Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
297. Bertemu Xue Hongli II


__ADS_3

"Shifu, tolong jangan katakan itu. " Ucap Xue Hongli dengan suara yang serak , tampak sedang menahan sakit.


Dia tidak menjawab dan hanya memeluk Xue Hongli dengan erat, dia menahan air mata nya agar tidak menetes.


"Apa kau tinggal dengan baik belakangan ini ?" Tanya nya dengan lembut.


"Baik, tentu saja sangat baik. Paman Shangguan merawatku dengan sangat baik, paman Shangguan mengatakan bahwa aku mirip dengan putra nya. " Ucap Xue Hongli.


"Hm, baguslah kalau kau baik baik saja. Setelah ini apakah kau ingin ikut dengan Shifu menuju suatu tempat yang jauh ?" Tanya nya.


"Tentu, kemanapun Shifu berada maka aku akan mengikuti. " Ucap Xue Hongli dengan tulus.


"Ayo masuk dulu, ada yang ingin Shifu katakan padamu dan Paman Shangguan. " Ucapnya sambil menepuk nepuk punggung Xue Hongli dan perlahan lahan melepaskan pelukan nya pada pemuda itu.


Xue Hongli tampak tidak rela untuk melepaskan pelukan tapi pada akhirnya tetap melepaskan pelukan tersebut juga.


Dia menarik tangan Xue Hongli dengan lembut untuk berjalan menuju Yuanzheng Yuwen dan Shangguan Qing yang sedang bertegur sapa.


"Kalian sudah selesai ? Mari berbicara tentang hal utama. " Ucap Yuanzheng Yuwen dan mereka berempat berjalan ke dalam.


Setelah duduk Yuanzheng Yuwen menghela nafas sebelum akhirnya mulai mengambil ancang ancang untuk mulai berbicara.


"Shangguan Qing, aku menemukan istri dan anak anak mu kemarin. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan serius.


Senyum Shangguan Qing membeku dan menatap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan tidak percaya.


"Yuwen, jangan bercanda. Ini tidak lucu. " Ucap Shangguan Qing dengan tidak percaya.


"Aku memang bertemu dengannya, jika kau tidak percaya maka kau bisa bertanya pada Xue Fenghuang. " Ucap Yuanzheng Yuwen tanpa ada senyum seperti sebelumnya.


"Itu benar, apa yang di katakan oleh Yuwen benar. Aku telah membantu Nyonya Xue untuk mengambil alih bisnis ayah nya lagi. " Ucapnya dengan yakin.


Shangguan Qing tampak terkejut dan tidak percaya sampai sampai tampak campur aduk.


"Apakah dia baik baik saja ?" Tanya Shangguan Qing.

__ADS_1


"Tidak terlalu baik, dia hampir mati sebelumnya. " Ucap nya dengan berat.


"Apa ?!" Ucap Shangguan Qing terkejut dan tampak cemas.


"Dia menjadi penari tiang dan orang orang meminta nya untuk menari di atas pisau, tepat saat dia akan jatuh. Fenghuang menangkapnya, sehingga dia baik baik saja. " Ucap Shangguan Qing.


"Nona Xue, aku harus berterima kasih pada mu. " Ucap Shangguan Qing dengan mata yang memerah dan bersiap untuk bersujud di hadapan nya.


"Tidak perlu terlalu formal, ini adalah bantuan kecil. Berkat bantuan istri mu, aku menjadi mendapatkan apa yang aku inginkan sebelumnya. Kau juga telah membantu ku merawat Xue Hongli dengan baik. " Ucapnya dengan tulus.


"Lian Hua adalah anak yang cerdas dan pintar, dia akan tumbuh menjadi kultivator yang hebat di masa depan. " Ucap nya lagi.


"Kami akan membawa mu untuk pergi ke Dimensi Jiwa Kesedihan dan bertemu dengan istri mu serta anak anak mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Terima kasih, terima kasih. Aku tidak yakin apakah dia akan memaafkan ku. Selama ini, aku tidak bisa menjaga mereka dengan baik bahkan tidak bisa menemukan mereka selama beberapa tahun belakangan ini. " Ucap Shangguan Qing dengan sedih.


