Penelusuran Gaib Rania

Penelusuran Gaib Rania
PART 40 MISTERI PENEMUAN MAYAT


__ADS_3

Setelah pekerjaan ku selesai, aku termenung di meja kerjaku. Nampak beberapa karyawan mulai berkemas untuk pulang. Terlintas di benakku, jika aku juga harus meninggalkan kantor secepatnya. Hawatir jika ada makhluk gaib yang mengganggu ku, karena sudah dua kali mereka mendatangiku ketika aku sendirian di kantor. Tiba-tiba panggilan seseorang mengejutkan ku, dan ketika ku balikan badan Mbak Rika sudah berada di depanku. Entah kapan ia berjalan ke depanku, padahal setahuku ia ada dibelakang punggung ku.


"Rania temenin gue ke gudang belakang yuk. Ada barang yang gue butuhin nih, mumpung lu belum pulang anterin gue bentar ya." ucap Mbak Rika dengan wajah datar.


Aku mengaitkan kedua alis mata, merasa aneh dengan gelagat Mbak Rika.


"Gak bisa besok aja Mbak? gue udah terlanjur pesen ojek online. Takutnya Driver udah nunggu di depan." kataku seraya memandang layar ponselku.


"Sebentar aja Ran, biar Driver nunggu di depan."


"Emang barangnya banyak ya Mbak, sampai lu minta ditemenin guegue segala?"


Tanpa menjawab pertanyaan ku, Mbak Rika menarik tanganku dengan kuat. Pegangan tangannya sangat kuat, hingga aku merasa kesakitan.


"Aneh banget sih tingkah Mbak Rika, apa dia masih kesel soal tadi ya. Aku sama Agus kan hanya telat bentar, tapi kenapa Mbak Rika keselnya sampai sekarang sih." batinku di dalam hati seraya berjalan ke arah gudang belakang.


Bruugh.


Mbak Rika mendorongku ke lantai, ia mengembangkan senyumnya. Nampak aura mengerikan dibalik wajahnya yang sinis. Ia menatapku dari sudut matanya seraya tertawa dengan suara yang mengerikan. Mirip sekali seperti suara kuntilanak yang cekikikan.


"Kau harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal hihihi." kata Mbak Rika dengan menyeringai.

__ADS_1


Aku berusaha bangkit berdiri, tapi cengkeraman tangannya membuat pundak ku sangat sakit. Tanpa ku sadari sosok Mbak Rika berubah wujud mengerikan. Wujudnya menjadi nenek-nenek tua, dengan bagian dada yang turun ke bawah. Dan lidah yang menjulur keluar beserta gigi taring yang panjang mencuat, sontak saja sekujur tubuhku kaku tak bisa digerakan.


"Siapa dia. Wujudnya seperti Wewe gombel, tapi lidah dan taringnya yang panjang seperti Leak." batinku di dalam hati panik.


Aku berusaha memanggil Malik melalui batin. Tapi panggilanku tak tertuju padanya, karena aku memanggilnya dalam keadaan panik.


Howaa howaaa...


Suaranya nampak menggelegar di ruangan yang minim penerangan itu. Aku berusaha membaca doa-doa, tapi tetap saja fokusku teralihkan dengan wujudnya yang mengerikan. Sosok itu semakin mendekati ku, ia mengeluarkan kuku panjang dan mengarahkannya ke lenganku. Seketika darah segar membasahi bajuku, membuat sosok ini meneteskan air liurnya. Perlahan pandangan mataku mulai buram, semua yang ku lihat mulai kabur, dan aku tak dapat berbuat apa-apa lagi.


Tak lama aku sadar dan terbangun di tempat berbeda. Nampak patung-patung berjejer di depan altar, banyak sesajen dan dupa di atas sana. Terlihat seorang perempuan yang menundukan kepalanya, ia di ikat di sebuah pilar besar. Nampak luka di sekujur tubuhnya, ia terus memohon ampunan pada seseorang yang tak dapat ku lihat. Tiba-tiba seorang perempuan mengenakan jubah hitam berjalan bersama dua orang lelaki yang berpakaian seperti seorang pengawal. Mereka menarik tubuhku ke tengah-tengah ruangan itu. Kemudian banyak orang-orang berdatangan lalu membaca mantra-mantra, dengan kedua tangan yang bergerak ke atas lalu ke bawah.


Om avighnamastu namo siddham, Om siddhirastu tat astu swaha.


