Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
310. Fakta Mengejutkan


__ADS_3

"Ya, aku masih memiliki beberapa petunjuk tentang dirinya. Aku akan mengeluarkan ini. " Ucapnya sambil mengangguk dengan antusias.


Dia sebenarnya ingin meminta bantuan dengan Senior Qian tapi merasa canggung dan tidak enak. Secara mereka berdua tidak terlalu dekat, jadi dia akan meminta bantuan dari Feng Taoran.


Tidak menyangka bahwa Feng Taoran akan sangat murah hati dan membantu nya berbicara dengan Senior Qian.


"Ibuku bilang bahwa dia memiliki kalung yang sama dengan ini dan dia juga memiliki tato bawaan lahir di bahunya, itu berbentuk Qilin seperti ini. " Ucapnya sambil mengeluarkan pecahan surgawi miliknya yang berbentuk Qilin.


Senyum ramah Feng Taoran membeku ketika dia mengatakan itu dan pria itu mengambil kalung itu dan mengamatinya lagi.


"Ada apa Feng Ge, apa kau pernah melihatnya ? Jika kau pernah melihatnya maka kau bisa memberitahuku dimana kau pernah melihatnya ? Aku akan sangat berterima kasih padamu. " Ucapnya dengan semangat.


"Tidak salah lagi, aku tahu orang yang kau cari. " Ucap Feng Taoran setelah beberapa saat.


"Kau benar benar tahu ? Kau mengenalnya ? Bisakah kau membawaku untuk bertemu dengannya atau paling tidak memberi tahu lokasi nya ? Aku akan sangat senang, bagaimana pun ibuku bilang ini adalah keinginan terakhirnya. " Ucapnya dengan nada memohon.


Feng Taoran menghela nafas dan menatap ke langit dengan tatapan lelah.


"Takdir memang suka mempermainkan orang lain, aku benci takdir. " Ucap Feng Taoran dengan tatapan dingin.


"Feng Ge, apakah orang ini adalah musuhmu ?" Tanya nya dengan ragu.


"Apa kau ingin bertemu dengannya, Fenghuang ?"Tanya Feng Taoran sambil menghela nafas sekali lagi.


"Aku sangat ingin bertemu dengannya, kapan aku bisa bertemu dengannya ?" Tanya nya dengan semangat.


Pada waktu yang bersamaan, pintu di dobrak dan menunjukkan seorang pemuda yang gagah dan tampan sedang menatapnya dengan khawatir.


"Fenghuang, apa kau baik baik saja ? Aku mendengar bahwa kau hampir jatuh ke dalam mimpi ?" Ucap Lan Tianjin dengan terengah engah.


"He he, kenapa kau bertanya seperti itu Lan Ge ? Apakah kau mengkhawatirkan ku ?" Tanya nya dengan usil pada Lan Tianjin.


Lan Tianjin selalu mengatakan bahwa pria itu tidak suka dengannya dan tidak tahan berada di dekat nya tapi sebenarnya cukup perhatian.


"Tianjin, kalian berdua bicaralah. " Ucap Feng Taoran berdiri.


"Feng Ge, bagaimana dengan masalah tadi ?!" Teriaknya tidak terima.

__ADS_1


Feng Taoran masih belum mengatakan semua nya dengan jelas, bagaimana mungkin dia bisa melepaskan pria itu begitu saja.


"Kau tanyakan pada Lan Tianjin, dia akan memberi mu jawaban yang memuaskan. " Ucap Feng Taoran sebelum menutup pintu kamar.


Dia menatap Lan Tianjin dengan bingung sekaligus canggung, sama dengan cara Lan Tianjin menatapnya.


"Lan Ge, aku ingin meminta bantuan mu. Aku sedang mencari kakak laki laki ku. Feng Ge bilang dia mengenal kakak laki laki ku dan meminta mu untuk menjawabnya. " Ucapnya sambil menyerahkan kalung yang diberi ibunya.


"Dia lebih tua dariku dua tahun dan memiliki tato Qilin di bahunya. " Ucapnya dengan ragu.


Wajah Lan Tianjin terkejut dan langsung berdiri sebelum berjalan mundur dan menatapnya dengan ketakutan.


"Lan Ge, ada apa ?" Tanya nya dengan terkejut.


Lan Tianjin tampak terengah engah seolah olah habis berlari jauh dan tidak bisa berkata kata lagi.


