Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
210. Melatih Murid Kecil II


__ADS_3

Dia mengajari setiap gerakan dengan teliti pada Xue Hongli, dia tidak ingin ada nya gerakan yang melenceng dari asli nya.


Itu akan mempengaruhi kekuatan yang di keluarkan oleh seni bela diri tersebut di masa depan. Jika dari awal fondasi nya telah bermasalah, bagaimana mungkin itu bisa menjadi fondasi yang kuat ?


Itu bisa saja hancur kapan saja, karena tidak ingin muridnya mengalami hal ini. Jadi dia memaksa diri nya sendiri untuk lebih tegas pada muridnya.


Dia juga tidak banyak berinteraksi dengan Yuanzheng Yuwen dan Long Tian Tang setelah kejadian itu. Dia merasa malu dan tidak memiliki wajah untuk bertemu dengan mereka lagi.


Bagi seseorang disini, menangis adalah kelemahan dan akan di pandang lemah secara terus menerus.


Meskipun Yuanzheng Yuwen dan Long Tian Tang tidak menunjukkan tanda tanda untuk meremehkannya, tapi tetap saja dia merasa malu dan takut.


Jadi, selama belakangan ini dia selalu mengurus Xue Hongli dengan ketat. Besok adalah waktu untuk di pergi bersama dengan Yuanzheng Yuwen.


Dia sudah menyiapkan sangat banyak hal, dia pun sudah membentuk sebuah identitas baru untuk Xue Hongli.


Dengan begitu, akan lebih sulit untuk di temukan oleh ayah Xue Hongli ketika dia sedang pergi. Lagipula, dengan perlindungan Shangguan Qing, dia menjadi lebih tenang.


"Xue Hongli, gerakan mu menjadi sangat bagus. Ayo, istirahat dulu. Kita akan pergi makan siang, orang orang pasti telah menunggu kita. " Ucap nya.


"Ya Shifu. " Ucap Xue Hongli sambil kembali menyarungkan pedangnya.


Dia berjalan sambil menggandeng tangan Xue Hongli, kali ini dia duduk berhadapan dengan Yuanzheng Yuwen, tatapan mereka beberapa kali bertabrakan secara Riska sengaja.


Dia langsung mengalihkan pandangannya ketika pandangan nya bertabrakan dengan Yuanzheng Yuwen.


"Tian'er dan Nona Xue akan pergi besok, apakah sudah mempersiapkan semuanya dengan teliti ?" Tanya Long Tian Tang untuk memecah keheningan.


"Kami sudah menyiapkan nya. " Ucap mereka berdua dengan kompak sebelum saling menatap.


Dia langsung mengalihkan pandangannya lagi dan menatap ke arah nasi yang ada di mangkuknya.

__ADS_1


"Kemana kalian tepat nya akan pergi besok ?" Tanya Long Tian Tang lagi.


"Kami akan pergi menuju Sekte Pedang Bulan untuk membantu seorang teman. " Jawabnya dengan ringan.


"Oh seorang teman, itu pastilah teman yang sangat baik sampai sampai kamu rela untuk membantu nya walaupun harus masuk ke Sekte yang tidak kamu sukai. " Ucap Long Tian Tang sambil menghela nafas.


"Memang benar, itu adalah teman setiaku. Dia telah membantuku beberapa kali sebelumnya dan sudah saat nya bagiku untuk membalas kebaikan nya. " Ucap nya.


"Hm, ini adalah kesempatan bagus bagi Tian'er untuk mencari pengalaman baru. Akan sangat baik apa bila kalian pergi berdua dan saling menjaga satu sama lain. Dengan begitu aku akan jauh lebih tenang. " Ucap Long Tian Tang.


"Ayah, kamu berlebihan. Kamu berkata seolah olah aku tidak akan kembali lagi. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan sedikit kecanggungan.


"Bukan itu maksud ku, hanya saja kita pasti tidak akan bertemu dalam waktu satu tahun dan ini pasti membuatku khawatir. Hanya saja, mendengar kalau kalian berdua akan pergi aku menjadi tenang. Kalian berdua adalah dua orang yang memiliki bakat menentang Surga, jadi aku tidak khawatir. " Ucap long Tian Tang.


