
Tatapan nya membelalak ketika menatap pesan di depan nya, jantung nya berhenti berdetak untuk sesaat.
Tangan nya mengepal dan aura sekitar nya berubah menjadi dingin, Tetua Ouyang yang ikut merasakan perubahan tersebut ikut membaca pesan yang di kirim kan pada nya.
Wajah Ouyang Si Niang berubah menjadi muram.
"Tetua Ouyang, seperti nya aku harus kembali merepot kan mu untuk menjaga Xue Shangxin. " Ucap nya dengan wajah yang menahan amarah.
Isi pesan tersebut adalah :
' Nona Xue, cepat lah kemari, ayah angkat telah di bunuh dan kami bertiga di tahan. Putri Mahkota melakukan pemberontakan yang di dasari oleh Jing Luyan, Ketua kedua sekte lain telah di bunuh, Xue Longque memimpin pasukan. Kaisar di tahan oleh Putri Mahkota dan akan segera di penggal, kemampuan kami telah di hancur kan. Kami hanya dapat menggunakan jiwa kami untuk mengirimkan pesan ini.
-Yun Xing.'
"Cepat lah pergi, jangan khawatir kan Shangxin. Aku akan membawa nya ke Sekte. " Ucap Ouyang Si Niang.
Dia langsung pergi dengan kecepatan paling tinggi.
"Jing Luyan, sudah seharus nya aku membunuh mu sejak lama !" Gumam nya.
Mata nya memanas kala memikir kan paman Yun yang telah membantu nya selama ini di bunuh dan ketiga saudara Yun di lumpuhkan serta di tahan.
Paman Yun yang sudah di anggap nya sebagai keluarga sendiri harus di bunuh di tangan bajingan itu.
Tidak butuh waktu lama dengan kemampuan nya saat ini untuk sampai di Kekaisaran nya, begitu dia sampai rumah rumah warga di bakar hingga hangus.
Ini lebih mirip seperti kota kosong, dia melihat banyak nya orang yang meringkuk ketakutan di sudut dengan wajah yang menghitam akibat kebakaran.
Lalu, dia langsung pergi ke istana, mata nya membulat ketika melihat ada satu kepala yang menggelinding.
"Tidak !! " Dia berteriak dengan suara lantang melihat kepala ayah nya yang sudah jatuh ke tanah dengan mata yang tertutup.
__ADS_1
Dia mengangkat kepala ayah nya yang menggelinding sambil menatap wajah Jing Luyan beserta dengan Qin Yue yang berdiri dengan tatapan kosong dan Mahkota yang menandakan bahwa dia adalah penguasa.
"Ayah, maaf kan aku. " Gumam nya sambil memeluk kepala ayah nya tanpa peduli pakaian putih nya di basahi oleh darah.
Dia tidak menangis, benar benar tidak menangis, dia tertawa, tawa nya melengking dan membuat semua orang ketakutan.
"Ha ha ha, karena sudah seperti ini maka tidak akan ada jalan pulang ! " Ucap nya dengan tawa yang melengking, dia menatap Jing Luyan dan Qin Yue dengan penuh kebencian.
Dia berlutut sambil memeluk kepala ayah nya dan menyimpan nya di cincin ruang bersama dengan tubuh ayah nya yang tersisa.
Dia masih belum berdiri dari posisi nya dan mati matian menahan nafsu membunuh yang sangat besar untuk keluar dari tubuh nya.
Nafsu membunuh ini bukan milik nya, dan terlalu besar untuk ia kendali kan.
"Apa yang kalian rencana kan sebenar nya ? Kenapa kalian membunuh rakyat yang tidak bersalah jika hanya ingin mengambil tahkta ? Kenapa kalian membunuh Paman Yun ?!" Teriak nya dengan marah.
Seumur hidup, dia bum pernah semarah ini sebelum nya. Tangan nya mengepal sampai sampai kuku nya menembus daging nya sendiri.
Dia berdiri sambil terkekeh, tangan nya yang mengenggam pedang terus mengepal dengan erat.
"Apa kah dia layak untuk menjadi pasangan ku ? Dia bahkan tidak layak untuk menjilat jalan yang telah ku lalui. " Ucap nya dengan sinis.
