Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
299. Gua Harta Karun II


__ADS_3

Dia mendarat di seberang dengan sempurna tanpa luka sedikitpun. Orang orang yang masih hidup segera mengikuti nya untuk menyeberang dengan ilmu meringankan tubuh.


Selanjutnya, di depan mereka ada 10 pintu, beberapa orang tanpa ragu masuk ke pintu kelima dan keenam.


Hanya tersisa seratus orang yang masih hidup dan semuanya terbagi menjadi beberapa kelompok, sementara orang orang terus memilih pintu tengah.


Dia tanpa ragu berjalan ke pintu paling kiri dan masuk ke dalam, dari belakang nya Yuanzheng Yuwen mengikuti.


Lalu, di belakang Yuanzheng Yuwen masih ada seorang pria tua dan pemuda yang tadi. Dia menganggap seolah olah dia tidak sadar dengan kehadiran kedua orang itu.


Terus berjalan dan tidak ada kendala apapun, dia tentu saja tahu ini dari peta yang ada di dalam Pecahan Surgawi.


Semuanya sudah tertulis dengan jelas di Pecahan Surgawi, jadi dia tidak perlu susah susah menganalisis lagi.


Dia melirik kedua orang di belakang itu dengan ekor matanya, tanpa di sadari oleh siapapun, sudut bibir nya sedikit terangkat dan membentuk seringaian.


Dia terus berjalan, seolah tidak ada masalah sama sekali. Bahkan dia tampak mengejek tempat yang telah memakan banyak korban ini.


Beberapa menit kemudian, akhirnya dia melihat ujung dari terowongan yang sempit, gelap dan lembab ini.


Setelah berjalan keluar dari terowongan sempit, gelap dan lembab itu, mereka ternyata keluar ke sebuah gua dengan danau kecil yang ada di sana.


Danau itu sangat jernih dan tampak berkilau karena terkena pantulan cahaya dari kristal kristal yang terbentuk secara alami di bagian langit langit gua.


"Ternyata nona lagi lagi memilih jalan yang benar, tapi seperti nya membutuhkan kunci untuk masuk ke tempat penyimpanan harta karun. " Ucap pria tua di belakangnya sambil menunjuk sebuah pintu batu di depannya.


Dia bahkan tidak melirik pintu batu itu dan hanya menyeringai, dia menarik Yuanzheng Yuwen untuk sedikit menjauh dan menjauh dari kedua orang itu.


"Xue Tian Long, Xue Yun, sampai kapan kalian akan berpura pura ? Apakah kalian tidak muak dengan kulit manusia itu ? " Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.


Dia telah menunggu ini sejak lama, karena bagaimana pun tempat ini cocok untuk pertarungan.

__ADS_1


Berbeda dengan gua di awal yang sempit dan pendek, sehingga tidak akan menguntungkan nya. Kedua orang di depannya tidak terkejut, melainkan hanya tertawa.


"Aku tidak tahu dimana yang lucu, tapi melihat kalian benar benar membuatku ingin tertawa. Orang malang mana yang di gunakan kulit nya untuk dua bajingan seperti kalian ? " Tanya nya dengan sinis.


"Fenghuang ku, kenapa kau begitu tidak sopan dengan ayahmu ?" Tanya Xue Tian Long yang sudah kembali menjadi rupa aslinya.


"Ayah ? Ayahku sudah meninggal. Siapa kamu ? Kenapa kamu mengaku ngaku sebagai ayahku ?" Tanya nya dengan lembut.


"Tidak baik berbicara begitu, Fenghuang, kau harus tahu yang mana yang baik dan yang mana yang buruk. Kau harus ikuti aku, jangan mengikuti pengaruh ibumu yang buruk. "Ucap Xue Tian Long dengan kepalsuan dan memuakkan.


Mendengar ini membuatnya tertawa lantang yang membuat langit langit gua bergetar, dia menatap Xue Tian Long dan Xue Yun dengan dingin.


Dia bertepuk tangan dan memandang keduanya dengan tatapan mengejek.


"Jika contoh yang telah kau berikan bisa di anggap baik, maka di dunia ini tidak ada yang layak untuk dikatakan sebagai penjahat. " Ucapnya dengan mengejek.


"Mengorbankan nyawa ribuan orang, memberi putrinya sup penahan kematian, membunuh putrinya sendiri, membuang putranya, siapa lagi yang lebih layak untuk di sebut sebagai orang jahat selain dirimu ?" Tanya nya dengan sinis.


