Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
229. Qian Bei


__ADS_3

Xue Fenghuang menegak kan tubuhnya sendiri setelah selesai makan.


"Apa kau akan segera pergi ?" Tanya Long Qionglin.


"Tidak, mungkin setelah tiga hari atau 1 minggu setelah ini. Akan sangat kesulitan apabila semua orang sedang sibuk dengan masalah ini. " Ucap Xue Fenghuang.


"Kalau kau belum mau pergi, lalu kamu akan pergi kemana ?" Tanya Long Qionglin.


"Tidak ada, hanya akan berjalan jalan untuk melihat lihat. Sejak aku datang kemari, aku belum berjalan jalan dan melihat sekitar. " Ucapnya dan tidak menunggu balasan lagi, dia langsung melarikan diri dari hadapan semua orang.


Dia berjalan jalan lalu melihat seorang kakek tua yang dipukuli oleh sekelompok preman, dia menendang kerikil yang ada di bawah kakinya.


Lalu, batu batu kerikil itu menghantam ke arah preman preman itu dan membuat mereka jatuh pingsan, dia langsung membantu kakek tua itu bangun.


Tapi, saat dia baru memegang tangan kakek tua itu , kakek tua itu langsung meloncat ke atas atap sambil menarik tangannya.


Dia ingin melepaskan tangannya tapi tidak bisa melakukan nya.


"Apa yang kamu lakukan ?!" Teriaknya, dia sadar kalau orang ini jauh lebih kuat dari nya tapi tidak memiliki niat jahat.


Kakek tua itu tidak menjawab melainkan terus menariknya sampai akhirnya menuju lapangan yang sepi dan disana ada seorang pria yang sangat tampak serta anggun.


Dia menatap pria ini dengan seksama, pria ini tidak dapat dikatakan sebagai sangat tampan, melainkan sangat cantik !


Bahkan, untuk pertama kalinya dalam hidup, dia merasa kecantikannya tertandingi oleh seseorang. Jika itu adalah wanita maka tidak masalah, tapi masalahnya ini adalah pria !


Harga dirinya sebagai wanita terasa terluka, pakaian putih dengan kulit se pucat salju dan kulit sehalus giok. Pinggang dan kaki yang ramping cukup untuk membuat Surga iri !


Dia saat ini bahkan sampai sampai melupakan tentang bahwa dia ditarik oleh seseorang yang tidak dikenal.


"Xue Fenghuang, aku Qian Bei. Maafkan aku karena harus membawa mu dengan cara seperti ini. " Ucap kakek tua itu dengan tawa.

__ADS_1


(Note : Buat yang sudah baca cerita Pedang Jiwa Naga, pasti tahu siapa Qian Bei ini. Latar cerita disini sebelum Zhang Wei, jadi yang sekarang disini, Qian Bei masih belum bertemu dengan Zhang Wei. Jadi, bisa dibilang dari 4 orang pilihan, Zhang Wei adalah yang paling muda. )


"Aku Feng Taoran. " Ucap pria cantik itu sambil mengayunkan kipas.


"Jangan menatap nya terus, dia tidak akan tertarik dengan mu. " Canda Qian Bei sambil setengah serius.


"Senior Qian, kamu berlebihan. Bagaimana mungkin aku bisa melewatkan seorang gadis cantik ?" Tanya Feng Taoran dengan senyum tipis.


"Baiklah, baiklah. Aku tidak mengerti dengan kalian berdua. Bagaimana kalau kita duduk di kedai dulu dan jelaskan semuanya padaku ?" Tanya nya dengan pusing.


Niat hanya ingin berjalan jalan, ternyata harus bertemu dengan orang orang yang tidak dikenal.


Sesampainya di salah satu kedai, dia duduk dan memesan beberapa makanan ringan untuk mengisi perutnya.


Padahal dia baru saja makan bersama dengan Long Qionglin, tapi dia masih belum kenyang. Dia duduk di salah satu kursi dan mempersilakan dua orang lainnya untuk duduk.


"Ehm, kalian harus menjelaskan. Kenapa kalian berniat untuk menculik ku ? Apakah kalian salah satu keluarga korban yang sudah mati dibawah pedang ku ? Bagaimana kalian ingin bertarung ? Aku akan meladeni kalian sampai akhir. " Ucapnya sambil menggulung lengan pakaian nya ke atas.


