Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
61. "Pemenangnya adalah........... "


__ADS_3

Sudah dua hari berlalu di dalam dimensi perburuan, orang orang yang menonton merasa tegang karena persaingan ketat antara Adipati Yuanzheng dan Qin Zuanshi yang sangat sengit.


Hanya butuh waktu 12 jam sebelum dimensi perburuan di tutup. Saat ini, nama Qin Zuanshi sedang berada di atas dan akan kembali di susul oleh Adipati Yuanzheng.


Di dalam dimensi, Qin Zuanshi dan Lin Rong Rong sedang duduk di salah satu batu dengan kelelahan.


"Aku seharus nya sudah berada di nomor satu bukan ?" Tanya nya dengan nafas terputus putus.


"Belum tentu, kau bilang ada dua orang yang kekuatan nya lebih dari mu bukan ?" Tanya Lin Rong Rong.


Dia pun mengangguk dan tidak bisa tidak memikir kan murid Sekte Biru Es dan Yuanzheng Yuwen, ini membuat nya resah.


Karena, menurut nya bagai mana pun dia harus mendapat kan Pedang Es Jiwa itu. Dia yakin pedang itu berada di tingkat senjata kelas 5 atau untung untung kelas 6.


Dia tidak dapat menyia nyiakan senjata berharga seperti itu. Sebenar nya, yang membuat mereka kelelahan bukan lah membunuh monster monster itu.


Melainkan mencari dan mengejar monster gara gara aura milik nya , para monster itu terus menerus berlari ketakutan.


"Oh ya, kemarikan cincin ruang yang kau ambil tadi. " Kata Lin Rong Rong sambil menjulur kan tangan, dia langsung menyerahkan nya tanpa ragu.


"Ini dia ! Aku lupa kalau aku memiliki barang ini. " Kata Lin Rong Rong sambil menepuk dahi dan menyerahkan sebuah selendang pada nya.


Dia menyambut selendang itu dengan tatapan bingung.


"Selendang ini bisa menahan aura seseorang , kau bisa menggunakan nya untuk mengejar monster. " Kata Lin Rong Rong sambil tertawa meminta maaf, sedang kan dia mengepal kan tangan.


"Kenapa kau tidak bilang dari tadi ? Kita sudah hampir berlari mengelilingi tempat ini. " Ucap nya dengan frustrasi.


"He he he maaf, aku lupa dengan selendang satu ini. Soal nya aku merasa kalau selendang ini tidak terlalu berguna untuk ku. Coba kau pakai dan kita pergi mencari monster lagi. " Kata Lin Rong Rong cengengesan.


Dia hanya menggeleng geleng kan kepala nya ringan sebelum menggunakan selendang itu. Dia merasa, ada kekuatan aneh dari selendang itu yang menahan sesuatu yang berasal dari tubuh nya.


Mereka pun kembali mencari mangsa, ratusan monster pun segera di dapat oleh mereka.


11 Jam kemudian


Tidak lebih dari satu jam lagi sebelum perburuan akan di tutup, saat ini kontestan yang berada di paling atas adalah Qin Zuanshi.


Tapi, kembali di potong oleh Yuanzheng Yuwen. Ini membuat Qin Liang yang sedang duduk dan memantau merasa kan ketegangan yang berlebihan.


Dia terus berharap kalau Zuanshi nya yang memenangkan kontes perburuan ini, meski pun kalau kalah juga bukan masalah untuk nya.

__ADS_1


Hanya saja, dia tahu kalau misal nya Zuanshi nya kalah maka gadis itu akan merasa sangat sedih. Yuanzheng Yuwen hanya bertahan selama beberapa saat sebelum di potong lagi oleh Qin Zuanshi.


Adegan salip menyalip terus terjadi sampai akhir, kasim menutup batu dengan kain untuk menutupi nama pemenang.


Ini membuat jantung Qin Liang mencelos karena yang menang adalah Yuanzheng Yuwen, dia hanya bisa berpikir harus melakukan apa agar putri kedua nya itu tidak sedih.


Semua peserta di bawa keluar tidak termasuk Qin Zuanshi.


Zuanshi yang baru keluar telah menyembunyikan Lin Rong Rong terlebih dahulu ke dalam dimensi nya. Dia mengenggam tangan nya sendiri dengan cemas.


"Jadi, semua nya sudah kembali ?" Tanya Kaisar Zhu dengan angkuh.


"Sudah, Yang Mulia." Kata Kasim dengan penuh hormat.


Kaisar Zhu berdiri dan membuka batu yang di lapisi kain yang berisikan nama pemenang sedikit , sebelum tersenyum tipis.


"Pemenang nya adalah................. " Kaisar Zhu tersenyum yang membuat nya sedikit gugup.


Dia sudah membunuh hampir seribu monster belum termasuk milik Lin Rong Rong.


"Qin Zuanshi !" Kata Kaisar Zhu dengan senyum lebar dan membuka batu.


Qin Liang langsung berdiri dengan wajah tidak percaya, dia tersenyum tipis dan maju ke depan.


Itu berasal dari nona muda Sekte Biru Es, Fu Yin Kai. Dia tetap tenang dan melemparkan senyum berbahaya pada gadis dari Sekte Biru Es tersebut.


