
Dia membuat Segel yang sama dengan sebelum nya untuk melindungi Xue Hongli, anak laki laki itu masih belum bangun.
Dia memeriksa suhu tubuh anak itu dan suhu nya normal, arti nya anak itu tidak demam. Menerima fakta ini membuat nya sedikit tenang.
Memiliki murid yang 10 tahun lebih muda dari nya membuat nya tampak seperti sedang merawat adik sendiri.
Dia sendiri terkadang merasa kalau Xue Hongli ini di paksa untuk berpikir lebih dewasa dari umur asli nya, mungkin karena tekanan dari lingkungan yang memaksa nya untuk berpikir secara dewasa.
Terkadang terlihat licik dan manipulatif, tapi sebenar nya adalah anak yang polos dan lembut. Itu semua ada topeng yang secara alami terbentuk oleh Xue Hongli.
Jika ada yang ingin tahu kenapa dia bisa begitu paham dengan apa yang di alami oleh Xue Hongli, bukan karena dia bertanya pada anak laki laki itu.
Melainkan, ini adalah pengalaman pribadi nya. Lingkungan lah yang memaksa nya untuk menjadi manipulatif.
Dia akan secara perlahan lahan untuk membawa Xue Hongli dan meminta anak laki laki itu untuk melepaskan topeng nya.
Karena, menggunakan topeng sangat melelahkan, begitu menyakitkan, lalu tidak akan ada yang bisa di raih.
Dia berdiri dengan nafas yang sedikit terengah engah. Setelah itu dia sekali lagi memandang ke arah Xue Hongli sebelum sepenuh nya berjalan keluar dari jendela.
Dia meloncat, mata nya berubah menjadi merah. Asap hitam keluar dari seluruh tubuh nya, untuk seumur hidup, dia belum pernah menggunakan garis darah Iblis nya.
Tidak orang di jalan itu selain mayat hidup itu, dia mengangkat tangan nya. Asap hitam menyebar dan mencekik siapa pun yang ada di sana.
Para mayat hidup meronta ronta, kekuatan para mayat hidup ini sangat merepot kan jika harus di hadapi satu persatu.
Kebanyakan, mereka adalah kultivator. Mayat hidup dari jalan jalan lain perlahan lahan berkumpul. Dia merasa ada sesuatu yang ingin mengendalikan diri nya.
Dia berusaha untuk tetap sadar dan tidak lengah atau tubuh nya tidak akan sanggup menanggung kesadaran Iblis yang ada di tubuh nya.
Tubuh nya ini, bisa di bilang sangat kuat. Menanggung tiga kesadaran, kesadaran Dewa milik nya yang merupakan warisan ayah nya dan kesadaran Iblis yang merupakan warisan ibu nya. Sedangkan yang terakhir adalah Kesadaran manusia yang biasa dia gunakan.
__ADS_1
Dia merasa kepala nya sangat sakit tapi tidak bisa melakukan apa pun selain bertahan.
Ada lebih dari 1.000 Mayat hidup, merekua semua berlutut di depan nya. Mereka bersujud dan mengucapkan sesuatu dengan lambat.
"Hormat Kepada Master Baru, mohon berikan perintah !" Ucap para mayat hidup itu.
"Baik, aku akan memberikan perintah. Ikut aku !" Ucap nya dengan dingin.
Dia memimpin pasukan mayat hidup itu untuk melewati pintu antar dimensi, terowongan antar dimensi tampak ramai.
Para mayat hidup berdiri dengan patuh, tidak lama mereka sudah sampai ke tujuan.
Dia membuka pintu antar dimensi yang menunjukkan sebuah tempat yang sangat tebal akan es, dia memimpin para mayat hidup untuk masuk ke sana.
"Diam di sini dan berlatih lah. Jangan coba coba untuk pergi atau aku tidak akan segan ! Apa kah kalian mengerti ?" Tanya nya dengan dingin.
"Mengerti Tuan !" Ucap para mayat hidup itu serempak, masuk ke dalam lingkaran badai es.
