
Setelah berbincang beberapa kata lagi dengan Feng Taoran, dia berjalan keluar sambil mengikat rambut layaknya seorang pria.
Dia menjentik kan jari nya dan pakaian nya telah berganti menjadi pakaian nya sebelum nya, yaitu seragam Sekte Harimau Biru.
"Apa yang kau lakukan ?" Tanya Lan Tianjin bingung ketika dia berjalan keluar.
"Maksud mu ?" Tanya nya balik dengan bingung.
Dia menaik kan salah satu alis nya saat melihat wajah Lan Tianjin yang tampak salah tingkah.
"Ehm, bukan kah kau bilang akan menginap ?" Tanya Lan Tianjin dengan ragu.
Mendengar ini membuat nya ingin tertawa, tapi dia menahan nya. Hanya saja, dia tidak bisa menahan senyum tulus di wajahnya.
"Aku harus pulang, mungkin lain kali. Aku senang bisa bermain dengan mu, mungkin minggu depan atau bulan depan aku akan datang lagi kemari. Harap jangan bosan dengan kedatangan ku. " Ucap nya dengan senyum lebar.
"Fenghuang, cepat lah kembali. Ketua Sekte Harimau Ilahi sedang dalam perjalanan kembali saat mendengar murid nya di bunuh. " Ucap Feng Taoran dari belakang dengan wajah serius.
"Baik, aku mengerti. Selamat tinggal Feng Ge dan Lan Ge." Ucap nya, dia meloncat ke atas kuda nya dan memacu nya dengan kencang.
Sudah saat nya untuk menyelesaikan masalah, masalah ini bagaikan tulang ikan yang menyangkut di tenggorokan.
Sangat tidak nyaman !
(Note : Siapa nih yang pernah makan ikan terus tulang nya ikut ketelan ? Rasanya enggak nyaman dan sakit, pengalaman sendiri sih hahaha. )
Di sisi lain, Lan Tianjin tampak bingung ketika menyangkut Ketua Sekte Harimau Ilahi.
"Shixiong, kenapa gadis itu bekerja pada Sekte Harimau Ilahi ? Bukankah mereka seharus nya bertentangan ?" Tanya Lan Tianjin dengan wajah polos nya.
"Tentu saja mereka bertentangan, tapi kekuatan Xue Fenghuang belum cukup untuk menghancurkan semuanya. Jadi dia akan menggerogoti dari dalam untuk menghancurkan Sekte tersebut, dia sendiri sama dengan ku. " Ucap Feng Taoran dengan sabar menjelaskan semua nya pada Lan Tianjin.
__ADS_1
"Kalian berdua cukup mirip, dia tinggal di keluarga yang tidak menyayangi nya sama sekali. Dia adalah anak tiri di keluarga itu dan keluarga itu menyiksa nya sampai babak belur. " Ucap Feng Taoran sambil menghela nafas.
"Hidup nya sendiri tidak mudah, kedua orang tua nya bahkan tidak jelas dan dia sendiri tidak yakin yang mana orang tua nya. Dia selalu hidup dalam kebencian, tanpa bisa keluar lagi. " Lanjut Feng Taoran saat kedua nya berjalan ke dalam gedung.
"Kenapa dia tidak melepaskan diri dari kebencian ?" Tanya Lan Tianjin dengan bingung.
Feng Taoran tersenyum pahit dan menggelengkan kepala nya.
"Dia sangat ingin untuk melepaskan diri, tapi dia tidak bisa. Kebencian itu telah menyatu ke dalam diri nya, bahkan dia sendiri tidak bisa mengendalikan diri nya sendiri. Begitu kebencian nya bangkit, maka dia akan membunuh banyak orang. " Gumam Feng Taoran dengan suara lemah.
"Bukan kah itu sangat menyedihkan ? Itu lebih buruk dari kematian. " Ucap Lan Tianjin.
"Memang benar, tapi bagi seseorang yang sudah pernah mengalami kematian maka kehidupan akan menjadi sangat berharga bagi mereka. " Ucap Feng Taoran dengan senyum misterius.
Di tempat Sekte Harimau Ilahi,
Xue Fenghuang sudah sampai di Sekte Harimau Ilahi dan langsung berdiri di sisi Zhao Lu seperti anak ayam yang mengikuti induk nya.
