Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
276. Membuka Garis Darah Dewa


__ADS_3

Dia bertarung dengan penuh semangat dan bersiap untuk membuka garis darah Dewanya setelah 50 jurus.


Begitu garis darah Dewa nya terbuka, rasa sakit seluruh tubuhnya memenuhi setiap sudut tubuhnya.


Setiap tulangnya terasa di patahkan satu persatu dan setiap otot di tubuhnya di tarik keluar dengan paksa.


Kekuatannya meningkat dengan kecepatan yang tidak manusiawi, dia berteriak sekali sebelum akhirnya kembali mengangkat pedang nya dan bertarung dengan Feng Taoran.


Pakaian nya berubah menjadi gaun serba putih dan rambutnya terurai dengan indah dengan sedikit gelombang di bagian bawah.


Di pergelangan tangan nya ada gelang gelang perak yang berbunyi di setiap gerakannya, matanya berubah menjadi keperakan.


Sementara ketika dia sedang menggunakan garis darah Iblis nya maka mata nya akan berubah menjadi merah.


Setiap saat, rasa sakit yang di timbulkan semakin menjadi jadi. Dia meningkatkan kecepatan nya dan Feng Taoran mulai terpojok.


"Tebasan Phoenix Ilahi !" Dia sekali lagi menggunakan jurus ini dengan tingkat kekuatan yang berbeda.


Feng Taoran terdorong mundur beberapa langkah sambil memuntahkan seteguk darah.


"Aku menyerah. " Ucap Feng Taoran memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan.


Lan Tianjin telah menunggu di bawah arena, tepat ketika pengamat mengumumkan bahwa dia menang.


Dia jatuh berlutut dan memuntahkan darah, dia beetumpu menggunakan pedang miliknya dan terus memuntahkan darah.


Kekuatan nya kembali ke semula dan seluruh organ dalamnya terasa sangat sakit bahkan sampai sampai membuat nya sesak nafas.


Yuanzheng Yuwen naik ke atas arena dan menggendong tubuhnya, dengan kedua tangan.


"Besok, datanglah lagi untuk pengumuman pemenang. " Ucap Pengamat Kekaisaran dan tidak menahan langkah nya.


Gaun putih bersih miliknya ternoda oleh darah segar yang dia muntahkan.


"Kenapa kau menggunakan garis darah mu ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan nada yang terdengwr marah sekaligus khawatir.


Dia yang sudah di ujung kesadaran nya dan bersiap pingsan, memaksa diri nya sendiri untuk tetap sadar.

__ADS_1


"Aku ingin menang dan mencoba hal yang baru, bagaimana kau bisa atau masalah garis darahky ?" Tanya nya sambil sesekali terbatuk darah.


Tatapan nya menjadi redup dan dia menatap Yuanzheng Yuwen dengan kabur.


"Aku mencari tahu tentang mu, mustahil bagi ku untuk tidak mengetahui hal ini. Yang kau gunakan bukan Seni Bela Diri terlarang atau Pil terlarang. Satu satunya yang bisa kau gunakan adalah garis darahmu. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan wajah muram.


Dia tidak menjawab karena tubuhnya langsung gemetar kedinginan, rasa dingin yang ekstrim langsung menyerang tubuhnya.


"Konstitusi Tubuh Yin Murni mu menyerang karena kondisi tubuh mu sedang lemah, tunggu sebentar. Setelah di penginapan aku akan membantu mu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Tidak perlu terburu buru, aku tidak akan matim Hanya saja, aku minta maaf. Aku membuat pakaian mu menjadi ternoda oleh darah. " Ucap nya dengan tatapan tulus.


Warna mata Xue Fenghuang sudah kembali ke warna hitam kelam lagi dan cahaya putih yang membalut tubuh nya juga sudah menghilang.


"Jangan memikirkan hal kecil, kondisi mu adalah yang paling penting. Jangan membuatku merasa bersalah lagi seperti sebelumnya, Fenghuang. " Ucap Yuanzheng Yuwen setengah menggeram.


Mereka berdua masuk ke dalam penginapan dan Yuanzheng Yuwen membaringkan tubuh Xue Fenghuang yang penuh darah dan gemetar kedinginan.


