Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
291. Membantu Xue Ying


__ADS_3

"Apabila memang begitu maka aku akan membawa ketiga anak ku untuk melarikan diri, selama mereka bisa selamat maka aku tidak akan keberatan walaupun harus menyerahkan nyawa ku. " Ucap Xue Ying sambil menyembunyikan ketiga anak nya di balik punggungnya.


Wanita itu seperti ibu domba yang telah terpojok karena seekor Serigala besar, tapi masih tidak ingin menunduk dan mati matian melindungi anak anak nya.


Dia mengangguk dan tatapan kejam hilang dari matanya, seolah olah dia tidak pernah menampilkan nya sebelumnya.


"Duduklah disini. " Ucapnya sambil sedikit bergeser.


"Jika aku membantu mu mendapatkan kembali bisnis ayahmu, apakah kau sanggup mengelolanya ?" Tanya nya sambil menaikkan salah satu alis nya.


"Nona, jangan. Pamanku adalah salah satu seorang murid Sekte Tiancai dan olah paling berpengaruh di desaku. Apabila nona membuat masalah padanya maka itu akan menyulitkan nona. " Ucap Xue Ying dengan khawatir.


"Aku tidak meminta mu untuk khawatir denganku, aku bertanya padamu. Apabila aku mengembalikan bisnis ayahmu, apakah kau bisa mengendalikan nya ?" Tanya nya lagi.


Xue Ying tampak ragu ragu sejenak dan menunduk kan kepala nya, wanita itu mengepalkan tangannya dan menatapnya dengan semangat yang berapi api.


"Aku bisa. " Ucap Xue Ying dengan tegas.


Dia bisa melihat aura nona muda yang berkuasa di dalam tubuh yang kotor ini, melihatnya membuatnya tersenyum.


Sepertinya keputusan nya tidak salah apabila membantu Xue Ying untuk mengambil alih sesuatu yang harus nya di miliki oleh wanita itu.


"Jangan kecewakan aku. " Ucapnya dengan tenang.


"Ayo pergi ke rumahmu. " Ucapnya.


"Tapi, nona. " Wajah Xue Ying berubah menjadi sedikit pucat tapi tidak ada ketakutan dalam wajahnya.


"Aku memang tidak takut mati, tapi aku takut bahwa anak ku akan kesulitan nanti. " Ucap Xue Ying.


"Tidak akan ada masalah, selama aku melindungi maka tidak akan ada yang bisa menyentuh mu. " Ucapnya dengan datar.


Dia menoleh ke belakang dan lautan pisau yang sebelumnya bersih berubah menjadi lautan darah.


Beberapa orang ingin keluar tapi tidak bisa keluar dari lingkaran energi yang telah dia buat.


Beberapa orang ingin mencuri botol obatnya, tapi pada akhirnya di lemparkan sampai mati.


Orang terakhir pada akhirnya mati dan tidak ada yang berhasil untuk mendapatkan botol obat miliknya.

__ADS_1


Lapisan energi telah sepenuhnya menghilang dan botol obat melayang kembali ke tangan nya, dia menyerahkan botol obat itu pada Xue Ying.


"Ambil ini dan simpan untuk dirimu dan anak anakmu. " Ucap nya.


Xue Ying tampak menerima dengan ragu ragu sebelum akhirnya menyimpan Pil Roh Surgawi yang diberikan olehnya itu.


"Ayo pergi !" Ucap nya dengan ringan, di belakang nya ada Yuanzheng Yuwen yang tidak mengeluarkan sepatah kata pun daritadi.


"Yuwen, apakah kau tidak apa apa ?" Tanya nya pada Yuanzheng Yuwen.


"Tidak apa apa, memang nya ada apa ?" Tanya Yuanzheng Yuwen.


"Kau diam sejak tadi bahkan tidak mengeluarkan sedikitpun suara yang membuatku curiga bahwa kau menjadi bisu. " Ucapnya pada Yuanzheng Yuwen.


Pria itu tertawa kecil di belakangnya dan menepuk bahunya.


"Aku tidak akan bisu sampai aku bisa menikahi gadis cantik. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan nada menggoda.


"Memang nya apa yang menjadi hubungan antara gadis cantik dengan bisu ?" Tanya nya tidak mengerti.


"Jika aku bisu, maka tidak akan ada yang ingin menikah denganku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


'Dan itu adalah aku. ' Lanjutnya dalam hati.


