Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
192. "Tentu, kita punya banyak waktu untuk bermain. "


__ADS_3

"Kenapa kau begitu ketakutan ?" Tanya nya dengan halus.


"Kita masih punya banyak waktu. " Ucap nya dengan pelan.


"Banyak waktu ?" Gumam kepala pelayan itu dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Tentu, kita punya banyak waktu untuk bermain. " Dia menyeringai, bahkan Yuanzheng Yuwen pun bergidik ngeri.


Dia mulai mematahkan setiap inci tulang wanita itu, jeritan tidak dapat di hindari. Dia mendengar sambil tersenyum lebar.


Tapi, tatapan nya tidak sejalan dengan senyuman nya. Mata nya memerah, semakin dia melakukan itu semakin mata nya memerah.


Yuanzheng Yuwen yang melihat ini tidak bisa tidak merasa kasihan. Apabila itu adalah orang lain, maka mungkin dia akan marah ketika orang itu sangat kejam.


Tapi, entah kenapa , melihat kondisi Xue Fenghuang saat ini bahkan sangat menyedihkan. Mulut nya terus tertawa kesenangan, tapi mata nya berkata lain.


Seperti ada sebuah ketakutan, kemarahan, kebencian yang di pendam oleh gadis itu. Xue Wang Ji atau Xue Fenghuang yang tidak mengetahui pemikiran Yuanzheng Yuwen masih melanjutkan langkah nya.


"Yang, yang menyuruhku adalah Tuan Ketiga !"Ucap Kepala pelayan itu dengan ketakutan.


Seluruh tubuh kepala pelayan itu berlumuran darah dan tidak berbentuk lagi , bahkan orang tua nya tidak akan mengenalinya lagi.


"Bagus, aku ingin kesaksian mu di depan ayah ku. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan wajah dingin.


"Hati hati !" Teriak nya dengan keras.


Dia berlari ke arah Yuanzheng Yuwen dan memeluk pria itu secara refleks.


Cressh


Sebuah belati menancap ke bahu kiri nya sampai tembus, dia masih tidak melepaskan pelukan itu dan hanya menghela nafas.


Setelah beberapa saat, dia beberapa kali menatap ke langit langit sebelum melepaskan pelukan nya pada Yuanzheng Yuwen.


Dia menoleh ke belakang dan melihat ada seseorang dengan pakaian serba hitam berusaha untuk melarikan diri.


Dia mencabut belati itu tanpa perasaan, tanpa peduli darah yang mengalir lebih deras ketika dia mencabut belati tersebut.

__ADS_1


Dia melempar belati itu ke depan dan belati itu menancap kepala orang berpakaian hitam itu. Orang berbaju hitam itu jatuh ke tanah.


"Fenghuang, kenapa kau memilih untuk melukai diri mu sendiri ?" Tanya Yuanzheng Yuwen dengan wajah yang tidak terbaca.


"Aku sudah terbiasa, satu tusukan tidak masalah." Ucap nya dengan acuh tak acuh.


Yuanzheng Yuwen membantu nya untuk menyembuhkan luka nya dengan sedikit Qi. Dia diam diam menggigit bibir bagian dalam nya.


Setelah beberapa saat, akhir nya luka nya sudah kembali tertutup meski pun tidak sepenuh nya sembuh. Dia menatap ke arah kepala pelayan dan melemparkan sekumpulan Qi yang membentuk sebuah pelindung.


Orang orang tidak bisa membunuh saksi yang tersisa, hanya menunggu waktu untuk menangkap serigala yang sebenar nya.


Dia menatap ke bahu kiri nya, rasa nya masih sedikit canggung ketika di gerakkan, tapi tidak ada yang bisa di lihat, selain bekas luka samar.


Dia melihat tangan nya bercahaya, ini adalah tanda bahwa pelindung yang di berikan nya pada Hongli sedang digunakan.


"Hongli dan Shangguan Qing sedang di kepung. " Ucap nya dengan datar.


"Bagaimana ? Apa kau akan tetap di sini atau pergi ke sana ?" Tanya nya lagi pada Yuanzheng Yuwen.


