Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
244. Bertemu Lan Tianjin II


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa dia adalah seorang wanita, tatapan Lan Tianjin berubah menjadi lebih tenang dan tidak terlalu waspada.


"Tenang, aku tidak akan merebut Shixiong mu. Aku tidak tertarik pada laki laki cantik. " Ucap nya dengan langsung.


Lan Tianjin tidak menjawab dan hanya menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Fenghuang, ini adalah teh yang aku dapatkan. Cobalah dulu, jika kau menyukai nya maka aku akan memberimu yang lain. " Ucap Feng Taoran.


"Terima kasih, Feng ge. " Ucap nya, dia menyeruput teh yang dituangkan oleh Feng Taoran padanya.


"Teh yang bagus, aku menyukai nya. " Ucap nya dengan anggun.


Rambutnya terurai dengan pakaian pria yang masih menempel di tubuhnya, pakaian yang berwarna biru tua membuat nya tampak sangat kecil.


"Apa yang kau lakukan pada Pangeran Kelima ?" Tanya Feng Taoran.


"Hanya mengurung nya dan membuat nya gila. " Ucap nya dengan ringan.


"Apa yang dilakukan oleh nya sampai sampai membuat mu tidak ingin membunuh nya secara langsung ?" Tanya Feng Taoran penasaran.


"Orang gila itu mengatakan kata kata vulgar yang merusak telinga bahkan menatapku seperti aku adalah santapan nya, aku membenci itu. Aku adalah orang melihat orang lain sebagai santapan, bukan aku yang menjadi santapan. " Ucapnya dengan datar.


"Seperti yang di katakan oleh Senior Qian, kamu adalah yang paling angkuh di antara kami berempat. " Ucap Feng Taoran sambil mengangguk.


Dia hanya diam dan tidak menolak, memang itu adalah kenyataan nya.


"Lalu , orang gila itu masih memiliki kegunaan lain selain itu. Dia masih bisa menjadi salah satu senjataku." Ucap nya dengan tenang.


"Apa yang kamu ingin lakukan ? Kamu akan mengembalikan nya ke dalam kandangan nya?" Tanya Feng Taoran.


"Ya dan tidak, sejak dia keluar dari penjara, seluruh pikiran nya berada di dalam genggaman ku. Setiap apa yang di lakukan oleh nya harus melewati persetujuan ku. " Ucap nya dengan kilatan mata yang berbahaya.

__ADS_1


"Kamu sudah berlatih sejauh itu ?" Tanya Feng Taoran.


"Pada dasar nya aku adalah seorang iblis, tidak ada larangan bagiku untuk melatihnya. Lagipula, walaupun aku tidak melatih teknik iblis , aku juga tidak akan menjadi orang yang suci. Tanganku telah berlumuran darah, tidak ada jalan kembali bagiku. " Ucap nya dengan tegas.


"Huft, kalian berdua sama. Sama sama memiliki kepribadian yang keras kepala dan angkuh, bahkan kata kata kalian pun sama. Aku benar benar terkagum kagum dengan kalian. " Ucap Feng Taoran.


Mendengar ini membuat nya mengerutkan dahi jadi dia menggeser kepala nya dan menatap Lan Tianjin, pria itu juga sedang menatap nya.


Untuk sejenak mereka berdua hanya saling bertatapan, dia masih kesal dengan pria ini karena pria ini menyerang kuda nya.


Jika dia tidak hati hati maka kuda nya akan mati di tempat.


" Hmph !" Ucap kedua nya dengan kompak dan sama sama memalingkan wajah.


"Shidi, kamu lebih tua dua tahun dari Fenghuang. Ayolah, jangan berlaku seperti anak kecil lagi. " Bujuk Feng Taoran sambil memegang tangan Lan Tianjin.


"Hmph !" Lan Tianjin hanya memberikan dengusan dingin padanya.


"Kenapa begitu ?"Tanya Feng Taoran.


"Karena, begitu hal ini telah ditarik keluar. Tidak akan ada yang bisa lari dari masalah ini, bukan aku yang memutuskan siapa yang mati siapa yang hidup. " Ucap nya dengan tatapan redup.