Sampai kapan pun, kalimat lanjutan ini tidak akan pernah terucap oleh nya.


"Benarkah ? Apakah kau gadis cantik yang akan menikahiku ?" Bisik Yuanzheng Yuwen di telinganya.


Dia yang mendengar ini merasa kalau jantungnya berhenti berdetak dan tidak bisa berkata kata, dia menatap Yuanzheng Yuwen dengan tatapan yang tidak bisa di jelaskan.


Tapi tidak menjawab kata kata Yuanzheng Yuwen sebelum memalingkan wajah, ketika Xue Fenghuang sedang tidak melihat wajah Yuanzheng Yuwen.


Pria itu tersenyum pahit dan tiba tiba merasa telah kalah.


'Dia dengan terang terangan menolak ku, seharusnya aku tidak berharap lebih sejak awal. ' Pikir Yuanzheng Yuwen sambil tersenyum pahit.


Di sisi lain, Xue Fenghuang berpikir dalam hati.


'Sialan, pria ini dengan mudahnya bisa memainkan kata kata seperti itu dan membuatku tidak bisa berkata kata. Dia mungkin hanya menganggap ini sebagai hal lucu, tapi dengan bodohnya aku menganggapnya sebagai hal nyata. ' Pikir Xue Fenghuang dengan bingung, entah harus tertawa atau menangis.

__ADS_1


Keduanya terjebak dalam kesalahpahaman dan pikiran mereka sendiri, dan melupakan bahwa masih ada orang lain.


"Permisi, nona dermawan. " Ucap Xue Ying dengan lembut dan takut takut.


"Ah ya. " Dia tersadar dari lamunan nya dan kembali berjalan di belakang Xue Ying.


"Aku tiba tiba merasa nama Nyonya Xue ini agak familiar di telingaku. " Ucap Yuanzheng Yuwen.


"Benarkah ?" Tanya nya dengan terkejut.


"Oh ya, aku belum memperkenalkan diri. " Ucapnya pada Xue Ying yang berjalan di depan mereka.


"Namaku Xue Fenghuang. " Ucap nya dengan ringan.


"Ternyata sama sama bermarga Xue. " Ucap Xue Ying dengan terkejut.


"Itu benar, aku hanyalah seorang anak yatim piatu. Ayahku meninggal karena meledak dan ibuku meninggal untuk menolongku. " Ucapnya dengan ringan.


Menceritakan hal hal seperti ini bukanlah sesuatu yang sensitif baginya, dia justru merasa agak lucu.


Ayahnya mati karena meledakkan diri, bukankah begitu ? Dia lebih senang mendengar ayahnya mati karena meledakkan diri daripada mendengar bahwa ayahnya masih hidup di suatu tempat saat ini.


Dia hanya merasa bahwa dia telah ditipu selama ini, dia merasa tidak nyaman karena memikirkan hal ini.


"Kalau begitu bertambah lagi satu kesamaan kita. " Ucap Xue Ying dengan semangat.


"Itu benar, kita sama sama tidak memiliki orang tua, bukankah begitu ?"Tanya nya, pertanyaan ini lebih ditujukan kearahnya.


Berita bahwa ayahnya selama ini menipunya masih tidak bisa dia terima, orang yang pernah dia anggap sebagai orang paling dekat, ternyata menipunya.


Orang yang pernah membuatnya melakukan habis habisan dan membunuh orang dengan gila gilaan, orang yang telah membuatnya tenggelam dalam kebencian selama bertahun-tahun , ternyata adalah penjahat sebenarnya.


Ini membuatnya terpukul dan tidak bisa menerima kenyataan, padahal Qian Bei dan ibunya telah menegaskan hal ini.


Pamannya, orang yang dia sayangi juga ternyata sekelompok dengan penjahat sebenarnya, dia masih ingat dengan jelas bagaimana dia memimpin Murid Sekte Es Biru di hari keulang tahunnya saat itu.


Kata kata yang dilontarkan oleh Xue Yun tampak seperti sangat terpelajar dan penuh dengan ketulusan, tapi kenyataan nya itu semua adalah kepalsuan.


Sekarang, dia bahkan tidak bisa membedakan yang mana ketulusan yang asli dan yang mana kepalsuan.

__ADS_1


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3


__ADS_2