Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
175. Bubur Ikan


__ADS_3

Flashback


Pada musim salju di tahun 2005


Dia yang masih muda saat itu, baru berumur 7 tahun masih sangat pendek dan imut. Berjalan menyusuri jalan yang sepi tanpa mantel.


Dia di suruh untuk mengemis sepanjang jalan di sana setiap hari sabtu dan minggu untuk keperluan makan panti asuhan milik nya.


Dia melihat kaleng yang di bawa nya, baru menunjuk kan beberapa belas Yuan. Tubuh nya gemetar saat melihat itu.


Hasil mengemis nya terlalu sedikit, pemilik panti pasti akan memberikan hukuman untuk nya. Para anak anak harus membawa paling tidak 20 Yuan untuk kembali ke rumah atau mereka tidak akan mendapat kan makanan.


Gemetar di tubuh nya mulai menjadi jadi ketika salju mulai turun, entah karena takut tidak mendapat kan makanan atau karena dingin yang menusuk tulang.


Dia berjalan dan meminta minta pada orang orang yang lewat dengan penuh permohonan. Dia melepaskan kostum milik nya.


Kostum itu menunjuk kan salah satu tokoh kartun yang lumayan terkenal. Meski pun menggunakan kostum itu, seluruh tubuh nya masih sangat dingin.


Kepala nya terasa pusing karena menahan diri untuk tidak melepas bagian kepala kostum yang sangat berat bagi anak seumuran nya.


Sampai akhir nya dia memeluk kepala kostum milik nya dan bersiap untuk menerima hukuman, karena sudah malam tidak memungkinkan bagi nya untuk mengemis lagi.


Ketika dia berjalan pulang, dia melihat sebuah kedai bubur ikan yang sangat terkenal di sana. Setiap kali dia berjalan kembali, pastilah harum dari bubur ikan akan masuk ke indra penciuman nya.


Kebetulan perut nya sangat lapar dan dia melihat seorang nona muda yang tampak kaya tidak memakan bubur nya sampai habis dan berniat untuk pergi.


Dia langsung saja berlari ke sana dan berniat untuk meminta sisa nya.


"Permisi, jika kau tidak ingin bubur itu lagi, apa kah kau bisa memberikan nya pada ku? " Tanya nya dengan pelan pelan dan takut.


"Kau ingin bubur ini? " Tanya wanita itu sambil menaik kan alis.


"Ya, aku ingin memakan nya jika kau tidak ingin lagi, apa kah boleh? " Tanya nya dengan takut takut.


"Dalam mimpi mu! Pergi lah, aku tidak suka terlalu dekat dengan pengemis seperti mu! " Ucap wanita itu dengan cepat berubah menjadi orang yang kejam.


Dia di tendang ke belakang, dia memegangi perut nya yang kosong dan sakit karena di tendang oleh wanita itu cukup kuat.


Dari tadi pagi dia tidak makan apa pun, jika malam ini dia tidak makan lagi maka dia harus menunggu esok hari. Dia takut dia tidak bisa bertahan sehingga merangkak ke arah wanita itu.


"Tolong, aku hanya ingin makanan sisa dari mu tidak perlu yang baru. " Ucap nya dengan nada memohon.


"Kau ingin sisa makanan dari ku? Apa kah kau layak? " Tanya gadis itu dengan sombong sebelum menginjak punggung kecil nya.


Dia di paksa untuk tengkurap di tanah dengan kuat, hak sepatu dari wanita itu terus menekan dada nya dan membuat nya tidak bisa bernafas.

__ADS_1


"Tolong, lepas kan aku. " Ucap nya dengan nafas yang terputus putus.


"Ck, membunuh orang seperti mu hanya akan merusak sepatu mahal ku. Pergilah, aku tidak akan memberikan makanan ku pada pengemis seperti mu. Lebih baik aku membuang nya. " Ucap wanita itu dengan senyum jahat.


Dia melihat wanita itu melempar mangkuk itu ke tanah, dia berteriak dengan panik, berusaha untuk menjangkau bubur itu.


"Jangan! " Dia berteriak dengan penuh ketakutan.


Pyarrr


Mangkuk itu menghantam tanah dan isi nya berhamburan kemana mana, wanita itu menambahkan uang kepada pemilik kedai sebelum kembali menendang nya untuk menjauh.


