
"Astaga, galak sekali. Aku jadi takut. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan nada mengejek.
Dia yang mendengar ini hanya tertawa ringan, kata kata dan nada yang dikeluarkan oleh Yuanzheng Yuwen sama sekali tidak sesuai.
Kata katanya mengatakan bahwa pria itu ketakutan seperti anak kecil tapi nadanya jelas jelas mengejek.
Meskipun dia tahu itu untuk kata kata sarkas, tetap saja dia yang mendengar itu merasa lucu dan tidak bisa menahan rasa geli dalam hatinya.
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam pintu antar dimensi dengan kecepatan yang normal, karena tidak sedang terburu buru, kenapa mereka harus mengambil resiko untuk hal seperti sebelumnya.
Dia bersender di bahu Yuanzheng Yuwen dengan nyaman dan memeluk pria itu dari samping. DPria itu tidak membalas pelukannya melainkan hanya menepuk nepuk punggung nya.
"Sekarang gantian, aku yang harus tidur di bahumu. " Ucapnya sambil menjulurkan lidahnya.
"Tidurlah sepuasnya, bahkan jika kau tidur selama 3 hari dibahuku, aku tidak akan berani mengeluh sedikitpun. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan lembut.
Mendengar ini membuatnya terenyuh , dia tersenyum dan memeluk Yuanzheng Yuwen dengan erat sebelum akhirnya benar benar tertidur.
Selama 3 hari belakangan ini, dia tidak tidur sama sekali karena menemani Xue Hongli belajar. Itu adalah saat saat mereka akan berpisah sehingga Xue Hongli berubah menjadi lebih giat dan gigih daripada sebelumnya.
Karena tidak ingin mengecewakan Xue Hongli, akhirnya dia melatih pemuda itu bahkan sampai tengah malam.
Dia mungkin agak kasar dalam mengajar tapi itu semua demi kebaikan Xue Hongli, jika dia terlalu lembut maka itu akan buruk bagi masa depan Xue Hongli dan dia tidak mau itu terjadi.
Dia ingin yang terbaik untuk murid satu-satu nya. Dia ingin muridnya berjalan di jalan yang benar dan tidak menyimpang.
Jika ada yang salah dengan masa depan Xue Hongli maka dia mungkin akan membenturkan kepalanya ke dinding.
Bagaimana pun kegagalan murid adalah kesalahan guru, dia tidak bisa mentolerir ini. Berapa banyak orang yang tersesat karena terlalu di manja ?
Berapa banyak orang yang menjadi tidak berguna karena terbiasa tinggal di tengah kerumunan singa yang aman tanpa takut di serang serigala ?
__ADS_1
Orang orang seperti itu hanya akan memanjangkan cakar yang tumpul, bahkan tidak bisa membunuh semut.
Berapa banyak orang yang mengalami penyimpangan Qi karena terlalu dimanja dan kurang tekad serta informasi ?
Orang orang semacam itu adalah orang yang terlalu dimanja. Dia tidak berani sedikitpun lalai dalam tugasnya menjadi seorang guru.
Jika Xue Hongli sampai menumbuhkan cakar tumpul dan mengalami Penyimpangan Qi, maka dia akan menyesal seumur hidup.
Xue Fenghuang jatuh kedalam alam mimpi dan masuk ke dalam sebuah mimpi dimana dia melihat Xue Hongli dan Yuanzheng Yuwen terbaring tidak berdaya di pelukannya.
Keduanya berdarah dan sekarat, satu berbaring di tangan kanan nya dan satu lagi berbaring di tangan kirinya.
Dia memegang keduanya dengan mata yang membulat dan tidak percaya ketika melihat tangannya di lumuri oleh darah.
Dia melihat sekitar nya yang berupa tanah tandus tanpa penghuni dan ada bekas bakaran disertai dengan mayat mayat orang yang tumpang tindih.
Semuanya kacau dan hanya menyisakan dirinya sendiri yang hidup, tubuhnya berlumuran darah tapi tidak ada luka yang serius.
