Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
239. Sekte Harimau Ilahi


__ADS_3

"Inilah waktu yang ku tunggu. " Ucapnya, dia meninggalkan setumpuk kristal roh dan berjalan ke Sekte Harimau Ilahi.


Saat ini adalah saat paling rentan semua Sekte , ini akan memudahkan nya untuk masuk ke dalam Sekte Harimau Ilahi dan berlindung di bawah sayap bawahan nya, Zhao Lu.


Sesampai nya di Sekte Harimau Ilahi, Zhao Lu sudah menunggu nya dan berkata pada tetua lain bahwa dia mengangkat nya sebagai murid.


Dia berjalan masuk ke dalam kediaman Zhao Lu dan tidak bisa tidak merasa sesak ketika melihat kediaman ini begitu penuh dengan orang.


Banyak sekali wanita cantik dengan pakaian kurang bahan yang datang untuk membelai Zhao Lu. Bahkan ada beberapa pria di antara nya, beberapa berusaha untuk mendekati nya tapi dia memasang wajah penuh permusuhan.


"Silakan duduk. " Ucap Zhao Lu.


"Ya." Jawab nya dengan kaku, dia duduk di seberang Zhao Lu dan beberapa wanita datang untuk menyajikan teh.


Dia memilih untuk tidak meminum teh itu karena memang sedang tidak niat, apalagi minum dengan seorang bajingan seperti Zhao Lu ini.


"Bagaimana dengan Ruo Wenyu ?" Tanya nya dengan terus terang.


"Pencapaian nya di dalam sekte kami menjadi lebih baik. " Ucap Zhao Lu.


Dia mengangguk paham, dia sudah menebak bahwa Ruo Wenyu adalah seorang murid yang berbakat tapi sayang nya tidak mendapat dukungan yang cukup karena kekukuhan nya untuk tetap berjalan di kultivasi yang lurus.


"Jauhkan orang orang mu ini atau jangan salahkan aku apabila aku membakar tempat mu ini. " Ancam nya dengan dingin.


"Baiklah baiklah, bagaimana aku harus memanggil tuan saat berada di sini ?" Tanya Zhao Lu.


"Xue Wang Ji. " Ucap nya.


Dia mengeluarkan nama nya lagi yang lain, dan dia menatap Zhao Lu dengan dingin.


"Bawa dia sebagai murid mu, dengan begitu bibit unggul tidak akan direbut oleh orang lain. " Ucap nya dengan ringan.


"Aku sebenar nya ingin membawa nya sebagai murid sejak beberapa hari lalu, tapi mengingat perintah mu untuk tidak membantu nya secara terang terangan membuat ku ragu. " Ucap Zhao Lu.


"Hm, aku lumayan suka dengan pedang yang di buat oleh nya. Akan sangat baik apabila memberinya posisi di istana. " Ucap nya dengan ringan.

__ADS_1


"Apakah kamu pikir semudah itu untuk membawa seseorang untuk masuk ke istana ? Apalagi saat ini Kaisar sedang sangat waspada. " Ucap Zhao Lu dengan serius.


"Itu adalah hal mudah, dengan dukungan yang kudapatkan, apa yang bisa menghentikan ku. Sekte ini pada akhir nya akan jatuh ke dalam genggaman ku nanti nya. Apa lagi yang akan membuat ku takut ?" Tanya nya.


"Bawa Ruo Wenyu ke sini , katakan pada nya bahwa aku ingin membawa nya sebagai murid ku. " Perintah Zhao Lu pada bawahan nya.


"Ya, Tuanku. " Ucap salah satu pelayan Zhao Lu dengan patuh.


"Kamu berpakaian seperti ini apa akan menjadi seorang pria ?" Tanya Zhao Lu.


"Ya." Jawab nya dengan santai.


"Bagaimana dengan upacara pengangkatan murid ? Bahkan jika ini tidak serius masih diperlukan serangkaian upacara agar tidak membuat semua orang curiga dengan kita. " Ucap Zhao Lu.


"Terserah, kau atur saja . " Ucap nya dengan malas.


"Apa kau tidak keberatan apabila Ruo Wenyu menjadi Shixiong mu ?" Tanya Zhao Lu.


"Tidak masalah, terserah mau menjadi Shixiong, Shidi, Shimei, Shijie, Shizun, aku tidak peduli. Kau atur saja. " Ucap nya tanpa beban.


Tidak lama, Ruo Wenyu datang, seperti yang dikatakan oleh Zhao Lu. Ruo Wenyu ini tipe tipe laki laki cantik, sama seperti Feng Taoran.


" Tetua Zhao. " Ucap Ruo Wenyu langsung berlutut di depan Zhao Lu.


"Wenyu, kau akhir nya datang. Aku melihat bahwa bakat mu sangat baik, kebetulan aku akan mengangkat satu murid lain nya. Kamu akan menjadi murid pertama ju dan ini adalah murid yang baru masuk hari ini, Xue Wang Ji akan menjadi murid kedua ku. " Ucap Zhao Lu.


