saja"aucap Indah menunjuk salah satu restoran yang cukup ramai, membuat Ersen mengangguk lalu membelokkan mobilnya menuju rumah makan itu.
"Selamat siang Mas Mbak, ingin makan apa?"Kata Pelayan restoran,sambil menunjukkan buku menu.
"Mau pecel lele ini,sama minumnya jeruk hangat"Indah menunjuk makanan yang Ia pesan di buku menu.
Indah menatap Ersen untuk menanyakan makanan apa yang ingin pria itu pesan"kamu mau makan apa?"tanya Indah.
"Sama denganmu saja"Jawab Ersen tanpa melihat Indah, Ersen sibuk berkutat dengan hendphonenya.
__ADS_1
"Samain aja Mbak"Kata Indah membuat pelayan itu mengangguk.
Beberapa saat kemudian pesanan yang indah pesan datang, pelayan meletakkan pecel lele dan 2 jeruk hangat di meja indah.
"Indah kan?"Ucap pelayan yang meletakkan makanan tersebut membuat Indah tersenyum.
"Iya, siapa ya?"Tanya Indah dengan sopan, karena dirinya tidak mengenal wanita yang baru saja memanggilnya itu.
"Aku Kiki, pelayan di restoran Ayah kamu”Ucap perempuan itu sambil tersenyum.
”Kamu mengenalku?"Tanya Indah, pembicaraan antara Indah dan pelayan itu mampu menarik perhatian Ersen.
"Tentu saja aku kenal, aku pernah melihat foto mbak Indah di ruang kerja Ayah kamu"Ucap pelayan itu.
"Oh begitu, salah kenal Kiki"
"Salam kenal juga mbak, ternyata mbak Indah itu lebih cantik aslinya daripada di foto"Ucap Kiki terpesona dengan kecantikan Indah.
"Kamu bisa aja"Ucap Indah sambil tersenyum.
"Kalau begitu selamat makan mbak, aku permisi dahulu,"Kata Kiki membuat Indah mempersilahkan Kiki untuk kembali bekerja.
"Jadi ini adalah restoran milik Ayahmu?"Tanya Ersen membuat Indah mengangguk dan mulai memakan pecel lelenya.
"Bukankah itu binatang yang aku pegang kemarin"Ersen menatap jijik pada makanan yang ada di hadapannya.
"Hmm, makanlah rasanya top"Ucap Indah sambil mengangkat jempol tangannya.
Melihat Indah yang lahap, membuat Ersen mencobanya sedikit.Ersen membulatkan matanya saat Ikan lele itu sudah memasuki mulutnya.
Rasa gurih dan pedas membuat dirinya ketagihan untuk makan lagi dan lagi.
"Bagaimana enak kan?"Tanya Indah membuat Ersen mengangguk.
__ADS_1