"Fenghuang, kita mungkin tidak berjodoh di kehidupan ini. Kita bisa melanjutkan hubungan ini di kehidupan selanjutnya. Tugasku sudah selesai, aku telah menjagamu dengan baik. Setelah ini kau harus menjaga dirimu sendiri dengan baik karena aku tidak bisa menjagamu lagi. Maafkan aku, jangan marah padaku karena aku tidak bisa menjagamu lagi. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan mulut yang penuh darah.
Dia sekali lagi menggelengkan kepalanya, berharap bahwa ini semua hanya mimpi dan akan segera terbangun.
"Yuwen, apa maksud dari perkataan mu ini ?! Tidak ada yang akan pergi !" Teriaknya dengan histeris, siapapun yang mendengar akan merasakan kesedihannya.
Air mata mulai mengalir dari matanya bagaikan anak sungai, dia memeluk Yuanzheng Yuwen dengan erat tanpa takut bahwa darah pria itu akan membuat seluruh pakaiannya kotor.
"Fenghuang, kau harus menerima kenyataan. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan berat.
"Yuwen, kembalilah bersamaku ! Kau telah berjanji untuk menjagaku selamanya ! Jika kau pergi sekarang maka aku akan membencimu selama nya ! Aku membencimu ! Aku tidak akan mau menjadi kekasihmu lagi di kehidupan selanjutnya !" Ucapnya dengan nada yang bergetar.
Air mata tidak berhenti mengalir di matanya.
__ADS_1
"Jangan menangis, tolong jangan menangis. Kita akan segera bertemu lagi di kehidupan selanjutnya. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
"Apa yang kau katakan, hah ?! Bangun Yuwen ! Kau tidak mungkin pergi ! " Teriaknya dengan sekencang mungkin, bahkan membuat beberapa gagak yang hinggap di dahan pohon kering langsung berterbangan.
Tangan Yuanzheng Yuwen jatuh dan pria itu menutup matanya, dia menjadi lebih histeris.
"Yuwen, bangunlah ! Tolong jangan bermain main lagi ! Aku takut !" Teriaknya dengan putus asa.
Dia sangat putus asa dan tidak bisa merasakan apapun, hatinya mendingin dan hampir hampir seperti dia tidak memiliki kehidupan yang tersisa.
"Shifu, maafkan aku karena tidak bisa menjadi murid yang baik untukmu. " Ucap Xue Hongli dari sebelahnya.
Dia langsung menatap Xue Hongli.
"Hongli, apa kau tega akan meninggalkan Shifu mu sendirian ?" Tanya nya sambil memegang tangan Xue Hongli yang berlumuran darah.
Dia tidak bisa berkata kata lagi, ketika melihat dua orang yang sangat di sayanginya terbaring di pelukannya tanpa daya.
"Shifu, aku sangat tidak ingin meninggalkan mu. Tapi, takdir mengatakan lain dan aku tidak bisa menentang takdir. Mungkin di masa ini, takdir kita berdua akan terputus begitu saja, tapi itu tidak akan memisahkan kita di kehidupan selanjutnya. " Ucap Xue Hongli dengan senyum tulus yang menunjukkan giginya yang merah.
Tangan Xue Hongli terulur untuk menghapus air matanya.
"Hongli, jangan pergi ! Jangan tinggalkan aku !" Teriaknya dengan ketakutan.
Xue Hongli hanya tersenyum tapi tidak menjawab, seluruh tubuhnya gemetar ketakutan. Dia memeluk kedua orang itu dengan kedua tangannya yang penuh darah.
"Bangunlah, ini tidak lucu lagi. Lihatlah, aku tidak tertawa sama sekali. Bangunlah, berhenti mempermainkanku ! Aku tahu kalian semua berbohong !" Teriaknya sambil mengguncang tubuh kedua orang itu dengan kuat.
Tapi, tidak ada yang bergerak seperti yang ada dalam hadapan nya. Dia tertawa tapi air mata terus mengalir bahkan menjadi lebih deras.
"Aku sudah tertawa, apakah kalian sudah puas ?! Sekarang bangunlah ! Aku muak melihat kepura-puraan kalian ini !" Teriaknya sekali lagi dengan lebih putus asa.
__ADS_1
Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 1 / 3