Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
247. Bertemu Ketua Sekte


__ADS_3

Dia ikut berlutut bersama dengan Zhao Lu dan Ruo Wenyu, hanya saja karena tubuhnya lebih pendek, dia tidak tampak dari depan.


"Tetua Zhao, ikut aku dan bawa murid mu yang membuat masalah !" Ucap Ketua Sekte Harimau Ilahi dengan suara dingin.


"Ya, Tuan !" Ucap Zhao Lu dengan patuh.


" Kau kembali lah dulu ke tempat mu. " Perintah Zhao Lu pada Ruo Wenyu.


"Tapi, Shizun aku juga mengambil peran dalam hal ini. Tolong bawa aku juga, Shidi melakukan ini untuk membantu ku. " Ucap Ruo Wenyu dengan tulus.


Dia bingung, kadang orang seperti ini sangat di butuhkan dan menyegarkan pikiran. Tapi, di sisi lain orang seperti ini juga sangat mengesalkan.


Orang yang terlalu baik seperti ini bisa bermaksud dua hal, satu benar benar polos, bodoh dan naif atau sebenarnya dia adalah orang yang licik dan menyembunyikan taring serigala nya di balik bulu domba yang tebal.


Orang seperti ini sangat mengerikan dan bagaikan pedang bermata dua, dia telah bertemu dengan berbagai macam orang dan tidak percaya bahwa ada orang yang benar benar tulus.


"Kembalilah, kau adalah bakat unggul. Lagipula ini memang kesalahan Wang Ji, dia harus di hukum. " Ucap Zhao Lu tak tergoyahkan.


"Tapi, Shizun....... " Ruo Wenyu masih tidak menyerah dan ingin ikut dengan mereka.


"Kembalilah, apa kau tidak ingat dengan ajaran ku sebelum nya ?" Tanya Zhao Lu dengan wajah dingin.


"Baik, Shizun. Shidi, jaga diri mu baik baik. " Ucap Ruo Wenyu dengan tidak rela sebelum berjalan pergi.


Sedangkan dia hanya menatap pertunjukan di depan nya dengan malas dan pura pura menyeka wajah nya dengan ekspresi terharu yang di buat buat.


"Sungguh perpisahan yang mengharukan, aku rasa aku akan menangis sampai 7 hari ke depan. " Ucap nya dengan nada mengejek.


"He he he, kau tidak tahu saja. Selama kau pergi, dia selalu membujuk ku untuk menyembunyikan mu dan menggunakan dia sebagai ganti nya untuk menerima hukuman. " Ucap Zhao Lu saat mereka berdua sedang berjalan menuju kediaman Ketua Sekte.


Suasana tegang yang ada di antara mereka sebelum nya telah hilang.


"Sungguh anak yang baik, tapi pikiran manusia tidak bisa di tebak. " Ucap nya sambil menghela nafas.

__ADS_1


"Aku pikir bahwa dia benar benar tulus, akan sangat disesalkan apa bila merusak teratai putih yang asli. " Ucap Zhao Lu.


"Tidak ada salah nya untuk waspada, setiap orang akan menjadi waspada ketika menjalankan rencana besar. " Ucap nya dengan hati yang dingin.


Orang orang berkata bahwa dia memiliki hati yang sekeras batu dan pikiran yang dingin, dan dia tahu bahwa itu benar dan tidak.


Kenapa benar dan tidak ? Alasan nya adalah karena dia tidak bisa mengerti diri nya sendiri.


"Apa kah sangat mengerikan ? Kenapa kau menggenggam pakaian mu sampai seperti itu ?" Tanya nya dengan bingung ketika melihat Zhao Lu yang gugup.


"Kau tidak tahu saja, Ketua Sekte sangat mengerikan. Tapi tidak masalah, selama kau menemani maka aku tidak akan menyesal. " Ucap Zhao Lu dengan senyum nakal.


Dia menaik kan salah satu alis nya dengan tatapan dingin yang membunuh.


"Kau terlalu tegang, tapi ketika aku ditemani oleh gadis cantik yang berbakat membuat ku tidak akan menyesal meninggal setelah bertemu dengan nya. " Ucap Zhao Lu membual.


