Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
125. "Aku akan tetap mengikutimu........... "


__ADS_3

"Hei, gadis kecil , apa yang kau lakukan dengan tetap di sini ?" Tanya nya sambil berjongkok tanpa peduli kalau pakaian bagian bawah nya di rendam oleh darah.


"Kenapa aku harus pergi ? Mereka menyentuh ku dengan paksa di sini, mereka menarik pakaian ku hingga hancur. " Gumam gadis itu dengan tatapan kosong.


Dia bisa melihat ada bercak merah di bagian leher gadis itu.


"Mereka memaksa ku untuk melakukan apa yang aku tidak mau, ayah dan ibu pernah berkata kalau aku melakukan ini dengan pria yang tidak di kenal maka tidak akan ada lagi yang menerima ku. " Ucap anak perempuan itu dengan air mata yang menetes.


Dia segera memeluk tubuh rapuh itu dan berharap kalau dia bisa memberikan tubuh rapuh itu kenyamanan dan keamanan.


"Kamu harus tahu bahwa masih akan ada yang menerima mu, jika memang begitu, kenapa orang orang yang lain pergi ? Kamu hanya terlalu banyak berpikir, kamu harus lebih berpikiran positif di masa depan. " Ucap nya sambil mengelus punggung anak perempuan itu.


Hati nya tidak bisa tidak merasa sakit untuk melihat seseorang anak perempuan yang baru berumur 10 tahun untuk menanggung penderitaan dan penghinaan ini.


Dia menyesal karena telah membunuh para bandit ini dengan mudah, jika dia tahu maka dia akan menggores nadi mereka dan menjemur tubuh mereka di bawah terik nya matahari.


Membiarkan mereka menjadi makanan burung pemakan bangkai dan darah mereka akan menetes sebelum mengering dari dalam tubuh.


Proses kematian yang menyakit kan dan penuh dengan penyiksaan.


"Tidak ada guna nya, semua nya sudah terlambat, ayah, ibu, paman, bibi, kakek dan nenek, semua nya sudah meninggal. Hanya aku yang selamat, mereka di bunuh oleh orang orang jahat itu tepat di depan mata ku. Aku tidak ingin hidup lagi, jika kau benar benar berniat membantu ku, maka bantu bunuh aku. " Ucap anak perempuan itu dengan pilu sambil memberikan nya sebelah pisau kecil.


Dia memegang pisau itu, dengan tangan yang gemetar. Sudah ada ribuan nyawa yang melayang di tangan nya, tapi menanggapi permintaan ini benar benar berat bagi nya.


"Kamu pasti sudah membunuh banyak orang, bunuh lah aku seperti kamu membunuh musuh musuh mu sebelum nya. Aku selalu berpikir untuk melakukan nya, tapi aku tidak berani dan aku takut kalau aku akan terbangun kembali. " Ucap anak perempuan itu dengan penuh keputus asaan.


Dia menatap dengan tatapan berkaca kaca pada anak perempuan di depan nya.


Tringgg

__ADS_1


Pisau itu jatuh dan menimbulkan bunyi dentingan yang mengisi kekosongan di antara dia dan anak perempuan ini.


"Aku tidak akan membunuh mu, pulang lah. Aku akan memberi mu uang yang bisa menjamin kehidupan mu sampai kamu dewasa. " Ucap nya sambil memalingkan wajah nya.


Dia tentu saja ingin membawa anak ini bersama nya, yang membuat nya ragu bukan lah masalah anak ini sudah di perkosa oleh para bandit atau belum.


Tapi, masalah nya dia memiliki musuh di mana mana, dia takut musuh musuh nya akan menarget kan anak ini sebagai ganti karena tidak bisa menyentuh nya.


Belum lagi, tidak tahu penderitaan dan jalan berliku apa lagi yang akan menunggu nya di masa depan.


Dia takut kalau suatu saat dia tidak bisa menahan siksaan dari Tubuh Yin Murni dan menjadi gila, dia takut akan menyakiti anak perempuan ini.


