
Begitu dia menoleh ke belakang, yang di lihat nya hanya lah sekumpulan pria hidung belang yang berdiri dengan air liur yang menetes.
Melihat nya saja sudah cukup untuk membuat nya jijik, tapi dia menahan diri dan memilih untuk menikmati alur permainan.
Ada 7 orang dari kumpulan pria hidung belang itu dan kira kira umur meraka mungkin berada di 40 an tahun, benar benar tidak tahu malu.
Tidak mungkin salah satu pria di depan nya ini tidak mempunyai istri, itu semua hanya lah omong kosong.
"Nona cantik, kau begitu cantik. Bagai mana jika kau ikut kami dan memuaskan kami di jalan. Kami. pasti akan memperlakukan mu seperti Ratu. " Ucap salah satu pria hidung belang.
"Nona cantik, kau tidak perlu menjual diri mu di tengah jalan seperti ini. Lihat lah pakaian mu yang terbuka itu, hanya perlu merobek nya sedikit dan aku bisa melihat semua nya. " Ucap yang lain dengan mulut kotor nya.
Dia menatap dengan dingin lalu menatap pakaian nya yang sepenuh nya tertutup, dia tidak tahu dengan otak di kepala pria hidung belang ini.
Jelas jelas pakaian ini begitu tertutup, hanya sedikit terbuka di bagian bahu dan panjang nya mencapai mata kaki, tidak tahu apa lagi yang di maksud dengan pakaian 'Terbuka'
Lalu, dia baru ingat kalau warna merah sering identik dengan wanita wanita penghibur yang ada di rumah bordil.
Dia tidak bisa tidak merasa malu akan hal itu, bagai mana pun sekujur tubuh nya di penuhi dengan pakaian berwarna merah.
"Siapa bilang aku ingin di jadikan Ratu oleh kalian? Apa kah kalian layak? Lalu, bagian mana dari mata mu yang melihat baju ini terbuka? Apa kah aku perlu mencongkel mata mu untuk membuat mu melihat nya dengan jelas? Lalu, bagian mana dari otak mu yang berpikir kalau aku ini adalah wanita penghibur? " Tanya nya dengan sinis.
Dia jelas jelas menggunakan pakaian tertutup, tapi masih bisa menarik ***** pria pria tidak tahu mati ini. Ini untung kalau diri nya adalah seorang kultivator yang kuat.
Bagai mana jika itu hanya gadis desa biasa? Dia tidak bisa memikir kan akibat nya, itu lah yang di sebut dengan kecantikan membawa bencana.
Kadang, terlalu cantik juga tidak baik karena itu akan membawa bencana pada diri sendiri.
"Kau ?! Apa kah kau tidak tahu malu untuk mengatakan kalau diri mu bukan wanita penghibur?! " Teriak salah satu pria hidung belang yang lain dengan marah.
Dia yang melihat ini hanya menyeringai dan menepuk tangan nya dua kali, sebelum 7 pria di depan nya ini menjadi genangan darah.
Dia memandang mereka dengan tatapan sinis sebelum kembali berbalil untuk menuju Paviliun Qin Xiang, dia berjalan seolah olah tidak baru habis membunuh orang.
Orang prnah menjadi gempar dan menatap nya dengan tidak percaya.
"Terlalu menjijikkan untuk menyentuh darah mereka. Jika tidak maka aku akan mencongkel mata mereka dan mengeluarkan otak mereka untuk melihat apa yang ada di dalam otak dangkal mereka. " Dengus nya sebelum mempercepat langkah nya.
Tidak sulit untuk membuat orang orang itu menjadi abu, tapi dia ingin meninggal kan teror bagi beberapa orang yang sejenis dengan pria hidung belang itu.
Berani berkata kotor tentang diri nya, mereka tidak layak untuk hidup!
Saat ini, dia bisa melihat dengan jelas bangunan milik Paviliun Qin Xian yang sangat ramai akan pengunjung.
Langsung saja dia berjalan masuk tapi di tahan oleh penjaga yang biasa mengenal diri nya, melihat ini dia tersenyum di dalam hati.
"Ingin mencari informasi. " Ucap nya dengan ringan.
"Silakan naik ke lantai 3 , Tetua Ning dan Tetua Li bisa membantu Anda. " Ucap penjaga itu
__ADS_1
"Terima kasih. " Dia mengangguk dan berjalan masuk.
