Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
52. Penderitaan Pertama


__ADS_3

"Jiejie, kata kan lah. Putra Mahkota Zhu Xing Lian suka berjalan dengan nona pertama kediaman Xue. Jika ada rumor ini menyebar, apakah mereka masih akan memiliki wajah ?" Tanya nya dengan senyum tipis.


"Adik, kamu memang benar benar pintar. Jiejie mu ini benar benar harus belajar banyak dari mu. " Ucap Qin Yue dengan penuh kekaguman.


Ratusan orang yang berada di jalan itu menatap mereka dengan penuh kekaguman dan penuh dengan dambaan. Bahkan tidak sedikit pria yang menatap mereka dengan tatapan tak senonoh.


Dia hanya menatap dengan tenang pada orang orang seperti itu, sampai akhir nya mereka memutus kan untuk masuk ke salah satu kedai.


"Jiejie, bukan kah itu adalah Zhu Xing Lian dan Xue Ling ?" Tanya nya sambil menunjuk lantai dua yang hanya di perkenankan untuk pejabat.


"Aku yakin seratus persen itu adalah Zhu Xing Lian dan untuk Xue Ling aku belum pernah bertemu dengan nya. " Kata Qin Yue.


"Pelayan ! Kami ingin duduk di lantai dua !" Kata Qin Yue pada pelayan yang lewat.


"Mohon maaf nona, lantai dua hanya di perkenankan untuk pejabat. " Kata pelayan dengan wajah bersalah.


"Apa kah ini tidak cukup untuk membuat ku duduk di lantai dua ?" Tanya Qin Yue mengambil tanda pengenal nya.


"Nona pertama !" Kata pelayan itu segera menunduk hormat dan membiarkan mereka masuk.


Berhasil nya mereka naik ke lantai dua menarik banyak perhatian orang orang.


"Siapa itu ?"


"Mereka benar benar cantik seperti Dewi !" Teriak yang lain dengan antusias.


"Salam kepada Yang Mulia Putra Mahkota, lama tidak bertemu dengan mu. " Kata Qin Yue dengan senyum ramah di depan Zhu Xing Lian.

__ADS_1


"Astaga, nona Qin anda berubah begitu banyak. Anda menjadi sangat cantik, aku bahkan hampir tidak bisa mengenali mu. " Kata Zhu Xing Lian sambil menatap Qin Yue dengan tatapan lapar.


Tapi itu hanya sebentar saja sebelum tatapan pemuda itu jatuh pada nya, Zhu Xing Lian langsung menjatuh kan sumpit nya.


"Siapa nona cantik ini? Sangat cantik sampai sampai bisa menghancurkan sebuah Kekaisaran. " Puji Zhu Xing Lian pada nya.


"Terima kasih atas pujian mu Yang Mulia Putra Mahkota, hamba ini adalah nona kedua kediaman Qin, Qin Zuanshi. " Ucap nya.


"Nona kedua kediaman Qin ? Aku tidak pernah mendengar nya. Paman Qin memang benar benar hebat dalam menyembunyikan sebuah permata. Nona kedua, aku akan menemui mu di kediaman paman Qin. Lagi pula, sudah lama tidak bertemu dengan Paman Qin. " Kata Zhu Xing Lian tidak tahu malu.


"Yang Mulia, apa kah kami boleh duduk di sini ?" Tanya Qin Yue.


"Ah, tentu saja boleh. Ayo kemari dan duduk lah di sebelah ku. " Kata Zhu Xing Lian tanpa melepas pandangan dari tubuh nya.


"Yang Mulia, anda belum mengenal kan siapa wanita yang terlihat lusuh ini ? Apa kah dia seseorang dari jalanan yang anda selamat kan ? Anda benar benar murah hati Yang Mulia. " Ucap nya dengan maksud tersembunyi.


Dia tertawa dalam hati melihat ekspresi yang di tunjuk kan oleh Xue Ling.


"Kau ! Biar aku beritahu diri mu, aku adalah nona pertama kediaman Xue !" Teriak Xue Ling sambil memukul meja dengan kuat.


Dia membantu Zhu Xing Lian yang pakaian nya basah karena cangkir arak yang tumpah ke tubuh Zhu Xing Lian karena pukulan yang di lakukan oleh Xue Ling.


"Nona Xue, apa kah anda tidak di ajar kan sopan santun oleh ibu anda ? Putra Mahkota adalah orang yang harus anda hormati. Lalu anda memukul meja di depan Putra Mahkota, apa kah berniat untuk tidak memberi wajah ?" Tanya nya dengan tenang.


"Oh ya, aku lupa kalau Nyonya Lin dari kediaman Xue sedang mengalami sakit jiwa yang parah atau bahkan sudah gila. " Ucap nya dengan sinis.


"Nona Xue, sebaik nya anda duduk atau aku akan melapor kan hal ini pada ayahanda dan anda akan di cabut sebagai kontestan calon permaisuri ku !" Kata Zhu Xing Lian dengan suara tertahan.

__ADS_1


"Maaf kan aku Yang Mulia, mohon maaf kan aku. " Kata Xue Ling dengan segera berlutut dan membersihkan Zhu Xing Lian.


"Yang Mulia, jangan berikan hukuman yang terlalu berat pada nona Xue. Aku yakin, dia seperti ini karena keadaan adik nya yang sedang terluka parah dan berubah menjadi sampah, lalu belum lagi ibu nya yang gila. Aku takut, saat ini mental nya sedang tertekan dan akan menjadi gila. " Ucap nya dengan sinis.


"Baik lah, semua nya ayo makan. Nona Xue, sesuai dengan kata kata nona kedua aku akan memberi mu kesempatan. Duduk lah di sini dan makan, makanan mu dengan tenang. " Kata Zhu Xing Lian dengan muak pada Xue Ling.


Xue Ling duduk dengan wajah yang menahan tangis, dia mendengus di dalam hati.


'Lalu bagai mana kalau anda akan menangis ? Siapa yang tahu , berapa banyak orang yang anda permalukan dan menangis termasuk aku ? Ini baru permulaan Xue Ling, kau harus menahan nya. 'Pikir nya dalam hati.


Membayangkan betapa menyedihkan nya Xue Fenghuang dulu yang tidak mendapat kan seseorang untuk membantu nya.


Hanya dapat duduk di sudut gudang dan menangis, tangisan nya lah yang menyembuhkan luka nya. Xue Fenghuang yang dulu sudah terlalu tersiksa dan menyedihkan.


Sudah waktu nya untuk istirahat dan biar kan dia menggantikan Xue Fenghuang untuk membalas semua penderitaan dan penghinaan yang di alami nya selama ini.


Dia menatap Xue Ling dengan senyuman, dia sangat senang melihat wajah wanita itu yang muram tapi berusaha untuk tetap tersenyum karena berada di depan Zhu Xing Lian.


note : Jangan lupa untuk like, comment dan favorite. Oh ya, author akan mengadakan sebuah challenge untuk kalian.


jika like sudah sampai 2,8 k maka author akan update 3 chapter sekaligus, yang sudah membaca karya author sebelum nya pasti sudah merasa familiar dengan hal ini.


Lalu selanjut nya, jika sudah 3,2 k maka akan update 3 chapter sekaligus lagi. Lalu, jika sudah mencapai 3,5 k maka akan update 2 chapter.


Jadi, jangan ragu ragu untuk meninggalkan like. Karena , semakin banyak like maka semakin banyak chapter yang akan author publish.


Oh ya untuk pembaca baru di sini maka author akan tegaskan satu hal, di sini tidak ada crazy up, jadi di ganti dengan challenge di atas.

__ADS_1


__ADS_2