Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
325. Naik Menuju Dimensi Dewa


__ADS_3

Setelah dirawat dengan baik selama satu minggu, dia akhirnya bisa berdiri dan berlari dengan sangat baik.


Dia sudah mendengar banyak hal dari Feng Taoran dan Lan Tianjiin dan mengetahui bahwa ternyata perang antara Dewa dan Iblis mungkin berjalan lebih dekat daripada yang di jadwalkan.


Ini membuatnya sangat tertekan, tapi Feng Taoran memberitahunya untuk tidak terlalu cemas. Bagaimanapun, Feng Taoran telah mengikuti perang sebelumnya.


Perang beberapa tahun lalu telah diikuti oleh Feng Taoran dan sekarang Feng Taoran harus mengikuti perang untuk kedua kalinya.


Jadi, bisa dibilang pemuda itu jauh lebih berpengalaman di bandingkan dirinya. Dia meminta nasehat dari Feng Taoran untuk waktu yang sering.


Ini karena dia khawatir dengan kekuatan nya sendiri yang tidak mencukupi dan dia tidak merasa bahwa dia memiliki suatu kelebihan khusus seperti 3 orang terpilih lainnya.


Tapi, Lan Tianjin dengan penuh semangat memberinya kepercayaan diri dan Yuanzhemg Yuwen dengan tulus menghiburnya dan mendukung keputusannya.


Dia tidak bisa tidak merasa lebih baik dari ini , dia merasa beruntung karena memiliki begitu banyak orang yang peduli pada kehidupan kecilnya.


Dimasa lalu, dia berpikir bahwa jika ada satu orang saja yang tulus padanya maka dia akan sangat bersyukur.


Tapi, sekarang ada lebih dari satu orang, jadi dia tidak berani untuk meminta lebih banyak. Saat ini, mereka sedang menuju ke Dimensi Dewa.


Dimensi Dewa adalah Dimensi yang dikatakan adalah dimensi yang berada di atas Dimensi Agung, yang merupakan tempat tinggal pada Dewa Dewi, tapi ada beberapa keturunan Dewa Dewi juga yang tinggal disana.


"Sebenarnya, dimensi dimensi ini dibagi menjadi berapa bagian ?" Tanya nya dengan penasaran.


"Hm, menurut yang aku tahu, dimensi dibagi menjadi 5, yaitu : Dimensi Tingkat Rendah, Dimensi Tingkat Menengah, Dimensi Tingkat Tinggi, Dimensi Agung, dan yang terakhir adalah Dimensi Dewa. " Ucap Feng Taoran saat mereka berada di terowongan antar ruang.


"Dimensi Agung, aku belum pernah kesana. Apakah itu tempat dimana para peri yang diceritakan tinggal ?" Tanya nya dengan antusias.


"Ya, itu benar. Wang Xi Rong adalah keturunan peri yang berasal dari Dimensi Agung, jika kau ingin tahu lebih jelas maka kau bisa bertanya dengannya nanti. " Ucap Feng Taoran.


"Oh, ternyata seperti itu, aku tidak menyangka. " Jawabnya.

__ADS_1


"Nanti, kau mungkin akan segera bertemu dengan musuh bebuyutan mu, Qing Yu. " Ucap Feng Taoran sekali lagi.


Mendengar ini, dia membelalakkan matanya. Kenapa dia harus kembali bertemu dengan Iblis menyebalkan itu ?


"Kenapa aku harus bertemu dengan wanita beracun itu lagi ?" Tanya nya sambil cemberut.


"Karena dia telah berubah, dia pindah kembali menjadi seorang Dewi setelah Qian Bei meninggal." Ucap Feng Taoran.


Dia yang mendengar ini merasa kepalanya berasap, setiap kali mendengar nama Qing Yu dia merasa bahwa hari cerahnya akan berubah menjadi gelap dalam sekejap.


"Dan semua orang mempercayainya begitu saja ? Aku tidak percaya padanya. " Ucapnya dengan kesal.


"Ini adalah permintaan terakhir Qian Bei sebelum meninggal, lalu Qing Yu juga telah menjadi kekasih Zhang Wei bersama dengan Wang Xi Rong. " Ucap Feng Taoran dengan santai.


Dia yang mendengar ini mau tak mau kembali terkejut, sepertinya setelah dia mengasingkan diri di pelatihan tertutup dalam beberapa tahun, dia ketinggalan cukup banyak berita penting yang ada.


