Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
190. Tabib Obat


__ADS_3

"Tuan Shangguan !" Panggil nya dengan terkejut.


Jika Shangguan Qing di sini, maka Yuanzheng Yuwen pasti juga berada di dekat sini. Dia menurunkan tatapan nya pada kotak obat obatan yang di bawa oleh Shangguan Qing.


"Nona Xue, aku ingat kalau kau pintar dalam menangani racun. Tuan muda ku terkena racun mematikan. " Ucap Shangguan Qing dengan wajah cemas.


"Racun ? Aku akan mendatangi nya. " Ucap nya dengan kerutan di wajah nya.


Dia menggendong Xue Hongli, mereka berdua mulai terbang. Dia mengikuti Shangguan Qing karena dia tidak tahu di mana mereka tinggal.


"Nona Xue, tolong panggil Tuan ku dengan sebutan Long Tian nanti nya. Dia menjadi anak angkat sebuah keluarga jenderal. " Ucap Shangguan Qing.


"Baik, panggil aku sebagai tabib obat. Aku saat ini sedang menyamar sebagai pria, pura pura saja seperti tidak pernah saling mengenal. Lalu, katakan kalau aku hanya lah seorang tabib obat sederhana yang tidak tergabung dengan dunia persilatan. " Ucap nya sambil mengangguk.


"Hongli, kau nanti jangan kemana mana. Kau harus mengikuti paman Shangguan. " Ucap nya.


Xue Hongli kecil mengangguk sambil menyembunyikan kepala di ceruk leher nya. Dia mengelus rambut Xue Hongli dengan perlahan.


"Siapa yang menyerang Tuan Yuanzheng sampai separah itu ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Huft, cerita nya rumit. Mungkin juga anda tidak percaya. Tapi, kenyataan nya adalah Xue Shangxim yang menyerang Tuan Muda ku. " Ucap Shangguan Qing.


Dia terkejut tapi segera mengendalikan ekspresi nya, hampir tidak ada perubahan dalam ekspresi nya.


"Lalu, bagaimana dengan kondisi Shangxin ?" Tanya nya


"Kabur." Ucap Shangguan Qing tidak berdaya.


Dia mengangguk, tidak ada alasan Yuanzheng Yuwen untuk berbohong pada nya hanya karena tidak senang pada Xue Shangxin.


Lagipula, setelah di perhatikan. Xue Shangxin memang tampak mencurigakan, gadis kecil itu mengetahui sesuatu yang tidak di ajarkan oleh nya.


Selama ini, dia selalu berusaha untuk meyakinkan diri nya sendiri bahwa Xue Shangxin hanya lah anak anak yang di selamat kan nya.


Sehingga dia tidak terlalu peduli dengan tingkah laku aneh Xue Shangxin. Tapi, setelah mendengar ini membuat nya menjadi lebih yakin.


"Apa kah anda tidak terkejut ?" Tanya Shangguan Qing heran saat melihat ekspresi nya yang tidak ada perubahan.


"Aku sudah membuat beberapa dugaan sebelum nya, jadi hal ini tidak terlalu mengejutkan ku. " Ucap nya dengan pahit.


Hanya dia yang tahu betapa kecewa nya dia melihat Xue Shangxin yang ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi nya.


Jika setiap langkah Xue Shangxin tidak mencurigakan maka dia pastilah tidak akan mempercayai kata kata sepihak milik Yuanzheng Yuwen dan Shangguan Qing.


Tapi, karena dia sudah menangkap jejak kaki Xue Shangxin sejak lama. Dia jadi percaya dan menahan diri untuk tidak kecewa.


Dia memeluk Xue Hongli lebih erat, takut kalau anak laki laki di pelukan nya ini akan sama seperti Xue Shangxin dan pergi meninggalkan nya.


Terlepas dari niat Xue Shangxin yang tidak di ketahui, yang dia kecewakan bukan lah tindakan nya, melainkan gadis kecil itu pergi tanpa berpamitan dengan nya.


Pada akhir nya, dua dari tiga orang yang bersumpah untuk selalu berada di samping nya sudah pergi. Sekarang, dia hanya memiliki Xue Hongli yang tersisa.


Entah kenapa, angin kencang yang awal nya terasa biasa saja menjadi dingin sampai menusuk ke tulang ?

__ADS_1


Tidak lama, dia melihat sebuah pekarangan rumah yang begitu luas.