Lan Tianjin tidak menjawab melainkan menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.


Dia melihat liontin itu yang bertuliskan Xue Heng, lalu Lan Tianjin membuka ikatan pakaian nya dan menunjukkan bahunya.


Dia baru saja akan bertanya kenapa pria itu membuka pakaian nya, tapi dia langsung terpaku ketika melihat bahu Lan Tianjin.


"Kau.... kau.... " Dia tidak bisa berkata kata lagi, kepalanya langsung sangat sakit.


Dia langsung menyadari bahwa semuanya terhubung dari awal, Lan Tianjin lebih tua darinya 2 tahun.


Lan Tianjin kembali mengenakan pakaian nya dan menunjukkan sebuah liontin yang sama dengan yang di pegangnya.


"Lan Ge..... " Pangil nya, dia menunduk kan kepalanya dan tidak sanggup untuk menatap pria itu lagi.


Fakta ini terlalu menakutkan dan mengejutkan, tidak bisa di tanggung olehnya, dia mundur beberapa langkah di depan tatapan membunuh Lan Tianjin.


"Tidak mungkin, jangan main main Lan Ge. " Ucapnya dengan nada ancaman meskipun dia tertawa.


"Ini sama sekali tidak lucu, Lan Ge. " Ucapnya lagi dengan tidak percaya.


"Fenghuang, apa kau melihat ku sedang bercanda ?! " Tanya Lan Tianjin dengan putus asa.

__ADS_1


"Apakah itu berarti kamu Xue Heng ?" Tanya nya tidak kalah putus asa.


Dia menahan air matanya yang akan segera menetes, dia tidak bisa menahan emosi nya di saat seperti ini.


"Itu benar, Xue Heng adalah nama masa lalu ku. " Ucap Lan Tianjin dengan kaku.


"Fenghuang, dimana ibu dan ayah ?" Tanya Lan Tianjin dengan ragu.


"Ibu sudah meninggal, semuanya karenaku. Apakah kau membenciku ?" Tanya nya dengan mata yang menyipit.


"Sedangkan untuk ayah, hahahaha, aku telah membunuhnya ! Bagaimana menurutmu ? Dia mungkin masih hidup, dia hidup dengan kesulitan dan didalam runtuhan gua. " Ucapnya dengan senyum gila.


"Kenapa kau membunuh ayah ?" Tanya Lan Tianjin dengan datar seolah olah membawa aura permusuhan.


"Karena dia yang telah menghancurkan ku, kamu, dan kembaranku, adikmu yang lain. " Ucapnya dengan seringaian.


"Kau tahu, karena rencana gilanya kembaranku tiada ! Dia memisahkan aku dan kamu ! Dia layak untuk apa yang telah di terima nya. " Ucapnya dengan penuh dendam.


"Tahukah kamu berapa banyak mimpi buruk yang telah ku alami selama dua kehidupan hanya karena rencana busuknya ?! Tahukah kamu bahwa aku hidup bahkan lebih buruk daripada di dalam Neraka ?!" Tanya nya tanpa bisa mengendalikan nada bicara nya.


Dia sudah siap untuk berdebat dengan Lan Tianjin lagi tapi, tidak ada suara dari pihak lain melainkan hanya ada pelukan hangat.


"Maafkan aku. " Ucap Lan Tianjin saat memeluknya dengan erat.


Air mata tidak bisa berhenti menetes dan dia terisak di dalam pelukan nya, dia tidak peduli apabila dia di anggap sebagai anak kecil yang cengeng.


Dia hanya ingin melampiaskan segala kemarahan dan ketakutan nya.


"Ge, kau pasti tidak mudah juga. " Ucapnya sambil terisak.


"Tidak, aku tidak apa apa. Bertemu dengan Shixiong adalah berkah terbesar untuk ku, tolong jangan menangis lagi. " Ucap Lan Tianjin, meskipun terdengar kaku tapi itu tulus.


"Ge, apakah kau senang atau sedih ?" Tanya nya pada Lan Tianjin.


"Senang , tapi aku tidak terlalu pandai dalam mengungkapkan perasaan senang ku. " Ucap Lan Tianjin dengan terlalu jujur.


Dia yang mendengar ini langsung tertawa sambil menangis haru dan menyeka air matanya.

__ADS_1


Crazy Up 1/11/2021 - 7/11/2021 : 1 / 3


__ADS_2