Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
126. "Dia adalah orangku! "


__ADS_3

"Kemari lah. " Ucap nya pada Xue Shangxin.


Dia membantu gadis itu untuk menghilangkan bercak bercak merah di bahu gadis itu dengan kekuatan nya.


Lalu, dia menghapus air mata yang ada di wajah cantik itu dengan perlahan.


"Aku, tidak ingin melihat ada air mata ini lagi di masa depan. " Ucap nya sambil membersihkan air mata tersebut.


Dia membantu Xue Shangxin untuk merapikan ikatan rambut dan berganti pakaian untuk menjadi lebih rapi.


Tinggi Xue Shangxin hanya sebahu nya tidak sampai, dia mengganti sepatu milik Xue Shangxin dengan salah satu sepatu milik nya.


Sepatu itu sedikit kebesaran tapi masih bisa di pakai untuk sementara, setelah di bersihkan wajah Xue Shangxin tampak cantik.


Pakaian milik nya juga tampak kebesaran di tubuh Xue Shangxin, tapi itu masih lebih baik di banding kan menggunakan pakaian yang sudah setengah hancur untuk turun gunung.


"Gunakan ini dulu untuk turun gunung, setelah itu kita akan mencari pakaian yang pas di tubuh mu. " Ucap nya.


Xue Shangxin hanya mengangguk dengan patuh, dia menggandeng tangan kecil itu untuk berjalan keluar.


Mereka turun gunung bersama sama, dia bisa merasakan kalau genggaman di tangan nya menjadi lebih erat.


Dia mengelus tangan itu dan menenangkan Xue Shangxin.


"Jangan takut, aku ada di sini. Selama aku ada di sini, maka tidak akan ada yang bisa menyakiti mu. "Ucap nya sambil tersenyum tipis.


"Baik." Jawab Xue Shangxin dengan sedikit kaku.


Dia membawa anak perempuan itu ke dalam salah satu toko kain paling besar di tempat ini, banyak pelayan yang menganggur tapi tidak ada satu pun yang menanggapi mereka.


Sampai akhir nya ada seorang pelayan terdekat Tetua Li yang masuk ke dalam toko, para pelayan secara berbondong-bondong mengerumuni Tuan Shang yang merupakan tangan kanan Tetua Li.


(Buat yang lupa dengan Tetua Li, ini adalah salah satu Tetua yang paling berkuasa di Pelelangan Qin Xiang. )


Dia ingin memanggil salah satu pelayan di dekat nya, tapi pelayan itu langsung menghindar dengan wajah jijik.


Tatapan nya menajam, penghinaan ini membuat nya marah. Tapi, mengingat kalau dia sedang membawa anak kecil bersama nya, agak kurang pantas jika dia bertengkar di sini.


Jadi, dia menarik tangan Xue Shangxin untuk keluar dengan wajah dingin, aura di sekitar nya menbeku.


Tuan Shang menoleh ke arah nya dan mengenali nya.


"Nona Xue, senang bertemu dengan mu. " Ucap Tuan Shang.


"Ah, Tuan Shang, senang bertemu dengan mu juga." Ucap nya dengan datar, saat ini dia tidak sedang dalam suasana yang baik.


"Nona Xue, bisa kah kamu tunggu sebentar ? Tuan ku berkata untuk membelikan beberapa pakaian untuk anda sebagai rasa terima kasih kami. " Ucap Tuan Shang.


"Kebetulan aku bertemu dengan mu di sini. " Ucap Tuan Shang dengan sopan.


"Hadiah atas rangka apa ?" Tanya nya dengan tidak sabar.


"Hadiah sebagai kemenangan mu dan keberhasilan mu masuk ke babak final. Ini membuat Tuan ku sangat senang karena akhir nya ada orang yang membuat Sekte Biru Es bersinar. Di tambah lagi, kamu adalah salah satu anggota Pelelangan Qin Xiang. " Ucap Shang Yue dengan tenang.


"Tuan Shang, tampak nya toko ini tidak terlalu baik. Aku, Xue Fenghuang bukan lah seseorang yang pemilih, tapi toko ini benar benar terlalu buruk untuk ku. "Ucap nya dengan nada menyindir.

__ADS_1


Shang Yue tampak bingung dengan kata kata nya dan menatap bangunan yang mewah ini, sedang kan para pelayan langsung mundur ke belakang dan membungkuk.


"Maafkan kami ! Maafkan kami, Nona Xue ! Kami tidak mengenali anda. " Ucap para pelayan itu dengan tubuh bergetar.


"Untuk apa meminta maaf, lanjut kan saja sikap kalian sebelum nya. " Ucap nya sambil mendengus.