Jika orang orang terpaku pada barang barang yang di lelang di lantai satu, dia tanpa ragu berjalan naik tanpa sedikit pun menoleh ke kerumunan yang melihat benda pelelangan.
Benda benda semacam kristal yang ada di sana sama sekali tidak layak untuk di lihat kecuali kristal tingkat tinggi, maka biasa nya dia akan langsung mencari nya di tempat Tetua Li.
Sesampai nya di lantai 3 , dia melihat dua ruangan dengan pintu yang terbuka dan ada seorang penjaga yang menjaga kedua ruangan kosong itu.
"Apa yang anda ingin kan? Dengan Tetua Li bisa membantu seputar orang orang yang di ingin di cari tapi Tetua Ning bisa memberi tahu semua tentang kejadian baik internal maupun eksternal. " Ucap penjaga.
Dia mengangguk dan memikir kan dengan cermat sebelum memilih untuk bertemu dengan Tetua Ning, dia pernah melihat pria tua itu sekali dari kejauhan tapi mereka tidak pernah secara resmi bertemu, jadi tidak mungkin pria itu bisa mengenali nya.
Dia berjalan masuk menuju ruangan Tetua Ning dan sebuah kursi tampak ada di depan seorang pria tua yang sedang menyesap teh.
"Tetua Ning, aku ingin mencari tahu apa kah sisa sisa dari Sekte Api Abadi masuk dan bergabung bersama dengan Sekte Jari Surgawi? " Tanya nya sambil duduk dengan anggun di depan pria tua itu.
"25.000 Kristal Roh tingkat Rendah. " Ucap Tetua Ning tanpa menoleh.
Dia mengeluarkan salah satu peti yang berisi jumlah yang di minta oleh pria tua itu, setelah mengecek isi nya untuk memastikan keaslian nya.
Baru lah pria tua itu memutar tubuh nya dan menatap diri nya dengan senyum lebar di wajah pria tua itu.
"Aku akan memberi tahu mu nona muda, Sekte Api Abadi memang bergabung dengan Sekte Jari Surgawi tanpa ada pengecualian. "Ucap Tetua Ning.
Mendengar ini, dia tidak terkejut atau pun bereaksi apa pun. Dia sudah menebak nya, hanya saja masih memerlukan penegasan.
Mata Tetua Ning tampak sedikit membulat ketika mendengar apa yang ingin di tanya kan oleh nya.
" Tenang saja, aku tidak akan membayar dengan murah. "Ucap nya sambil mengeluarkan 100.000 Kristal Roh Tingkat Rendah.
Melihat ini Tetua Ning tampak waspada dengan sekitar dan membuat sebuah pelindung.
" Tetua Ning bisa tenang, aku tidak akan melibatkan Paviliun Qin Xiang selama kalian tidak ikut campur setelah ini. "Ucap nya dengan senyum tipis tapi mematikan.
" Aku akan memberi tahu mu, semua orang bisa berhubungan berkat bantuan Alkemis Agung Liu Yang. 3 Klan Agung kagum dengan bakat alkemis nya dan berniat untuk membawa nya menjadi salah satu anggota Klan, lalu mereka bekerja sama untuk menghancurkan Sekte Es Biru. Alkemis Agung Liu Yang akan pergi ke dimensi Tingkat Atas bersama dengan 3 Klan Agung. "Ucap Tetua Ning dengan suara pelan.
Dia yang mendengar ini tersenyum puas, senyum nya melebar tapi semakin lebar itu semakin tampak mengerikan itu.
Seolah olah dia tidak sedang tersenyum bahagia melainkan tersenyum penuh dendam.
" Terima kasih atas informasi mu Tetua Ning, senang bisa berbisnis dengan mu. "Ucap nya dengan ringan sebelum berjalan keluar tanpa menoleh.
Dia berjalan menuju Sekte Jari Surgawi dan menyelinap masuk dengan mudah, dia bertanya tanya di mana tempat Alkemis Agung Liu Yang ini berada.
Liu Yang ini di sebut kan adalah mahkluk paling suci dan merupakan Putra Surga, dia bahkan tidak pernah berkata sesuatu yang tidak pantas dan tidak pernah melihat lawan jenis, di mata nya hanya ada pengobatan dan pengobatan, tidak mementingkan jenis kelamin.
Dia tertawa sinis ketika mendengar informasi ini sampai akhir nya dia menuju bagian belakang Sekte Jari Surgawi dan di sana ada sebuah bangunan yang lebih kecil dari bangunan utama tapi sangat mewah.
