Penelusuran Gaib Rania

Penelusuran Gaib Rania
PART 107 KISAH ENDANG.


__ADS_3

Sosok Endang merasuki tubuhku, ia memberikan penglihatan nya padaku sewaktu ia masih hidup. Aku merasakan perasaan sedih yang sangat besar, perasaan sakit hati, dan ditinggalkan. Rasanya seperti dicampakkan oleh seseorang yang sangat berarti di hidupnya. Kecewa karena dibohongi dan dipermainkan, aku merasakan itu semua saat sosok Endang merasuki tubuhku.


...🍂 Flashback on 🍂...


Terlihat seorang perempuan cantik dan manis, ia duduk di sebelah seorang perempuan tua. Mereka sedang berbincang sore itu. Endang hanya tinggal berdua dengan sang Nenek. Menapaki usia yang ke dua puluh tiga tahun, ia masih melajang karena ingin terus menjaga neneknya. Banyak warga desa mengatakan, kalau Endang akan menjadi perawan tua karena lebih sibuk memperhatikan kondisi kesehatan neneknya. Dan selalu menolak lamaran lelaki yang ingin meminangnya. Sifat Endang yang tertutup dan sangat pemilih, membuatnya juga sulit menjalin cinta dengan lelaki lain. Endang merasa para pemuda desa itu tak ada yang menarik, dan kurang tampan. Seiring berjalannya waktu, Nenek mulai menjodohkan ku dengan para pemuda yang ada di desa. Karena Neneknya ingin seseorang menjaga Endang, ketika ia tiada nanti. Sang Nenek selalu berharap Endang dapat menemukan lelaki yang benar-benar tulus dan bertanggung jawab pada cucunya itu.


Tidak mau ambil pusing memikirkan jodoh, Endang sibuk bekerja di sebuah perkebunan yang ada di desa tetangga. Dan suatu hari, ada seorang lelaki tampan dan gagah yang baru saja datang dari kota. Ia menetap dan tinggal di desa Endang. Lelaki itu juga bekerja di perusahaan perkebunan yang sama dengan Endang. Lelaki bertubuh gagah dengan kumis tipis itu berhasil memikat hati Endang. Saat pertama kali Endang bertatapan mata dengannya, ia langsung menjatuhkan hati padanya. Sudarman namanya, tangan mereka saling bersalaman, dan ada getaran di dalam Endang ketika menyentuh tangan lelaki itu.


Sang Nenek seakan tahu, jika cucunya memiliki perasaan pada pemuda yang baru saja pindah di desanya. Neneknya mengundang Darman ke rumah mereka, untuk menjamunya. Selama Darman bertamu di rumahnya, banyak sekali yang lelaki itu ceritakan. Mendengar cerita Darman dan mengenal sosoknya enak di ajak bicara membuat Endang menjadi orang yang berbeda. Endang menjadi gadis yang lebih terbuka dan periang setelah kedatangan nya. Malam itu mereka semakin dekat, dan berbgai cerita satu sama lain. Dari hasil obrolan malam itu, Endang jadi tahu kalau ia memiliki perasaan cinta pada Darman.

__ADS_1


Setiap harinya keduanya semakin dekat, dan benih-benih cinta mulai tumbuh di antara mereka. Endang semakin bahagia setiap harinya, karena ia mendapat balasan cinta dari lelaki idamannya. Diam-diam Endang sering menemui Darman ketika malam. Keduanya membuat janji temu di sebuah pondok tengah sawah. Darman tak ingin hubungan nya dengan Endang diketahui banyak orang, dengan alasan pekerjaan. Karena pihak perkebunan tak mengijinkan nya mempunyai istri selama masa jabatannya.


Pada suatu malam, Endang merasa mual dan muntah-muntah. Neneknya memijat lehernya aupaya ia bisa memuntahkan makanannya. Sang Nenek yang cemas ingin membawanya ke Mantri untuk berobat. Tapi Endang meyakinkan sang Nenek, jika ia baik-baik saja. Neneknya berkelakar, jika Endang mual dan muntah seperti orang yang sedang hamil. Dan barulah Endang teringat malam terakhirnya dengan Darman di pondok tengah sawah.