Keesokan harinya, dua orang dengan pakaian yang saling melengkapi sedang berdiri di depan pintu dan memberi hormat pada seorang pria paruh baya.


"Ayah, jaga dirimu baik baik selama aku pergi. Aku akan segera kembali. Shangguan Qing, aku percaya kamu bisa menjaga Xue Hongli dengan baik. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Ketua Klan Long, aku pamit. Hongli, jangan membuat keributan atau apapun yang membuat Paman Shangguan kesulitan ya ? Jangan melewatkan waktumu untuk berlatih. " Ucap nya dengan lembut.


"Tentu, Shifu. " Xue Hongli mengangguk dengan semangat.


Mereka berdua berjalan pergi menuju pintu antar dimensi, sesampainya dipintu antar dimensi mereka berdua langsung masuk dengan tujuan menuju dimensi Naga Phoenix.


Jubah hitam nya berkibar dengan gambaran Phoenix api di jubah bagian bawahnya. Sedangkan di sebelahnya ada Yuanzheng Yuwen yang menggunakan jubah putih yang bergambarkan Naga emas.


" Lain kali, jangan takut untuk menangis. Aku bersedia untuk menampung segala kesedihan mu. Menangis tidak akan menjadikan mu sebagai orang yang lemah. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menatap nya dengan dalam.


Dia tidak menjawab dan hanya menatap dalam ke arah Yuanzheng Yuwen.


"Kita sekarang adalah sahabat, bukan ? Seperti yang kamu katakan. Kamu tidak boleh menyembunyikan apa pun dari ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan pahit.

__ADS_1


Dia tidak menjawab melainkan hanya tersenyum tipis sebelum kembali memandang ke arah depan dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


"Di masa depan, aku harap kamu masih bisa memegang kata kata mu ini dan tidak meninggalkan ku sendirian. "Gumam nya tanpa menoleh.


Dia memainkan kepangan rambut yang yang berjumlah lebih dari 3 , dia belakangan ini telah menjadi lebih emosional, sehingga dia harus mengurangi aktivitas nya bersama orang lain.


Tunggu sampai keadaan nya menjadi lebih baik dan dia bisa kembali menekan topeng nya lebih dalam.


"Setelah kita datang, itu adalah waktu yang tepat dengan pembukaan penerimaan murid baru di Sekte Pedang Bulan. " Ucap nya.


"Murid Sekte Pedang Bulan tidak banyak, paling paling hanya seratus dua puluh orang, tapi dari masing masing dari mereka adalah seorang ahli. Penerimaan murid di lakukan setiap tahun dan hanya menerima dua murid dengan bakat paling baik. " Ucap nya.


"Bagaimana kamu bisa mengetahui semua nya dengan begitu jelas ?" Tanya Yuanzheng Yuwen tidak mengerti.


"Aku sudah mencari tahu hal ini dari narasumber yang bisa di jamin, aku tidak meragukan informasi tentang Sekte Pedang Bulan dari nya. " Ucap nya dengan penuh keyakinan.


Tentu saja dia percaya sepenuhnya pada narasumber nya, itu adalah Rong Xian !


Rong Xian adalah Tetua di Sekte Pedang Bulan dan masalah penerimaan murid bukanlah masalah besar.


"Kamu bisa percaya tentang informasi dari orang ini. " Ucap nya meyakinkan Yuanzheng Yuwen.


Setelah itu, tidak ada lagi yang mengatakan sesuatu. Suasana menjadi mendingin, semua nya tenggelam dalam pemikiran masing masing.


Mereka tidak bisa memikirkan hal lain dan hanya sibuk dengan pemikiran masing masing.


Sampai akhirnya Terowongan antar dimensi telah menunjukkan ujungnya, dia memutuskan untuk berjalan keluar terlebih dahulu.


Setelah keluar, dia di kejutkan oleh pemandangan sekitarnya yang sangat indah dan sangat anggun.


Ini adalah sebuah jalan setapak dengan berbagai macam bunga di kanan dan kiri jalan setapak ini.

__ADS_1


__ADS_2