"Kenapa kau merasa bersalah ? Ini bukan kesalahan mu, semuanya adalah kesalahanku. " Ucap nya dengan senyum sedih sebelum akhir nya memejamkan matanya.


Yuanzheng Yuwen membantu Xue Fenghuang untuk duduk dan memberikan energi ke dalam tubuh Xue Fenghuang dari belakang.


Qi api murni miliknya mulai mengalir ke dalam tubuh Xue Fenghuang, ini membuat nya khawatir setengah mati.


Tubuh gadis itu tidak bisa menerima Qi yang diberikan olehnya lagi, ini membuat tangannya bergetar.


Tubuhnya penuh dengan kemarahan dan keputus asaan, tidak lama pintu dibuka dan menunjukkan Feng Taoran dengan ekspresi khawatir.


Feng Taoran memeriksa denyut nadi Xue Fenghuang dan mengerutkan dahinya.


"Apa yang terjadi Saudara Feng ?" Tanya nya dengan suara serak.


"Ini...... tidak baik. " Ucap Feng Taoran dengan suara pelan.


"Biarkan dia berbaring lebih dahulu, aku akan memberikan nya sebuah pil. " Ucap Feng Taoran.


Dia membantu tubuh Xue Fenghuang untuk kembali berbaring dan Feng Taoran memasukkan sebuah pil merah ke dalam tubuh Xue Fenghuang.

__ADS_1


"Seluruh organ tubuhnya hampir pecah, kekuatan yang dia gunakan terlalu besar dan tidak bisa di tanggung olehnya. " Ucap Feng Taoran dengan ekspresi menyesal.


Dia diam dan memandang wajah Xue Fenghuang yang di penuhi dengan keringat dingin dengan khawatir.


"Ayo kita keluar dulu, dia seharus nya baik baik saja. Dia akan bangun setelah ini, tapi tidak tahu berapa lama. " Ucap Feng Taoran sambil menutup pintu.


Di luar ada meja yang bisa menampung 6 orang, tidak lama Rong Xian dan Long Qionglin datang dengan tergesa-gesa.


"Bagaimana dengan kondisi Fenghuang ?" Tanya Long Qionglin.


"Fenghuang masih belum sadar. " Jawab nya dengan lesu.


Mereka berlima duduk di sana dengan ekspresi muram.


"Saudara Feng, apa maksud mu dengan tidak di ketahui ?" Tanya nya pada Feng Taoran.


"Pil itu memang bisa menyelamatkan nyawa nya, tapi membutuhkan waktu untuk memulihkan tubuhnya. Ada yang hanya memerlukan 1 bulan, ada yang 3 bulan, ada yang 5 bulan atau bahkan 10 tahun. " Ucap Feng Taoran sambil menghela nafas.


Dia yang mendengar ini terkejut dan sekali lagi menghela nafas, tidak peduli seberapa lama. Dia masih akan menunggu dengan setia.


Dia ingin berada di samping Xue Fenghuang terus menerus sehingga ketika gadis itu bangun, yang dilihat oleh gadis itu pertama kali adalah diri nya.


Jika Xue Fenghuang benar benar pergi kali ini maka dia akan menyesal seumur hidup, dia akan menggunakan sisa waktunya untuk mengelana sendirian.


Dia akan merenungi kesalahannya dan rasa pengecut nya karena tidak berani mengakui perasaan nya pada Xue Fenghuang selama ini.


Dia hanya bisa bertahan di situasi ini dan sudah dua kali Xue Fenghuang berada di situasi hidup dan mati hanya dipisahkan oleh benang tipis, tapi dia masih belum bisa mengungkap kan perasaan nya.


"Ini semua salahku, aku tidak bisa menahan nya untuk menggunakan garis darahnya. " Ucap Feng Taoran dengan raut wajah merasa bersalah.


"Ini tidak bisa di salahkan pada Saudara Feng. " Ucap nya dengan lemah, dia merasa lemah dan merasa bersalah.


Pada akhir nya, dia tidak bisa melindungi Xue Fenghuang dan lagi lagi membiarkan gadis itu terluka tepat di depan mata nya.


Ini membuat nya merasa sakit dan terpukul, setelah di pikirkan kembali. Daripada dia menetap di samping Xue Fenghuang, akan lebih baik apabila dia mengelana.


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3

__ADS_1


__ADS_2