
"Kau wanita iblis harus di bawa ke pendeta untuk di suci kan dan di jadikan persembahan bagi para Dewa !" Teriak yang lain.
"Kau harus memberi kami kompensasi yang pantas, kau tidak layak untuk di sini hanya karena para hantu itu kau melakukan ini pada keluarga kami. Ayo lempari dia batu !" Teriak salah satu orang dengan suara lantang.
Senyum melebar di wajah nya, dia sudah menduga kalau orang orang sialan ini akan menggunakan nya sebagai pelampiasan.
Ada beberapa orang yang berniat untuk mengambil keuntungan dengan cara meminta kompensasi dan mengatakan seolah olah ini adalah murni kesalahan nya.
Orang orang seperti ini sudah banyak di dunia persilatan , orang orang seperti ini bahkan tidak layak untuk hidup.
Jika itu adalah orang lain maka mereka akan panik meski pun mereka adalah seorang kultivator, karena ada sebuah stigma yang tersebar kalau seseorang yang menolong orang lain adalah seseorang yang berhati lembut.
Dan para manusia ini memanfaat kan hal tersebut 'dari kelembutan hati ' kultivator ini, sayang nya mereka telah mencari target yang salah kali ini.
Dia, Xue Fenghuang bukan lah seseorang yang mudah untuk di tindas.
"Kalian tampak nya sangat memuja para hantu tadi dan tampak nya kalian sangat menyayangi keluarga kalian yang meninggal, maka mati lah bersama mereka !" Ucap nya dengan tatapan yang menggelap.
Pedang nya melepaskan energi yang kuat dan dalam hitungan detik kepala orang orang munafik tadi jatuh ke tanah.
Seperti lirik yang dia kata kan tadi, darah mengalir bagaikan anak sungai, keserakahan menguasai seseorang dan kesombongan terus menyebar.
"Darah mengalir bagaikan anak sungai , memancing kemarahan phoenix, kesialan tanpa batas, untuk di saksikan di bulan purnama. " Ucap suara seorang pria dari belakang nya.
"Ketua Sekte, untuk apa kamu datang kemari, apa kah kamu datang juga untuk melihat hiburan ? Tapi sayang nya aku tidak menyajikan hiburan, kamu bisa pergi ke rumah bordil terdekat untuk melihat hiburan. " Ucap nya dengan datar.
__ADS_1
Dia bisa tahu siapa yang berada di belakang nya tanpa membalik kan tubuh nya.
"Lalu, lirik puisi yang kamu kata kan juga terlalu buruk dan tidak nyambung. " Ucap nya dengan sinis.
"Lalu, apa kah puisi yang kamu kata kan sendiri di balkon dengan wajah sedih seperti baru saja putus cinta adalah puisi yang baik ?" Tanya Xue Yun sambil tertawa ringan.
Xue Yun menutup kipas milik pemuda itu dan berjalan sambil menggandeng tangan nya. Dia berusaha untuk melepas kan tangan Xue Yun dari tangan nya tapi tidak dapat melakukan nya.
"Ini adalah malam yang bagus untuk melakukan sesuatu yang romantis, sayang nya jika kita berjalan berdua maka kita terlihat seperti ayah dan anak karena tinggi mu. " Ucap Xue Yun setengah bercanda.
"Ketua Sekte memang tahu cara nya bercanda dengan baik. " Ucap nya setengah mendengus.
Tinggi nya yang hanya sedada Xue Yun tidak sampai membuat nya terlihat sangat pendek, padahal tinggi nya 155 cm berarti setinggi apa Xue Yun ?
"Ketua Sekte, berapa tinggi mu ?" Tanya nya dengan penasaran.
"Ck, siapa juga yang iri dengan tinggi badan mu ? Aku hanya penasaran, tapi tidak tertarik untuk memiliki nya. " Ucap nya berdecih sambil memutar bola mata nya.