"Apa yang kamu coba lakukan ?!" Tanya Feng Taoran dengan khawatir.


"Tidak ada apa apa, hanya saja peliharaan ku sulit untuk menuruti perintah spesifik. Lebih baik untuk menjauh sehingga tidak berada di dalam badai kekacauan. " Ucap nya dengan senyum sendu.


"Kamu akan memanggil makhluk mahkluk itu lagi ?" Feng Taoran menjadi lebih khawatir.


Dia hanya tersenyum tipis menanggapi hal tersebut, dia adalah orang yang paling tahu apa akibat dari memanggil mahkluk mahkluk itu lagi.


Mahkluk itu tidak sepenuhnya tunduk padanya, jadi dia harus mengerahkan seluruh energi iblisnya. Sedangkan dia sendiri tidak bisa mengendalikan energi iblis yang begitu besar.

__ADS_1


"Selalu ada harga mahal untuk membayar suatu hal besar. Tidak masalah, aku tidak akan menyesal bahkan jika harus membayar nya dengan nyawa ku. " Ucap nya dengan penuh keyakinan.


"Tidak perlu untuk terburu buru, dengan bakat mu yang begitu baik maka cepat atau lambat kamu akan melangkahi mereka. Percaya pada ku, hanya perlu 1 atau 2 tahun untukmu agar melangkahi mereka. Bakat mu jauh lebih baik di bandingkan aku, jadi aku percaya bahwa kamu bisa melakukan nya. " Ucap Feng Taoran.


"Tentu, dengan meningkat nya kekuatan ku maka dampak yang akan ku terima semakin kecil. Ini tidak akan jatuh terlalu cepat. Mungkin dalam setengah tahun dalam dalam setahun ke depan. Aku harus mempersiapkan banyak hal. " Ucap nya dengan ringan.


Tentu saja mahkluk mahkluk yang di maksud olehnya adalah mahkluk yang ada di dimensi tempat dia terbangun, dia telah pernah memanggil mereka sekali saat berhadapan dengan ketiga klan.


Saat itu, bayaran nya adalah dia berada di ujung tanduk. Dia terluka begitu parah, hampir sama parah nya dengan masalah Sekte Biru Es.


Bedanya, ketika berada di Kediaman Long, ada orang orang yang merawatnya jadi keadaan nya tidak parah. Berbeda dengan masalah Sekte Biru Es, dia sendirian dan menunggu untuk waktu yang sangat lama.


Satu hari di sana rasanya seperti 1 abad, dia kembali mengingat masa masa sulit nya di Sekte Biru Es. Jika di pikir kembali, dia tidak mengerti kenapa dia masih bisa bertahan hidup.


Apakah itu karena tekad nya untuk membalas dendam begitu kuat atau karena dia menaruh separuh jiwa nya di dalam tubuh keluarganya ?


Dia sendiri tidak mengerti dan tidak ada yang bisa memberinya jawaban pasti akan pertanyaan ini.


"Jangan terlalu mempertaruhkan nyawa untuk masalah ini, lebih baik sedikit bersabar untuk mendapatkan hasil maksimal. " Ucap Feng Taoran sambil menghela nafas berat.


"Jangan khawatir, Feng Ge. " Ucap nya dengan nada manja yang di buat buat


Dia tentu saja melakukan ini tentu saja untuk memanciny seorang ayam dengan kepala yang terbakar, benar saja ketika dia mengatakan itu.


Mata seseorang langsung melotot, Lan Tianjin langsung menatap nya dengan tatapan membunuh nya. Dia hanya memberikan tatapan acuh tak acuh sambil menjulur kan lidahnya dengan usil.


Feng Taoran hanya menggeleng kan kepala nya melihat pertarungan yang akan pecah.


"Feng ge, bagaimana jika aku menginap di sini beberapa hari ?" Tanya nya sambil tertawa nakal.


Lan Tianjin langsung menggebrak meja dengan marah.

__ADS_1


"Tidak boleh !" Ucap Lan Tianjin dengan marah.


__ADS_2