"Kau menutupi jalan ku! " Bentak wanita itu.


Tubuh kecil nya yang terbaring di jalan hanya bisa pasrah, lalu menyadari kalau ada setitik bubur yang jatuh ke wajah nya.


Dia menjilat bubur di wajah nya itu dan merasa kalau itu adalah makanan paling enak di dunia. Dia melihat wanita itu yang melaju kencang dengan kendaraan nya.


Pada saat itu lah dia sadar, kalau orang orang lebih senang membuang makanan mereka daripada memberikan nya pada yang membutuhkan.


13 tahun kemudian


Tahun 2018


Dia duduk termenung di depan bangunan itu selama beberapa jam dan dia menyadari kalau itu adalah bubur ikan paling enak di dunia , tapi sayang nya dia tidak bisa menikmati itu bahkan ketika dia punya uang.


Flashback off


Dia duduk termenung di kursi nya ketika dia sudah selesai mengambil bubur ikan nya, mata nya terasa basah ketika mengingat kenangan menyakitkan itu.


"Apa yang terjadi? " Tanya Zhuge Yao dengan bingung.


"Tidak, tidak apa apa. Hanya saja, bubur ikan yang Senior Zhuge buat mengingat kan ku pada buatan seseorang. " Ucap nya dengan senyum tipis sambil menatap ke langit langit untuk mencegah air mata nya jatuh.


"Ternyata begitu, jika kau tinggal di sini lebih lama maka aku bisa membuat kan nya lebih sering jika kau mau. " Ucap Zhuge Yao dengan canggung.


Zhuge Yao tidak pernah menghibur orang seumur hidup nya, dan dia tahu akan hal itu. Jadi dia sangat menghargai usaha Zhuge Yao meski pun terdengar canggung.


"Tidak apa apa, aku akan segera pergi setelah ini. Kadang, dengan membuat sesuatu menjadi langka baru lah seseorang bisa menganggap itu berharga. Aku takut itu akan kehilangan nilai karena berjumlah terlalu banyak. " Ucap nya dengan senyum sedih.


Dia memakan makanan nya dengan cepat dan lahap.


"Apa kau tidak berniat untuk menceritakan kenapa kau bisa ada di sini? Tidak banyak manusia yang bisa masuk ke dimensi ini. " Ucap Zhuge Yao.


"Ha ha, ini adalah cerita yang panjang dan membosankan. Aku tidak tahu apa kah senior Zhuge berniat untuk mendengar nya atau tidak. " Ucap nya dengan senyum tipis.

__ADS_1


"Tidak masalah, aku sudah terlalu lama sendiri dan tidak pernah ada yang ingin menceritakan masalah nya pada ku dalam jangka waktu yang lama. " Ucap Zhuge Yao.


"Huft , begini. Aku dulu adalah seorang putri wali kota di dimensi kecil, aku adalah putri yang terbuang. Lalu, aku memutuskan hubungan ayah dan anak pada nya tanpa menyadari kalau aku bukan benar benar putri nya. Lalu, aku menemukan ayah dan kakak angkat yang sangat baik pada ku. Mereka bagaikan malaikat yang di kirim Surga untuk ku. " Ucap nya.


"Lalu, aku masuk ke sebuah sekte ternama dan menjadi kebanggan dan memenangkan sebuah pertandingan. Pada saat itu aku sangat senang, tapi aku mendapat kan surat bahwa ayah ku di bunuh dan kakak ku di kendalikan. Begitu aku datang ke sana , semua nya sudah terlambat. Ayah ku sudah di bunuh dan kakak ku lah yang membunuh nya. Aku membunuh kakak nya dengan satu tebasan, bukan karena dendam. Tapi, aku takut kalau dia bangun dan sadar kalau dia telah membunuh ayah nya sendiri. " Lanjut nya dengan tenang, tidak ada riak sedikit pun di mata nya.


"Dengan begitu, bukan kah kau yang menanggung semua rasa bersalah ?" Tanya Zhuge Yao.


"Kira kira seperti itu, aku sudah terlatih sejak dulu. Aku bisa menanggung rasa bersalah yang jauh lebih besar dari orang lain. Karena kemarahan ku, aku membunuh semua penduduk di sana dan membekukan mereka sampai menjadi patung es. Singkat cerita, aku bertemu dengan ayah kandung ku dan paman ku. Aku merawat ayah ku yang sudah tua. " Dia menarik nafas sebelum melanjut kan kata kata nya.


