Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
273. Mencari Mati


__ADS_3

Dia memandang pertandingan Feng Taoran dan Yuanzheng Yuwen dengan cermat untuk memperhatikan setiap gerak gerik mereka.


Sehingga, nanti terlepas siapa yang menang dan siapa yang kalah, dia masih bisa mempersiapkan diri terlebih dahulu sebelum waktunya tiba.


Kekuatan nya terbatas dan dia hanya bisa bertaruh untuk menang atau tidak, kemenangan nya tergantung pada kepercayaan dirinya.


Jika sebelumnya dia selalu mengatakan bahwa dia bisa melepaskan potensi darah iblisnya maka kali ini dia akan melepaskan potensi darah Dewa nya.


Dia merasa , kekuatan yang di kandung bahkan jauh lebih besar. Jadi dia hanya bisa bertaruh pada dirinya sendiri.


Apakah dia bisa bertahan atau tidak, apakah dia bisa menang atau tidak bergantung pada dirinya lagi.


Setelah 2 jam yang menegangkan, sekarang menjadi lebih ringan dan lebih bisa di tebak. Dia sudah menentukan tebakannya.


Di lihat dari serangan kedua nya maka Feng Taoran yang akan menang kali ini, itu berarti dia akan melawan Feng Taoran.


Tidak lama kemudian, Yuanzheng Yuwen menyerah dan pengamat mengatakan bahwa Feng Taoran menang.


"Masih ada waktu 3 jam untuk memulihkan diri, kalian bisa keluar dan kembali lagi ke sini setelah 3 jam. " Ucap Ketiga pengamat Kekaisaran sebelum berjalan keluar.


Dia tidak mengerti, tapi para penonton bisa menonton pertandingan mereka meskipun tidak berada di lapangan yang sama.


Jika di masa lalu, mungkin mereka menggunakan sesuatu yang di sebut dengan kamera pengawas. Ini mungkin mirip seperti itu, tapi dia tidak bisa menemukan nya.


"Bagaimana kalau kita makan dulu ? Aku lapar. " Keluhnya.


"Tidak ada hari dimana kau tidak kelaparan. " Ucap Lan Tianjin.


"Aku lapar, lapar , dan lapar ! " Ucapnya sambil cemberut.


"Sudah, ayo kita pergi cari makan. " Ucap Yuanzheng Yuwen sambil menarik tangannya.


Dia mengikuti langkah pria itu dan berjalan keluar dari lapangan untuk mencari makanan, mereka berempat sebenarnya kelaparan.


Hanya saja, cuma Xue Fenghuang yang berani terang terangan mengatakan nya. Mereka sebagai seorang kultivator, merasa malu kalau mengatakan mereka lapar.


Tapi, dia tidak malu. Kenapa harus malu ? Apapun yang dia ingin lakukan, siapa yang berani melarangnya ?

__ADS_1


Lagipula, dia sudah pernah tidak makan 5 bulan, dia tidak akan kekurangan pengalaman sebagai orang kelaparan.


Mereka memasuki salah satu kedai dan memesan makanan untuk mereka, mereka hanya berempat tapi duduk di meja untuk orang delapan karena jumlah makanan yang mereka pesan.


Jumlah makanan tidak cukup untuk ditampung dengan 2 meja sehingga membutuhkan 8 meja, dia baru saja akan memakan makanan nya dengan tenang sebelum pengacau mendatangi nya.


"Aku beri 500 Kristal Roh Tingkat Rendah, usir semua orang ini dari sini. " Ucap suara kasar di belakangnya.


"Huft, selalu ada masalah di manapun aku berada. " Ucapnya dengan kesal dan lelah.


"Tapi, tuan kami tidak akan bisa mengusir semua pelanggan kami. Bagaimana jika kami mengarahkan kalian ke lantai 3 yang kosong. " Ucap pemilik kedai.


"Tuan, kamu mengatakan bahwa tidak ada tempat lagi hanya ada 2 lantai dan lantai atas adalah tempat pribadimu. " Ucapnya dengan datar.


Mereka di paksa untuk duduk bersempit sempitan dengan banyak orang di lantai 2, tapi tiba tiba pemilik kedai mengatakan bahwa masih ada lantai 3 .


Bukankah ini sangat menyebalkan ? Padahal mereka memesan banyak makanan di sini.