Dia ikut berlutut di sebelah Ruo Wenyu dan menatap ke arah Zhao Lu dengan tatapan tajam. Biasa nya pengangkatan sebagai murid akan memerlukan tiga kali sujud.


"Kalian berdua hanya perlu bersujud satu kali. " Ucap Zhao Lu.


Dia memajukan bibir nya dengan kesal dan mulai bersujud, kepala nya tidak terlalu menempel ke lantai sebelum dia kembali mengangkat kepala nya.


"Mulai sekarang kau dan Wang Ji adalah Shixiong dan Shidi. Di masa depan, kalian harus saling menjaga satu sama lain dan tidak saling menyakiti. " Ucap Zhao Lu yang menghayati peran nya sebagai guru yang baik.


"Ya, Shizun !" Ucap mereka berdua dengan kompak.

__ADS_1


Mereka disiapkan tempat tidur masing masing, dia berjalan berdampingan dengan Ruo Wenyu dan memilih untuk tetap diam.


Pikiran nya saat ini tiba tiba melayang pada malam ketika dia kehujanan dan Yuanzheng Yuwen datang untuk membawa payung dengan wajah khawatir.


Jika pria itu tidak menolong maka mungkin dia akan ditemukan pingsan di tengah jalan, keesokan harinya. Dia sebenar nya memiliki ingatan yang samar samar ketika dia berperang melawan ketiga klan hari itu.


Dia bisa merasakan bahwa bibir seseorang menempel di bibir nya, dan dia yakin itu adalah milik Yuanzheng Yuwen.


Tapi, dia merasa ragu. Dia tidak sepenuh nya sadar pada saat itu. Dia tidak berani menanyakan ini pada Yuanzheng Yuwen, takut bahwa itu hanya lah khayalan nya semata.


Jika itu benar benar hanya merupakan khayalan nya semata, maka dia tidak akan memiliki wajah lagi ketika menanyakan hal semacam itu pada Yuanzheng Yuwen.


Membayangkan nya saja sudah membuat nya tidak tahan dan malu setengah mati, tanpa sadar dia sudah membuat pikiran nya di monopoli oleh Yuanzheng Yuwen.


Setiap saat dia mengingat Yuanzheng Yuwen dan sedikit perasaan ganjil, padahal mereka baru berpisah tidak sampai 1 hari.


Bukan kah ini tidak baik untuk nya ? Bagaimana jika Yuanzheng Yuwen ternyata tidak menyukai nya ?


Bukan kah dia akan menjadi satu satunya yang tersakiti ? Apakah dia harus tetap maju dan mencoba atau lebih baik dia mengasingkan diri sejak sekarang dan menutup hatinya ?


Memikir kan ini membuat suasana hati nya menjadi mendung, dia bahkan telah melupakan kehadiran Ruo Wenyu yang ada di sebelah nya dan terus berjalan seolah tidak ada masalah.


"Shidi, aku harap di masa depan kita akan menjadi saudara seperguruan yang baik. Apa kah aku perlu untuk mengantar mu ke seluruh Sekte ? Bagaimana pun kamu adalah murid baru dan tidak mengetahui tempat tempat yang ada di sini. " Tawar Ruo Wenyu yang menyadarkan nya dari lamunan.


"Baik, tapi besok. Aku terlalu lelah untuk hari ini, terima kasih atas perhatian mu. Aku akan masuk ke dalam kamar ku terlebih dahulu. " Ucap nya dengan ringan.


Suara nya sebenar nya sangat wanita sekali, tapi dengan tampilan nya maka itu tidak masalah. Dia memantau kondisi istana lewat mata mata nya yang ditanam di dalam Kekaisaran.


"Bagaimana kabar Kekaisaran ?" Tanya nya dengan tenang pada Long Qionglin.


Sejak Long Qionglin menelan pil yang diberikan oleh nya, mereka pada dasar nya telah terhubung dan dia bisa menghubungi Long Qionglin kapan saja.


"Kau gila, Fenghuang ! Aku merasa tubuh ku dipenuhi dengan keringat dingin !" Teriak Long Qionglin dari seberang sana dengan putus asa.


"Jangan terlalu panik, biasakan diri mu. Ini baru permulaan, aku akan membuat kejutan untuk mu di masa depan. Jadi persiapkan diri mu dengan baik, juga jangan lupa untuk jaga kesehatan supaya bisa melihat kejutan yang akan ku berikan nanti nya. " Ucap nya dengan seringaian.

__ADS_1


Bonus Like 37 k : 2 / 3


Note : Nanti nyusul satu chapter lagi, belakangan ini author lihat lihat kalau like cerita penerus Dewi kematian agak turun. Ayo dong like lagi supaya author jadi bersemangat 😆 Jangan lupa untuk mampir ke karya author yang satu lagi , Legend Of Beishang.


__ADS_2