"Kau harus membayar ku untuk ini di masa depan, paling tidak traktir aku makanan enak. " Canda nya sebelum membuatkan sebuah pelindung untuk Yuanzheng Yuwen.


Dia terbang ke atas tanpa meninggalkan jejak apa pun, Yuanzheng Yuwen menatap ke atas. Dimana tempat Xue Fenghuang pergi sebelum menghilang.


Hanya beberapa detik, tapi terasa begitu berkesan. Pria itu memuntahkan seteguk darah. Memaksakan diri untuk mengobati Xue Fenghuang, membuat seluruh tubuh nya terluka.


Saat ini, dia bahkan tidak memiliki kekuatan untuk membunuh seseorang. Untuk apa dia ikut ? Dia hanya akan menjadi beban bagi yang lain.


Dia memegang jantung nya yang masih berdebar tidak karuan dan tidak dapat di kendalikan.


Di sisi lain,


Xue Fenghuang berada di ketinggian sepuluh kaki dan menatap ke sekitar untuk mencari keberadaan Xue Hongli dan Shangguan Qing.


Setelah mencari selama beberapa menit yang singkat, dia akhir nya menemukan mereka. Dia langsung pergi ke sana tanpa memikirkan apa pun lagi.


Di sana , ada Xue Hongli dan Shangguan Qing yang berada di balik lindungan sayap Phoenix Salju. Di depan nya ada sekumpulan orang yang di pimpin oleh laki laki muda.

__ADS_1


"Boleh aku tahu siapa nama mu ?" Tanya nya dengan sopan.


"Long Ma, Tuan Muda ketiga !" Ucap pria muda itu dengan angkuh.


Senyum nya menjadi sedikit kaku tapi kembali seperti biasa nya, seolah tidak ada apa pun.


"Orang ini dalam lindungan ku, aku tidak bisa membiarkan Tuan Muda Long untuk menganggu mereka. " Ucap nya dengan nada provokatif.


Kata kata itu hampir mirip dengan "Jika aku ingin, apa kah kau bisa berkata tidak ?!" Nah, kata kata itu mirip dengan itu.


"Kau ! Siapa kau ?! Limbah dari mana kau berasal ?! " Tanya Long Ma.


"Sekarang Tuan Muda tanpa otak memang mengesankan. Mengatakan orang lain adalah limbah dan tidak sadar jika diri nya merupakan limbah yang sesungguhnya. " Dengus nya, dia tidak payah payah menyamarkan diri lagi.


"Bagaimana mungkin mau berani mengatakan itu padaku ?! Kau tidak layak !" Teriak Long Ma dengan marah.


"Kau lah yang tidak layak ! Ayah mu meracuni orang lain dan kau berniat untuk membunuh orang itu. Apa kah kau pikir aku tidak tahu ?" Tanya nya dengan sinis.


Baru kali ini dia benar benar marah, dia tidak pernah semarah ini sebelum nya. Dia merasakan sesuatu yang mendesak untuk keluar.


Dia merasa jantung nya seperti sedang di remas sampai hancur.


"Tidakkah kau merasa malu untuk mengatakan itu ? Kau seorang putra pembunuh, masih ingin meneriaki orang lain sebagai limbah. Apa kah tidak merasa malu ?" Tanya nya dengan marah.


"Kau ! Kau adalah tabib yang mengobati Long Tian !" Teriak Long Ma.


"Katakan, dimana Long Tian ?! Maka aku akan membebaskan murid mu !" Ucap Long Ma dengan sombong.


"Dengan aku di sini, aku ingin melihat siapa yang bisa menyentuh muridku !" Ucap nya dengan dingin, tanah mulai membeku karena kemarahan nya.


Rumput mulai layu dan aura kebencian, kematian dan aura buruk lain nya mulai. berkumpul menjadi satu.


"Kami banyak orang dan kau hanya sendirian, lebih baik menyingkir dan hilangkan pelindung sialan itu !" Desis Long Ma dengan ekspresi tidak senang.


"Aku akan melihat apa kah kau mampu atau tidak untuk membuat ku menyingkir ?! " Ucap nya dengan tenang.


Bonus Like 30 k : 1 / 3

__ADS_1


__ADS_2