"Ehm, apa kah ada kesalahpahaman di sini ? Tuan ku adalah pemilik tempat ini, apa kah ada suatu masalah yang menyinggung nona Xue ?" Tanya Shang Yue dengan hati hati.


"Tuan Shang, aku tidak tahu kalau ini adalah milik Tetua Li. Aku baru saja akan membakar tempat ini, tapi karena ini adalah milik Tetua Li maka aku akan memberi nya wajah. " Ucap nya dengan wajah muram.


"Apa kah anda bisa menjelaskan di mana titik masalah nya ?" Tanya Shang Yue tidak mengerti.


"Aku, datang kemari untuk membeli pakaian. Dari sekian banyak nya mereka, tidak ada satu pun yang menghampiri ku. Mereka semua memperlakukan seakan akan aku tidak ada. Tuan Shang, bukan kah menurut mu untuk tidak membunuh mereka saja sudah sebuah kebaikan besar dari ku ?" Tanya nya dengan dingin.


Para pelayan itu gemetar, tapi dia tidak merasakan kasihan sedikit pun. Ini adalah murni kesalahan mereka sendiri.


Wajah Shang Yue berumah menjadi muram dan menatap para pelayan toko dengan tatapan marah.


"Ketika Anda datang, aku memanggil salah satu dari mereka dengan sopan, tapi dia langsung pergi dan menatap ku dengan jijik. Tuan Shang, apa yang akan anda lakukan jika berada di posisi ku ?" Tanya nya sambil menyeringai.


"Kalian semua ! Berani berani nya begitu tidak sopan pada pelanggan ! Berapa banyak orang yang sudah kalian perlakukan seperti ini ? Benar benar mengecewakan !" Ucap Shang Yue dengan marah.


"Maaf kan kami , Tuan Shang. Kami benar benar tidak tahu kalau dia adalah orang kaya. Kami mengira kalau dia adalah pengemis yang akan merusak pemandangan. " Ucap salah satu pelayan mencari alasan.


"Ha ha ha, merusak pemandangan ? Aku takut, kalian lah yang merusak pemandangan. " Ucap suara dingin dari balik mereka berdua.


Dia tidak perlu melihat untuk tahu siapa orang yang berada di belakang nya, dia memutar tubuh nya dan menaruh Xue Shangxin untuk berdiri di belakang nya.


Dia membungkuk untuk memberi salam.


"Tuan Xue !" Ucap Shang Yue dengan sopan memberikan hormat pada Xue Yun.


Siapa yang tidak mendengar kalau Xue Yue sangat menghargai Xue Fenghuang ? Sekarang, tampak nya rumor ini memang benar.


"Tuan Shang, kamu tidak mungkin hanya memberikan beberapa kata penuh kemarahan bukan untuk mereka ? Kebetulan, aku kemarin juga datang kemari dan di usir karena pakaian ku yang seperti ini. " Ucap Xue Yun sambil terkekeh.


Dia memandang Xue Yun yang menggunakan pakaian sederhana berwarna biru tua, tampak seperti seorang pelajar yang miskin.


Tapi, meski pun begitu, aura mulia masih dengan jelas mengelilingi tubuh pria itu. Wajah Shang Yue berubah menjadi lebih buruk dan buruk.


"Tuan Shang, kamu harus memberikan penjelasan yang sesuai untuk penghinaan ini. " Ucap Xue Yun.


Dia diam diam menatap ke pakaian nya sendiri dan baru dia sadari kalau pakaian nya berubah menjadi sangat lusuh karena bekerja keras dari pagi sampai sore.


Terjemur di bawah matahari untuk waktu yang lama membuat nya di penuhi dengan keringat dan ini lah yang membuat nya tampak lusuh.


"Kalian semua di pecat ! Tidak perlu datang lagi kemari !"Ucap Shang Yue dengan datar.


"Tuan ku, maaf kan kami ! Mohon maaf kan kami, kami tidak akan mengulangi nya lagi !" Ucap lebih dari 10 pelayan itu sambil bersujud di tanah.


"Pergi lah, tidak membuat perhitungan pada kalian saja sudah merupakan keuntungan besar bagi kalian. " Ucap Shang Yue dengan tegas.


Tidak ada yang pernah melihat Shang Yue yang selalu tenang dan senyum ramah tiba tiba berubah menjadi sangat marah.


Dia berjalan ke dalam dan duduk di salah satu kursi sambil membawa Xue Shangxin untuk duduk bersama nya.

__ADS_1


"Untuk Tuan dan Nona Xue, aku mewakili Tuan ku meminta maaf kepada kalian berdua. " Ucap Shang Yue dengan sopan.


