
"Sekarang dia adalah Yun Sichou, dia harus membalas kan dendam nya !" Ucap Yun Sichou.
"Hei bodoh ! " Teriak Yun Sichou sambil menoleh ke arah nya.
Dia yang sudah merasa hampir pingsan hanya bisa membuka setengah mata nya dan hampir terlonjak karena di panggil bodoh.
"Yang kau panggil adalah aku ?" Tanya nya dengan ekspresi tidak percaya.
"Tentu saja, bodoh !" Teriak Yun Sichou.
"Ini bukan lah pertama kali nya kau menggunakan nama Yun Sichou jika kau ingat, jangan lupa di mana pembantaian markas penjahat di masa lalu !" Ucap Yun Sichou.
Dia tiba tiba mengingat di mana dia di rampok oleh sekumpulan orang jahat, dia tidak buru buru untuk mengejar.
Melainkan pulang kerumah dan melacak handphone nya yang ada di dalam tas yang di curi oleh para penjahat.
Setelah mengetahui keberadaan nya, dia membawa sebuah senjata api yang hampir setinggi tubuh nya jika di tegak kan.
Dia mengaitkan nya di belakang leher nya yang di tahan oleh kedua tangan nya yang berada di belakang sambil berjalan dengan santai menuju markas penjahat itu.
Dia menendang pintu itu dengan topeng di wajah nya, orang orang terkejut ketika melihat kedatangan nya.
"Si.. siapa kau ?!" Teriak salah satu penjahat.
"Yun Sichou. " Jawab nya dengan ringan.
Ketika mengingat ini, dia terhenyak. Dia hampir melupakan hal ini dan tidak sadar kalau dia sudah pernah beberapa kali menggunakan nama ini.
"Kau sudah mengingat nya ?" Tanya Yun Sichou dengan sinis.
"Sudah, tapi kamu terkubur jauh di dalam hati ku dan itu bukan lah kenangan yang indah jadi aku tidak mengingat nama mu. " Jawab nya tidak kalah sinis.
"Ck, kamu selalu seperti itu. Kamu selalu berkata kalau kamu ingin menjadi lebih baik bersama dengan Xue Fenghuang, tapi nyata nya kamu tetap mencari ku jika kesulitan. " Dengus Yun Sichou.
__ADS_1
Dia mengerutkan dahi nya bingung, dua orang yang memiliki wajah sama tapi dengan temperamen yang kebalikan menggunakan nama nya, wajah nya, pakaian nya.
"Kau jangan dengarkan dia, ingatlah kenangan mu yang manis dengan Zhu Xinglian !"Ucap Xue Fenghuang.
Mendengar ini wajah nya berubah muram, tidak hanya itu wajah nya menghijau. Dia mengepal kan tangan dan wajah nya mengeras.
"Tidak perlu, aku tidak ingin mengingat masalah bajingan Zhu itu. " Ucap nya sambil mendengus.
Wajah Xue Fenghuang tidak baik dan cahaya di sekitar Xue Fenghuang tampak memudar sedangkan cahaya kehitaman di sekitar Yun Sichou menjadi lebih terang.
"Ha ha ha, lihat itu ! Dia tahu apa yang baik untuk ny, tahukah kamu ? Kamu lah yang membuat masalah beruntung untuk nya ! Kamu lah yang menghancurkan nya secara perlahan !" Ucap Yun Sichou sambil tertawa senang.
Tubuh Xue Fenghuang memudar dan raut wajah nya tampak sedih.
"Ingatlah untuk membangunkan ku nanti, tinggalkan kejahatan sesegera mungkin setelah kamu membalas dendam. Aku menunggu waktu dimana kamu membangun kan ku kembali, meski pun waktu kita singkat kemarin, aku masih sangat menghargai nya. Aku berharap bisa menikmati nya lagi di masa depan meski pun hanya sedikit. " Ucap Xue Fenghuang sebelum sebenar nya hilang.
Tatapan nya buram dan tubuh nya terhenyak sebelum dia kembali menatap diri nya sendiri di cermin tembaga seolah olah tadi bukan lah kenyataan melainkan hanya lah mimpi nya semata.
Dia mengelus pipi nya dan nafas nya masih tidak stabil, dia merasa ketakutan sekaligus merasa kehilangan akan diri nya sendiri.