"Apa maksud dari kata kata ini ? Dia menjadi kekasih Zhang Wei bersama dengan Wang Xi Rong ?" Tanya nya dengan bingung, dia mengernyitkan dahinya.


Dia menganga dan terdiam, gadis yang angkuh dan elegan seperti Wang Xi Rong bersedia untuk menjadi orang kedua ?


Orang macam apa Zhang Wei ini ? Apakah benar benar tampan seperti yang dikatakan oleh banyak orang.


Tapi, menurutnya tidak peduli setampan apapun , dia tidak ingin ada yang kedua atau menjadi yang kedua.


Jika tidak, maka dia lebih baik membunuh perasaan nya sendiri dan meninggalkan orang yang dicintainya.


"Yuwen, jika kau berani menjadi seorang bajingan semacam Zhang Wei ini, maka kau jangan harap untuk melihat matahari terbit di keesokan hari !" Ucapnya dengan tatapan muram.


"Bagaimana mungkin aku berani mencari yang lain ? Dimataku, hanya kamu yang sempurna dan bisa menjadi pelengkap hidupku. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil mengedipkan mata padanya.


Dia yang merasa marah secara tidak masuk akal tadi tiba tiba merasa malu dan dia membuang wajah.

__ADS_1


"Aku hanya mengingatkan, melihat sikap Zhang Wei ini telah membuatku muak. Aku benar benar kesal pada pria semacam ini, tidak menyangka bahwa selera Xi Rong Jie Jie sangat buruk dan rela untuk menjadi yang kedua. " Ucapnya dengan sumpa serapah.


"Jika kau telah melihatnya dengan mata sendiri maka kau akan menemukan alasan kenapa mereka berdua bersedia berdiri berdampingan untuk menjadi kekasih Zhang Wei. Karena pria itu sangat tampan. " Ucap Feng Taoran asal asalan.


Dia tiba tiba merasa bahwa udara menjadi lebih dingin dan suasana berubah menjadi sangat gelap dan berat.


Dia menatap pada kakaknya, Lan Tianjin yang memasang wajah murah setelah mendengar Feng Taoran memuji Zhang Wei.


"Ya ya ya, Feng Ge, jangan lupakan Lan Ge ku. Lihatlah, wajahnya sudah seperti awan mendung yang siap menurunkan hujan kapan saja. Aku takut, jika kamu memuji Zhang Wei sekali lagi maka dia akan menggantung Zhang Wei di pohon cabai. " Ucapnya dengan penuh ejekan.


Wajah Feng Taoran berubah menjadi menahan malu dan menundukkan kepala.


"Apa yang sedang kau bicarakan ?!" Kilah Feng Taoran sambil menundukkan kepala.


"Baiklah, kembali ke rencana awal. Dengan tingkat kultivasi ku yang berjalan dengan sangat cepat berkat bantuan Dewi Kematian, Xue Meigui. Aku tidak perlu menaikkan kultivasi ku seperti sebelumnya lagi. " Ucapnya.


"Hm, dan kau sekarang mendapat gelar baru. Dewi Kematian yang baru, sementara Zhang Wei adalah Dewa Keindahan atau Dewa Cinta, apapun boleh. Lalu, Wang Xi Rong adalah Dewi Penyembuhan. " Ucap Feng Taoran.


"Lalu, apa julukan yang dimiliki oleh Feng Ge ?" Tanya nya dengan penasaran.


Feng Taoran tampak merasa tidak nyaman sekaligus malu sebelum akhirnya Lan Tianjin berjalan maju dan memberitahunya.


"Dewa Keanggunan atau Dewa Kecantikan. " Ucap Lan Tianjin dengan santai.


Dia yang mendengar ini merasa bahwa rahangnya jatuh secara tidak terkendali sebelum akhirnya dia tertawa dengan lantang.


"Jangan tertawa ! Tidak ada yang lucu !" Marah Feng Taoran dengan imut.


Mendengar kemarahan Feng Taoran, tawanya semakin menjadi jadi, dia memeluk perutnya dan tertawa lantang.


"Kenapa ? Ini memang cocok dengan Feng Ge. Dia tampan dan anggun sekaligus cantik, aku bahkan merasa julukan ini sangat cocok. Tidak ada yang perlu di sesali. " Ucap Lan Tianjin dengan acuh tak acuh.

__ADS_1


__ADS_2