Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
182. "Inikah yang dimaksud dengan kedamaian ?"


__ADS_3

Orang orang mulai memperhatikan nya, dia tersenyum ramah yang membuat nya tampak sangat menawan. Dia membelai pipi anak laki laki yang di ikat itu, sangat tampan dan kulit nya halus meski pun tidak di rawat dengan baik.


Senyum nya kian melebar kala melihat tatapan yang di berikan oleh anak laki laki itu pada nya, ini adalah tatapan milik nya bahkan ketika sedang di ujung tanduk.


Dia tiba tiba merindukan diri nya yang itu, dimana dia tidak memiliki kekuatan tapi memiliki tekad yang sangat kuat.


Tatapan itu tidak menunjuk kan penyerahan, tatapan penuh kekejaman, tatapan penuh kebencian dan dendam. Dalam sekali melihat dia langsung menyukai anak ini !


Begitu dia suka pada sesuatu maka tidak ada siapa pun yang bisa menghalangi nya untuk mendapat kan apa yang di ingin kan nya !


"Hei, apa kah dia ibu mu ?" Tanya nya dengan pelan pada anak laki laki itu.


Anak laki laki itu tidak menjawab dan hanya memandang ke wanita di samping nya dengan tatapan penuh kebencian.


Melihat ini membuat nya semakin bersemangat, anak ini pasti akan menjadi murid yang hebat di bawah bimbingan nya.


Dia berjalan menjauh dan mendekati ibu anak laki laki ini.


"Nyonya, kau adalah ibu dari anak ini. Kau bilang anak ini bukan yang membawa kesialan pada mu ?" Tanya nya dengan senyum lebar.


"Aku tidak sudi untuk mengakui nya sebagai anak ku !" Ucap wanita itu dengan penuh kesombongan.


"Oh, tentu saja. Tapi, bagai mana pun kau yang melahirkan anak ini. Bagaimana kalau kesialan yang ada di tubuh anak ini menempel di tubuh mu ? Bukankah kamu juga akan membawa sial ?" Tanya nya dengan ramah.


Orang orang mulai mengangguk dan mengeluarkan seruan, wajah wanita itu berubah menjadi pucat pasi dan menatap nya dengan marah.


"Bakar !"


"Bakar wanita itu !"


"Kami tidak perlu ada seekor parasit yang hidup di sini !" Teriak orang orang dengan penuh kekejaman.


Dia memandang ke kerumunan dengan penuh kekaguman, orang orang ini baru saja menyerukan pujian pada wanita ini karena rela melepaskan anak nya untuk kepentingan bersama.


Tapi, karena sedikit kata kata nya mereka langsung berbealik dan menodongkan pisau mereka pada wanita ini.


Ini benar benar membuka pandangan nya terhadap sesuatu yang di sebut dengan keturunan Dewa. Bahkan, ketika dia lima belas hari di tempat Suku Iblis, tidak sekalipun dia bertemu dengan hal semacam ini.


"Kau, kau ! Aku tidak bersalah ! Anak ini yang membawa segala kesialan dan dosa !" Ucap wanita itu dengan histeris dan berusaha untuk melarikan diri.


"Kau yang menciptakan anak ini, maka kau yang harus bertanggung jawab. " Ucap nya sambil menarik kerah pakaian wanita itu.


Seorang ibu yang bahkan rela untuk mengorbankan darah daging nya hanya untuk hidup nya yang tak berharga.


Melempar segala kejahatan yang telah dia perbuat kepada anak yang tak bersalah ! Wanita itu tidak layak untuk hidup.


Kilat kekejaman tampak di mata nya, dia melempar wanita itu ke ember minyak yang ada di bawah kaki nya. Lalu merebut obor yang ada di tangan penjaga.


Dia melempar obor itu dengan seringaian, wanita itu berteriak dengan histeris. Waktu seperti di perlambat untuk menunjuk kan semua ekspresi yang ada wajah wanita itu.


"Tidak !!" Wanita itu menjerit kesakitan setelah api mulai menyebar.


Dia memandang anak laki laki yang di ikat dengan senyuman, untuk melihat bagaimana ekspresi anak laki laki itu ketika melihat ibu nya di bakar hidup hidup di depan mata nya.


Dia tidak melihat riak apa pun, seperti kesedihan, kemarahan, rasa sayang. Kemungkinan besar, anak laki laki ini tidak di perlakukan dengan baik sejak kecil.


Ini membuat nya tidak bisa tidak menertawakan diri nya sendiri atau bahkan kembaran nya, Xue Fenghuang yang sudah mati.


Gadis muda itu begitu berharap pada Xue Longque, sampai akhir nya mati di rumah itu dengan mengenaskan.

