Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
315. Pergi Bertemu Qing Yu


__ADS_3

Dia yang mendengar penjelasan dari Qian Bei akhirnya mengerti kenapa Lin Rong Rong, Qiu Yue, dan Xiao Bing menghilang.


"Terima kasih atas penjelasan Senior Qian. Aku tidak akan membuat pengorbanan mereka sia sia dengan cara menjaga tubuh ini dengan baik. " Ucapnya dengan tatapan yang tidak bisa di baca.


"Pergilah, aku takut Iblis Kipas Abadi tidak akan bisa bertahan lebih dari 3 hari. Ingat untuk jangan membunuh Sang Iblis Na"su, Qing Yu. " Ucap Qian Bei dari belakang nya.


"Kenapa begitu ? Apakah karena Senior Qian tidak bisa melepaskan ikatan bayangan masa lalu terhadap Iblis Na"su, Qing Yu ?" Tanya nya dengan rambut yang berkibar di tiup oleh angin.


"Bukan, jika hanya karena itu maka aku tidak akan menjadi Dewa. Tapi, dia masih memiliki takdir yang berkaitan dengan rencana penting kita di masa depan. Kau akan tahu sendiri nanti, aku tidak akan memberitahu mu agar tidak mengungkap rahasia langit sebelum waktu nya. " Ucap Qian Bei sambil tersenyum penuh arti.


"Hm, aku mengerti. " Ucapnya sambil mengangguk patuh.


Dia berjalan keluar dan bertemu dengan Yuanzheng Yuwen yang ingin ditemui olehnya sejak awal.


"Yuwen, aku akan pergi untuk menyelamatkan temanku. Apakah kamu akan ikut atau tidak ?"Tanya nya terus terang.


Wajah Yuanzheng Yuwen tampak terkejut ketika mendengar pertanyaan nya yang terkesan tiba tiba.


"Teman laki laki atau teman perempuan ?" Rabta Yuanzheng Yuwen sambil mengernyit.


"Laki laki. "Ucapnya dengan ringan.


Wajah Yuanzheng Yuwen menjadi agak muram tapi dengan segera dia menjinjitkan kakinya lalu mengecup pipi kanan Yuanzheng Yuwen.


Cup


"Apa yang kau pikirkan ? Aku dan dia hanyalah teman, dulu dia pernah membantuku. Aku tidak ingin berhutang pada orang lain. " Ucapnya dengan senyum tipis.


Wajah Yuanzheng Yuwen memerah sebelum akhirnya memalingkan wajah untuk menyembunyikan rasa malunya.


"Aku tidak memikir kan apa apa, aku akan ikut dengan mu. Siapa yang tahu niat jahat apa yang dimiliki oleh teman mu itu ?" Ucap Yuanzheng Yuwen sambil cemberut dan berusaha untuk menyembunyikan kesenangan nya karena di kecup oleh Xue Fenghuang.


"Baiklah, ayo pergi denganku Tuan pemarah. aku tahu bahwa kau pasti akan datang, kalau tidak untuk apa aku pergi untuk mencarimu, hm ? Apa kau pikir aku akan kabur diam diam seperti pencuri, hm ?" Tanya nya sambil menggoda Yuanzheng Yuwen yang sedang menanggung rasa malu.

__ADS_1


"Aku bukan Tuan Pemarah. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan cepat menyangkal kata katanya.


"Baiklah, kalau bukan Tuan Pemarah apakah Tuan Cerewet ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


Melihat wajah Yuanzheng Yuwen yang telah sepenuhnya merasa malu sampai sampai tidak dapat berkata apapun lagi, dia akhirnya memilih untuk tidak menganggu laki laki pemalu itu lagi.


"Baiklah, baiklah, aku tidak akan menganggu mu lagi. Ayo pergi atau kau mau tinggal disini ?" Tanya nya sambil melipat tangan di depan dada.


Dia berjalan menuju bagian depan Sekte Phoenix Langit milik Feng Taoran dan tidak langsung terbang pergi.


"Kenapa kita tidak terbang agar lebih cepat sampai di tujuan ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Tidak masalah menunggu selama beberapa jam lagi, dia telah menunggu selama 3 tahun. Kita akan pamit dulu pada yang lain, tidak sopan apa bila langsung pergi. " Ucapnya dengan tenang.