"Kalau begitu, matilah sekarang. Apakah menurut mu aku kurang cantik ?" Tanya nya dengan datar.


(lengan potong : gay )


"Ck, kau serius sekali. Aku hanya bercanda, tapi mungkin juga aku merupakan lengan potong. Aku menyambut seluruh keindahan kedalam pelukan ku. " Ucap Zhao Lu dengan mata terpejam sambil menjulur kan tangan seperti sedang memeluk sesuatu yang besar.


"............. " Dia menatap Zhao Lu dengan dingin ketika mendengar kata kata pria itu dan sedang menahan diri untuk tidak menghajar pria itu di sini juga.


"Aku tampan, muda dan kaya, aku juga memiliki status terhormat. Semua keindahan akan melompat ke dalam pelukan ku tanpa keraguan. " Lanjut Zhao Lu terus membual.


"Sebaik nya di masa depan, kau lebih tahu diri. " Ucap nya dengan mata yang menyipit, dia menatap Zhao Lu dengan tatapan geram.


Jika tidak sedang ingin berhadapan dengan Ketua Sekte Harimau Ilahi maka dia akan menghajar Zhao Lu sampai pria itu akan terbaring di ranjang selama 1 minggu.


Tidak lama, mereka masuk ke dalam satu ruangan yang gelap dan hanya memiliki obor. Zhao Lu memimpin jalan masuk ruangan Ketua Sekte yang lebih mirip seperti penjara bawah tanah.


"Apa kau takut ?" Tanya Zhao Lu pada nya.

__ADS_1


"Tidak." Jawab nya dengan datar.


Dia mengamati sekitar dan terus berjalan masuk ke dalam lorong panjang itu, sangat gelap dan tidak nyaman.


Jika dia tidak tahu bahwa ini adalah kediaman Ketua Sekte Harimau Ilahi, maka dia akan mengira bahwa ini adalah penjara bagi penjahat kelas atas.


Setelah masuk, jeruji besi di angkat dan dua orang dengan baju zirah besi yang lengkap menarik tali untuk mengangkat jeruji besi.


Mereka berdua berjalan masuk sebelum melihat sebuah ruangan sederhana dengan serba abu abu dan beberapa obor di dalam nya.


Ada kursi batu yang menyatu dengan dinding, di sertai dengan meja kayu sederhana. Ini bukan lagi mirip penjara.


Tapi memang dibuat seperti penjara !


Dia berlutut di depan Ketua Sekte Harimau Ilahi bersama dengan Zhao Lu.


"Salam kepada Ketua Sekte. " Ucap Zhao Lu dengan nada yang penuh pemujaan.


"Apakah ada yang ingin kau sangkal dari masalah Luo Ye Lu ?" Tanya Ketua Sekte Harimau Ilahi dengan dingin.


Dia memandang pria yang tampak kasar dan tangan nya penuh dengan bekas luka, tampak seperti goran atau terkena besi.


Mungkin karena terlalu sering menempa besi dalam waktu yang sangat sering.


"Tidak ada yang harus aku sangkal dari masalah murid ku, aku memang bersalah karena tidak bisa mendidik murid ku dengan baik. Aku salah dan lalai, jika Tuan ingin menghukum maka harus hukum aku juga. " Ucap Zhao Lu dengan tegas dan penuh kasih sayang.


Kata kata Zhao Lu membuat mereka tampak seperti sangat dekat dan memiliki hubungan yang tidak bisa ditembus oleh hujan dan lautan api.


Dia mendengus dalam hati, kemampuan akting milik Zhao Lu memang benar benar tidak bisa di ragukan.


"Tuanku, aku hanya ingin mengatakan bahwa Xue Wang Ji adalah murid yang sangat berbakat. Umurnya baru 16 tahun tapi sudah bisa mengalahkan Luo Ye Lu. Aku merasa bahwa dia sangat kuat, tidak ada salah nya untuk meringankan hukuman nya. " Ucap Zhao Lu dengan nada yang di naik turunkan dengan sempurna.


Siapapun yang mendengar kata kata Zhao Lu akan jatuh ke dalam pengendalian emosi milik Zhao Lu yang sangat baik.

__ADS_1


__ADS_2