"Kemana kau sebelum nya ?" Bisik Zhao Lu.
"Ke suatu tempat yang jauh. Apa Ketua Sekte sudah pulang ?" Tanya nya balas berbisik dan membiarkan Ruo Wenyu menatap mereka berdua dengan tatapan kebingungan .
"Belum, tapi segera. Untunglah kau kembali lebih dahulu atau aku tidak akan memiliki cara untuk melakukan nya. Kau lebih baik mengikuti ku nanti, jangan malu untuk berakting. " Ucap Zhao Lu.
"Apa kah akan se memalukan itu ?" Tanya nya dengan ragu.
"Tidak, kau tenang saja.. Aku sudah terlatih melakukan ini, kau hanya perlu mengangguk atau menjawab beberapa kata kata. Yang perlu kau lakukan adalah menunjuk kan bakat mu, Ketua Sekte sangat suka dengan bakat. " Ucap Zhao Lu.
" Apa kau yakin dengan rencana mu kali ini ? Bagaimana jika gagal ? Apa kah kau sudah menyiapkan cadangan rencana ?" Tanya nya dengan suara yang sangat pelan.
"Aku tidak memiliki rencana lain, hanya ini satu satu nya rencanaku. " Bisik Zhao Lu tanpa rasa bersalah.
__ADS_1
"Kau ! " Dia menahan teriakan nya.
"Jangan khawatir, meskipun murid Ketua Sekte, Lupa Ye Lu bukan lah murid favorit. Luo Ye Lu memang menakjubkan, tapi jika di bandingkan dengan mu, maka dia bahkan tidak layak untuk menjilat sepatu mu. " Ucap Zhao Lu sambil menjilat nya.
"Tidak perlu menjilat, jurus mu yang satu ini tidak akan ampuh pada ku. Yang ada aku menjadi marah setiap kali melihat mu dan jangan salahkan aku kejam pada mu. " Ancam nya dengan dingin.
"Ya ya ya, kau terlalu serius. Aku hanya bercanda. " Ucap Zhao Lu sambil sedikit cemberut.
" Wajahmu tidak mendukung ekspresi mu, lebih baik untuk kembali datar atau kau akan membuat semua orang muntah. " Ucap nya lagi pada Zhao Lu.
Sementara mereka berdua sibuk dengan saling membisik kan rencana mereka untuk meloloskan diri dari Ketua Sekte, Ruo Wenyu menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.
"Apa yang terjadi antara Shizun dan Shidi ?" Tanya Ruo Wenyu dengan ragu.
"Tidak ada. " Jawab nya serempak dengan Zhao Lu.
Dia menatap Zhao Lu dengan tatapan tajam dan penuh dengan permusuhan. Sebenarnya, Zhao Lu ini tidak terlalu buruk dalam bakat.
Zhao Lu ini baru 29 tahun, lebih muda di bandingkan Luo Ye Lu. Jadi, bisa di lihat bahwa Zhao Lu jauh lebih berbakat di banding kan Luo Ye Lu.
Hanya saja, kebiasaan buruk Zhao Lu terasa begitu menjijikkan bagi nya, Zhao Lu selalu menyimpan lebih dari sepuluh wanita untuk menghangatkan tempat tidur nya setiap malam.
Ini bukanlah sesuatu yang membuat nya marah, tapi yang membuatnya sangat marah adalah suara dari kegiatan intim Zhao Lu dan wanita wanita nya itu tembus ke dalam kamar nya.
Kamar di sini hanya di lapisi oleh kertas tipis dan dia bisa melihat siluet serta mendengar setiap gerakan yang di buat oleh Zhao Lu setiap malam.
Tidak peduli dia menyumpal telinga nya dengan kapas, itu masih tindakan sia sia. Dia mendengus kesal kalau mengingat hal tersebut.
Tidak lama , dua orang naik kuda dengan baju besi yang berwarna emas. Kedua orang itu tampak sangat megah dan sombong.
"Salam kepada Ketua dan Wakil Ketua Sekte !" Ucap para Tetua dengan kompak.
__ADS_1
Note : Author ulang tahun, jadi belakangan ini up nya dikit hahaha.