Dia berjalan masuk dengan tenang dan melihat di balik dinding emas, ada seorang pria tua yang seluruh wajah nya penuh dengan keriput.
__ADS_1
Sedang tertawa bahagia tanpa pakaian kecuali ****** ***** nya, dia mengerut kan dahi nya tampak jijik dengan pemandangan ini.
Belasan wanita dengan pakaian minim berlari ke sana kemari menghindari kejaran dari pria tua yang penuh kerutan itu.
'Inikah yang kalian sebut suci? 'Tanya nya dalam hati dengan penuh kutukan.
" Tetua Liu Yang, tangkap aku! "Panggil salah satu wanita dengan nada yang sangat menjijikkan.
Jika tidak datang kemari dengan niat membunuh maka dia akan segera memuntah kan makanan nya ketika mendengar ini.
Apa lagi ketika mendengar wanita penghibur itu meneriak kan nama pria tua itu, identitas nya sudah terverifikasi.
Lalu, Liu Yang berlari dan menangkap wanita penghibur itu lalu memasukkan pedang nya ke dalam milik wanita itu, mereka mengeluarkan ******* demi ******* yang menjijikkan dan merusak telinga.
Dia tersenyum dingin, orang ini lah yang menyebabkan kematian ayah nya, kematian paman nya, kematian Tetua Ouyang dan kematian banyak orang lain nya.
Mata nya menggelap, asap hitam tampak jelas di sekitar tangan nya. Dia segera menyimpan Aura kebencian dan aura kematian yang telah bercampur itu.
Dia berjalan masuk dengan santai, pria tua itu tampak nya tidak sadar dengan kedatangan nya.
" Tetua Liu Yang benar benar tahu bagai mana cara nya memilih wanita cantik. "Puji nya dengan nada menggoda.
Liu Yang yang sejak tadi tidak sadar dengan kedatangan nya sejak tadi langsung terperangah ketika meluat kecantikan nya.
Pria tua itu langsung berlari ke arah diri nya dan bersiap untuk menerkam diri nya, dia tersenyum lebar dan menendang tubuh pria tua itu sampai menghantam meja yang di penuhi dengan gelas kaca.
Gelas kaca itu hancur menjadi ribuan keping dan belasan wanita penghibur itu langsung berlari dengan ketakutan menuju sudut ruangan.
Dia berdiri dengan kedua tangan yang tersilang di depan dada. Dia berjalan dan menginjak kan sepatu hak nya di atas tubuh berlemak itu.
" Si... siapa kau?! "Tanya Liu Yang dengan ketakutan.
" Aku ? Kau tidak ingat aku? Aku ingat kita pernah saling bertehur sapa dan memuji satu sama lain. "Ucap nya dengan seringaian.
Dia mengeluarkan sebuah cambukan yang terbuat dari besi terbaik dan merupakan pemberian Liu Yang secara pribadi pada pemenang.
" Xue Fenghuang! "Teriak Liu Yang dengan terbata bata.
" Senang rasa nya ketika Tetua Liu Yang masih ingat dengan kehidupan kecil ku ini. Tetua Liu Yang, aku datang kemari untuk berterima kasih pada mu. Berterima kasih pada ketiga klan, karena telah membangkitkan sisi iblis diri ku. "Ucap nya sebelum berlutut dan mencekik Liu Yang .
Dia menatap Liu Yang yang wajah nya mulai membiru dengan senyum kesenangan, lalu dia melepaskan nya ketika Liu Yang telah mencapai ujung.
" Kau tidak boleh mati terlalu cepat, aku masih ingin bermain dengan mu. "Ucap nya sambil menepuk nepuk pipi Liu Yang yang di penuhi dengan lemak.
" Kau akan mati bersama ku! Di dupa itu terdapat racun yang tidak memiliki penawar! "Ucap Liu Yang sambil tertawa.
Mendengar ini dia ikut tertawa, sama seperti tawa Liu Yang dan ekspresi wajah nya menjadi lebih mengerikan.
" Kau mungkin tidak tahu, tapi aku adalah orang yang kebal racun. Racun kecil mu ini, bahkan tidak akan mempengaruhi sehelai rambut ku. Maaf karena mengecewakan mu, Liu Yang. "Ucap nya dengan senyum lebar seolah olah dia adalah anak kecil yang baru mendapat permen dari kedua orang tua nya.
__ADS_1