"3 tahun ?" Tanya Yuanzheng Yuwen tidak mengerti.


"Temanku ini, dia telah dikurung dari sebelum aku reinkarnasi. Aku melupakan nya setelah aku reinkarnasi, tadi Senior Qian baru mengatakan nya padaku dan barulah aku ingat lagi bahwa aku ingin menyelamatkan nya. " Ucapnya dengan santai.


Meskipun terdengar santai dan tenang, dia sebenarnya tidak setenang yang di tampilkan olehnya.


Jika tidak, kenapa Ketujuh Iblis besar bisa di anggap sebagai bentuk kehancuran paling besar yang ada di dunia ini ?


"Fenghuang, apa yang akan kau lakukan ?" Tanya Lan Tianjin dengan kekhawatiran seorang kakak yang sebenar nya tidak perlu.


Meskipun itu sebenar nya agak merepotkan tapi dia bisa menanggung semua nya dengan sabar, lagipula bagi seseorang yang kering akan kasih sayang.


Tidak akan berani menyia nyiakan sedikitpun kasih sayang yang telah di berikan oleh orang lain padanya. Jadi, meskipun orang menganggap bahwa ini tidak berguna dan merepotkan.


Tapi, baginya itu adalah berkah yang di dapatkan nya dengan susah payah, yang di dapatkan nya dengan pengorbanan, keringat dan darah.


"Aku akan pergi untuk menyelamatkan teman ku, Ge. " Jawabnya dengan senyum lebar.


"Kau akan pergi ? Apakah kau akan melawan musuh yang hebat ? Apa kau perlu aku ikut untuk membantu mu ?" Tanya Lan Tianjin dengan khawatir.

__ADS_1


"Tidak perlu, ini hanya hal kecil. Lagipula Yuwen akan menemaniku, Ge ge tidak perlu khawatir. Ucapnya sambil memeluk Lan Tianjin dengan pelan.


"Tapi -" Ucapan Lan Tianjin langsung di potong oleh Feng Taoran yang sedang memutar mata ketika melihat Shidi nya yang berlebihan.


"Shidi, biarkan Fenghuang dan Yuwen menghabiskan waktu bersama. Apakah kau akan meninggalkan ku ?" Tanya Feng Taoran dengan kesal.


"Eh, tidak tidak. Kalau begitu, Fenghuang jaga dirimu baik baik. Jangan lupa untuk makan tepat waktu, berpakaian hangat, menghindari luka, dan selalu bahagia !" Ucap Lan Tianjin dengan semangat.


"Ya, terima kasih Ge. Aku tidak akan melupakan setiap kata kata mu. " Ucapnya sambil menahan geli.


"Fenghuang, jaga dirimu baik baik. Musuhmu lagi ini tidak akan mudah. " Ucap Feng Taoran padanya.


Dia yang mendengar ini tertawa dan mengangguk, dia tidak heran kalau Feng Taoran sudah tahu siapa yang akan dilawan olehnya.


"Tenang saja, Kakak ipar. " Ucapnya sambil bercanda pada Feng Taoran.


Kulit tipis Feng Taoran langsung memerah dan pemuda itu berdeham sambil mengalihkan pandangan nya.


"Apa yang kau katakan, Fenghuang ?" Tanya Feng Taoran dengan nada yang aneh.


Dia yang mendengar ini tertawa keras dan bertepuk tangan.


"Baiklah, baiklah, Putri ini tidak akan menganggu mu lagi. Aku akan pamit dengan Rong Jie. " Ucapnya dengan tawa yang mereda.


Kebetulan setelah dia selesai mengatakan itu, Wang Xi Rong keluar dari dalam kamarnya sambil mengunyah makanan manis.


"Rong Jie, aku akan pergi. Kita akan bertemu lagi di masa depan. " Ucap nya pada Wang Xi Rong.


Wang Xi Rong tampak terkejut ketika dia mengatakan bahwa dia akan segera pergi.


"Kenapa kau akan segera pergi ?" Tanya Wang Xi Rong dengan bingung.


"Aku akan menyelamatkan seorang teman lama dan bertemu dengan seseorang yang tidak di kenal. " Ucap nya sambil tersenyum tipis pada Wang Xi Rong.

__ADS_1


"Hm, hati hati di jalan. " Ucap Wang Xi Rong sambil mengangguk.


__ADS_2