
Zhang Wei melakukan sesuatu dan membuat banyak keributan selama beberapa hari, sementara dia dan Yuanzheng Yuwen berjalan jalan dan melihat pemandangan.
Zhang Wei mengadu domba sana sini dengan sangat baik sampai sampai dia tidak bisa berkata kata lagi.
Dari yang dia dengar, ketua Sekte Hantu Tengkorak dan Kaisar sampai bergesekan berkat bantuan Zhang Wei.
"Aku rasa, Zhang Wei sangat hebat dalam hal ini. " Ucapnya sambil tertawa kecil.
"Kau benar, dia memang hebat dalam hal ini. " Ucap Yuanzheng Yuwen.
Saat ini dia sedang bersandar di dada Yuanzheng Yuwen dengan manja , layaknya seorang gadis manja.
Sampai akhirnya Zhang Wei datang dan menghela nafas ketika melihat mereka.
"Besok kita akan melakukan serangan menuju Sekte Hantu Tengkorak, siapkan diri kalian. " Ucap Zhang Wei.
Dia segera berdiri dengan tegap, bukannya malu atau apa hanya saja dia merasa tidak enak dengan Zhang Wei.
Bagaimanapun Zhang Wei harus berpisah dengan pasangan nya karena hal ini sementara dia masih bisa bersama dengan Yuanzheng Yuwen.
Jadi, dia merasa itu kurang adil bagi Zhang Wei sehingga dia sebisa mungkin untuk tidak memamerkan kemesraan nya dengan Yuanzheng Yuwen di depan Zhang Wei.
"Ya, aku sudah bersiap. Bahkan pedang ku sudah siap untuk bertarung. " Ucapnya dengan agresif.
"Kau harus berhati hati. " Ucap Yuanzheng Yuwen memperingatkan.
"Ya, tentu saja. Aku tidak pernah meremehkan kekuatan musuh. " Ucapnya dengan bangga.
Keesokan harinya, Dia dan Yuanzheng Yuwen berdiri di pinggir sementara Zhang Wei pergi sendirian kedepan gerbang Sekte Hantu Tengkorak.
Zhang Wei berteriak dan mengeluarkan kata kata provokasi sebelum akhirnya seorang wanita tinggi yang rampung keluar dari gerbang Sekte Hantu Tengkorak.
Itu adalah Lu Xiuran, orang yang menganggu ketenangan mereka pada saat di Istana Dewa yang berada di Dimensi Dewa.
Lu Xiuran ini, sangat berambisi sampai akhirnya bisa diusir menggunakan Tanda pengenal Tuan Yu milik Zhang Wei yang entah bagaimana di dapatkan oleh Zhang Wei.
(Untuk hal ini lebih jelas bisa langsung membaca cerita pedang jiwa naga, untuk di cerita ini tidak akan dijelaskan secara detail karena di sini Yuanzheng Yuwen dan Xue Fenghuang adalah pemeran utama. Hal hal yang tidak terlalu melibatkan Xue Fenghuang dan Yuanzheng Yuwen tidak akan author masukkan seperti di Pedang Jiwa Naga. )
__ADS_1
Zhang Wei mulai bertarung dengan sengit melawan Lu Xiuran, serangan Lu Xiuran ganas dan kuat tapi kurang rapih.
Sementara Zhang Wei sendiri ganas dan cepat, serangan semacam ini sangat tidak sesuai dengan gayanya.
Auranya meskipun menindas tapi tidak ganas, serangannya lembut tapi mematikan, lambat tapi tepat.
Serangan nya tidak dapat dibaca tidak seperti serangan Zhang Wei yang tampak membabi buta, tampaknya kekurangan rasa fokus.
Tapi, untunglah kekuatan Zhang Wei berada setara dengan Lu Xiuran. Beberapa jam kemudian akhirnya pertarungan itu selesai.
Pertandingan berakhir dengan Lu Xiuran yang jatuh ke tanah dengan ekspresi tidak percaya, tidak tahu apa yang dibisikkan oleh Zhang Wei sebelumnya pada Lu Xiuran.
Lu Xiuran tampak nya terpukul sampai sampai tidak bisa mengatakan apapun dan kehilangan fokus.
3 orang lain keluar, orang orang ini sangat kuat mungkin bahkan lebih kuat dari Lu Xiuran. Wajah Yuanzheng Yuwen berubah menjadi dingin.
