Penelusuran Gaib Rania

Penelusuran Gaib Rania
PART 66 KEJANGGALAN?


__ADS_3

Pak Markum meminta penjelasan dari Ibu itu, mengenai kecurigaan ku padanya. Tapi ia tetap mengatakan jika hanya obat penenang saja yang dia berikan pada Purnama.


"Pak Markum kan tahu sendiri kalau Aya suka hilang kendali, jadi setiap hari saya yang ditugaskan istri Bapak untuk memberikan makan dan obat penenang itu untuk Aya. Kalau bukan saya dan ibu yang kasih, siapa lagi yang akan mengurus Aya. Setiap bulannya kan istri Pak Markum sendiri yang membelikan obat penenang untuk Aya." jelas ibu itu mendengus kesal.


Tak lama istri Pak Markum datang, ia mengatakan hal yang sama dengan ibu itu. Tapi istri Pak Markum tetap menyalahkan nya, karena mencampur obat penenang itu di dalam makanan Purnama.


"Aku memang memberi tugas padamu untuk memberikan makan dan obat itu padanya. Tapi bukan berarti kau mencampur nya dalam makanan, karena orang yang tidak tahu pasti akan mengira kau meracuninya. Wajar saja kalau adek ini menuduhmu, lain kali kau harus memastikan Aya makan terlebih dulu, baru memberikan obat penenang itu padanya. Apa kau mengerti dengan ucapanku?" bentak istri Pak Markum dengan berkacak pinggang.


Ibu itu hanya menundukan kepalanya dan mematuhi ucapan istri Pak Markum. Setelah itu ia diperintahkan untuk pergi dari rumahnya. Barulah istri Pak Markum duduk di samping ku dan meminta ku untuk tidak salah paham lagi.


"Mungkin caranya memang salah dek, tapi kau jangan salah paham lagi. Kami ini sudah berbaik hati untuk mengurus Aya bersama-sama. Semua biaya pengobatan tiap bulan juga kami tanggung dari iuran kas warga. Karena Aya hidup sebatang kara dan tak memiliki siapa-siapa lagi."


"Bukannya Pak Markum memiliki hubungan keluarga dengan Purnama? kalau saya gak salah lihat, waktu itu Pak Markum pernah berfoto dengan keluarga Purnama. Jadi bukanlah hal yang wajar kalau ibu juga mengurusnya? apa Purnama tak memiliki peninggalan apapun dari orang tuanya? mengingat rumah peninggalan ibu Purnama juga terlihat cukup megah untuk ukuran warga biasa. Harusnya ada harta benda yang diwariskan untuk Purnama kan Pak, Bu?" pertanyaan ku membuat keduanya tercengang, mereka saling memandang dengan raut wajah kebingungan.


"Se sebenarnya." baru saja Pak Markum akan mengatakan sesuatu, tapi istrinya menghentikan nya melanjutkan kata-kata nya.


"Jadi begini dek, foto yang adek lihat itu bukanlah suami saya. Mungkin adek salah lihat, dan mengira suami saya ada hubungan keluarga dengan Purnama. Masalah peninggalan orang tuanya, ya hanya rumah itu saja yang diwariskan untuk Purnama. Tapi karena ia kehilangan akal sehatnya, kami yang membantunya menyimpan surat tanah rumah itu. Kami tidak ada niatan untuk menguasainya, karena itulah semua warga dengan sukarela mengurus Aya bersama-sama. Jadi sampai disini apa adek sudah paham? karena menurut saya tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Dan saya ingin tahu tujuan adek datang kesini berulang kali untuk apa?"


Aku diam bukan berarti aku percaya dengan penjelasan istri Pak Markum, karena sedari tadi Pak Markum sendiri terlihat mempunyai beban pikiran. Ia hanya menundukan kepala, dengan meremas kedua tangannya.

__ADS_1


"Pak Markum, saya datang kesini untuk meminta ijin pada Bapak. Saya ingin mempertemukan Purnama dengan seseorang yang dulu menghamili nya. Lelaki itu ingin meminta maaf pada Purnama, dia sudah menyesali perbuatannya. Bahkan lelaki itu ingin mencari keberadaan bayi yang dikandung Purnama. Meski saya sudah mengatakan tidak mengetahui dimana keberadaan anak itu."


Pak Markum menghembuskan nafas panjang, ia memandang wajah istrinya memberi kode dengan gestur tubuh. Sang istri pun menganggukan kepalanya. Aku tak dapat mengerti dengan apa yang barusan ku lihat. Sepertinya Pak Markum ini dikendalikan oleh istrinya, dan semua keputusannya harus berdasarkan persetujuan istrinya.


"Begini saja dek, saya akan memberikan kabar kapan Aya bisa dibawa pergi. Karena kami harus memeriksakan kondisi kejiwaan nya terlebih dulu. Karena memang sebulan sekali kami rutin membawa Aya ke Dokter kejiwaan."


"Baiklah pak saya akan menunggu kabar dari bapak. Kalau begitu saya permisi dulu, masih ada yang harus saya kerjakan."


