
"Menyerahlah !" Ucap sepuluh orang itu dengan kompak.
Mereka mengacungkan pedangnya ke arahnya. Melihat ini bukanya takut atau panik, dia justru tertawa.
"Menyerah ? Apakah kalian layak ?" Tanya nya dengan mulut yang penuh darah.
"Bahkan, jika aku harus mati disini. Aku masih akan menarik kalian untuk menuju ke Neraka bersama !" Ucap nya dengan sinis.
Kesepuluh orang itu mulai waspada, takut kalau dia akan segera meledak kan diri. Jika dia meledakkan diri , maka bukan hanya mereka yang mati melainkan semua orang yang ada di sini.
Dia mengangkat pedangnya dengan tatapan yang sedikit buram, wajah nya sudah di basuh oleh darah yang bercampur keringat.
Tenaga nya sudah habis dan dia tidak bisa menggunakan racun atau semua orang di sini akan terkena akibatnya.
Dia bertarung dengan pedangnya, dia mengibaskan pedangnya ke bawah yang membentuk sebuah hembusan angin kencang.
"Tarian Phoenix Es!" Dia berteriak dan Phoenix Es terbentuk di belakang nya.
Tangisan Phoenix terdengar menyakitkan telinga dan mulai terbang ke depan, sementara dia berjalan mundur beberapa langkah.
Kepala nya menjadi pusing, dia tidak bisa lagi melihat ke depan dengan jelas. Energi yang di habiskan terlalu besar.
Dia harus melawan begitu banyak musuh hebat dan harus menopang semua penggunaan energi para roh jahat dan mayat hidup.
Darah terus mengalir dari wajah nya, sebelum puluhan jarum keluar dari tangan nya.
Dia mulai menusuk kan satu persatu ke orang orang yang sedang bertarung dengan Phoenix itu , dia berusaha untuk mundur dan menunggu efek dari racun yang tidak bisa langsung bereaksi.
Dia bertumpu pada suatu batu dengan tatapan yang tidak jelas. Kepala nya benar benar pusing, sebelum suara goresan terdengar.
Darah mengalir deras dari lehernya, dia jatuh ke tanah dengan perlahan. Tapi, ketika dia bersiap untuk menghantam tanah.
Tidak ada yang bisa di rasakan nya selain pelukan hangat seseorang.
"Jangan takut, aku akan menjagamu. " Bisik suara pria itu.
__ADS_1
Dia yang mendengar suara ini berusaha untuk mengangguk dan memejamkan mata nya, kegelapan pun menghampiri nya.
Di sisi lain, Yuanzheng Yuwen yang baru datang dan memeluk tubuh Xue Fenghuang merasa sangat marah ketika melihat goresan dalam yang ada di leher wanita itu.
Belum lagi dengan tusukan tusukan yang lain, kemarahan nya membentuk sebuah lautan api yang tidak bisa di tahan.
Sedangkan dia memberikan beberapa pil dengan warna yang berbeda untuk menolong Xue Fenghuang. Dia merasakan kalau denyut nadi Xue Fenghuang sangat lemah dan tidak bisa menelan pil yang di berikan oleh nya karena terhalang oleh lidah.
"Sialan !" Dia mengumpat dengan marah.
Jika Xue Fenghuang sadar maka gadis itu mungkin akan terkejut melihat Yuanzheng Yuwen yang mengumpat. Selama ini pria itu memiliki kepribadian yang sangat tenang.
Yuanzheng Yuwen memasukkan pil itu sendiri ke dalam mulutnya dan dengan keteguhan diri, menempelkan bibir nya ke bibir tipis milik Fenghuang.
Lidahnya menahan lidah milik Fenghuang dan Pil itu berhasil masuk. Hanya perlu menunggu waktu untuk melihat khasiat nya.
Dia menyembuhkan luka luar milik Fenghuang dan menggendong gadis itu ke dalam pelukannya. Tubuh Fenghuang sangat dingin, hampir mirip seperti mayat.
Dia memeluk tubuh itu dengan penuh kasih sayang, seolah olah itu adalah porselen yang akan hancur jika terbentur.
