Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
245. Menganggu Lan Tianjin


__ADS_3

Melihat penolakan keras milik Lan Tianjinn, dia menjadi semakin bersemangat untuk menganggu Lan Tianjin.


" Feng Ge saja tidak keberatan, kenapa kau keberatan ?" Tanya nya sambil menjulurkan lidah.


"Kau ?! Jangan karena kau adalah seorang wanita aku tidak berani untuk memukul mu !" Teriak Lan Tianjin sambil menggertak nya.


"Huh, aku takut sekali !" Ucap nya dengan penuh ejekan.


Dia menjulurkan lidah nya, pria semacam Lan Tianjinn ini sangat lucu dan mudah terpancing karena amarah. Feng Taoran yang melihat pertarungan ini hanya menggeleng kan kepala.


Dia berlari ke depan dan mengambil pedang nya, Bung Yue keluar dari sarung sedang kan Lan Tianjin juga mengeluarkan pedang.


"Ribuan Badai Kegelapan !" Ucap Lan Tianjin dengan keras.


Sebuah badai tampak sangat besar dan melahap nya, dia masuk ke dalam badai itu dan berputar di dalam badai itu tanpa henti.


Mata nya terpejam dan cahaya biru mulai keluar dari tubuh nya, es yang sangat dingin keluar dari segala arah dan memecah badai kegelapan itu.


Setelah badai itu hilang, dia berdiri dengan rambut yang berkibar, bahkan pakaian nya telah berubah menjadi gaun merah yang bisa dia gunakan.


Hanya sedikit trik yang di gunakan untuk membuat semua nya menjadi indah, dia menyimpan Bing Yue. Dia melihat Lan Tianjin yang ter mundur beberapa langkah dengan sebuah kepingan es yang menancap di dada sebelah kiri pria itu.


"Kamu kalah. " Ucap nya dengan senyum mengejek.


Dia melangkah mendekati Lan Tianjin dan suara langkah dari sepatu hak kayu milik nya bergema, dia mencabut kepingan es itu.


Lalu mengibaskan tangan nya dan luka itu bahkan belum sempat mengeluarkan darah sebelum kembali sembuh.


Dia berjalan dengan tangan yang terlipat, wajah nya angkuh dan dia berjalan ke sisi Feng Taoran. Wajah Lan Tianjin tampak sangat muram dan tidak terima dengan kekalahan ini.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak terima untuk kekalahan ini ? Kau bisa mencari ku kapan saja kau mau. Tentu saja daftarkan 3 hari sebelum nya, aku adalah orang yang sibuk. " Ucap nya dengan angkuh sebelum duduk di kursi tempat dia duduk sebelum nya.


Dia duduk dengan dengan salah satu kaki yang bertumpu di atas kaki yang lainnya. Karena hal ini, punggung telapak kaki nya yang se pucat salju tampak dengan jelas di depan Feng Taoran.


Wajah Lan Tianjin berubah menjadi lebih merah dan bersiap untuk meledak.


"Apa kau tidak punya pakaian lebih banyak untuk menutupi seluruh tubuh mu ? Apa kau pikir bahwa kaki mu sangat bagus sampai sampai kau bisa memamerkan nyan begitu ?!" Tanya Lan Tianjin dengan nada tinggi.


"Kenapa aku harus menutup tubuhku dengan lebih banyak kain ? Aku sudah menutup tubuhku dengan empat lapis kain yang sama tebal nya. Apa kah aku perlu untuk membuka dua lapis terluar agar kau tahu apa yang di maksud dengan memamerkan tubuh ?" Gertak nya sambil mengambil ancang ancang untuk membuka pakaian lapisan luarnya.


Tapi, dia memang tidak berbohong, dia memang memakain empat lapis pakaian yang tebal dan berat.


Dia sendiri masih mencoba untuk beradaptasi dengan ini.


Dia tinggal di dunia modern yang hanya menggunakan satu atau dua lapis pakaian yang tipis dan nyaman, jadi dia masih merasa tidak nyaman dengan hal ini.


