
Dia memeluk tubuh Yuanzheng Yuwen dengan erat, dia berusaha untuk melampiaskan kesedihannya dengan meneteskan air mata.
Tapi, nyatanya dia tidak mengeluarkan apapun. Itu hanya menjadi sesak di dadanya sampai sampai membuatnya sulit untuk bernafas.
Dia sangat kesakitan, tapi tidak bisa melampiaskannya. Dia hanya bisa memendamnya dalam diam.
Dia sekarang tahu, bahwa yang paling menyakitkan bukanlah menangis tanpa bisa ditahan melainkan tidak bisa menangis sama sekali.
"Sangat sakit, aku tidak bisa menanggungnya sendirian. Tapi, aku juga tidak bisa mengatakannya. Itu seperti belati yang menancap di jantung. " Gumamnya dengan lelah.
Tatapannya meredup, dia memejamkan mata dan memeluk tubuh Yuanzheng Yuwen lebih erat untuk mencari kehangatan.
"Kalau begitu, aku akan menemanimu dan menanggung rasa sakit itu bersama denganmu. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan hangat.
Dia membenamkan kepalanya di dada Yuanzheng Yuwen, dan merasa lebih tenang daripada sebelumnya.
Setelah menjadi lebih tenang, dia melepaskan pelukan itu dengan tidak rela dan menatap mata jernih milik Yuanzheng Yuwen.
"Yuwen, terimakasih. " Ucapnya dengan ringan, dia tidak memiliki kata kata lain yang bisa lebih cocok untuk dikatakan.
Keduanya menyeberang ke Dimensi Dewi Kematian, namanya agak aneh tapi memang seperti itu tulisannya dan tidak ada yang bisa mengubahnya.
Dia merasa sedikit tegang, bagaimanapun Dewi Kematian ini secara tidak langsung terkait dengannya. Tidak peduli dari segi manapun dia merasa terkait.
Terutama ketika Lin Rong Rong mengatakan bahwa dia memiliki aura yang sama dengan Dewi Kematian, itu membuatnya agak ragu.
Dia juga pernah mendengar dari Feng Taoran bahwa Dewi Kematian ini adalah orang yang eksentrik sehingga sulit untuk menebak perasaan nya.
Terutama dia yang selalu blak blakan, Yuanzheng Yuwen menggenggam tangannya dengan erat dan memberikan senyum manis.
"Jangan khawatir , semuanya akan baik baik saja. Bagaimanapun dia adalah seorang Dewi, dia tidak akan melakukan sesuatu yang impulsif terhadapmu. "Ucap Yuanzheng Yuwen.
__ADS_1
"Ya, aku telah terlalu panik sebelumnya dan tidak bisa berpikir jernih. Yuwen, apakah kamu juga tahu tentang Dewa Dewi ?" Tanya nya dengan bingung.
Pada pasalnya, tidak banyak yang bisa tahu tentang Dewa Dewi. Untuk Yuanzheng Yuwen bisa mengetahui larangan apa saja yang dimiliki oleh Dewa Dewi terhadap manusia.
Jujur saja, itu cukup mencurigakan. Belum lagi dia tidak bisa menemukan asal usul Yuanzheng Yuwen. Ini membuatnya sedikit penasaran tapi tidak memaksa Yuanzheng Yuwen untuk mengatakannya.
Lagipula, setiap orang memiliki rahasia masing masing. Dia tidak akan memaksa Yuwen untuk mengatakannya sampai pemuda itu mengatakannya sendiri.
Tidak lama, pintu terbuka dan menunjukkan pemandangan yang gelap gulita yang di liputi oleh beberapa pencahayaan dari obor.
Dia melangkah ke depan sambil menggenggam tangan Yuanzheng Yuwen dengan erat dan melihat bahwa yang dia pijaki saat ini adalah jembatan.
Tapi, jika dilihat lebih jelas lagi maka dibawah jembatan ini adalah sungai yang hitam pekat dan penuh dengan ratapan putus asa.
Mungkinkah ini sungai Jiwa Kesedihan yang legendaris ?! Ini adalah Sungai yang memisahkan dunia fana dan dunia kematian.
Dikatakan bahwa siapapun yang meninggal maka akan terapung di atas Sungai Jiwa Kesedihan untuk menghapus dosa mereka.