Aku membulatkan kedua mataku, melihat mereka semua seakan ingin mempersembahkan ku entah pada siapa. Setelah mereka membaca mantra, beberapa dari mereka mulai menari seperti tarian kecak. Karena beberapa kali mereka menghentakan kaki dengan gerakan mata melotot. Aku benar-benar ketakutan dan tak dapat berpikir jernih lagi. Sebenarnya dimana aku sekarang, karena tadi aku sempat tak sadarkan diri. Aku mencoba fokus dan memanggil Malik berkali-kali. Tapi sosok penjaga ku itu tak kunjung datang.


"Kau harus tau, kami membutuhkan penerus, dan kau mengacaukan segalanya. Salah satu penghianat di antara kami telah tewas, dikarenakan ulah anggota kelompok yang sama. Jika kau tak ikut campur dengan masalah ini, semua akan baik-baik saja. Sekarang kau akan melihat nyawa orang terdekatmu akan menjadi santapan sesembahan kami." ucap perempuan berjubah hitam itu.


"Tidak! jangan kau sakiti gadis itu, atau siapapun yang ada disekitarnya. Semua ini salahku yang meminta tolong padanya." ucap perempuan yang di ikat di pilar besar. Dan ketika ia mendongakan kepalanya, aku baru tahu jika perempuan itu adalah Bu Wayan Sukmawati.


Jantungku berdetak tak beraturan, peluh membasahi sekujur tubuhku. Sudah lama aku tak pernah merasa setakut ini, terakhir aku mengalami hal seperti ini ketika aku koma di Rumah Sakit, dan jiwaku berkelana ke alam antah berantah. Jangan-jangan saat ini aku berada di alam gaib? entahlah, aku tak tahu apa-apa.

__ADS_1


"Tolong jangan sakiti siapapun, jika memang kalian menganggap diriku bersalah. Ambil saja nyawaku, jangan ganggu orang-orang terdekatku!" seruku dengan mata berkaca-kaca.


Terdengar Bu Wayan berkata jika aku tak ada sangkut pautnya dengan permasalahan mereka. Karena menurutnya selain garis keturunan nya, masih ada yang bisa menggantikan dirinya sebagai sang pemangku ritual. Tapi perempuan berjubah hitam itu berteriak dengan lantang. Jika ada seseorang yang membuat Bu Wayan mengakhiri hidupnya sendiri.


"Orang itu tak langsung mengalahkan mu, ia menekanmu dengan menyebut nama anakmu. Orang itu mengancammu demi keselamatan putrimu, benarkan yang ku katakan? kau mengorbankan nyawamu dan mengakhiri hidupmu dengan ilmu mu sendiri. Dan orang-orang itu bersembunyi dibalik keturunan mu. Supaya kami tak mengetahui segalanya, tapi kau salah langkah Wayan. Meski orang-orang itu telah membuatmu tewas, bukan berarti mereka yang mengalahkan mu. Salah satu dari mereka tak ada yang layak menjadi penggantimu, kecuali keturunanmu sendiri. Dan saat ini kami sudah mengetahui keberadaan nya, kami akan segera menjemputnya!" pekik perempuan berjubah hitam dengan mendongakan kepalanya ke atas, lalu penutup kepalanya terlepas, dan aku dapat melihat dengan jelas wujudnya.


Kepalanya bertanduk dengan moncong seperti sapi atau banteng. Hidungnya menonjol ke depan tembus langsung ke mulutnya. Seketika aku memejamkan mata melihat bentuk wajahnya, karena ia bertubuh manusia tapi berkepala binatang.


Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang, daun-daun beterbangan mengotori altar sembahyangan. Empat sosok bertubuh kerdil dengan kaki yang panjang datang membawa seseorang yang di apit di sisi kiri dan kanannya. Aku tak dapat melihat dengan jelas, sampai akhirnya angin itu perlahan hilang.


Bruugh.


Seseorang terjatuh di lantai, ia tersungkur dengan kepala tertunduk. Aku merasa familiar dengan bentuk tubuh orang itu. Dan ketika dua orang kerdil dengan kaki panjang itu menarik tubuhnya, aku sangat terkejut melihat orang terdekatku berada disini.


"Lepaskan Bude ku! kenapa kalian ingin mencelakai nya hah!" bentakku berusaha melepaskan tali yang mengikat tubuhku.


Nampak Bude Walimah hanya diam saja seperti orang linglung. Entah apa yang terjadi padanya, bahkan aku sendiri tak tahu bagaimana caranya aku sampai di tempat ini. Di tengah keputus asa an ku, aku menangis dengan memanjatkan doa pada Yang Maha Kuasa. Harapanku hanya satu menyelamatkan Bude Walimah dari tempat mengerikan ini.


...Apa yang sebenarnya terjadi saat itu? Rania sedang bermimpi kah atau jiwa nya sedang berada di alam lain? tunggu dengan sabar ya teman-teman 💕...


...Bersambung. ...

__ADS_1


__ADS_2