Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
71. Konstitusi Tubuh Yin Murni


__ADS_3

Dia tidak sadar kalau diri nya tenggelam dalam berbagai spekulasi mengerikan yang menanti nya di masa depan nanti.


"Fenghuang, apa kau mendengar ku ?" Tanya Tetua Ouyang sambil mengibas ngibaskan tangan di depan wajah nya.


Dia yang tersadar dari lamunan nya langsung terkejut dan mengeluarkan senyum rasa bersalah.


"Maaf kan aku Tetua Ouyang, aku agak tenggelam dalam pemikiran ku sendiri. " Ucap nya sambil menunduk kan kepala.


"Tidak perlu merasa sungkan, aku tahu kau pasti terpukul dengan hal ini. Ketika aku melihat mu pada awal nya, aku juga tidak percaya. Tapi ketika mencocok kan mu dengan ciri ciri yang ada di buku, mau tidak mau aku harus percaya. " Kata Ouyang Si Niang sambil menghela nafas berat.


"Jangan kata kan ini pada siapa pun, karena akan ada banyak orang yang menganggap mu sebagai sumber daya setelah ini, tidak terkecuali tetua atau ketua sekte. " Kata Ouyang Si Niang.


"Ketua sekte ? Oh ya, Tetua, sebenar nya dimensi kita ini termasuk dimensi apa ?" Tanya nya dengan bingung.


"Ketua sekte kita sangat misterius, tidak ada yang tahu seperti apa rupa nya. Suara nya sangat halus dan anggun, ada beberapa rumor kalau dia adalah Jenderal paling berkuasa dulu sebelum semua kehormatan nya di cabut dan seluruh prajurit nya di bunuh karena rasa iri yang di miliki oleh Kaisar. " Kata Ouyang Si Niang dengan suara yang sangat pelan.


"Dia marah dan mengamuk lalu membunuh Kaisar dan mengambil alih Kekaisaran. Lalu, sesudah itu untuk pertanyaan mu selanjut nya, Dimensi ini sebenar nya adalah dimensi menengah dengan kekuatan hampir menyamai dimensi tingkat tinggi. " Kata Ouyang Si Niang.


"Hmm, aku mengerti. Terima kasih karena telah memberikan pencerahan untuk ku. " Ucap nya, dia kembali ke sikap tenang nya seperti di awal seolah olah masalah Konstitusi Tubuh Yin Murni, sama sekali tidak menganggu pikiran nya.


Yang tahu apa kah itu menganggu pikiran nya atau tidak hanya dia yang tahu.


Sebuah jimat pengantar surat tampak di hadapan nya, segera saja dia membuka surat itu.


'Meimei, bagai mana dengan kondisi mu ? Ayah belakangan ini sangat merindukan mu dan merasa sakit. Tapi tidak apa apa, aku bisa menangani hal ini. Jika kau tidak sibuk, maka pulang lah paling tidak setahun sekali. '


^^^- Qin Yue^^^


Dahi nya mengerut kala memikirkan apa yang terjadi pada ayah angkat nya. Lalu, jika sesuai dengan apa yang di kata kan oleh Xue Longque.


Maka seharus nya, ayah kandung nya masih hidup di suatu tempat terpencil. Apa kah orang itu adalah orang yang benar benar membenci nya ?


Apakah ayah kandung nya adalah seorang bajingan yang tidak berani bertanggung jawab ? Jika memang begitu, maka itu adalah aib besar bagi nya.


Tapi, dia tidak ingin berspekulasi yang tidak tidak dulu, dia akan membuktikan nya dengan fakta. Dia tidak ingin menambah beban yang ada di pikiran nya.


"Aku akan mengajarkan gerakan pedang, gerakan ini di latih oleh seluruh murid Paviliun Teratai kita. Gerakan ini memiliki 12 gerakan, aku akan mengajarkan pada mu satu kali. " Kata Tetua Ouyang.


Dia mengangguk, Tetua Ouyang tampak nya bersiap siap untuk melakukan gerakan yang di sebutkan.