Lalu, orang orang dari tiga Klan telah sepenuhnya hancur kecuali Shui Cao yang masih di ikat dengan rantai hitam.
Saat ini, Shui Cao tidak berbeda dengan seorang manusia biasa dan tidak perlu di khawatirkan. Dia langsung terbang ke dalam kediaman.
Di sana, ada Shangguan Qing yang sedang menjaga Xue Hongli.
"Tuan muda. " Ucap Shangguan Qing dengan sopan.
"Ya. Panggil seluruh tabib yang ada di dekat sini dan pastikan mereka adalah yang terbaik dari yang terbaik ! Biarkan aku yang menjaga Hongli. " Perintahnya sambil membaringkan tubuh Xue Fenghuang di kamar gadis itu.
"Ya, tuan muda !" Shangguan Qing langsung pergi keluar.
"Hongli, duduklah di sini. " Ucap nya dengan ringan.
Xue Hongli dengan patuh duduk di dekat nya, dengan begini akan lebih mudah untuk melindungi anak itu jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.
__ADS_1
"Apa yang terjadi pada Shifu ? Apakah Shifu bisa di selamatkan ?" Tanya Xue Hongli dengan khawatir ketika melihat wajah guru nya yang sudah pucat pasi, belum lagi tubuh gurunya yang sudah dingin.
Xue Hongli terlihat sedang menahan tangisnya, itu bisa di lihat dari mata nya yang memerah dan berkaca kaca.
"Shifu mu pasti bisa di selamatkan, setelah tabib datang dan mengobati Shifu mu maka dia pasti bisa mengajarmu seperti dulu lagi. " Ucap nya dengan lembut sambil mengelus rambut Xue Hongli.
Hongli termasuk anak yang sangat pintar dan pengertian, jika tidak pengertian maka Hongli sudah akan menangis dan meraung raung melihat keadaan gurunya yang seperti ini.
Setelah dia menjawab seperti itu, Xue Hongli duduk sambil meringkuk dan tidak mengeluarkan suara. Dia menghela nafas dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik Xue Fenghuang.
Tidak lama, perang di depan telah di selesaikan oleh Pling Tian Tang, tidak ada satu pun yang di biarkan hidup. Shui Cao di bawa oleh Klan Long menuju penjara.
Long Tian Tang mendatangi kamar Xue Fenghuang dan terlihat khawatir saat melihat wajah putra nya yang begitu muram dan penuh kekhawatiran.
"Apa kah nona Xue baik baik saja ?" Tanya Long Tian Tang.
"Harusnya, nyawa nya tidak terancam tapi aku tidak bisa mengatakan hasilnya dengan jelas sampai tabib datang. "Ucap nya dengan singkat.
Tidak lama, Shangguan Qing kembali dengan dua orang yang berjanggut putih panjang, salah satunya membawa kotak dan tongkat.
"Ini adalah Tabib Shen dan ini adalah Tabib Zhao. " Ucap Shangguan Qing.
"Tabib Shen dan Tabib Zhao, tolong periksa nona ini. "Ucap Long Tian Tang sambil mengambil inisiatif berbicara terlebih dahulu.
Tabib Shen dan Tabib Zhao berjalan menuju Xue Fenghuang dan memeriksa tubuh Xue Fenghuang dengan berkali kali helaan nafas.
"Keputusan kami sama, nona ini tidak akan bisa di selamatkan. Jantungnya telah berhenti bekerja, tubuhnya telah menjadi dingin. " Ucap Tabib Shen dengan ekspresi sedih.
"Tidak mungkin ! Periksa dengan jelas !" Ucap Yuanzheng Yuwen dengan marah.
"Fenghuang tidak mungkin pergi !" Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Tian'er, hentikan." Panggil Long Tian Tang dengan pelan.
"Mungkin nona ini bisa kembali jika ada keajaiban. Sementara itu, kami hanya bisa meresepkan obat untuk menunda kematiannya. " Ucap Tabib Zhao sambil menghela nafas.
__ADS_1
Note : Masuk ke bab 3 , hubungan asmara Xue Fenghuang akan masuk ke babak selanjutnya.