__ADS_1


Dengan perilaku dan temperamen lembut seperti itu, hanya menunggu waktu untuk di lahap oleh orang lain. Dunia ini kejam dan penuh darah, tidak ada tempat bagi orang orang lembut seperti gadis itu.


Dia melepaskan ikatan pada anak laki laki itu dan membawa nya ke dalam gendongan nya. Dia memeluk anak laki laki itu dan berusaha untuk memberinya kehangatan meski pun hanya sedikit.


Tubuh anak laki laki itu sudah sangat kedinginan seolah olah akan segera membeku, tapi tidak membawa sedikit pun ekspresi yang berarti.


"Jangan membawa anak laki laki itu !"


"Dia akan membawa bencana !"


"Kembalikan ! Dia harus di bakar bersama dengan ibunya !" Teriak orang orang dengan marah.


Dia memandang mereka semua dengan datar dan dingin, wajah ramah dan penuh senyuman sudah sepenuh nya hilang di wajahnya.


"Ini kah yang kalian sebuah dengan kedamaian ?" Tanya nya dengan sinis.


"Jika ini yang di sebut kedamaian oleh kalian maka jangan salah kan aku untuk tidak setuju!" Dengus nya.


Dia menekan kaki nya ke bawah dan es menjalar ke depan dengan kecepatan tinggi, es itu membentuk duri duri tajam yang menusuk mereka sampai mati.


Petugas keamanan yang bersayap pun berusaha untuk menangkap nya. Tapi, dengan tangan kanan nya yang kosong dia mengeluarkan Bing Yue dan meloncat ke atas batu sebelum menerjang ke depan.


Bing Yue tidak pernah ragu dalam mencabut nyawa seseorang, pedang itu menebas kepala petugas bersayap itu.


Kepala nya menggelinding ke bawah, darah mengalir deras. Orang orang berteriak dengan penuh ketakutan. Dia melihat ada puluhan orang bersayap lagi yang datang.


Dia tetap tenang dan tidak tampak terganggu sedikit pun, gerakan nya sangat tenang tapi sangat tajam dan tanpa cela.


Sedangkan dia masih melawan puluhan orang bersayap, es yang dia buat masih tidak berhenti untuk menangkap orang.


Lebih dari seratus orang telah di paku sampai mati, kekejaman tampak begitu jelas di wajah nya. Bing Yue berlumuran darah.


Tapi, tidak ada waktu untuk memperdulikan itu. Sebenar nya, dia bisa lebih cepat untuk menyelesaikan nya. Masalah nya, dia sedang membawa seorang anak laki laki dengan tangan kiri nya.


Anak laki laki itu memandang nya dengan kekaguman yang di sembunyi kan, dia hanya memberikan senyum tipis sebelum terus membunuh tanpa henti.


Dia melempar pedang nya ke atas, Bing Yue mengeluarkan cahaya ke biru buruan yang sangat murni sebelum itu berubah menjadi ribuan panah es yang menusuk mereka sampai mati.


Dia menangkap Bing Yue dan menatap ke arah para penonton yang sudah di paku sampai mati oleh es yang di buat oleh nya.


Dia menoleh ke belakang dan melihat ada ratusan orang bersayap di pimpin oleh seorang pemuda berwajah dingin. Dia melihat wajah pemuda ini sangat tampan, bahkan sedikit mirip dengan wajah anak laki laki yang di bawa oleh nya.


Dia menatap ke anak laki laki yang ada di pelukan nya, anak laki laki itu sekilas menoleh ke pemuda itu. Tatapan nya di penuhi dengan kebencian, melihat ini membuat nya mengerti akan semua hal.


Dia langsung membawa Bing Yue dan terbang menuju bagian luar, tapi begitu dia sampai luar sudah ada puluhan orang bersayap yang menghadang nya.


Melihat ini, dia tertawa ringan dan turun ke bawah. Dia mengacungkan Bing Yue dan menunggu pemuda itu.


"Kau harus di hukum mati ! Kau mengacaukan daerah kekuasaan Dewa. " Ucap pemuda itu dengan datar dan dingin.


"Kau Dewa ? " Tanya nya sambil menaik kan alis.


"Dewa yang mengendalikan air. " Ucap pemuda itu, dia mengangguk.


Kekuatan nya masih kalah jika di banding kan dengan Dewa Air ini, tapi apa kah dia tidak memiliki cara untuk pergi ? Tentu saja ada !


Sejak dia memutuskan untuk membawa anak laki laki itu maka tidak akan ada yang bisa menghalangi nya ! Tidak peduli jika itu adalah Surga itu sendiri.


"Apa kah kau mengenal Dewa Cinta ?" Tanya nya dengan tenang.

__ADS_1


"Dia adalah paman jauh ku. " Ucap pemuda itu.