"Xue Fenghuang ! Jangan lupa kalau kamu hanya lah putri pungut dari Keluarga Qin !" Ucap Qin Yue.
"He he he, jangan lupa juga kalau tahkta yang saat ini kalian duduki adalah pemberian ku. Jangan menjadi kacang lupa kulit, kakak ku tersayang. " Ucap nya sambil tertawa.
Dia merasa seperti dia sudah kehilangan akal nya karena kemarahan.
"Xue Fenghuang, aku melakukan ini karena aku yakin kau akan datang. Kaisar ku sudah baik untuk membawa mu sebagai selir nya, jangan tidak tahu malu !" Ucap Qin Yue tetap dengan tatapan kosong.
Dia tidak memperdulikan itu dan menatap Jing Luyan yang tersenyum penuh kemenangan ke arah nya.
__ADS_1
"Benar kah ? Aku yang tidak tahu malu ? Tuan Jing, aku akui kamu cukup pintar untuk menggunakan kakak ku. Tapi, sayang nya aku bukan lah seseorang yang memiliki cinta keluarga. Aku tidak akan ragu untuk membunuh nya, jika kau tahu. " Ucap nya dengan senyum berbahaya.
Nafsu membunuh yang sudah ia tahan dari tadi meledak keluar dan bagaikan rantai hitam yang berjalan menuju Qin Yue.
"Kakak ku, karena kau sudah tidak berguna lagi, maka mati lah dengan tenang. Memperhitungkan hubungan kita di masa lalu, aku akan memberi kematian yang baik untuk mu. " Dia mengangkat tangan nya dan mencekik leher Qin Yue.
Qin Yue tampak beberapa kali meronta ronta untuk di lepas kan , dia menyimpan pedang nya ke dalam cincin ruang nya.
Dia berpikir kalau membunuh Jing Luyan dengan pedang akan terlalu cepat, lebih baik menyiksa nya secara perlahan.
Tidak lama kemudian, rontaan dari Qin Yue pun menghilang. Dia menyimpan mayat gadis itu, dia tahu kalau Jing Luyan pasti telah melakukan sesuatu pada kakak nya.
Tapi, lebih baik untuk mati dari pada sadar kalau sudah melakukan kesalahan besar seperti membunuh ayah nya sendiri.
Dia berjalan mendekat dengan Jing Luyan dengan senyum lebar.
"Tuan Jing, kamu tampak nya sangat menyukai ku sampai sampai melakukan ini semua. " Ucap nya dengan senyum menggoda.
"Kau tidak tahu betapa frustrasi nya aku, menikah lah dengan ku dan aku akan memberikan mu 2 sekte serta Kekaisaran ini. " Ucap Jing Luyan dengan senyum penuh harap.
"Tuan Jing, apa kah kamu pikir Kekaisaran ini serta 3 Kekaisaran lain memiliki harga di depan mata ku ?" Tanya nya dengan senyum mengerikan.
"Kamu tidak layak !" Ucap nya sambil menerjang Jing Luyan dan mencekik leher Jing Ouyang.
"A... apa ka.... kau..... tidak..... takut aku akan membunuh semua rakyat di sini ? Kau tidak takut aku akan menghancurkan Kekaisaran ini ?" Tanya Jing Luyan yang menggunakan nyawa Rakyat untuk mengancam nya.
Bukan nya terintimidasi dengan ancaman itu, dia justru tertawa. Jika ini adalah dia di masa lalu maka dia akan mempertimbangkan langkah nya dengan baik, tapi karena keadaan sudah sampai ke keadaan ini maka dia akan menguburkan Kekaisaran ini bersama dengan ayah nya.
Rambut nya berkibar dengan sangat indah, dia menatap Jing Luyan dengan mata nya yang hitam.
"Karena aku yang membuat Kekaisaran ini, kenapa aku tidak berani untuk menghancurkan nya ?" Tanya nya dengan senyum tipis yang berbahaya.
__ADS_1
Note : Author hari ini hanya mengetik ini dulu karena lagi seru nonton pertandingan bulu tangkis tim Indonesia 😄😄