"Gerakan ini di sebut sebagai Tarian Phoenix Es, ini membentuk sayap Phoenix yang mengepak dengan anggun tapi tegas. " Kata Tetua Ouyang.


Dia sekali lagi mengangguk dan menanamkan ke dalam pikiran nya setiap detail gerakan yang di lakukan oleh tetua Ouyang, baik detail besar mau pun kecil.

__ADS_1


Butuh lebih dari satu jam untuk mempraktikkan ke 12 gerakan dengan sempurna dan kecepatan yang lebih lambat.


"Apa kau sudah mengingat semua nya ?" Tanya Tetua Ouyang agak ragu.


"Tenang saja, aku sudah mengingat nya. Berikan aku waktu tiga hari, aku akan kembali ke sini dengan 12 gerakan tadi. " Ucap nya sambil melambaikan tangan dan berjalan turun gunung menuju kediaman nya.


Dia sengaja tidak membiarkan Tetua Ouyang untuk berbicara, karena tetua itu pasti akan menyuruh nya untuk mempraktikkan terlebih dahulu sebelum pergi.


Sedang kan dia, sudah bisa sepenuh nya dengan yang di ajarkan. Tapi, ada sebuah pepatah, terlalu cerdas juga bukan hal yang baik.


Jadi, dia membuat jarak 3 hari supaya terlihat lumayan normal dan tidak terlalu menonjol. Selama waktu itu juga dia akan ber kultivasi dan membuat obat.


Hidup nya seperti nya memang sangat membosankan, dia pikir akan ada orang yang mengetuk pintu nya setiap hari dan mencari masalah seperti yang di katakan oleh Ouyang Si Niang.


Tidak menyangka, kalau ternyata mereka ketakutan hanya karena gertakan yang di buat oleh nya kemarin.


Ketika dia sampai di rumah, betapa terkejut nya dia melihat darah yang mengalir sampai ke luar pintu.


"Astaga, apa yang kau lakukan ?" Tanya nya dengan suara tertahan pada Lin Rong Rong yang sedang bermain dengan mayat laki laki.


"Dia tadi berusaha untuk mencuri sesuatu dari kamar mu, jadi aku sedikit bermain dengan nya. " Kata Lin Rong Rong tanpa rasa bersalah.


Dia mengerutkan dahi dan merasa kalau kepala nya berdenyut sakit, dia tidak masalah jika Lin Rong Rong ingin membunuh seseorang yang ingin menyelinap masuk ke dalam kediaman nya.


Tapi, masalah nya adalah Lin Rong Rong mengotori hampir seluruh kediaman nya yang kecil dan sempit ini.


"Baik lah, baik lah. " Lin Rong Rong cemberut dan mengeluarkan air dari telapak tangan sebelum membersihkan bekas bekas darah.


Sedangkan dia mencari sesuatu yang berharga di dalam tubuh pria ini dan hanya menemukan satu buah Kristal Roh.


"Huh, sungguh tidak sepadan. Laki laki ini benar benar miskin. " Gumam nya sebelum membekukan tubuh pria ini dan menjadikannya ribuan keping es.


"Bersihkan mereka. "Perintah nya dengan acuh tak acuh.


Sedang kan Lin Rong Rong hanya merengut sambil membersihkan lantai sebelum menyapu nya hingga bersih.


Dia duduk di depan meja nya dan mulai berkonsentrasi untuk membuat obat. Perut nya terasa sedikit bergetar karena kosong.


Dia mengeluarkan satu roti daging yang di ambil nya dari tempat Tetua Ouyang secara diam diam.


"Kau mencuri makanan ?"Tanya Lin Rong Rong memekik.


"Pelankan suara mu bodoh, lagi pula aku tidak mencuri, hanya mengambil yang di sedia kan. Jika ada yang gratis, kenapa harus beli ? Lagi pula, saat ini aku sedang kembali miskin setelah hidup mewah selama setahun. " Ucap nya dengan dingin, dia memakan roti daging yang masih hangat itu dengan semangat.