"Xue Fenghuang, kau harus tersenyum atau kau akan membuat ku tampak membawa paksa anak gadis orang lain. Lihat lah, ada beberapa orang yang menatap kita dengan aneh. " Ucap Xue Yun.
"Memang kenyataan nya seperti itu, Ketua Sekte. Kamu membawa ku dengan paksa untuk berjalan jalan padahal aku tidak tertarik sama sekali. " Ucap nya setengah mendengus.
"Kenapa kau terus mendengus dan memutar bola mata mu ? Apa kau sedang melatih kemampuan mata mu ?" Sindir Xue Yun.
"Ck, ini masih mending di banding kan ada seorang pria dewasa yang dengan tidak tahu malu nya menyeret seorang gadis kecil yang imut seperti ku." Ucap nya membalas sindiran itu.
__ADS_1
"Justru karena kamu imut lah baru kamu di culik oleh ku, kamu harus tahu hal tersebut. Lihat lah, ada makanan di depan sana. " Ucap Xue Yun menunjuk ke puluhan kedai makanan yang menunggu mereka di depan sana.
Semakin berjalan ke depan maka semakin tidak enak perasaan nya, dia menghirup puluhan bau masakan yang berbeda dan ini membuat nya hampir muntah.
Pikiran nya menjadi bertabrakan dan linglung, berbagai pikiran buruk menghampiri nya dan dia merasa kan kalau niat membunuh tumbuh dengan tak terkendali di dalam hati nya.
Tubuh nya jatuh ke dalam gendongan seseorang sebelum seluruh kesadaran nya benar benar hilang.
"Kata kan pada kakak ku, dia memang putri nya, dia tidak bisa berada di keramaian, ini pasti ada kaitan nya dengan iblis itu. " Ucap Xue Yun dengan wajah dingin pada pria berpakaian hitam yang langsung muncul ketika Xue Fenghuang menghilang.
Xue Yun terbang dan kembali ke penginapan sebelum membaringkan tubuh Xue Fenghuang di kamar yang dia sewa. Dia berusaha untuk menghapus ingatan Xue Fenghuang tentang kepergian mereka ke tempat tadi.
Tapi, diri nya terpental karena ada sebuah energi yang lebih kuat yang menghalangi nya untuk menghapus ingatan Xue Fenghuang.
"Kau, benar benar orang paling kejam yang pernah ku lihat. Aku tidak mengerti bagai mana kakak ku jatuh sakit hanya karena merindukan mu, kau bahkan rela membuat anak mu jatuh dalam rasa sakit yang tidak terkatakan. " Ucap Xue Yun dengan kesal dan menggertak kan gigi dalam dalam.
Xue Yun duduk di sebelah Xue Fenghuang, di sisi lain Xue Fenghuang berada di dimensi badai salju itu lagi.
"Kematian tidak dapat terhindarkan, hidup bagaikan di neraka, balas dendam dan kebencian menumpuk di dalam hati mu. " Ucap suara wanita dari balik badai salju itu.
"Ketakutan akan memakan diri mu, kekecewaan akan mengubah diri mu dan kematian akan membuat mu haus darah. " Ucap suara wanita itu lagi.
"Hukuman yang paling kejam adalah kehidupan dengan bayang bayang mengerikan dan takdir yang mempermainkan diri nya, kamu akan tahu kalau kematian mu tidak dapat menbayar semua kejahatan mu di masa lalu. " Ucap Suara wanita di balik salju itu dengan nada datar.
"Jika kehidupan ini adalah hukuman, maka aku akan menjalankan nya dengan baik, jika kamu bilang aku akan di ubah oleh kekecewaan maka aku tidak akan kecewa, apa kah kamu pikir aku percaya pada kata kata seseorang yang bahkan tidak berani menampakkan diri nya ?!" Tanya nya setengah meraung sambil mengenggam erat pakaian nya.
__ADS_1
Bonus Like 11 k : 3 / 3