Semakin banyak dosa mereka maka semakin lama mereka terapung di atas Sungai Jiwa Kesedihan dan mendengarkan ratapan orang orang.
Jika di bawahnya adalah Sungai Jiwa Kesedihan, mungkinkah jembatan yang dia pijaki ini adalah Jembatan Naihe ?
Jembatan Naihe adalah Jembatan yang memisahkan alam fana dan alam kematian, sama seperti Sungai Jiwa Kesedihan.
Hanya saja, Jembatan Naihe adalah satu satunya jalan untuk menuju reinkarnasi berikutnya. Dikatakan bahwa siapapun yang telah diampuni dosanya akan menunggu di Jembatan Naihe untuk menunggu giliran reinkarnasi mereka.
Ada yang menunggu selama 5 tahun, 10 tahun, atau bahkan mungkin ada yang menunggu selama 100 tahun.
Tidak ada yang tahu dengan jelas kecuali orang yang telah mengalami kematian itu sendiri, sia sendiri mengalami itu sendiri.
Dia menunggu di jembatan Naihe dengan sabar selama 3 tahun, sebelumnya dia juga terapung di Sungai Jiwa Kesedihan selama beberapa hari.
__ADS_1
Dia juga bertemu dengan Yan Luo Wang, yang merupakan raja alam kematian dan mengatur reinkarnasi seseorang.
Setelah dia perhatikan lagi, ini bukanlah Jembatan Naihe dan yang dibawah bukanlah Sungai Jiwa Kesedihan yang asli, ini hanya buatan atau dengan kata lain ini adalah replika.
"Ini semua tidak asli, Jembatan Naihe dan Sungai Jiwa Kesedihan yang asli tidak seperti ini. " Gumamnya.
"Benarkah ? Untuk membentuk sesuatu yang sangat persis dengan yang dikatakan , itu adalah sebuah mahakarya. " Balas Yuanzheng Yuwen sambil memandang sekitar.
"Seperti yang diharapkan dari tempat tinggal Dewi Kematian. " Jawabnya, dia memandang sekitar sebelum suhu di sekitarnya berubah menjadi lebih dingin.
Dia mengerutkan dahi dan menatap ke Sungai Jiwa Kesedihan sekali lagi, jika diperhatikan maka tidak ada kesalahan sama sekali.
Mungkinkah Sungai Jiwa Kesedihan ini benar benar nyata atau tidak ? Dia merasa bingung sesaat sebelum akhirnya mengingat salah satu legenda.
"Mungkinkah ini adalah cabang Sungai Jiwa Kesedihan ?! Sungai Seribu Kesedihan ?! Tempat dimana keputus asaan berkumpul menjadi satu disini, orang orang dengan dosa berat akan dibawa kesini dan menjalani hukuman yang berat. "Teriaknya dengan semangat.
"Nona Xue benar benar pintar. " Ucap suara di belakangnya, suara itu tampak sangat dingin tapi tidak membawa aura permusuhan.
Dia menoleh ke depan dengan segera dan menyadari bahwa ada seorang gadis yang sangat cantik dengan pakaian serba hitam yang pekat layaknya langit malam.
Dia langsung tahu bahwa itu adalah Dewi Kematian yang asli, dia tidak tahu darimana keyakinannya datang tapi kali ini dia benar benar yakin.
"Dewi Kematian, Xue Meigui, senang bertemu denganmu. " Ucapnya sambil menunduk rendah.
"Nona Xue terlalu sungkan, Dewi kecil ini tidak berani untuk menerima hormat dari Nona Xue. " Ucap Xue Meigui dengan anggun.
"Dewi Xue terlalu sungkan, jika Dewi Xue dianggap sebagai Dewi kecil maka siapa yang layak untuk dipanggil sebagai Dewi besar ?" Tanya nya dengan jujur.
Dewi Kematian adalah orang yang mengendalikan Kehidupan dan Kematian, siapa yang tidak tahu tentang Dewi Kematian, Xue Meigui.
"Aku benar benar tersanjung, terima kasih atas pujianmu. Ayo berjalan masuk, tidak nyaman untuk disini terus menerus dan mendengar ratapan ratapan orang lain. " Ucap Xue Meigui.
__ADS_1
"Dewi Xue, apakah ada orang yang pernah datang kesini ?" Tanya nya dengan ragu ragu.
"Pernah, orang itu adalah orang yang kau kenal. " Jawab Xue Meigui.