__ADS_1


Lin Rong Rong hanya mendengus kala mendengarkan kata kata milik nya, tapi gadis ular itu juga mengambil salah satu roti daging milik nya tanpa malu.


Dia hanya mendengus dan melanjutkan acara makan nya tanpa henti, dia mengunyah dengan mulut yang penuh.


3 Hari kemudian


Belakangan ini, kehidupan nya menjadi sangat datar, mirip dengan robot yang akan muncul di masa depan. Berikut adalah urutan aktivitas yang di lakukan oleh nya selama 3 hari belakangan.


Bangun tidur - mandi - buat obat - berlatih kultivasi - buat obat - makan - tidur.


"Lihatlah, tubuh mu menjadi sedikit menggemuk. " Ejek Lin Rong Rong sambil mencubit pipinya.


"Ck, paling hanya naik 1 atau 2 kilogram, bukan masalah besar. Aku keluar juga pasti akan berolahraga, lihat lah di depan, banyak orang yang menatapku sebagai domba empuk tapi tidak berani mendekat. " Ucap nya sambil menunjuk beberapa orang yang menatap ke arah rumah nya dengan tatapan serakah lewat jendela.


"Mereka yang bahkan tidak berani bertarung untuk bertahan hidup adalah sampah. " Kata Lin Rong Rong tanpa ragu.


"Bukan nya kau juga tidak bertarung ketika bertemu dengan ku ?" Tanya nya dengan bingung.


"Itu arti nya aku pintar, aku bisa menilai kalau aku akan kalah dari mu dulu, tapi ya sudah lah. Sudah terlambat, aku sudah mengikat kontrak dengan mu dan tidak bisa melarikan diri atau pun melukai mu. " Kata Lin Rong Rong dengan wajah menyedihkan.


"Aku baru tahu ada hewan spritual seperti mu yang sangat tidak tahu terima kasih, telah memakan hampir setengah Kristal Roh ku dan masih berkata seolah olah aku menyiksa nya. " Ucap nya dengan wajah geram.


Lin Rong Rong hanya tertawa sebelum berlari untuk emng hindari pukulan ringan dari nya.


"Aku harus pergi dulu. " Ucap nya dengan nafas terengah engah ketika mengejar Lin Rong Rong.


"Hm, pulang lah kalau perlu jangan kembali. " Kata Lin Rong Rong.


"Kau menyumpahi ku untuk segera mati ?! Apa maksud mu dengan 'kalau perlu jangan kembali' ?" Tanya nya dengan nada marah yang di buat buat.


"A... aku tidak bermaksud begitu. " Kata Lin Rong Rong hampir menangis karena mengira kalau dia benar-benar tersinggung.


"Sudahlah, aku akan pergi, selamat tinggal !" Dia membanting pintu dengan keras. Sesudah pintu tertutup , dia tertawa pelan dan berjalan meninggal kan kediaman nya menuju gunung milik Fraksi Paviliun Teratai.


Saat ini, pasti Lin Rong Rong merasa sangat sedih dan merasa bersalah. Dia tertawa dan berjalan keluar, sebelum tatapan nya berubah menjadi tajam pada orang orang yang menatap nya.


Orang orang yang menatap nya segera menarik pandangan mereka , baik dari diri nya maupun dari kediaman nya.


Saat ini, dia menggunakan pakaian hijau dengan rambut yang di ikat dengan sederhana dan satu hiasan rambut. Dia ingin pergi berlatih bukan untuk pamer kecantikan seperti sebelum nya.


Butuh beberapa menit untuk terbang menuju puncak gunung milik Fraksi Paviliun Teratai.


"Tetua Ouyang. " Ucap nya dengan sopan dan menundukkan kepala nya di hadapan seorang wanita yang menggunakan pakaian merah muda dan sedang menyirami tanaman.

__ADS_1


"kau sudah datang, langsung saja tunjuk kan pada ku, bagai mana hasil latihan mu selama 3 hari belakangan ini. " Kata Tetua Ouyang tanpa mengalihkan tatapan dari tanaman nya.


Bonus Like 5 k : 2 / 3


__ADS_2