Lagipula, pakaian lapisan kedua masih tebal dan tidak akan menampakkan apa pun. Tidak tahu kenapa semua orang menganggap nya sebagai tidak sopan.


Lalu, rambut mereka yang sangat panjang serta selendang tambahan. Sepatu hak kayu yang kaku dan berat membuat seorang wanita harus membatasi gerakan mereka.


Itu lah yang membuat nya lebih senang untuk menggunakan pakaian pria yang lebih ringan dan tidak memiliki untaian kain yang banyak dan lebar.


"Dasar tidak tahu malu !" Ucap Lan Tianjin sambil memalinhlan wajah.


Dia kembali duduk dengan wajah puas setelah berhasil memancing kemarahan Lan Tianjin.


"Apa kau pikir bahwa aku akan benar benar membuka pakaian ku di sini ?" Tanya nya sambil menaik kan salah satu alis nya.


"Lagipula aku tidak salah untuk memamerkan kaki ku yang indah, aku bahkan merasa sedikit iri dengan kaki Feng Ge yang begitu halus. " Ucap nya dengan nada halus.

__ADS_1


Dia menatap ke arah kali Feng Taoran yang sama pucat nya dengan kaki nya, tidak memiliki cacat sedikit pun bahkan tampak sangat sempurna.


Kaki milik Feng Taoran tampak seperti porselen tanpa menyadari bahwa kaki nya sendiri sama seperti itu.


"Jangan iri pada milik orang lain, lihat kaki mu dan sadari bahwa kaki mu lebih indah di banding kan milik ku. " Ucap Feng Taoran dengan bosan.


Dia melepaskan sepatu nya dan menunjuk kan jari jari kaki nya yang mungil, tampak sangat indah dan tidak kalah dari milik Feng Taoran.


"Seperti nya apa yang di kata kan oleh Feng Ge benar. Aku tiba tiba merasa sangat bangga. " Ucap nya dengan penuh kesombongan.


"Ck, jangan bertingkah layak nya Phoenix tapi nyata nya kamu adalah seorang burung gagak. " Ucap Lan Tianjin.


"Ck, seseorang yang kalah mengeluarkan kata kata seolah olah bisa menutupi langit, layaknya seorang kodok. " Ucap nya dengan dingin.


"Kau ! Seorang Phoenix jadi jadian, aku merasa bahwa nama mu tidak sesuai dengan perilaku mu !" Ucap Lan Tianjin.


"Aku juga merasa bahwa nama mu tidak cocok dengan perilaku mu, lebih baik untuk mengganti nama. " Ucap nya dengan kejam.


(Tianjin : Langit Emas. )


"Seorang wanita jadi jadian benar benar memiliki mulut yang beravun, sangat sesuai dengan perilaku mu. " Ucap Lan Tianjin lagi.


"Aku lihat, kamu ini terus memajukan mulut mu layak nya bebek. Seekor bebek buruk rupa yang merasa diri nya seorang naga !" Ucap nya dengan penuh ejekan.


"Apa kau merasa diri mu sempurna ?! Jangan karena aku tidak memiliki orang tua lagi dan kau bisa menindas ku begitu !" Ucap Lan Tianjin dengan tenang.


"Siapa bilang hanya kau yang tidak memiliki orang tua ? Aku juga tidak memiliki nya. " Balas nya lagi dengan senyum tipis.


"Fenghuang !" Panggil Feng Taoran dengan tatapan khawatir.

__ADS_1


"Kenapa ? Jika orang tua ku masih hidup pun aku masih akan menganggap mereka telah pergi, pada dasar nya mereka tidak pernah ada. Mereka lah yang membunuhku, mereka yang membuat ku menjadi seperti ini. " Ucap nya dengan ringan, dia tersenyum tanpa beban dan menatap Lan Tianjin untuk bersiap melanjutkan perdebatan lagi.


Dia sebenar nya cukup kasihan dengan Lan Tianjin, Feng Taoran mengatakan bahwa sejak kecil Lan Tianjin tidak memiliki orang tua dan selalu merasa bahwa itu adalah sebuah kelemahan.


__ADS_2