"Oh iya dek, kalau kau akan mempertemukan Aya dengan lelaki yang menghamili nya, apa itu artinya dia akan mengurus Aya selamanya? mengingat dia sebatang kara disini, kalau lelaki itu memang mau bertanggung jawab minta dia untuk menanggung hidup Aya juga. Meski kami juga gak tahu dimana anak yang dikandungnya."


Pak Markum nampak tak enak hati dengan perkataan istrinya, ia berkata pada istrinya jika Aya adalah bagian dari keluarga nya juga. Jadi ia ingin tetap mengurus Aya, dan tak perlu menyerahkan Aya pada orang lain. Terjadi sedikit perdebatan di antara keduanya, kini Pak Markum terlihat berani membantah istrinya.


Sepertinya Pak Markum menyembunyikan jati dirinya dari semua orang, jika ia memiliki hubungan keluarga dengan Cahaya Purnama. Apa mungkin semua ini ia lakukan karena perintah istrinya. Di sela-sela kecurigaan ku, ponselku berbunyi dan membuyarkan semuanya. Ku lihat panggilan telepon dari Mas Adit, ia menanyakan kenapa tadi aku mencarinya. Ku katakan padanya, jika aku dalam perjalanan ke kantor polisi karena ada yang ingin aku tanyakan. Beruntungnya aku mendapat ojol yang lokasi nya dekat, dan kami bergegas menuju ke kantor polisi. Kali ini aku tak terjebak macet, karena jam pulang kantor masih sejaman lagi, dan kondisi jalan sedikit lengang.


Sesampainya di kantor polisi, aku melihat Tante Ajeng dan Janni masih ada di dalam. Aku menyapa keduanya, dan bertanya mengenai perkembangan pencarian Agus. Tapi apa yang aku dengar membuatku sangat terkejut. Jadi ini yang dimaksud Mbak Ayu tadi, pantas saja Mbak Ayu kesusahan menjelaskan nya.


"Jazad yang ditemukan di sungai itu bukanlah Agus, tapi salah satu tamu di rumah kita. Berdasarkan cctv yang ada di sekitar lokasi, Agus terlibat keributan dengan korban yang tenggelam itu. Mereka saling dorong hingga orang itu terpeleset jatuh ke bawah sungai, dan dompet Agus terjatuh dari kantong celananya sewaktu mereka saling dorong. Makanya polisi mengira korban tenggelam itu adalah Agus, tapi ternyata bukan dia Ran. Tante masih ada disini untuk memberikan keterangan, karena Tante mengenal korban itu." jelas Tante Ajeng dengan wajah sendu.


"Lalu dimana Agus sekarang?"

__ADS_1


"Kami juga gak tahu Rania, makanya Tante Ajeng masih bertahan disini untuk melihat rekaman cctv di sekitar lokasi. Supaya kami tahu kemana Agus pergi setelah itu." kata Janni menghembuskan nafas panjang.


Tak lama Mas Adit datang, ia mengajakku ke ruangan kerjanya. Tanpa mengatakan apapun, Mas Adit langsung menjelaskan padaku mengenai hasil investigasi nya. Dan menurutnya, dari rekaman cctv yang baru saja ia dapat dari sekitar lokasi menunjukan jika saat kejadian, Agus dan korban tidak hanya berdua. Melainkan ada orang lain, yang menunggu di dalam mobil.


...Kira² siapa yang ada di dalam mobil itu ya? apakah benar jika Agus masih hidup dan bekerja sama dengan Om Dewa? tunggu dengan sabar ya, see you 👋...


...Bersambung. ...


Hai othor punya rekomendasi novel yang bagus buat kalian loh.


Khan, Kamulah jodohku


Author Muda Anna


Alhakhan Jose Purnomo 27 tahun adalah seorang laki-laki tampan, dingin dan galak. Dia memiliki trauma saat kecil di culik oleh seorang wanita cantik yang menyukai ayahnya. Dia memimpin perusahaan CEO yang behasil tetapi akan berkeringat dingin dan menggigil saat bertemu atau berhadapan langsung dengan wanita cantik.


Sampai dia bertemu tanpa sengaja dengan seorang wanita berpenampilan tomboy pimpinan panti asuhan bernama Vena Fatmala. Pertemuan keduanya saat Vefe membantu Khan di keroyok oleh perampok di pinggir jalan tol. Hanya bersama dengan Vefe, Khan tidak mengalami trauma karena awalnya menyangka Vefe adalah laki-laki.


Tanpa di sadari Khan jatuh cinta pada Vefe. Hanya saja banyak yang menghalangi cinta mereka karena wanita-wanita cantik yang mengincar harta dan ketampanan Khan. Dan ada perbedaan kesenjangan sosial yang membuat Vefe tidak percaya diri bersama dengan Khan.

__ADS_1


Bagaimana Khan meyakinkan Vefe untuk tetap bersamanya. Apakah Vefe menerima cinta Khan?


__ADS_2