Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
160. Griffin


__ADS_3

Dia tidak lupa untuk menarik tangan Lin Rong Rong bersama nya untuk menghindari batu, dia terbang dari satu batu ke batu yang lain.


Gerakan Lin Rong Rong juga tidak kalah lincah dari diri nya. Mereka menghindari batu batu yang jatuh. Perlahan tapi pasti , batu mulai jatuh lebih cepat dan lebih banyak.


Mereka terus menghindar dengan cepat dan saling melindungi , saat ini tangan kiri nya terkait dengan tangan kanan Lin Rong Rong.


Posisi mereka saling membelakangi supaya bisa melindungi satu sama lain, tiba tiba tanah yang mereka pijaki bergerak dan terbelah membentuk sebuah jurang yang sangat dalam.


"Jika kalian bisa sampai ke tempat ku maka kalian bisa keluar, jika kalian tidak bisa maka siap siap saja untuk menjadi santapan ku !" Ucap Griffin itu.


Dia terkejut, monster itu bisa bicara ! Seperti yang di harap kan dari monster Lapisan Surga yang sangat langka.


"Hei singa jadi jadian ! Aku tidak ingin bermain dengan mu !" Teriak nya dengan marah, keringat mengalir di dahi nya.


Batu yang mereka pijaki terus mundur dan membelah sampai akhir nya ada sebuah jurang tanpa ujung yang memiliki panjang lebih dari 40 kaki.


(Sekitar 12 meter lebih. )


Itu pun masih terus berjalan, tidak ada yang tahu sampai kapan terus berjalan. Belum lagi mereka harus bergantung satu sama lain untuk menyeberangi jurang.


Jika ini tidak ada rintangan maka tidak akan menjadi masalah untuk terbang sejauh 40 kaki, masalah nya mereka harus menghindari banyak batu batu sebesar kepala mereka yang berjatuhan.


"Berapa jauh ini ?" Tanya nya dengan nafas yang terengah engah melihat jurang yang terus memanjang.


"Sekitar 45 kaki atau lebih, yang pasti ini mungkin akan terus melebar. " Ucap Lin Rong Rong.


"Ha ha ha kalian tidak perlu panik, menjadi santapan ku juga bukan lah hal yang buruk. " Ucap Griffin itu dengan suara malas.


Dia mendengus dingin ketika mendengar itu, jiwa tidak ingin kalah nya bergejolak. Tapi dia menahan nya mati matian.


Karena, jika dia melawan langsung Griffin itu, dia pasti tidak akan menang.


Sekarang, jurang telah memanjang lebih dari 50 kaki, dia bahkan tidak berani melihat ke depan. Ujung jurang yang satu lagi bahkan tidak terlihat lagi karena di tutupi oleh kabut yang entah datang dari mana.


Krekk

__ADS_1


Batu di bawah mereka berhenti bergerak dan terdengar suara seperti tulang yang patah, mungkin karena tabrakan batu dengan batu.


Dia melihat jurang di depan nya yang memanjang lebih dari 50 kaki dengan mulut yang menganga di balik topi bambu nya.


(Sekitar 15 meter lebih. )


Dia benar benar takjub pada hal ini, siapa yang mengira dunia ini memiliki tempat semacam ini ?


"Rong Rong, kalau kita terbang apa kah bisa langsung sampai ?" Tanya nya dengan seringaian di balik cadar nya yang terpasang rapih dengan topi bambu nya.


"Jangan berpikir hal gila ! Tubuh mu akan hancur di tumbuk oleh batu batu besar itu !" Ucap Lin Rong Rong dengan tegas melarang.


Dia tertawa kecil ketika melihat Lin Rong Rong memahami ide gila nya, tiba tiba dia merasa kalau ada sesuatu yang melilit di kaki nya.


"Ular Rumput Zhuge !" Ucap Lin Rong Rong dengan waspada.


Dia menatap ular itu dan dengan segera memotong tubuh ular itu. Ular yang memiliki diameter 10 cm itu dengan panjang kira kira 3 kaki di tambah dengan warna hijau muda, se hijau rumput segar.


Dia langsung meloncat mundur dan berdiri di salah satu batu paling tinggi bersama dengan Lin Rong Rong. Ular yang terbelah itu tidak mati melainkan tubuh nya kembali tersambung.


