Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
137. Pecahan Surgawi


__ADS_3

Dia berlutut dan menunduk kan kepala nya, wajah nya tertutup oleh rambut nya yang sudah sepenuh nya terurai.


Orang orang akan mengira dia sedang menangis, tapi dia mengangkat kepala nya sambil tertawa.


"Ha ha ha, ayah, lalu, bagai mana kamu bertemu dengan ku di masa depan ?" Tanya nya sambil tertawa.


Xue Tian Long menangkup wajah nya dengan tatapan serius. Dia tersenyum lebar seolah olah tidak ada masalah sedikit pun.


"Putri ku, kenapa kamu tersenyum begitu lebar. " Ucap Xue Tian Long.


"Entah lah , aku sudah menebak ini semua bahkan sebelum aku datang. " Ucap nya dengan santai seolah olah tidak terjadi apa apa.


Dia memendam semua rasa kecewa nya, rasa sakit hati nya di dalam hati nya yang paling dalam. Dia lihat, kondisi ayah nya ini sedang tidak baik.


Dia tidak ingin kesedihan yang dia rasa kan memperburuk keadaan pria tua itu.


"Aku bisa bertemu dengan mu saat itu karena aku menggunakan kekuatan ku yang tersisa untuk pergi ke masa depan. Itu pun hanya sebentar, lihat lah rambut ku yang sudah memutih ini. " Ucap ayah nya sambil menunjuk rambut nya yang sudah memutih.


"Ayah, sebenar nya apa yang terjadi pada mu ? Kenapa kamu terlihat sedang tidak dalam kondisi yang baik ?" Tanya nya penasaran.


"Huft, ini semua karena kutukan para Dewa. Sebentar lagi kekuatan ku akan sepenuh nya hilang dan para Kekuatan besar lain nya akan menatap kita dengan penuh Keserakahan. " Ucap Xue Tian Long.


"Kakak, ada aku yang bisa menjaga Sekte ini. " Protes Xue Yun.


"Memang benar, tapi ada beberapa tetua yang sudah lama menghilang dari dunia persilatan akan muncul lagi. Mereka pasti tahu akan kehilangan kekuatan ku, dan mereka sudah lama mengincar ini." Ucap Xue Tian Long sambil mengangkat Giok Qilin.


"Ayah, apa ini ? Aku selalu merasa kan fluktuasi energi di dalam giok Qilin ini. " Ucap nya sambil mengangkat giok Qilin yang ada di tangan nya.

__ADS_1


"Ini...... ini adalah harta keluarga ku yang sudah di turun kan selama beberapa abad, ini memiliki empat bagian. Keluarga kami memiliki dua bagian dan aku memberikan nya satu pada ibu mu. " Ucap ayah nya.


"Di kata kan kalau siapa pun yang berhasil mengumpulkan ke empat pecahan akan menjadi penguasa dunia. Awal nya, aku adalah seorang Dewa dan tidak ada yang berani untuk mengusik ku. Tapi, setelah aku di buang, ada banyak pasang mata yang serakah. " Ucap Xue Tian Long sambil menghela nafas.


"Ayah, jadi ini adalah sebuah pusaka ?" Tanya nya dengan terkejut karena dia pikir kalau ini hanya benda biasa.


"Ya, ini mewakili empat binatang suci. Yaitu, Qilin, Gagak Emas, Phoenix, dan Vermilion."Ucap Xue Tian Long sambil mengeluarkan pecahan lain yang berbentuk Phoenix.


Mata nya langsung berbinar kala melihat bentuk Phoenix yang sangat indah dan anggun.


"Kekuatan ku tidak bisa bertahan lebih lama lagi, lebih baik kalian berdua pergi dulu dan bawa kedua pecahan ini. " Ucap Xue Tian Long dengan pelan tapi tegas.


Dan pada saat itu lah dia baru ingat kalau di ruangan ini tidak hanya mereka berdua melainkan masih ada Xue Yun.