"Ketika aku berulang tahun untuk pertama kali nya dengan keluarga kandung ku, rasa nya sangat senang sekali. Tapi, tiba tiba sebuah serangan dari 3 Klan besar datang. Kami tidak sempat bersiap siap, aku terluka begitu parah dan hanya bisa melihat ayah ku meledak kan diri nya sendiri. Aku berjalan terseok Seok menuju tempat nya berada hanya untuk melihat beberapa tumpukan debu. Aku berbaring di sana tanpa bisa bergerak sedikit pun selama lima bulan, aku menunggu dan menunggu. " Dia tersenyum, senyum nya melebar ketika menceritakan ini.


"Setelah itu, aku pergi untuk membunuh murid murid Sekte ku yang kabur dan akhir nya aku datang ke sini untuk latihan dan membalaskan dendam. Aku akan menggunakan mayat untuk menjadi batu pijakan ku. " Ucap nya.


Zhuge Yao tampak tidak bergerak setelah beberapa saat, dia tersenyum tipis ketika melihat itu.


"Aku baru pertama kali bertemu dengan orang seperti mu. " Ucap Zhuge Yao dengan tatapan yang rumit.


"Itu semua hanya lah hal kecil, jika di bandingkan dengan masa lalu ku yang lain. " Ucap nya dengan senyum penuh makna.


Dia tentu saja tidak akan mengucapkan ingatan nya tentang kehidupan lalu, karena tidak ada yang bagus untuk itu.


Semua nya terlalu menyakit kan, bahkan jika dia adalah orang yang sudah terbiasa dengan hal yang menyakit kan.


Itu masih akan terasa seperti menarik jantung nya untuk keluar secara paksa, hampir sama seperti merenggut nyawa nya.


Dia akan kesulitan bernafas untuk beberapa waktu, jika dia menceritakan masa lalu nya. Dia tahu kalau ini adalah karena dia tidak bisa berdamai pada diri nya sendiri di masa lalu.


Memang semua nya terlihat mudah, tapi dia yang sudah bertahan dan mencoba berdamai pada diri nya sendiri selama beberapa tahun masih merasa kalau itu tidak semudah yang di bayangkan.


"Senior Zhuge, maaf kan aku karena tidak bisa menemani mu lagi mulai besok karena aku harus pergi. Aku pasti akan datang kemari nanti, kau tidak perlu khawatir. Setelah masalah ku selesai maka aku akan kembali ke sini jika kau tidak keberatan. " Ucap nya dengan senyum manis.


"Tentu saja tidak keberatan, kau bisa masuk dan keluar ke sini semaumu. Sesuai kata tuanku, siapa pun yang berhasil melewati tes bisa menganggap diri nya sebagai tuan tempat ini sama seperti diri ku. Jadi jangan terlalu sungkan. " Ucap Zhuge Yao.


"Tentu saja, aku senang ketika mendengar ini. Aku senang ketika mendengar kalau aku masih memiliki tempat untuk pulang. Aku senang ketika aku masih memiliki seseorang yang memperdulikan ku. Terima kasih Senior Zhuge. " Ucap nya sambil menunduk dengan hormat.


Dia sebenar nya sengaja menunduk supaya menutupi mata nya yang pasti nya telah memerah karena terharu. Ketika melihat Sekte Es Biru hancur, dia hampir tidak memiliki harapan dan tujuan lagi.


Dia berpikir kalau dia tidak memiliki tempat yang akan dia tuju lagi dan dia akan kehilangan sesuatu yang di sebut sebagai 'rumah'


"Aku sendiri juga sangat senang mendengar mu akan kembali ke sini, aku telah terlalu lama di sini dan jika kau tidak datang ke sini maka mungkin aku akan membusuk di tempat ini. " Ucap Zhuge Yao dengan datar.


Dia tertawa dengan paksa untuk menahan air mata yang akan meluncur, entah kenapa ketika dia berganti tubuh, pikiran nya menjadi lebih emosional.


Entah karena bawaan tubuh baru nya atau karena memang dia telah memendam semua nya terlalu lama dan sekarang di keluar kan sekaligus, dia tidak tahu jawaban pasti nya.

__ADS_1


__ADS_2