"Tidak apa apa, Nyonya Xue sangat senang setelah tahu bahwa kau masih hidup dengan baik dan sehat. Setelah beberapa perawatan, aku yakin Nyonya Xue dan putra putri nya akan kembali sehat seperti sebelumnya. " Ucapnya , menyamangati Shangguan Qing.


Keesokan harinya,


Selama di perjalanan, dia terus berbincang dengan Xue Hongli untuk menceritakan semuanya. Dia tidak menjelaskan secara detail, alasan kenapa wajahnya berubah.


Karena, dia memang tidak memiliki cara untuk menjelaskan nya dengan baik dan benar.


"Hongli, kau seperti nya tumbuh dengan baik belakangan ini. Sedih sekali bahwa aku tidak bisa melihat pertumbuhan mu sampai kau sebesar ini, seingatku dulu kau hanya setinggi dada tapi sekarang aku sudah tertinggal cukup jauh. "Ucapnya saat sedang terbang.


"Shifu tidak perlu merasa menyesal, dengan begini aku bisa melindungi Shifu dengan baik. " Ucap Xue Hongli.


"Hongli, mungkin kita hanya akan bisa bertahan beberapa hari lagi sebelum akhir nya harus pergi lagi. " Ucap nya dengan lemah dan sedih.


Senyum Xue Hongli membeku di udara dan perlahan lahan senyum itu mulai menghilang ke udara tipis.


"Kenapa harus begitu Shifu ? Kenapa kau harus pergi lagi ?" Tanya Xue Hongli sambil berusaha untuk menahan kekecewaan karena mendengar nya akan pergi lagi.


"Aku harus pergi, tidak akan lama aku janji. Paling tidak, tidak akan sampai 10 tahun. " Ucap nya dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Shifu, apakah kau membenciku ? Kenapa kau selalu ingin meninggalkan ku ? Shifu, kenapa kau tidak pernah mengajak ku ?" Tanya Xue Hongli dengan sedih.


"Bukannya aku tidak ingin mengajak mu, tapi aku takut aku tidak bisa melindungi mu. "Ucap nya dengan sedih.


"Memang nya apa yang akan kita lawan ? Apakah monster ? Iblis ? "Tanya Xue Hongli dengan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk mata, siap untuk menetes.


Mendengar pertanyaan ini membuatnya tersenyum pahit.


"Bukan Iblis atau monster, melainkan aku. " Ucap nya dengan berat.


"Apa ?! Apa yang terjadi Shifu ?" Tanya Xue Hongli dengan tegas meminta untuk jawaban.


"Aku tidak akan bisa mengendalikan diriku lagi nanti dan aku tidak akan bisa menahan diri untuk tidak melukai mu di masa depan. Mari berpisah untuk sejenak, aku mohon. " Ucap nya dengan nada memohon.


"Shifu." Panggil Xue Hongli dengan lemah dan sedih.


"Percayalah, aku akan kembali. Aku akan kembali dalam keadaan sehat dan akan menemani mu untuk waktu yang lebih lama. " Ucap nya dengan penuh permohonan.


"Shifu, kau harus berjanji pada ku untuk ini. " Ucap Xue Hongli.


"Tenang saja, aku berjanji. Kau tidak perlu khawatir. " Ucap nya dengan yakin akan janji nya.


'Semoga saja, setelah aku berjanji pada Xue Hongli. Aku bisa mempertahankan kesadaran ku. Dengan begini, aku lebih memiliki banyak alasan untuk menekan kebencian ku. ' Pikir nya dengan penuh tekad.


Kedua nya mempercepat laju terbang mereka untuk menghemat waktu perjalanan mereka.


3 Jam kemudian


Keempat orang itu telah sampai di Kediaman Xue dan beberapa orang tampak mengenalinya dan Yuanzheng Yuwen dan menyambutnya dengan sopan atau lebih tepat nya, penuh dengan ketakutan.


"Nyonya Xue, kami telah kembali !" Teriak nya begitu mereka berempat mendarat di depan pintu kediaman Xue.


Xue Ying dan putra putrinya yang lucu, berjalan keluar dari kediaman Xue.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3

__ADS_1


__ADS_2