"Kakak, aku tidak setuju dengan kata kata mu ini. Kita hidup mati bersama , tidak mungkin aku hanya menyelamat kan diri ku sendiri di saat kamu kesulitan. " Ucap Xue Yun dengan keras kepala.


"Fenghuang, Xue Yun adalah paman mu. Dia adalah adik kandung ku. " Ucap Xue Tian Long.


Dia hampir saja tidak bisa mengendalikan diri nya ketika mendengar hal ini , dia segera menunduk untuk memberikan salam.


"Ayah, aku setuju dengan apa yang di kata kan oleh paman. Aku akan menyesal seumur hidup jika harus menyelamat kan nyawa ku sendiri dan mengorbankan diri mu. Kamu tidak tahu berapa lama aku menunggu hal ini. " Ucap nya dengan tatapan yang dalam.


Sudah begitu lama dia menunggu kebenaran akan terungkap dan dia akan segera mengetahui keberadaan orang tua nya yang asli, tapi ketika saat itu datang, dia tidak merasa bahagia.


Dia sakit, begitu sakit. Entah karena kenyataan yang begitu pahit dan menarik nya untuk keluar dari mimpi indah soal keluarga bahagia atau melihat keadaan ayah nya yang bahkan tidak bisa berdiri.


Rasa nya begitu menyesak kan, sampai sampai dia tidak bisa bernafas.

__ADS_1


"Baik lah. Tapi, aku ingin kau menyimpan yang ini dan kau menyimpan yang ini. Ini di sebut dengan Pecahan Surgawi, kalian harus mengumpul kan pecahan yang lain setelah aku tiada. " Ucap Xue Tian Long sambil menyerah kan nya yang bergambar Phoenix.


"Ayah, apa kah ini tidak bisa di hancur kan ? Jika ini memang benar benar berdarah, kenapa tidak menghancurkan salah satu nya ?" Tanya nya dengan bingung.


"Aku selalu memikir kan hal ini sebelum nya, tapi tidak ada yang bisa ku lakukan bahkan ketika aku masih menjadi Dewa. Ini tidak bisa di hancur kan. " Ucap Xue Tian Long.


"Tidak bisa di hancur kan ?" Gumam nya, dia mengetuk giok itu dengan kekuatan.


Tapi, aliran energi mengalir kembali ke arah nya, dia dengan cepat menghindari serangan energi itu. Dia mengangguk mengerti apa yang di kata kan oleh ayah nya.


"Ayah, kenapa kamu baru menunjuk kan diri sekarang setelah aku berada di sini lebih dari tujuh bulan ?" Tanya nya dengan pelan.


"Karena, aku merasa kalau kenyataan ini akan menganggu pikiran mu. Kamu akan menjadi tidak fokus untuk pelatihan mu, selamat untuk kemenangan mu. " Ucap Xue Tian Long dengan senyum tipis.


"Terima kasih ayah. " Ucap nya.


"Kakak, ini adalah waktu mu untuk istirahat. " Ucap Xue Yun yang langsung di balas dengan tatapan tajam dari Xue Tian Long.


Dia tertawa ringan dan mengerti.


"Ayah, aku akan datang lagi kemari besok pagi pagi. Aku pamit dulu, aku memiliki tamu di rumah ku yang harus di urus. " Ucap nya sambil membungkuk kan tubuh nya kepada dua orang itu.


Dia berjalan keluar, seluruh air muka nya berubah. Sebelum nya tenang dan tak tersentuh , sekarang menjadi lebih memiliki emosi.


Dia menyimpan Pecahan Surgawi ke dalam tubuh nya, langkah nya gontai seolah olah tidak memiliki semangat.


"Semua nya terlalu kebetulan bukan ? " Gumam nya dengan sedih.

__ADS_1


"Aku pikir aku tidak akan kecewa dan aku sudah memikir kan kemungkinan ini. Tapi , kenapa aku masih merasa kecewa ? Sebenar nya, apa yang benar benar ku harap kan ?" Gumam nya sambil berjalan tanpa arah.


__ADS_2