Dia baru saja akan mengatakan 'oh, ternyata begitu. ', tapi pemandangan di sekitar nya sudah lebih dahulu mengejutkan nya.


Mulai dari ratusan Ular Rumput Zhuge yang ada di sekitar mereka. Dia dengan Qi es nya membentuk dinding pelindung di sekitar batu yang mereka pijak.


Lin Rong Rong mempertebal dinding es itu beberapa kali lipat yang membuat nya bingung.


"Jangan bingung, Ular Rumput Zhuge adalah musuh alami Ras Ular Hitam Surgawi ku. Mereka memiliki elemen api yang kuat sedangkan kami memiliki elemen Es yang kuat. " Ucap Lin Rong Rong dengan tubuh yang sedikit bergetar.


Dia merapalkan mantra sebelum kedua jari nya di tujukan ke depan dan menembak salah satu ular yang paling dekat dengan nya.


Ular itu adalah ular yang melilit di kaki nya, sinar biru cerah mengalir dari kedua jari nya dan langsung menyentuh tubuh ular itu.


Ular itu tampak menggeliat dan tidak langsung mati, bahkan ketika lima menit berlalu.


"Alirkan lebih banyak Qi ! Dia butuh sesuatu yang lebih dingin ! Ular Rumput Zhuge ini tidak sama dengan yang biasa ! " Teriak Lin Rong Rong dengan wajah yang sedikit panik.

__ADS_1


"Coba jelas kan lebih banyak tentang ular lumutan ini !" Teriak nya dengan kesal saat memandang tubuh hijau ular itu.


"Ular Rumput Zhuge adalah monster ular lapisan tingkat atas ! Mereka seharus nya tidak sebanyak ini ! Tidak tahu apa yang bisa membuat mereka sebanyak ini ! Lalu, seharus nya mereka bisa hancur jika di beri Qi es murni meski pun sedikit. Tapi ini bahkan memerlukan lebih banyak, aku takut ini karena campur tangan Griffin tadi !" Ucap Lin Rong Rong.


Setelah mendengar ini dia mengalir kan lebih banyak dan memandang pada ular ular yang mulai mendekati pelindung yang di buat oleh nya.


Ketika tubuh ular ular itu menempel, terdengar suara desisan dari es yang di buat nya. Es yang di buat nya meleleh !


Krekkk


Suara patahan terdengar ketika dia melihat kalau ular yang di tuju nya sejak tadi hancur menjadi ribuan keping es.


Tangan nya langsung berubah arah menuju pelindung dan menebalkan nya lagi , lalu tertuju lagi pada ular ular yang lain.


Perlahan lahan, dia sudah menemukan cara bagaimana membunuh ular ular lumutan ini. Tapi, ini memerlukan banyak sekali kekuatan.


Qi nya sudah beberapa kali hampir habis, dan dia meminum banyak sekali pil Penambah Qi. Untung lah dia memiliki lebih dari 10.000 Pil Penambah Qi.


Dia awal nya membuat banyak seharus nya ingin di bagikan pada Xue Shangxin tapi dia lupa untuk memberikan nya pada gadis kecil itu.


Dia kembali tersadar dari ramuan nya dan menatap ular ular yang sebelum nya berjumlah sekitar 1.000 lebih sekarang tersisa setengah nya.


Dia menjadi lebih semangat lagi, udara panas dan dingin tampak nya bertabrakan satu sama lain sehingga membuat udara menjadi aneh.


"Rong Rong, apa kah kau masih bertahan ?" Tanya nya untuk memastikan.


"Jangan khawatir kan diri ku ! Aku baik baik saja, selama pil Penambah Qi masih ada maka aku akan baik baik saja !" Ucap Lin Rong Rong dengan nafas yang terengah engah.


Awalnya , para ular ini terus berdatangan dari tiga ratus mencapai seribu. Seluruh lantai yang mereka bisa lihat di penuhi dengan ular ular hijau ini.


Ini membuat mereka berdua bergidik ngeri, membunuh satu atau dua tidak membuat mereka terlihat berkurang.


Baru lah ketika membunuh beberapa ratus, ular ular itu baru terlihat berkurang.


Bonus Chapter : 2 / 2

__ADS_1


__ADS_2