Dia mengalihkan tatapan nya dari Xue Tian Long menuju Xue Yun.


"Seorang antek rendahan dari seorang penjahat, berani menegurku dengan nada tinggi yang tidak sopan ? Sungguh buruk sekali !" Ucap nya dengan wajah jijik.


Melihat penampilan tidak tahu malu kedua orang ini membuatnya merasa jijik sampai ingin menguliti dua orang ini hidup hidup.


"Kau ?!" Xue Yun tampak ingin marah tapi menahan diri.


"Aku ? Kenapa ? Apa yang ku katakan salah ? Yang paling aku benci adalah penipuan dan pengkhianatan, karena kalian berdua telah memenuhi itu. Bukankah kalian layak untuk menggunakan gelar penjahat kelas atas ?" Tanya nya.


"Kalian berdua, datang kemari layaknya orang bodoh , tentu saja bukan tidak memiliki rencana bukan ? Harus aku akui, ini adalah luar biasa. Untuk menyusun rencana sedemikian rupa, benar benar luar biasa. " Puji nya sambil bertepuk tangan dengan meriah, tapi tidak ada keramahan yang tersisa di suara nya.


"Fenghuang, bagaimana mu gkin kau bisa sekejam ini pada aku, ayahmu yang sudah tua dan telah merawat mu dengan baik ?" Tanya Xue Tian Long dengan tatapan yang sedih.

__ADS_1


"Ayah yang aku ketahui seharusnya hanya bisa duduk di kursi roda kayu yang ku buat dan tidak bisa berdiri sendiri. Haruskah aku mematahkan kakimu agar kau sama dengan ayahku ?" Tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.


"Fenghuang, dengarkan ayah. Aku dan paman mu adalah orang yang paling menyayangi mu, tidak ada orang lain yang bisa memberikan kasih sayang tulus pada mu. " Ucap Xue Tian Long dengan kata kata yang menyihir.


Tapi, dia yang sudah terlatih dengan beribu ribu kata kata manis, bahkan tidak bergeming sedikit pun saat di beri kata kata yang lebih mirip dengan kutukan tersebut.


"Aku tidak percaya, ada banyak orang yang menyayangi ku dengan tulus. " Ucapnya dengan langsung menolak.


Wajah Xue Tian Long menjadi sedikit berubah setelah dia mengatakan ini.


"Fenghuang, orang orang itu tidak tulus. Orang orang itu jahat dan tidak bisa dipercaya, hanya aku keluarga mu yang tersisa, datanglah padaku. Orang orang itu akan mengkhianati mu seperti sebelumnya. " Ucap Xue Tian Long sambil merentangkan tangan seolah olah bersiap untuk dipeluk.


Dia berjalan dengan tatapan kosong menuju Xue Tian Long dan membalas pelukan itu, pria tua itu memberikan senyum kemenangan pada Yuanzheng Yuwen yang terus berteriak dengan cemas.


"Lalu, kenapa kalau aku dikhianati? Aku sudah terbiasa akan perasaan itu, bukankah kau senang apabila aku kesulitan ? Matilah untukku, ayah. " Bisiknya dengan suara rendah.


Dia menusukkan belati yang sejak tadi di sembunyikan olehnya di lengan pakaian nya yang lebar.


Darah mengaliri tangan nya dan dia melepaskan pelukan itu, dia menepuk nepuk pakaian luar nya yang bersentuhan langsung dengan tubuh Xue Tian Long.


"Untuk menyentuh mu seperti itu, itu adalah berkah besar untuk mu. " Ucap nya dengan jijik.


Dia menyeka darah yang mengalir di atas tangannya, darah itu berwarna hitam pekat.


"Darah yang menjijikkan itu juga mengalir di dalam tubuhmu !" Ucap Xue Tian Long sambil tertawa lantang dan mencabut belati yang di tusuk kan olehnya.


"Ya mau bagaimana lagi ? Aku tidak mengerti kenapa ibu harus menyukai bajingan semacam dirimu ? Orang yang bisa melempar istri dan ketiga anaknya, demi membalas dendam. " Ucapnya dengan senyum dingin.


"Jika aku menjijikkan, maka kau lebih menjijikkan, Dewa Xue. Demi keluarga aku berani untuk mengorbankan diri, tapi kamu demi musuh, kamu berani mengorbankan keluarga. " Ucapnya dengan dingin dan jijik, pada Xue Tian Long.


Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 1 / 3

__ADS_1


__ADS_2