"Gongzi, aku akan membawa mu ke tempat ketua Klan. "Ucap Shangguan Qing mulai bermain peran ketika mereka mendarat di sana.


Dia mengangguk sambil membawa Xue Hongli, dia menurunkan Xue Hongli dan menggandeng tangan anak itu.


Mereka masuk sampai akhir nya bertemu dengan seorang pria yang menggunakan baju zirah dengan sebuah tombak di sebelah nya.


Dia menunduk kan kepala di depan pria itu.


"Ketua Klan, Shangguan membawa tabib obat yang mungkin bisa mengobati Tuan Muda. " Ucap Shangguan Qing.


"Oh ? Perkenalkan nama mu. " Ucap pria berbaju zirah itu dengan kaku.


"Yang ini tidak memiliki nama, hanya saja sering di panggil sebagai Tabib Obat Xue. Bukan seseorang dari dunia persilatan, hanya bisa mengobati. " Ucap nya dengan rendah hati.


"Apa kau bisa menyembuhkan putra ku ? Jika kau berhasil maka apa pun yang kau minta akan berusaha untuk ku penuhi. " Ucap Ketua Klan, Long Tian Tang.


"Hamba ini belum memeriksa Tuan Muda dan tidak yakin apa kah bisa menyembuhkan Tuan Muda Long. " Ucap nya dengan sopan.


"Shangguan, bawa Tabib Obat Xue ke tempat Long Tian. " Perintah Long Tian Tang.


"Baik, Tuan. " Ucap Shangguan Qing dan mulai mengarahkan nya ke paviliun tempat Yuanzheng Yuwen di rawat.


"Tuan Shangguan, seperti nya aku harus merepot kan mu untuk menjaga Xue Hongli. " Ucap nya, tanpa perlu mempertahankan sikap rendah hati yang palsu seperti tadi.


"Tentu." Ucap Shangguan sambil mengambil alih Xue Hongli dan menggendong anak itu.


Sampai mereka masuk ke sebuah paviliun, di sana ada seorang pemuda yang terbaring dengan kaku. Wajah nya pucat dan wangi dupa mendominasi ruangan itu.


"Dupa ini beracun. " Ucap nya sambil segera memadamkan dupa yang ada di sana.


"Apa ?!" Shangguan Qing tampak terkejut.


Dia berjalan menuju Yuanzheng Yuwen dan memeriksa nadi nya dengan ekspresi serius, dia tidak berani bersantai santai ketika menyangkut nyawa seseorang yang dekat dengan nya.


"Ada dua racun di tubuh nya, satu sudah lebih dari satu tahun dan satu lagi baru beberapa bulan. " Gumam nya sambil mengerutkan dahi.


"Yang baru beberapa bulan tidak ganas dan bisa memudar dengan cepat. Efek nya bahkan hampir hilang saat ini. Tapi, yang sudah lama ini sangat parah. Berapa lama sejak kepergiam Shangxin ?" Tanya nya pada Shangguan Qing.


"Lebih dari 6 bulan tapi kurang dari 1 tahun, mungkin hari 7 sampai 8 bulan. " Ucap Shangguan Qing sambil berpikir.


"Sejak Tuan Muda di racuni, dia menjadi parah seperti ini. " Ucap Shangguan Qing menjelaskan.


"Harus nya, racun yang di berikan Shangxin adalah racun yang hampir hancur efek nya. Efek nya juga tidak berat, mungkin hanya pusing pusing. Dia mungkin menggunakan ini hanya untuk kabur. Tapi, efek dari racun nya ini adalah mengaktifkan racun yang sudah lama bersarang di dalam tubuh Yuanzheng Yuwen. " Ucap nya.


"Racun yang pertama sudah sangat lama dan bersifat perlahan tapi mematikan, jika tidak segera di obati maka mungkin nyawa nya akan hilang dalam waktu 1 bulan. Jika aku tidak salah, maka seharus nya dupa itu lah yang menjadi sumber racun selama ini. " Ucap nya dengan ekspresi dingin.


"Racun sudah masuk ke dalam darah. Semua nya tidak mudah tapi tidak menutup kemungkinan. " Lanjut nya dengan muram.


"Tuan Shangguan, aku harus merepot kan mu untuk mengabarkan pada Ketua Klan bahwa aku memiliki cara untuk menyembuhkan Long Tian. Kata kan dengan keras sehingga semua orang bisa mendengar. Setelah itu, tidak perlu kembali ke sini. Cukup awasi dari jauh, jagalah Xue Hongli dengan baik. Aku percaya dengan mu. Karena, kita akan segera menangkap seekor serigala. " Ucap nya dengan tatapan jahat.