"Ini..... "Pemilik kedai terdiam.


"Kalian jika ingin makan maka tunggu ada meja kosong, jangan buat keributan. " Ucapnya dengan dingin tanpa menoleh.


"Aku adalah murid Sekte Seruling Abadi !" Ucap murid yang lain.


Dia menghitung dan ada 7 orang di antara mereka dan memandang mereka dengan rendah, Sekte Seruling Abadi ini adalah salah satu yang harus di hancurkan juga di masa depan.


Karena sebelumnya ada 10 Sekte besar, maka dia akan membuat mereka menjadi 5 karena telah menghilangkan salah satunya.


Sejak Sekte Es Biru hancur, itu berubah menjadi 9 Sekte dan pada saat itu, semuanya sudah tidak utuh.


"Sekte Seruling Abadi ? Sekte yang bahkan muridnya dikalahkan pada putaran pertama , apa yang harus di bangga kan ?" Tanya nya dengan sinis.


"Kau ?! Sebutkan namamu ! " Ucap pria itu.


"Apakah kau layak ?" Tanya nya dengan datar.


Feng Taoran masih makan sebelum sebuah belati melayang dari lantai bawah, Feng Taoran selalu tenang bahkan ketika sudah begini.

__ADS_1


Pria itu mencabut belati itu dan melemparkan nya kembali ke bawah bahkan tanpa menoleh sebelum kembali makan.


Shiuttt


Belati itu memaku pria yang melemparkan belati itu sebelumnya sampai mati, karena darah semua orang berteriak dan lari bahkan ketika mereka belum bayar makanan mereka.


Pemilik kedai menjadi khawatir sedangkan dia sudah menyiapkan dua kantung besar yang berisikan Kristal Roh Tingkat Rendah untuk mengganti kerugian.


"Berani berani nya kau membunuh murid Sekte Seruling Abadi kami ?! Tetua kami akan segera datang !" Ucap pria yang pertama dengan marah.


"Ada apa ?" Tanya suara pria paruh baya yang baru datang.


Dia menoleh dan tersenyum sinis, dia berdiri dari kursi nya dan berjalan ke pembatas lantai dua kedai.


"Tetua Song datang kemari secara pribadi kemari, haruskah aku mengucapkan salam padamu ?" Tanya nya dengan senyum sinis yang sangat mengejek.


"Gongzi ini ? " Song Ruiqi tampak bingung dengan identitas nya.


"Xue Wang Ji. " Ucapnya dengan lembut.


"Ternyata Xue Gongzi, aku bertanya tanya kenapa Xue Gongzi membunuh murid Sekte ku ?" Tanya Song Ruiqi masih belum marah.


"Jika aku ingin membunuh nya, haruskah aku meminta izin terlebih dahulu pada Tetua Song ?" Tanya nya dengan nada yang sama.


"Sebagai sesama murid kedua sekte telah berhubungan erat, tidak baik untuk membunuh hanya karena masalah kecil. Aku akan meminta pertanggung jawaban Tetua Zhao dan Ketua Sekte Lang. " Ucap Song Ruiqi.


"Kata kata Tetua Song tampak sangat baik dan sopan, tapi sebenar nya agak kurang adil dan memihak. Kata kata Tetua Song seperti sangat menyudutkan ku, apakah tidak ingin mendengar cerita bagus dari sisi pandangku ?" Tanya nya, jari jari halusnya saling berkaitan dan menampilkan senyum cerah yang mempesona.


"Katakan." Song Ruiqi tampak mengerut kan dahi nya setelah mendengar teguran dari nya yang merupakan seorang junior.


"Murid mu melemparkan sebuah belati padaku, apakah ini bisa di bilang sebagai bentuk usaha pembunuhan ?" Tanya nya dengan wajah acuh tak acuh.


"Temanku hanya bermain main denganmu ! " Ucap pria yang pertama.


"Aku juga hanya bermain main dengan teman mu, siapa yang menyangka jika dia ternyata bahkan tidak bisa menghindari belati itu ?" Tanya nya dengan wajah yang membuat orang marah.


"Kau ?! Shifu, bukan dia yang membunuh nya melainkan pria berbaju putih di belakangnya. " Ucap pria yang pertama pada Song Ruiqi.

__ADS_1


Bonus Crazy Up 18/10/2021 - 31/10/2021 : 2 / 3


__ADS_2