
"Huft, si tua Ning itu sudah menjadi antek antek Wakil Ketua Sekte sejak lama. Sepertinya aku telah terlalu lama berdiam sampai sampai menganggap sebelah mata pada murid di bawahku. Jika aku tidak salah, maka tiga hari lagi adalah ulangtahun nya. Aku akan membuatnya menyesal. " Ucap Rong Xian.
"Tetua Rong, tidak perlu mempermalukan dirimu sendiri dengan memberikan barang yang begitu rendah seperti ini. Semua orang tahu bahwa batu ini bahkan tidak akan dilirik oleh pengemis. Lalu dia memberikan ini padaku, bukankah ini sebuah penghinaan besar ?" Tanya nya sebelum memegang batu itu sampai menjadi abu.
"Aku penasaran yang mana Tetua Ning ini, aku belum pernah bertemu dengannya tapi dia mencari masalah denganku. " Ucapnya dengan sinis.
"Tetua Ning ini adalah seorang penjilat yang tidak tulus, mencoba untuk merayuku supaya mendapat nilai lebih di mata Wakil Ketua Sekte tapi nyatanya hanya memberikan Pil Kemurkaan Dunia. Siapa yang tidak sanggup untuk membeli pil ini ? Bahkan kualitasnya hanya 40 persen, ini tidak lain tidak bukan adalah sampah yang tidak bisa digunakan. " Cibir Shangguan Shiyi sebelum menghancurkan kotak itu menjadi ribuan keping.
"Melihat ini membuatku semakin tidak sabar untuk segera pergi menuju Sekte Naga Azure. Untuk memusnahkan Sekte ini adalah satu hal yang mudah, tapi mempermalukan mereka terlebih dahulu bahkan jauh lebih menarik. " Ucapnya dengan tatapan kejam.
"Shangguan Shiyi, sebaiknya kau segera kembali ke sisi gurumu atau dia akan segera datang kemari. " Ucapnya dengan jengah.
"Ya, aku akan segera pergi. Tetua Rong, Zuanshi, aku pergi dulu !" Ucap Shangguan Shiyi sebelum berjalan pergi.
Sedangkan dia juga berdiri dan tersenyum tipis.
"Tetua Rong, aku akan meracik obat di kamarku yang telah kamu siapkan tadi. Terima kasih atas masakan nya." Ucapnya dengan manis sebelum berjalan masuk ke dalam kamarnya.
Sebenarnya, membuat obat hanyalah alasan nya, yang sebenarnya adalah dia ingin merapikan cincin ruang yang dimilikinya.
Cincin ruangnya ada tiga dan dia belum merapihkan semuanya, dia membongkar semuanya dan memindahkannya ke dalam cincin ruang yang lebih besar.
Setelah dia merapihkan rapihkan, hampir 3 jam telah berlalu dan dia akhirnya hampir selesai.
Saat dia sedang merapikan, dia menemukan sebuah telur lucu yang sudah retak tapi tidak menetas.
" Ini adalah Telur Cobra Salju itu ! Astaga, aku melupakannya. " Ucapnya dengan panik.
"Ini sudah lebih dari satu tahun, kenapa dia belum menetas seperti yang dikatakan oleh induknya ya ?" Tanyanya dengan bingung sambil menempelkan matanya pada telur ular itu.
Lalu, dia melihat adanya pelindung tipis di sekitarnya.
__ADS_1
"Ah, ternyata ini yang membuatnya menetas lebih lambat, dengan formasi yang berada di luar cangkangnya ini. Mungkin butuh lima tahun untuk dia menetas. " Gumamnya.
Dengan satu sentuhan, formasi itu telah hilang. Dia mengalirkan Qi dan retakan menjadi semakin lebar di setiap saatnya.
"Siapa yang menaruh formasi ini ?" Gumam nya dengan bingung.
"Aku jelas jelas tidak memasangnya. " Lanjutnya dengan bingung.
Kretek kretek
Suara retakan terdengar sebelum telur itu benar benar terbuka sepenuhnya dan menunjukkan ular putih dengan mahkota biru di kepalanya.
Mata nya biru, sebiru laut dan tubuhnya dingin , sedingin es. Ular itu menatapnya dengan mata bult yang anggun itu.