Feng Taoran menghentikan tangannya dengan kipas pria cantik itu yang sudah kembali tertutup, dia mencabut tangannya.


"Karena itu, Para Dewa memberikan sebuah bakat yang sempurna pada 4 orang. Kamu adalah salah satunya. " Ucap Feng Taoran dengan ringan.


"Kau terlalu blak-blakan , jelaskan dengan sedikit lebih detail !" Ucap Qian Bei dengan kesal.


"Jika tidak salah kamu adalah kakek yang aku temui hari itu bukan ? Kamu yang menghapus ingatan semua orang itu bukan ?" Tanya nya dengan semangat.


"Ya, begini intinya kau masuk dalam empat orang itu bersama dengan pria ini. Ehm, pastikan bahwa ini adalah pria dan bukan wanita. " Ucap Qian Bei dengan salah tingkah saat menunjuk Feng Taoran.


Dia menahan tawa ketika mendengar ini , dia sebelumnya juga berpikir kalau ini adalah wanita yang menyamar sebagai pria sepertinya.


Tapi, setelah mendengar suara pria ini yang lembut dan menyegarkan, dia yakin bahwa ini adalah pria asli.

__ADS_1


"Lalu, karena kamu adalah salah satunya, kamu akan mendapatkan pelatihan khusus untuk peperangan dengan Iblis. " Ucap Qian Bei.


"Maaf saja, tapi aku tidak akan bertarung mewakili Dewa. " Ucap nya dengan tenang.


"Tidak masalah, kamu akan menemui kebenaran soalh kasus ayah dan ibumu. Lagipula, kamu bisa melakukan sesuka mu. Yang pasti, takdirmu adalah menjadi salah satu di antara 4 orang itu. " Ucap Qian Bei.


"Jika ada empat, mana yang dua lagi ?" Tanya nya.


"Satu lagi sedang berada di suatu tempat yang jauh, dia adalah wanita sepertimu. Tapi, wajahnya dan kepribadiannya lebih lembut. " Ucap Qian Bei.


Dia mengangguk paham.


"Sedangkan yang satu lagi ?" Tanya nya dengan kerutan di dahi.


" Yang satu lagi masih belum menyadari takdirnya dan sedang mencari jati diri, dia dua tahun lebih muda darimu. " Ucap Qian Bei.


"Lebih muda dua tahun ? Apakah itu artinya aku adalah salah satu yang termuda ?" Tanyanya dengan antusias.


"Ya, kamu adalah nomor dua yang termuda. Sedangkan Feng Taoran adalah yang tertua. Perbedaan umur kalian berdua adalah 4 tahun, sedangkan kamu dengan yang satu lagi adalah 3 tahun. " Ucap Qian Bei.


"Hm, lalu bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku tidak percaya pada kalian ?" Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Kamu bisa percaya padaku nanti, kamu akan menyadari bahwa kata kataku adalah kebenaran. " Ucap Qian Bei.


"Kamu akan tahu fakta dibalik ayahmu dihukum, itu bukan karena percintaan nya dengan ibumu melainkan karena kesalahannya sendiri. Aku justru kasihan dengan ibumu, lebih baik untuk segera mencarinya. Dia sebenarnya selalu berada di dekatmu dan menjagamu, tapi tidak bisa melakukan apa pun pada mu karena ayahmu. " Ucap Qian Bei.


"Maksud mu ?" Tanya nya dengan bingung.


"Ibumu bukanlah orang seperti yang kamu pikirkan, sebenarnya dia telah menolong mu dengan begitu banyak sampai sampai umurnya sendiri tidak panjang lagi. Apa yang dikatakan oleh ayahmu selama ini tidak benar. " Ucap Qian Bei lagi.


Dia duduk dengan kepala yang pusing, dia kembali mengingat betapa ganjil nya cerita yang dibuat oleh ayahnya.

__ADS_1


"Apa mungkin ayahku yang menjadi dalang semua ini ?" Tanya nya dengan mata yang membulat.


Bonus Like 34 k : 1 / 3


__ADS_2