Dia mengerti kenapa wajah Yuanzheng Yuwen menjadi dingin, kemungkinan ini adalah orang yang membunuh keluarga Yuanzheng.
Mereka berdua langsung terbang dan berdiri tepat di sebelah Zhang Wei dengan Yuanzheng Yuwen di tengah dan dia di ujung sementara Zhang Wei di ujung sebelah sana.
"Kami tentu saja tidak akan membiarkan mu melawan bajingan bajingan tua ini sendirian. "Ucapnya sambil terkekeh.
"Anak liar dari mana lagi ini ? " Tanya salah satu pria paruh baya dengan arogan.
"Anak liar yang bisa membunuh mu tentu saja. "Balasnya.
"Lama tidak bertemu tetua Long, aku tidak yakin kau akan mengingat ku lagi. " Kata Yuanzheng Yuwen.
"Siapa kau ?!" Tanya pria tua bertongkat yang bernama Tetua Long.
"Aku ? Apa kau ingat dengan salah satu keluarga yang kau bunuh di kaki gunung Liu ? " Tanya Yuanzheng Yuwen dengan dingin.
"Kaki gunung Liu ? Kau anak ingusan yang aku lepas kan waktu itu ?" Tanya pria tua itu terkejut.
Yuanzheng Yuwen hanya terkekeh dan tidak tersinggung dengan kata kata milik pria tua itu.
"Ya, terima kasih karena telah melepas kan ku. Jika bukan karena kau membunuh orang tua ku, maka aku tidak akan berubah menjadi seperti ini. " Ucap Yuanzheng Yuwen dengan senyuman tapi suara nya sangat dingin.
__ADS_1
"Siapa nama mu ? Coba kalian perkenalkan diri dulu. " Ucap Zhang Wei.
"Kalian tidak tahu nama kami ?! Aku adalah Long Gu, Hantu Tengkorak Sabit !" Kata pria paruh baya dengan pedang biru.
"Aku adalah Yu Ning, Hantu Tengkorak Pedang !" Kata pria paruh baya dengan pedang perak.
"Aku adalah Long Xun, Hantu Tengkorak Racun. " Kata pria tua itu.
"Karena kami sudah mengenalkan nama maka kalian harus melakukan juga. " Kata Long Gu.
"Aku ? Zhang Wei ! Tidak memiliki gelar dan bukan orang penting. " Ucap Zhang Wei.
"Xue Fenghuang. "Ucapnya dengan acuh tak acuh.
"Yuanzheng Yuwen, seorang anak yatim piatu. " Kata Yuanzheng Yuwen dengan penuh sindiran.
"Saudara Yuanzheng, lebih baik hati hati. Mereka memiliki racun yang berbahaya. " Bisik Zhang Wei pada Yuanzheng Yuwen yang berada di sebelah nya.
"Saudara Zhang, kau juga harus hati hati. Kalau soal racun, jangan khawatir kan Fenghuang, dia kebal racun. " Kata Yuanzheng Yuwen.
"Aku juga kebal racun. " Bisik Zhang Wei lagi, Yuanzheng Yuwen tampak terkejut.
"Biar kan aku yang melawan Long Xun, dia seperti nya memiliki banyak racun yang menarik. " Bisik Zhang Wei.
"Ya, aku akan menyerang Long Gu. " Kata Yuanzheng Yuwen setuju.
Jadi susunan nya adalah dia melawan Long Xun, Xue Fenghuang melawan Yu Ning sedang kan Yuanzheng Yuwen melawan Long Gu.
Xue Fenghuang yang tidak mendengar bisikan dari kedua pria itu hanya dengan setuju setuju saja untuk melawan Yu Ning.
Pria paruh baya yang tampak rapuh dan bisa jatuh kapan saja ini membawa pedang lebar perak yang berukiran tengkorak.
"Hati hati bahwa angin kecil akan membuat tulang tulang tuamu patah. " Ejeknya pada Yu Ning.
"He he, gadis kecil kamu pasti tidak tahu berapa banyak orang yang telah mati di tanganku selama ini. " Ucap Yu Ning dengan seringaian yang menunjukkan giginya yang kosong dan beberapa gigi yang hitam.
"Jangan buka mulutmu, bau. Itu sangat menjijikkan, berapa lama kau sudah tidak sikat gigi wahai kerangka tua ?" Tanya nya dengan penuh ejekan.
__ADS_1