"Tidak perlu meminta maaf karena mereka lah yang salah. " Ucap nya dengan santai.


Dia menuanh teh yang ada di atas meja dan meneguk nya sebelum memberi nya pada Xue Shangxin.


Itu bukan berarti dia memberikan sesuatu yang bekas diri nya pada Xue Shangxin, melainkan dia memastikan apakah teh itu, gelas itu memiliki racun atau tidak.


Tidak ada yang tahu apa yang akan di lakukan oleh Pelelangan Qin Xiang , mereka tampak dekat di permukaan tapi sebenar nya tidak sama sekali.


Mereka hanya berhubungan untuk bisnis yang saling menguntungkan satu sama lain.


"Sebagai ganti kata permintaan maaf ku, aku akan membuat kan dua setel pakaian untuk Tuan dan Nona Xue. " Ucap Shang Yue.


"Aku tidak perlu pakaian, dia yang membutuhkan pakaian. Lalu , aku tetap akan membayar pakaian tersebut. " Ucap nya dengan nada yang tak ingin di bantah.


"Tapi, Tuan Ku sendiri berkata untuk membebaskan biaya ini untuk Nona Xue. " Ucap Shang Yue dengan sulit.


"Tidak apa apa, aku sendiri yang nanti akan menjelaskan pada Tetua Li, dia akan mengerti tentang ini. Aku tidak suka berhutang budi pada seseorang. " Ucap nya dengan santai.


"Baiklah." Ucap Shang Yue tidak memaksa lebih jauh.


Shang Yue tampak nya masuk ke bagian dalam Toko Kain untuk mencari sesuatu, sedang kan dia duduk dengan canggung karena berseberangan dengan Xue Yun.


"Siapa itu ?" Tanya Xue Yun dengan tatapan rumit.


"Dia adalah orangku !" Ucap nya dengan penuh penekanan.


"Hm, apa kah kau mengecek dari mana dia berasal atau siapa keluarga nya ?" Tanya Xue Yun.


"Aku tidak peduli siapa keluarga nya, sejak dia bergabung dengan ku, itu arti nya dia sudah menjadi orang ku. Aku harap, Ketua Sekte tidak tersinggung dengan kata kata ku. " Ucap nya dengan datar.


Saat ini, tidak ada yang bisa dia percayai di dalam Sekte Biru Es kecuali Tetua Ouyang, wanita itu adalah satu satu nya orang yang selalu menemani nya meski pun dia sedang di jauhi oleh semua Sekte.


Xue Yun tampak menghela nafas, sedang kan dia tetap diam menunggu pria itu untuk berbicara.


"Aku sudah dengar tentang keributan mu dengan Lin Cong Zi, apa kah kau akan benar benar melepas kan nya ?" Tanya Xue Yun dengan tenang.


"Tidak ada yang bisa ku lakukan, jika dia ingin pergi maka pergi lah. Aku tidak akan menahan nya sedetik pun, sejak dia memutus hubungan dengan ku, sejak saat itu juga dia bukan siapa siapa lagi di hidup ku. Tidak ada yang sulit di dunia ini, semua nya hanya masalah merelakan atau bertahan. " Ucap nya dengan datar.


"Apa kah kamu tidak membohongi diri mu sendiri dengan kata kata ini ?" Tanya Xue Yun.


"Pada akhir nya, aku sudah terbiasa untuk sendirian dan di tinggal kan. Aku sudah terbiasa akan hal ini, tidak ada yang perlu di khawatir kan akan hal itu. Kehilangan satu teman bukan hal yang baru bagi ku. " Ucap nya.


Dia bisa merasa kan sebuah kesedihan mendalam dari tatapan mata Xue Yun saat mendengar kata kata nya.


Tapi, dalam sekejap kesedihan itu hilang, dia pun merasa kalau itu hanya lah halusinasi nya semata.


"Apa yang akan kau lakukan jika kau mengetahui kalau orang tua mu melakukan pengkhianatan terhadap diri mu ?" Tanya Xue Yun.


"Tidak ada yang bisa ku lakukan, itu adalah takdir. Aku akan memilih untuk pergi dari pada bertahan dengan itu. Aku, paling tidak bisa mentolerir pengkhianatan. Karena, semakin aku mentolerir hal tersebut, semakin sakit perasaan ku. " Gumam nya sambil menunduk.


Dia sudah berkali kali menemukan gelagat aneh dari Zhu Xing Lian, tapi masih berusaha untuk berpikiran positif.


Pada akhir nya, dia harus membayar mahal untuk toleransi nya pada Zhu Xing Lian, yaitu kehidupan sekali lagi yang penuh dengan luka.

__ADS_1


__ADS_2