"Baik." Ucap Shangguan Qing.

__ADS_1


"Jika keadaan mendesak dan di luar kendali, maka gunakan apa yang ku berikan pada mu Hongli. " Ucap nya sambil menunjuk kalung yang di gunakan oleh Xue Hongli.


Kalung itu tersambung dengan nya, bisa di gunakan sebagai pelindung selama 1 jam. Bisa juga memanggil nya jika keadaan terdesak.


"Ya, Shifu. " Ucap Xue Hongli.


Shangguan Qing berjalan pergi, dia menutup pintu dengan senyum dingin.


Dia berjalan ke kasur tempat Yuanzheng Yuwen berbaring, senyum dingin nya tidak berkurang malah semakin lebar.


"Aku akan segera menangkap seekor serigala untuk mainan ku. " Gumam nya sambil tertawa ringan.


Dia mengeluarkan satu set jarum dan mulai menusuk kan nya ke satu persatu titik akupuntur milik Yuanzheng Yuwen dengan teliti.


Tidak boleh ada sebuah kesalahan meski pun kecil, semua nya harus di lakukan dengan sempurna. Setelah beberapa saat, Yuanzheng Yuwen memuntah kan darah hitam.


Dia mengambil sedikit dan mencium nya sebelum mengangguk dan menyimpan nya ke dalam botol. Lihat bagaimana dia membuat orang orang itu mengakui kesalahan nya.


Dia cukup banyak berhutang budi pada Yuanzheng Yuwen dan ini adalah saat yang tepat untuk membayar hutang, dengan begitu dia tidak akan memiliki hutang lain nya.


Setelah mengeluarkan banyak darah berwarna hitam, dia mengelap bibir Yuanzheng Yuwen dengan sebuah sapu tangan.


Lalu mengambil sebuah belati dari dalam cincin ruang, dia mengiris jari nya sendiri. Sedangkan tangan yang memegang belati membuka mulut Yuanzheng Yuwen.


Beberapa tetes darah nya mulai masuk ke dalam mulut Yuanzheng Yuwen. Setelah itu dia menyembuhkan luka nya lagi dan duduk sambil berkultivasi.


Wajah Yuanzheng Yuwen berubah menjadi lebih baik dan mata nya mulai bergerak tanda ingin bangun. Dia menuangkan teh yang ada di atas meja nakas.


Tapi, untuk memastikan, dia mencium teh itu terlebih dahulu untuk memastikan apa kah ada racun atau tidak.


"Tuan Muda Yuanzheng, anda sudah bangun. " Ucap nya dengan ringan sambil menyerahkan teh.


"Nona Xue ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan terkejut.


"Tolong panggil aku Tabib Obat Xue untuk sementara. Lalu, aku tidak menggunakan nama Fenghuant untuk sementara. Melainkan bernama Xue Wang Ji. " Ucap nya dengan tenang.


"Oh, kenapa kekuatan ku hilang ?" Tanya Yuanzheng Yuwen terkejut.


"Tidak perlu terkejut, itu tidak hilang. Hanya dalam masa pemulihan, selama kamu meminum 3 tetes darah ku setiap hari selama satu minggu maka kekuatan mu akan kembali. " Ucap nya dengan tenang.


"Aku saat ini sedang menyamar menjadi pria, menurut mu apa kah bagus ?" Tanya nya dengan santai.


"Bagus." Jawab Yuanzheng Yuwen dengan kaku.


"Aku bertemu dengan Tuan Shangguan yang mengatakan kalau kamu di racuni oleh Shangxin. Jadi, aku dan murid ku segera datang kemari dengan segera. " Ucap nya.


"Kamu sudah memiliki murid ?" Tanya Yuanzheng Yuwen terkejut.


"Tentu, aku memiliki seorang murid sekarang. " Ucap nya dengan acuh tak acuh.


"Jangan berusaha untuk menggunakan Qi mu dengan paksa atau racun lama akan kembali bereaksi di tubuh mu. " Ucap nya.


"Racun lama ?"

__ADS_1


"Aku akan menjelaskan pada mu nanti. Karena..... Kita kedatangan tamu. " Ucap nya sambil menyeringai.


__ADS_2