Dia memandang sekeliling nya dengan dingin, tempat ini sudah tidak sama dengan yang di ingat nya. Ini adalah dimensi tempat ayah nya, teman nya dan kenangan nya.
Bahkan ketika dia belum masuk, dia memilih untuk tidak masuk. Melainkan hanya melihat dari luar, tidak ada jejak cahaya apa pun di mata nya yang hitam kelam.
"Tempat ini hanya tempat es tanpa kenangan apa pun. Ini bukan tempat yang ku ingin kan lagi. " Gumam nya sebelum kembali berjalan ke dalam pintu antar dimensi.
Dia kembali ke dimensi yang dia baru ketahui nama nya adalah Dimensi Pedang Besi. Nama yang sangat mudah di ingat dan sangat sederhana.
Di katakan bahwa pendiri dimensi itu awal nya adalah seorang pertapa sederhana yang hanya membawa pedang besi biasa.
Meskipun itu hanya pedang besi biasa, tapi sangat hebat. Dia mengalahkan musuh nya dengan sebuah pedang besi itu.
Sekarang, keadaan dan kondisi pertapa pedang besi tidak dapat di temukan atau pun di cari lagi. Tapi, karena pertapa pedang besi berasal dari dimensi itu, jadi lah di beri nama Dimensi Pedang Besi.
__ADS_1
Dia merasa seperti kepala nya pusing, tidak ada yang bisa di lihat nya dengan jelas. Dia menggigit lidah nya dengan kuat agar membuat nya tetap sadar.
Setelah kembali ke dimensi Pedang Besi, dia memakan beberapa macam pil obat dan mencabut pelindung yang melindungi kota tersebut.
Dia masuk ke dalam penginapan tanpa di ketahui oleh banyak orang.
Dia melihat Xue Hongli masih tertidur lelap dan merasa tenang, lalu dia duduk dan ber kultivasi. Kepala nya masih terasa pusing.
Ingatan nya kembali pada saat kesadaran Xue Fenghuant dan Yun Sichou sedang bertabrakan. Masalahnya, dia tidak tahu yang mana yang berada di pihak Iblis dan dimana yang berada di pihak Dewa.
Pada dasar nya, meski pun dia tidak meragukan ayah nya. Tapi, dia masih merasa ada banyak kelemahan dalam cerita ayah nya tentang ibu nya.
Tidak ada yang secara resmi menegaskan dan membuktikan bahwa yang menakuti nya selama ini adalah ibu nya.
Kata kata ayah nya juga terlalu banyak menyudutkan ibu nya, itu semua terasa tidak masuk akal. Ayah nya adalah seorang Dewa Tingkat Tinggi dan pada saat itu, ibu nya adalah Iblis Tingkat Rendah.
Bagai mana mungkin ibu nya bisa menahan ayah nya ? Ini semua terasa janggal. Dia akan mencari tahu nya sendiri.
Pada dasar nya, tidak peduli sepercaya apa dia pada orang tersebut. Dia masih tidak bisa menahan diri untuk tidak curiga.
Karena, dia hanya bisa mempercayai diri nya sendiri. Kata kata ini sudah di tanamkan ke dalam kepala nya sejak kecil.
"Kamu hanya bisa percaya pada diri mu sendiri. " Gumam nya sambil memejamkan mata.
Dia terus ber kultivasi, tubuh nya menjadi lebih dingin tapi asap hitam yang mengelilinginya sudah sepenuh nya hilang.
Keringat mengalir deras di dahi Xue Wang Ji, Xue Hongli yang baru saja bangun terkejut melihat Shifu nya dalam kondisi yang sedikit menyedihkan.
Wajah nya tampak sedang menahan sakit dan keringat mengalir deras dari wajah nya. Xue Hongli berusaha untuk keluar tapi tidak bisa.
Masih ada pelindung yang di buat oleh Bing Yue, Hongli berusaha untuk berteriak. Tapi Xue Wang Ji tidak dapat mendengar nya sedikit pun.
__ADS_1
Karena, dia tenggelam dalam mimpi yang menyesat kan.
Bonus Like 29 k : 2 / 3