"Selamat kepada Adipati Yuanzheng yang berada di nomor dua, Nona Fu yang berada di nomor tiga, Nona Qin yang berada di nomor empat dan Putra Mahkota yang berada di nomor lima !" Kata Kasim melanjut kan pemenang.


Dia mendapat kan ribuan emas dan beberapa pil obat sederhana bagi nya. Dia kembali duduk ke tempat yang di sediakan.


Fu Yin Kai terus menerus menatap nya dengan tatapan penuh kebencian, tapi dia hanya membalas dengan tatapan tajam yang mendominasi.


"Selanjut nya adalah upacara pemilihan Putri Mahkota yang akan di gelar hari ini !"


"Berikut adalah nama orang yang akan menjadi calon putri Mahkota ! Qin Zuanshi, Qin Yue, Xiao Qing Qiang, Xue Ling, Xue Rong, Ling Guan, Lan Ding, Yuan Shi, Ke Yuan, Ling Yuan. " Kata Kasim membacakan nama nama peserta putri Mahkota.


Dia mengangkat tangan nya dan tertawa dengan anggun.


"Kasim Luo, aku rasa anda melupakan seseorang. " Ucap nya.


"Melupakan ?"Kasim tua itu tampak sedikit bingung.

__ADS_1


"Nona Fu adalah peringkat tertinggi nomor dua setelah ku, bagai mana mungkin anda tidak memberi nya kesempatan ?" Tanya nya dengan tawa lembut.


"Nona Qin, Nona Fu adalah anggota Kekaisaran, bagai mana mungkin bisa menjadi salah satu anggota calon Putri Mahkota ?" Tanya Kasim Luo dengan gemetar.


"Tidak bisa ? Nona Fu memiliki marga yang berbeda, lalu dia adalah Keponakan Jauh Kaisar, apa lagi Nona Fu memiliki bakat kultivasi yang baik. Bagai mana mungkin anda tidak memberi nya kesempatan ? Coba lihat lah wajah murung nya. " Ucap nya dengan ekspresi mengejek pada Fu Yin Kai.


Dia tahu, pada akhir nya dia masih akan bentrokan langsung dengan Fu Yin Kai, lebih baik dia mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu.


Pejabat pejabat lain langsung setuju dengan nya, ini membuat Kaisar Zhu dan Kasim Luo merasa dilema sebelum akhir nya membuang kontestan dengan nama Ling Yuan dan mengganti nya dengan Fu Yin Kai.


Fu Yin Kai menatap nya dengan penuh kebencian tapi dia pura pura tidak tahu dan menyesap teh nya dengan penuh keanggunan.


"Tes pertama adalah mengangkat piring di atas kepala ! Siapa pun yang bisa melakukan jalan bolak balik tercepat maka akan memenangkan tes dan melanjutkan tes selanjut nya. " Kata Kasim Luo.


Dia tertawa ringan dan berjalan ke depan sebelum menaruh piring di atas kepala nya, bagi nya ini adalah hal remeh yang bahkan tidak bisa di bangga kan.


"Mulai !" Kata Kasim Luo, dia berjalan dengan tenang tapi tidak pelan.


Pyarr


Seseorang dari Keluarga Ke menjatuh kan piring dan harus mengambil piring lain dan memulai dari awal. Tidak lama, dua nona Xue pun ikut terjatuh.


"Aku tidak menyangka, Nona Xue yang di sebut sebut sebagai Calon Putri Mahkota tidak bisa menangani sebuah piring. Bahkan harus menyelesaikan perburuan di nomor 12 , benar benar menyedihkan. " Ucap nya dengan nada penuh ejekan.


"Kau ! Lihat saja, aku akan membalas mu nanti !" Kata Xue Ling berteriak dari belakang.


Dua jalur dari sebelah nya ada Fu Yin Kai yang juga tenang, dan di paling ujung kiri ada kakak nya, Qin Yue.


Fu Yin Kai melempar kan tatapan sengit pada nya yang hanya dia balas senyuman tipis, dia mempercepat langkah nya.


Dan tak terasa dia sudah sampai ujung, dia berjalan balik sebelum melihat ada sebuah benang sihir di depan nya.


Dia diam saja dan menghindari benang sihir itu dan diam diam menaruh racun di benang sihir itu.


Benang sihir adalah senjata spiritual yang akan kembali pada tuan nya setelah di letak kan selama beberapa menit.


Jadi, dia memberi racun yang membuat seseorang akan merasa sakit perut selama 1 jam pada benang sihir itu. Seperti nya akan ada pertunjukan yang menarik di tengah tengah keramaian.


Ah, sudah lama dia tidak memiliki musuh dan bertarunh dengan orang lain. Seperti nya, dia harus mencari musuh lebih banyak untuk mengisi kekosongan yang ada di hati nya.


Seperti kata pepatah, carilah musuh sebanyak banyak nya. 1 Teman dan 1.000 musuh, lebih banyak akan lebih baik.

__ADS_1


Tak terasa, langkah nya sudah mencapai batas akhir dari pertandingan.


"Selamat ! Nona kedua Qin, Qin Zuanshi adalah pemenang tes ini !" Kata Kasim Luo sambil bertepuk tangan.


__ADS_2