Penelusuran Gaib Rania

Penelusuran Gaib Rania
PART 260 TIGA SOSOK GAIB MELAWAN.


__ADS_3

"Sudah jangan berpikir yang tidak-tidak lagi. Kita semua kan mengadakan pertemuan ini hanya untuk membahas permasalahan rumah kosong itu. Kenapa pembahasan jadi melebar kemana-mana. Lagipula apa yang kalian semua hawatirkan belum tentu terjadi. Bukankah disini ada Pak Haji Faruk dan juga Pak Jarwo. Bahkan Rania sampai cuti bekerja untuk melihat keadaan kalian semua. Tolonglah pengertiannya, jangan menyusahkan mereka semua. Sekarang kita sudah tak memiliki sosok sesepuh yang selalu ada untuk melindungi kita. Setidaknya masih ada yang bisa menjaga dan melindungi kita sekarang, alangkah baiknya kalian semua menghargai usaha-usaha mereka. Jangan hawatirkan sesuatu yang belum tentu, jangan buat keadaan semakin rumit. Mohonlah pengertian kalian semua." Ucap Pak Sapri menatap semua warga di depannya.


Nampak semua warga saling sikut dengan menundukkan kepala. Tak ada sepatah kata pun yang terucap, hanya anggukan kepala yang terlihat. Setidaknya mereka memang harus mengerti keadaan saat ini, dan tak membuat gaduh dengan berpikiran negatif. Meski sebenarnya apa yang mereka hawatirkan sudah terhadi. Paling tidak kami harus membuat situasi tetap kondusif, supaya mereka tak larut dalam ketakutan. Semua warga dibagi menjadi dua kelompok, kelompok satu harus membantu Pak Haji Faruk membaca doa untuk melakukan pembersihan makhluk gaib di dalam rumah. Satu kelompok lagi akan membantu Pak Jarwo membawa semua peralatan yang ia butuhkan untuk melakukan pemindahan makhluk gaib yang menempati rumah itu. Dan semua orang bersama-sama harus membersihkan rumah itu, supaya bagian dalam ataupun luarnya jadi bersih tak menjadi sarang demit lagi.


"Nduk apa semua akan baik-baik saja?" Tanya Bude Walimah cemas.


"InsyaAllah gak apa-apa Bude, lebih baik Bude ajak semua ibu-ibu kembali ke rumah untuk memasak. Supaya semua orang bisa langsung makan bersama ketika tugas mereka selesai nanti." Jawabku memberi saran Bude.

__ADS_1


Wati memutuskan untuk pergi ke Pasar bersama Ibunya, tapi ia tak bisa membawa Pramono bersamanya. Sementata Aldo sedang membantu bersama warga lainnya. Tak lama Pak Sapri datang, ia menawarkan diri membantu Wati menjaga suaminya.


"Maaf ya Pak, Wati jadi merepotkan." Ucapnya agak membungkuk.


"Gak apa-apa Nduk, kau juga repot membantu semua orang. Kebetulan aku yang agak santai, biar ku bawa Pramono ke sawah. Dia sangat suka berada disana."


Terlihat semua warga saling menyayangi, bahkan mereka mudah menerima kehadiran Pramono yang berbeda dari yang lain. Aku pun berterima kasih pada Pak Sapri, lalu bergabung bersama Pak Jarwo yang sedang bersiap melakukan ritual. Masih banyak peralatan yang diperlukan, termasuk sesajen dan bunga tujuh rupa. Pak Jarwo meminta ku memantau keadaan disini, karena ia akan pergi ke dimensi gaib menangkap semua makhluk gaib yang berusaha melarikan diri dari pagar gaib yang sudah mengelilingi halaman rumah bekas Mbah Wongso.

__ADS_1


"InsyaAllah Rania akan menjaga keadaan disini, supaya tak ada makhluk gaib yang berusaha mengganggu warga. Tapi mereka terlalu banyak jika Rania harus memperhatikan warga satu persatu."


"Mintalah warga bergabung bersama Pak Haji Faruk untuk membaca ayat-ayat suci. InsyaAllah akan membuat mereka lebih aman."


Sesuai instruksi Pak Jarwo ku minta semua warga masuk ke dalam rumah Mbah Wongso. Mereka harus mengikuti bacaan ayat-ayat suci yang dibacakan Pak Haji, supaya makhluk gaib yang menempati rumah ini keluar semua. Dan diluar sana sudah ada Pak Jarwo yang akan menangkap semua demit itu. Karena ia akan memindahkan mereka ke tempat yang lebih layak, di pertengahan hutan larangan. Aku pun sudah siap diluar rumah untuk mengantisipasi jika ada gangguan dari para demit itu. Padahal langit di atas sana masih sangat terang, tapi berbeda dengan keadaan di dalam rumah bekas Mbah Wongso. Hampir tak ada cahaya yang masuk ke dalam rumah kosong itu. Seakan sinar matahari enggan masuk ke dalam sana. Tak lama setelah Pak Haji memulai bacaan ayat suci, hampir semua demit bereaksi diluar dugaan. Beberapa memang ada yang langsung terganggu dan berusaha melarikan diri, tapi Pak Jarwo yang sudah menunggu di dimensi gaib telah bersiap menangkap mereka semua. Namun ada tiga sosok dengan energi gaib yang paling besar memberikan perlawanan. Bahkan salah satunya mengikuti bacaan ayat suci yang Pak Haji lantunkan. Sontak saja aku membulatkan kedua mata tak percaya. Baru kali ini aku melihat sosok gaib ikut membaca ayat suci, sementara yang dua lagi tengah melakukan perlawanan dengan membuat iman para warga menciut. Bahkan Pak Haji sampai kewalahan menghadapi satu sosok yang mengerti bacaan ayat suci itu.


"Astaghfirullahalazim. Makhluk apa sebenarnya itu Pak Haji?" Kataku seraya berlari ke dalam rumah.

__ADS_1


"Terdapat penjelasan nya di Quran Surat Az-Zariyat Ayat 56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, dan mengutus para rasul kecuali untuk tujuan luhur, yaitu beribadah hanya kepadaKu semata bukan kepada selainKu. Jadi ada beberapa Jin yang memang mengerti tentang agama, tapi mereka murtad dan menjadu golongan makhluk munafik. Para sosok inilah yang lebih berbahaya daripada kedua sosok yang lainnya itu Nduk." Jelas Pak Haji Faruk dengan memegangi tasbih di tangannya.


Entah cobaan apalagi yang Allah tunjukkan, karena ada satu sosok yang sepertinya susah ditaklukkan. Mungkinkah sosok ini memang bertujuan untuk membuat para manusia tersesat dari ajaran agama, dan mengikuti jejaknya menjadi jin munafik yang sesat.


__ADS_2