Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
202. Berlari Dari Pintu Kematian


__ADS_3

Xue Fenghuang bermimpi dengan sangat dalam tanpa bisa kembali sadar, dia berdiri dengan gaun putih di atas awan.


Disana ada banyak orang yang telah meninggalkan nya, mulai dari ayah angkat nya sampai Yun Xing. Tapi, yang aneh nya tidak ada ayah dan paman angkat nya.


Dia merasa aneh dan tidak bisa tidak mengerutkan dahi, apakah kematian ayah dan pamannya palsu ? Tapi itu tidak mungkin, dia melihat sendiri dengan mata kepalanya bahwa tubuh ayah dan pamannya hancur.


"Kembalilah bersama kami. "Ucap ayah angkatnya.


"Kembalilah, aku tidak menyalahkanmu. " Ucap Qin Yue sambil merentangkan tangan.


Dia bersiap untuk berlari ke pelukan Qin Yue tapi menahan diri.


"Tidak bisa, aku belum membalas dendam semuanya. " Ucap nya dengan tangan yang terkepal.


"Lupakan dendam mu dan kembali lah bersama kami. " Ucap Yun Xing dengan dingin tapi menyentuh.


Air mata mengalir di mata kanan nya, tapi dia masih tidak bisa bergerak.


"Aku tidak bisa, tanganku berlumuran darah. Aku tidak layak untuk bersama kalian. Pergilah, aku akan memandang kalian dari Neraka. " Ucap nya dengan air mata lainnya yang baru menetes.


Dia menjatuhkan diri nya sendiri ke jurang yang berisi lava , untuk sekali lagi dia melihat ke orang orang itu dan tersenyum untuk terakhir kalinya.


Dia memejamkan mata, air mata nya kembali menetes ke pipi nya dan bersiap untuk menghadapi panasnya lava di bawahnya.


Tapi, tidak peduli dia menunggu berapa lama, masih tidak ada rasa sakit yang di perkirakan nya. Begitu dia membuka mata, yang dilihatnya adalah dua orang pria tua yang sedang memeriksa tubuhnya.


"Fenghuang, apa kamu baik baik saja ?" Suara yang sangat khawatir tampak terdengar.


Dia melirik dan menyadari kalau dia sedang berada di kamarnya yang ada di Klan Long, dia melihat Yuanzhneg Yuwen, Long Tian Tang, Xue Hongli dan Shangguan Qing.


"Apakah perang telah selesai ?" Tanya nya dengan pelan, tenggorokan nya terasa sangat kering.


"Sudah, kamu tidak perlu takut. Shui Cao sudah di bawa ke penjara. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Baguslah." Ucap nya sambil kembali memejamkan mata.

__ADS_1


"Sungguh keajaiban, Nona Xue berhasil kembali dari kematian ! Ini adalah keajaiban paling besar yang pernah ku lihat dalam hidupku. " Ucap Tabib Shen.


"Nona Xue harus beristirahat dan memulihkan diri, agar kembali seperti sebelumnya. Sekarang Nona Xue sudah berhasil melewati masa kritisnya. " Ucap Tabib Zhao.


Dia tersenyum tipis walaupun tidak mengerti dengan apa yang mereka bicarakan, tapi dari apa yang di perkirakan nya adalah dia berada di ambang kematian.


Jika dia memilih untuk tetap bersama dengan orang orang yang di sayangi nya maka dia mungkin benar benar akan meninggal.


Tapi, jika dia diberi satu kesempatan untuk memilih lagi seperti tadi. Dia masih akan memilih untuk menjatuhkan diri ke dalam jurang.


Bukan berarti dia memang sangat gigih untuk bertahan hidup, melainkan dia tidak pantas untuk bersama dengan orang orang yang di sayangi nya.


Saat ini, kedua tangannya berlumuran darah, kejahatan mengikuti setiap langkahnya. Aura kematian terus menerus menarik lehernya, membuatnya kesulitan untuk bernafas.


Tidak lama, suara menjadi berkurang dan kedua tabib itu pergi keluar. Dia merasa ada sekitar 5 orang yang keluar, berarti hanya menyisakan satu orang.


Dia membuka mata hanya untuk melihat wajah Yuanzheng Yuwen yang sangat dekat dengannya, dia terkejut tapi tidak bisa bergerak.