Malam itu terang cahaya bulan menyinari persawahan. Darman menjanjikan seluruh dunianya hanya untuk Endang. Darman berjanji akan menikahi Endang, mengenalkan nya pada orang tua Darman. Hati Endang berbunga-bunga mendengar janji yang Darman ucapkan. Malam itu Endang memberikan segalanya pada Darman, termasuk kehormatan nya. Mereka memadu kasih dan menghabiskan malam bersama di pondok tengah sawah.


Akhirnya Endang mengandung benih dari hubungan terlarang nya bersama Darman. Endang menyadari gejala kehamilan berdasarkan cerita dari Neneknya. Saat itu Endang sangat bingung dan frustasi harus berbuat apa. Tapi Endang selalu terbayang gambaran masa depan bersama Darman. Sepanjang harinya, Endang semakin hawatir karena kehamilan nya akan semakin membesar. Ia berniat mengumpulkan keberanian untuk memberitahu segalanya pada Darman dan juga Neneknya. Karena sampai saat itu Endang masih merahasiakan kehamilannya.


Darman datang ke desanya tidak sendirian, ia bersama seorang perempuan, yang ia bantu turun dari atas becak. Darman terlihat sangat gugup saat mengenalkan gadis itu pada Endang. Narti namanya. Dia adalah seorang gadis cantik dan anggun, seperti dari kalangan orang terhormat. Pakaian yang Narti kenakan terlihat baru dan mahal, berbeda dengan pakaian lusuh yang Endang kenakan. Untuk beberapa saat, Endang sempat kagum melihat Narti, karena ia mengira jika Narti adalah bagian dari keluarga Darman. Namun rasa kagum itu berubah menjadi benci, saat Narti memperkenalkan diri sebagai calon istri Darman.

__ADS_1


Malam harinya, Darman menemui Endang di pondok tengah sawah. Ia susah payah menjelaskan hubungan nya dengan Narti. Darman menjelaskan jika ia dijodohkan dengan Narti. Endang terus mendesak Darman untuk membatalkan perjodohan itu, karena ia sedang mengandung benih Darman. Sontak saja Darman terkejut dengan membulatkan kedua matanya. Endang hanya bisa menceritakan kehamilan nya dengan berlinang air mata, terasa amarah yang sangat besar saat itu. Karena Endang melihat reaksi wajah Darman yang terkejut dengan tatapam mata kosong. Darman hanya bisa menenangkan Endang yang terus menangis, dan meminta waktu untuk menyelesaikan masalah mereka. Hanya satu bulan, waktu yang diberikan Endang, karena ia takut perutnya akan semakin membesar, dan kehamilannya diketahui banyak orang.


Dibawah sinar bulan purnama, Endang meminta Darman sumpah mati untuk tetap menikahinya. Sempat menolak permintaan Endang, akhirnya Darman bersumpah sesuai keinginan perempuan yang mengandung benihnya itu. Amarah Endang perlahan reda, ia hanya bisa mengharapkan Darman akan menepati janjinya. Tapi sudah tiga minggu lamanya, Darman masih belum menepati janjinya. Harapan Endang seakan pupus, ia putus asa.


...🍂 Flashback off 🍂...


Whuuss.


Tiba-tiba sosok Endang keluar dari dalam ragaku. Ia berdiri mengambang di depanku dengan berderai air mata pilu. Rupanya ia tak sanggup lagi memberikan penglihatan nya padaku. Entah apa yang terjadi selanjutnya, karena sosok Endang tak mau melanjutkan penglihatan nya padaku. Mungkin aku harus memberikan nya waktu, sebelum ia menunjukkan penglihatan masa lalu nya padaku. Karena aku juga penasaran, apa yang membuat Endang sampai berakhir tiada. Dan apakah ia gentayangan di alam manusia untuk menagih janji pada Darman.

__ADS_1


.



__ADS_2