Lalu mulai melilit di jari telunjuknya, dia takut kalau sedikit tekanan akan menghancurkan tubuh ular itu. Tubuhnya sangat kecil, mirip seperti benang wol yang berwarna putih dengan mahkota biru.
"Kamu sangat kecil dan kamu sangat dingin, bagaimana jika aku memberimu nama Xiao Bing ?" Tanya nya dengan senyum ceria.
"Ck, kamu baru tertidur selama lebih dari 2 tahun dan sekarang kamu mau tidur lagi. " Ucapnya dengan kesal.
Ular kecil itu seperti tidak mendengarnya dan hanya tertidur, dia duduk di salah satu kursi dan mulai mempelajari mantra pengubah suara tanpa menganggu Xian Bing yang masih melilit di jari telunjuknya.
Setelah berlatih selama 1 jam, dia sudah berhasil mengubah suaranya menjadi lebih berat dan serak, ciri khas suara pria.
"Sangat baik sekali !" Ucapnya setelah kembali ke suara yang normal.
Jujur saja, dia sendiri tidak ingin menggunakan mantra ini lama lama , takut kalau suara nya tidak akan kembali lagi.
Dia tidak akan percaya apabila seseorang mengatakan kalau mantra ini tidak memiliki efek samping, yang dapat merubah sesuatu semacam ini agak mengerikan.
Dia duduk dan bersandar dengan santai sebelum merasakan ada nya pergerakan di jari telunjuknya. Dia merasakan gigitan gigitan kecil di jarinya.
__ADS_1
"Kenapa ? Kamu lapar ? Aku akan memberimu makan. Jangan memakan jariku. " Ucapnya sambil menghela nafas.
"Kamu ingin makan apa ? Daging ? Sayuran ? Kristal Roh ?" Tanya nya pada Xiao Bing.
Xiao Bing mengangguk saat mendengar nama yang terakhir jadi dia mengeluarkan satu Kristal Roh dan memecahnha menjadi beberapa ratus bagian kecil.
Tubuh kecil Xiao Bing mulai meliuk liuk di atas meja dan dalam waktu singkat, seluruh pecahan telah berhasil di murni kan oleh Xiao Bing untuk menjadi kekuatan an sumber makanannya.
"Apakah kamu sudah kenyang ? Nanti malam aku akan memberimu satu lagi. Untuk sementara, aku akan memberimu 3 Kristal Roh setiap harinya. Jangan makan terlalu banyak, kekenyangan tidak akan baik untukmu. " Ucap nya menceramahi Xiao Bing.
Dan sebelum dia melihat lagi, Xiao Bing telah tertidur lagi di atas meja.
"Ck, aku baru tahu jika ada ular sepertimu. " Dengusnya.
Dia berjalan menuju kasur dan ber kultivasi, dia tidak boleh melewatkan waktu kultivasi nya atau semua rencana besarnya akan jatuh berantakan.
Dia memejamkan mata dan tenggelam dalam kultivasi nya, sampai akhirnya malam tiba, dia memutuskan untuk tidak makan malam lagi.
Dia hanya bergerak sebentar untuk memberikan Xiao Bing makan sebelum dia kembali ber kultivasi, dia tidak ingin ular yang baru berumur beberapa jam itu meninggal karena kelaparan.
Belum lagi, dia telah berjanji pada ibu Xiao Bing untuk menjaga Xiao Bing dengan baik. Lagipula, Xiao Bing telah menemaninya sejak lama.
Dia diberi Xiao Bing saat dia baru baru memulai perjalanan panjangnya, memikirkan ini dia menghela nafas lega dan tersenyum tulus.
Ternyata dia sudah berhasil bertahan begitu lama di dunia ini, dunia yang awalnya dia pikir hanya hayalan nya semata.
Tapi, masih ada satu ketakutan yang menghantuinya selama ini. Dia takut jika ini hanya mimpinya dan ternyata dia terbangun di tempat sebelumnya.
Dia takut, benar benar takut.
Takut bahwa semuanya hanyalah hayalan nya karena di sini dia berhasil mendapatkan apa yang dia inginkan meskipun hanya sebentar.
__ADS_1
Seperti ayahnya, pamannya, Xue Shangxin, kakak nya, ayah angkatnya, Shangguan Shiyi dan sahabat sahabatnya yang lain.