"A.. apa yang kau lakukan dengan begitu dekat ?" Tanya nya dengan gugup.


Dia segera memegang wajahnya dan benar saja, itu terasa panas. Dia langsung menggunakan kedua tangannya untuk menutupi pipinya.


"Melihatmu bisa sebaik ini membuatku sangat tenang, kamu tidak tahu sekhawatir apa aku saat melihatmu mulai memejamkan mata dalam pelukan ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menghela nafas berat.


"Terima kasih karena telah membantuku, jika kamu tidak datang membantu maka mungkin keadaan ku akan jauh lebih buruk dari ini. " Ucap nya dengan tulus.


"Tidak perlu berterima kasih, hari itu kamu terluka demi melindungiku. Ini membuatku sangat berhutang padamu." Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Kalau begitu, mulai sekarang kita adalah Sahabat. Bagaimana ?" Tanya nya dengan senyum lebar sambil menyodorkan jari kelingkingnya pada Yuanzheng Yuwen.


Yuanzheng Yuwen yang mendapat ini mau tidak mau membalas kaitan jari kelingking milik Xue Fenghuang. Pria itu tidak tahu harus tertawa atau menangis.


Tertawa karena melihat tingkah Xue Fenghuang yang sangat menggemaskan dan menangis karena hanya dianggap sahabat oleh Xue Fenghuang.


Huh, ini benar benar hubungan yang rumit.

__ADS_1


"Kamu tidak boleh meninggalkan ku seperti yang lainnya, mulai sekarang. " Ucap Xue Fenghuang dengan raut wajah cerah miliknya.


"Tentu, aku tidak akan meninggalkan mu. " Jawab Yuanzheng Yuwen spontan.


"Setelah ini, apakah kamu masih akan tetap menetap di Klan Long ?" Tanya nya dengan bingung.


"Mungkin, apakah kamu akan segera pergi dari sini ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Ya, tapi aku masih memiliki sesuatu untuk di selesaikan." Jawab nya dengan mata yang berkilat aneh.


"Kemana kamu akan pergi ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Dimensi Naga Phoenix, Sekte Pedang Bulan. " Ucap nya sambil tertawa ringan.


"Salah satu dari 9 sekte besar ? Kenapa kamu ingin pergi ke sana ?" Tanya Yuanzheng Yuwen khawatir.


"Tenang, aku tidak akan membalas dendam disana. Aku hanya datang kesana untuk menjadi murid. Aku ingin melihat apakah sekte ini buruk atau tidak. Jika buruk dan terlibat dalam kehancuran Sekte ku maka aku akan memusnahkan nya. " Ucap nya.


"Lagipula, aku datang kesana untuk mencari salah satu seni bela diri milik mereka. Aku berhutang pada seseorang yang berasal dari sana. " Lanjutnya dengan tenang.


Tentu saja yang dia maksud adalah Rong Xian, dia sudah berhubungan dengan Rong Xian belakangan ini. Wanita itu sangat sedih karena tidak bisa membantunya.


Karena, yang ada di dalam dimensi itu hanyalah sebuah bayangan Rong Xian dan tubuhnya yang asli berada di Sekte Pedang Bulan.


Diduga bahwa Rong Xian mengalami penyimpangan Qi sehingga sulit untuk kembali ke tubuhnya dan telah melakukan pelatihan tertutup selama 100 tahun.


Belum lagi, kata Rong Xian meskipun kekuatannya salah satu yang terbaik di Sekte Pedang Bulan. Pendapatnya masih kurang di hargai karena dia adalah seorang wanita.


Dia ingin melihat siapa yang berani meremehkan wanita ketika dia datang kesana dan memberi mereka pelajaran.


"Istirahatlah, aku akan datang kemari setelah beberapa saat untuk menemanimu. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Apakah kau mau ikut denganku menuju Sekte Pedang Bulan ?" Tanya nya dengan lembut.


"Akan ku pertimbangkan. " Ucap Yuanzheng Yuwen, sebelum berjalan ke depan.

__ADS_1


Dia kenghela nafas dan mulai ber kultivasi, dia telah tertidur selama 1 bulan. Kultivasi nya akan mengalami kemunduran apabila dia tidak segera melatihnya.


__ADS_2