Dia tertawa sumbang setelah mendengar ini, tatapan nya berubah menjadi penuh kebencian.


"Kalau begitu, kita pasti akan bertemu lagi di masa depan. Aku sendiri yang akan membunuh paman mu. "Ucap nya dengan dingin.


Dia menaburkan racun yang berwarna putih sebelum lari dari sana . Dia menusuk kan pedang nya ke beberapa orang yang menghalangi jalan nya.


Setelah itu dia langsung masuk ke dalam Pintu Antar Dimensi tanpa menetapkan tujuan nya. Setelah masuk, baru lah dia menggelengkan kepala karena kecerobohan nya.


Dia memeluk anak laki laki itu sebelum mengeluarkan sebuah mantel, anak laki laki ini tampak nya baru berumur 6 atau 7 tahun, lebih muda dari Xue Shangxin.


Berbicara tentang Xue Shangxin membuat nya merindukan gadis itu, dia menatap ke belakang untuk berjaga jaga.


Di dalam pintu antar dimensi, dia menggunakan cadar berwarna hitam, dia mengganti pakaian luar nya menjadi pakaian pria.


Lalu menatap anak laki laki yang wajah nya di penuhi dengan kotoran, rambut nya tampak kering dan di penuhi dengan noda telur.


Orang orang melempari nya telur busuk dan batu, itu bisa di lihat dari wajah tampan nya yang tergores.


"Apa kah kau mau mengikuti ku ?" Tanya nya sambil merapikan rambut anak laki laki yang menutupi wajah tampan nya.


"Jie, kenapa kau ingin menyelamat kan ku ? Semua orang mengatakan kalau aku membawa sial pada orang lain. Orang orang tidak ingin berteman dengan ku. " Ucap anak laki laki itu dengan takut takut.


Mendengar ini membuat hati nya yang telah beku menjadi hangat.


"Kau tidak perlu takut, aku akan melindungi mu. Selama aku melindungi mu maka aku tidak akan membiarkan siapa pun melukai mu. " Ucap nya sambil mengelus rambut anak laki laki itu tanpa peduli itu mengotori tangan nya.


" Apa kah aku boleh memanggil mu sebagai Jie jie ?" Tanya anak laki laki itu dengan kaku.


Dia mengangguk tanpa ragu.


"Saat aku berumur 2 tahun, aku tidak sengaja memecahkan piring karena kaki ku tidak sengaja menendang nya. " Ucap Anak laki laki itu dengan wajah kosong, tapi sebelum bisa melanjut kan ucapan nya.


Mereka sudah sampai terlebih dahulu ke ujung terowongan antar dimensi ketika keluar, yang di lihat nya hanya lah pasar yang ramai.


Dia berjalan dan memilih untuk mencari penginapan terlebih dahulu. Dia memilih untuk mengganti pakaian anak laki laki ini terlebih dahulu.


Dia mendapat kan sebuah penginapan yang tidak terlalu mewah tapi masih layak untuk di tinggali, setelah mengamati dimensi ini, dia menyadari kalau ini seperti nya adalah dimensi menengah. Sama seperti dimensi sebelum nya, berbeda dengan Dimensi Diyu dan Dimensi Jiwa Kecantikan yang merupakan dimensi Tingkat Tinggi.


"Ingin menginap berapa lama ?" Tanya pelayan itu dengan ramah ketika melihat nya menggunakan pakaian bagus.


"2 Hari, beli beberapa setel pakaian kualitas baik untuk anak ini. " Ucap nya sambil menyerahkan 100 Kristal Roh Tingkat Tinggi.


Dia berjalan ke lantai dua sambil membawa kunci kamar nya, dia di pandangi oleh banyak orang dan orang orang berbisik bisik melihat diri nya.


"Lihatlah wanita cantik itu, masih muda tapi sudah memiliki seorang putra. "


"Tampak nya, itu bukan dari hubungan yang baik. "


"Dia berjalan sendiri tanpa suami, begitu menyedihkan !" Ucap orang orang di sana dengan penuh cercaan.


Dia memandang mereka dengan tajam dan semua orang langsung membungkam mulut mereka, jika dia tidak sedang membawa anak laki laki ini maka dia sendiri yang akan turun tangan untuk membungkam mulut kotor mereka.


Apa hubungan nya memiliki putra atau tidak ? Menikah atau tidak ? Hubungan baik atau tidak ? Apa kah dia mengemis pada mereka ?


Dia mendengus dengan dingin dan mengibaskan lengan pakaian nya, wajah nya berubah menjadi mengerikan yang secara tidak sadar telah menakuti anak laki laki di gendongan nya.


Bonus Like 28 k : 2 / 3

__ADS_1


__ADS_2