Tatapan nya berubah menjadi sendu, mereka berdua sama sama memiliki nasib yang sangat sangat buruk.


Begitu buruk sampai sampai langit putih berubah menjadi gelap. Sungai jernih pun akan berubah menjadi merah darah karena nasib buruk miliki mereka.


"Aku akan memilih untuk bunuh diri di banding kan untuk hidup di bawah gunung, meski pun kamu memberi mu uang. Aku tidak memiliki siapa pun yang bisa ku jadi kan sebagai semangat dan tujuan hidup ku di dunia ini, lebih baik menyusul kedua orang tua ku. " Ucap anak perempuan itu dengan tegas.


Kejadian apa yang menimpa anak perempuan ini sampai sampai memaksa nya untuk menjadi dewasa di usia nya yang begitu muda.


"Lalu, apa yang harus aku lakukan untuk membuat mu bertahan hidup ?" Tanya nya dengan sedikit putus asa.


"Aku akan bertahan hidup apabila kamu membawa ku pergi bersama mu. " Ucap anak perempuan itu dengan tidak niat.


"Tapi, apa kah kamu tidak akan takut dengan ku ? Tangan ku di penuhi dengan darah dan kematian selalu mengiringi langkah ku. " Ucap nya.


"Aku akan tetap mengikutimu, walaupun tangan mu berlumuran darah dan kematian mengiringi setiap langkah mu. " Ucap anak perempuan itu dengan tegas.


"Benarkah ? Apa kamu benar benar akan mengikuti ku ?" Tanya nya tidak percaya.

__ADS_1


"Tentu saja, aku akan menjadi satu satu nya orang yang paling setia pada mu sebagai ganti penyelamatan mu kali ini. " Ucap anak perempuan itu.


"Apa kamu memiliki nama ?" Tanya nya dengan bingung.


"Tidak ada, aku tidak mengingat nama ku sama sekali. " Gumam anak perempuan itu dengan pikiran yang kacau.


"Ehmm........... Kalau begitu aku akan memberi mu sebuah nama, Xue Shangxin. " Ucap nya.


(Xue adalah marga yang sama dengan milik Xue Fenghuang dan untuk Shangxin arti nya adalah sedih.


伤心 : Shangxin, sedih


ini berbeda dengan Beishang ya teman teman, jika Beishang arti nya adalah kesedihan. )


"Xue Shangxin, nama yang bagus meski pun tidak memiliki arti yang baik. " Gumam anak perempuan itu.


"Aku rasa itu cukup cocok dengan mu, aku berharap nama mu akan menginspirasi diri mu untuk berkembang. " Ucap nya sambil mengulur kan tangan nya pada


Xue Shangxin tampak ragu ragu untuk menangkap tangan nya sebelum benar benar berdiri dengan bantuan nya.


"Mulai sekarang, lupa kan semua mimpi buruk mu dan berlatih lah bersama ku. Tidak peduli siapa kamu sebelum nya, sekarang kamu adalah orang yang aku lindungi, Xue Fenghuang !" Ucap nya dengan tegas.


"Aku, Xue Shangxin bersumpah untuk terus setia pada Nona Xue , tidak peduli bahkan jika harus mengorbankan nyawa ku. Aku bersumpah atas nama langit dan jika aku melanggar nya maka aku akan di sambar oleh langit hingga mati !" Ucap Xue Shangxin dengan tegas dan tanpa keraguan.


Grrrr ggrrrr


Suara petir terdengar terus menyambar dari luar, Xue Shangxin menatap tanda phoenix salju yang terbentuk di lengan kanan kecil nya.


"Itu adalah tanda kalau kamu sudah bergabung dengan ku, jangan menyesali perbuatan mu karena tidak akan jalan mundur lagi kali ini. " Ucap nya dengan senyum tipis.

__ADS_1


Bonus Like 16 k : 3 / 3


__ADS_2