Dia benar benar tidak dapat fokus pada satu hal, dia memikir kan ucapan yang di berikan oleh Xue Fenghuang pada nya.
"Xue Fenghuang, Yun Sichou.......... " Dia menyebutkan kedua nama itu dan menghela nafas.
"Setelah ini aku akan pergi Ke Dimensi Diyu, aku akan mengasah kemampuan ku di sana. Jika bisa keluar maka aku beruntung, jika tidak bisa keluar maka aku tidak layak untuk balas dendam. " Gumam nya.
(Diyu (地狱) : Neraka )
Dimensi Diyu adalah dimensi tingkat tinggi yang dihuni oleh para monster ganas yang menganggu manusia, dimensi itu di lapisi oleh formasi yang sangat kuat yang menghalangi masuk nya monster dari dimensi Diyu menuju dimensi lain nya.
Banyak orang yang mati di sana untuk memperkuat formasi, jadi nama nya sudah sangat terkenal. Kali ini, dia akn pergi ke sana untuk mengasah kemampuan nya.
Dimensi Diyu memiliki lebih dari 3 juta monster di dalam nya, bayang kan jika dia sendirian di sana untuk melawan begitu banyak monster.
__ADS_1
Bukan kah kemampuan nya akan naik ketika keluar dari sana ? Dia pasti nya bisa untuk membalas dendam setelah itu.
Tapi, setelah balas dendam dia tidak tahu apa yang akan di lakukan nya setelah itu. Dia terlalu sibuk dengan pikiran nya sampai sampai tidak sadar kalau makanan nya telah kosong.
Begitu sadar dia tampak terkejut dan merapihkan piring piring nya dengan menumpuk nya menjadi satu dan menaruh nya di meja di dekat tepat tidur.
Dia membaringkan diri nya sendiri dengan bosan di kasur nya , tatapan nya tidak menunjuk kan kelelahan sedikit pun tapi tubuh nya berkata lain dengan tatapan nya.
Dia menghela nafas ketika mengingat masa lalu nya, tiba tiba dia mengingat kalau dia tidak sendirian, masih ada satu orang yang menunggu nya dan bersedia untuk berteman dengannya.
Hanya saja orang ini telah pergi begitu lama, tidak tahu kapan akan sadar, kapan akan kembali bisa bermain dengan nya.
Orang ini adalah Lin Rong Rong, ular hitam surgawi yang menjadi milik nya. Lin Rong Rong sudah ber kultivasi di balik pintu tertutup dalam waktu yang sangat lama, tidak di ketahui kabar nya.
Hubungan mereka berdua terputus sejak Lin Rong Rong memutuskan untuk menjalani kultivasi pintu tertutup.
"Lin Rong Rong, kapan kamu akan kembali? Apa kah diri mu bisa mengembalikan diri ku yang hilang ? Diri ju yang pergi ?" Gumam nya dengan nada sedih.
Di sisi lain, di dalam kabut putih yang tebal sampai sampai jarak pandang hanya 10 cm. Seorang gadis dengan rambut panjang dan mata yang hitam pekat dan pupil mata yang besar, lalu dengan buntut setengah ular.
Sisik ular itu tampak begitu indah, begitu anggun, tidak seperti ular hitam lain nya seolah olah dia adalah angsa bukan seekor ular.
Gadis itu mengenakan pakaian yang sedikit minim karena hanya menutupi tubuh bagian atas nya dan tidak menutupi tubuh bagian bawah nya yang berupa ular.
Bibir nya yang tebal dan berisi, tampak begitu indah dan tatapan yang menggoda membuat semua orang akan terpukau.
Rambut nya yang panjang menyapu lantai, dan rambut nya sehitam mata nya dan kulit nya yang berwarna sedikit kecoklatan, tidak sepenuhnya putih seperti salju.
Hanya saja, ini lah yang menjadi daya tarik manusia setengah ular hitam tersebut.
"Aku akan segera kembali. "
Bonus Like 23 k : 2/ 3
__ADS_1
Note : Chapter selanjut nya akan di up besok, Lin Rong Rong akan segera keluar lagi. Tinggal tunggu besok sebelum kalian akan bisa melihat Lin Rong Rong lagi setelah waktu yang lama. Terima kasih !