Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
169. Perasaan Akrab


__ADS_3

Mati rasa tidak hanya memenuhi kaki nya melainkan merambat secara perlahan lahan ke seluruh tubuh nya. Sebelum tubuh nya benar benar mati rasa, dia dengan paksa mendorong tubuh nya untuk masuk ke dalam kolam yang sangat dingin.


Dengan tubuh yang menggigil dan tekad yang kuat, dia terus bertahan di dalam kolam itu. Dia merasa kalau semua tubuh nya sudah mati rasa.


Perasaan ini begitu akrab, mirip dengan ketika dia menunggu selama lima bulan dengan perut yang kosong. Perlahan lahan, dia merasa kalau tubuh nya yang mati rasa terapung ke atas air.


Tapi, dia tidak bisa melihat dengan jelas lagi karena rasa mengantuk yang mendera nya. Dia berusaha untuk bertahan tapi semua itu sia sia.


Dia tertidur dengan pulas di atas air dalam posisi teratai, apa bila ada yang melihat nya maka mereka akan terkejut setengah mati.


Tubuh Yun Sichou yang tidak sadar kan diri, perlahan lahan di bawa oleh air perak itu menuju pusat dan seluruh Qi di sana di serap secara tidak terkendali oleh tubuh Yun Sichou.


Kekuatan nya dengan cepat meningkat bahkan tanpa di ketahui oleh diri nya sendiri.


Kesadaran Yun Sichou sendiri tenggelam begitu dalam dan hanya menyisakan sebuah kegelapan.


"Dimana aku? " Gumam nya sambil berusaha untuk memandang sekitar, dia merasa kalau diri nya menggigil karena takut.


"Jangan takut, kamu tidak akan terluka di sini. " Ucap suara wanita dengan lembut.


"Siapa kamu? " Tanya nya dengan waspada.


Dia ingin mengambil Bing Yue, tapi Bing Yue tidak ada di tangan nya dan baru lah dia sadar kalau ini hanya lah jiwa nya dan bukan tubuh nya.

__ADS_1


"Kamu saat ini berada di tempat ku, aku hanya ingin memberi tahu mu satu hal. Kau harus berhati hati, jangan menjadi orang yang begitu lembut karena apa yang kamu lihat belum tentu kebenaran. Di dekat mu, ada begitu banyak serigala berbulu domba yang siap untuk memakan diri mu. " Ucap suara wanita itu.


Dia mendengar kan dengan penuh keseriusan sebelum melihat sebuah cahaya perak yang muncul di depan nya dengan penuh cahaya berkilau.


"Itu adalah hadiah dari ku, selama ini belum ada yang masuk ke dalam Esensi Kolam Yin Keabadian dan bertahan lebih dari satu bulan. Esensi Kolam Yin Keabadian adalah Kolam yang terbentuk dari tubuh ku, itu juga sudah tidak di guna kan selama lebih dari 10.000 tahun. " Ucap wanita itu.


"Ah, jadi kamu adalah roh pemilik Esensi Kolam Yin Keabadian? Maaf karena tidak meminta izin terlebih dahulu pada mu, senior. " Ucap nya sambil menunduk.


"Jangan sungkan, aku tidak menemukan orang yang cocok untuk mewarisi seni bela diri yang ku pelajari seumur hidup ku. Ini hanya lah sisa jiwa tua , wajar jika kau tidak tahu. Lagi pula, aku senang melihat bakat mu yang begitu sempurna di tambah dengan Konstitusi Tubuh Yin Murni milik mu, sama seperti milik ku semasa hidup." Ucap suara itu dengan penuh kesedihan.


"Tapi, jangan khawatir. Setelah aku menemukan pewaris yang tepat maka aku bisa pergi dengan tenang dan menyusul pecahan jiwa ku yang lain lalu dengan tenang menunggu lingkaran reinkarnasi menghampiri ku. " Ucap pemilik Esensi Kolam Yin Keabadian.


"Ehm, maaf senior. Tapi, apa maksud mu dengan yang aku bertahan lebih dari 1 bulan di Esensi Kolam Yin Keabadian? " Tangannya dengan bingung.


Dia yang mendengar ini membulat kan mata nya dengan penuh keterkejutan, bagaimana mungkin sudah lebih dari 9 bulan?


"Jangan terkejut, Kolam Yin Keabadian, awal nya di bentuk bukan untuk kultivasi, melainkan untuk obat tidur ku. Aku selalu mengalami kesulitan tidur, tapi itu masih tidak berfungsi untuk ku sampai akhir nya aku meninggal karena kelelahan. Setelah berada di tempat ini selama lebih dari 10.000 tahun, perlahan lahan Qi mulai terkondensasi di setiap tetes air Kolam Yin Keabadian, bahkan membentuk sebuah kolam lain dengan dia sebagai induk kolam. Ini semua berkaitan dengan Kristal kristal yang ada di atas. " Ucap wanita itu.


"Sedih untuk mengatakan ini, tapi ini adalah kenyataan. Aku akan segera pergi karena tujuan ku di dunia ini sudah di selesai kan dan terpenuhi. Aku harap, kau bisa tetap meneruskan teknik milik ku pada orang lain. " Ucap Pemilik Esensi Kolam Yin Keabadian dengan lemah sebelum benar benar menghilang.


"Senior! " Teriak nya dengan terkejut sambil menangkap buku Seni Bela diri yang terjatuh tanpa cahaya.


Dia merasa kepala nya pusing sebelum kembali terlempar ke tubuh nya, dia membuka mata nya dan melihat kalau diri nya sedang berada di atas Esensi Kolam Yin Keabadian.

__ADS_1


Seperti yang di deskripsi kan oleh senior tadi, dia benar benar duduk di atas air dan ber kultivasi. Sekali dia mengecek tingkat kultivasi nya, mata nya membulat sepenuh nya.


Dia benar benar terkejut bahkan membuat wajah nya memucat.


Kemurkaan Langit tingkat 4 !!!


Dia sudah naik selama lebih dari 3 tingkat, padahal semakin tinggi tingkat kultivasi maka semakin sulit untuk naik.


Dia menurunkan kaki nya dan berenang ke tepian, dia masih belum bisa mencerna semua nya dengan baik sampai akhirnya dia menyadari kalau diri nya memeluk sebuah buku.


"Seni Bela Diri Pedang Bulan Dingin. " Gumam nya dengan bingung.


Nama nya sedikit aneh dan sedikit asing, seperti tidak berasal dari dunia kultivasi.


"Dibagi menjadi 12 Gerakan, begitu rumit dan di penuhi kekuatan. Aku takut, aku bahkan tidak bisa mempraktek kan salah satu gerakan dalam satu tahun pembelajaran. " Gumam nya dengan kepala yang sakita.


Teknik ini begitu rumit dan di penuhi dengan teka teki, seluruh gerakan nya mematikan, tapi terlihat begitu lembut.


Tampak nya sangat ringan, tapi tidak semudah yang di bayangkan. Tebasan yang di anggap ringan ini bisa memotong leher orang dengan satu tebasan.


"Ah! Aku mengerti! Ini adalah teknik pedang yang manipulatif, orang yang membuat nya benar benar hebat. Terlihat tidak mematikan, begitu lembut, begitu ringan, tampak seperti seorang pemula yang baru memegang pedang. Tapi, nyata nya teknik ini adalah teknik paling mematikan dari semua teknik Seni bela diri yang pernah ku lihat atau ku pelajari. " Lanjut nya dengan penuh semangat membara.


Bonus Like 25 k : 3 / 3

__ADS_1


__ADS_2