Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
97. Pertandingan


__ADS_3

"Baiklah , karena tampak nya hampir semua orang sudah tiba. Mari mulai pertandingan ini. " Ucap Yue Lian dengan tenang tapi jelas dan dapat di dengar oleh semua orang.


"Ada tiga peraturan yang harus kalian taati , yaitu :


- Tidak boleh saling membunuh dan jika tidak sengaja terbunuh maka harus membayar denda 50.000 Kristal Roh tanpa di bantu oleh Sekte masing masing !


- Tidak menggunakan obat terlarang


- Berhenti menyerah apa bila pihak lawan telah menyatakan kalau diri nya menyerah atau akan di diskualifikasi dari pertandingan.


Apa kah ada yang ingin menyuarakan keberatan atas 3 peraturan yang telah di buat oleh kami bertiga ?" Tanya Yue Lian dengan tegas.


(Obat terlarang adalah obat yang dapat meningkatkan kekuatan untuk sementara waktu dengan bayaran yang besar. )


"Tidak !" Jawab mereka dengan serempak.


Di depan ketiga pengamat atau hakim, ada sebuah kotak kayu besar yang berisikan nama nama mereka.


Yue Lian menjulurkan tangan nya dan mengambil salah satu nama tanpa melihat.


"Lu Yang, dari Sekte Api Abadi. " Ucap Yue Lian dan Kultivator Yin Yang pun mengambil salah satu.


"Lin Cong Zi, dari Sekte Es Biru. " Ucap Kultivator Yin.


(Yin adalah wanita dan Yang adalah pria. )


Lin Cong Zi yang mendengar ini mengambil pedang gadis itu yang sedang ia main kan dan terbang ke atas arena dengan wajah dingin.


"Salam, Lin Cong Zi dari Sekte Biru Es !" Ucap Lin Cong Zi dengan sopan dan menunduk kan kepala nya.


"Lu Yang dari Sekte Api Abadi. " Ucap pria lain dengan wajah sombong.


Kedua orang itu mulai bertarung dengan cukup sengit di awal sedang kan dia yang duduk lumayan belakang, tidak memperhatikan terlalu jelas apa yang ada di arena.


Bukan karena mata nya kabur tapi dia tidak niat, karena dia sudah bisa menebak pemenang nya. Lin Cong Zi terlihat memutar pedang nya dan mendorong Lu Yang dengan gagang pedang nya dan terlempar ke luar arena.

__ADS_1


"Selamat, Lin Cong Zi dari Sekte Es Biru, menang !" Ucap Yue Lian tanpa ekspresi.


Sedang kan wajah Ketua Lin berubah menjadi muram dan wajah Ketua Xue masih tidak berubah.


Lin Cong Zi melambaikan tangan nya dengan senang ke arah nya sebelum duduk di kursi yang berbeda dengan sebelum nya.


Memang itu adalah tempat duduk bagi yang memenangkan pertandingan sedangkan yang kalah akan kembali ke tempat duduk semula.


Banyak orang yang kalah taruhan karena memikir kan kalau Murid Sekte Api Abadi bisa mengalahkan Sekte Biru Es.


"Selanjutnya, Lin Kuang , dari Sekte Api Abadi. " Ucap Yue Lian dengan sedikit terkejut sedang kan wajah Ketua Lin berubah menjadi lebih cerah.


Tampak nya ini adalah murid unggulan Sekte Api Abadi.


"Xue Fenghuang , dari Sekte Es Biru. " Ucap Kultivator Yin.


"Tampak nya ini akan menjadi pertarungan bagi Sekte Es Biru dan Sekte Api Abadi, Sekte Jari Surgawi, tampak nya harus menunggu. " Canda Kultivator Yang.


"Tentu saja, menunggu adalah keahlian ku. " Kata Ketua Sekte dari Sekte Jari Surgawi.


"Salam, Xue Fenghuang dari Sekte Es Biru. " Ucap nya sambil menangkup kan tangan di depan dada.


"Lin Kuang dari Sekte Api Abadi. " Kata wanita di depan nya dengan dingin.


Dia mengeluarkan pedang lentur nya dan memilih untuk menyimpan Pedang Es Jiwa untuk akhir.


"Silakan." Ucap nya mempersilakan untuk Lin Kuang memberi kan serangan terlebih dahulu.


"Baiklah, aku tidak akan sungkan. " Ucap Lin Kuang sebelum menyerang dengan ganas.


Dia berputar di udara dan berdiri dengan satu kaki di atas pedang Lin Kuang dan menekan pedang itu sekuat tenaga ke bawah sebelum meloncat ke atas.


Dia menunduk sebelum berlutut dengan satu kaki dan mendorong diri nya untuk maju dengan bantuan satu tangan untuk menghindari tebasan Lin Kuang.


Dia menatap dengan dingin, gadis di depan nya ini melawan nya dengan niat membunuh ! Maka dia akan mengajari orang ini bagai mana membunuh seseorang dengan baik.

__ADS_1


Dia berdiri dan mengayunkan pedang nya dengan kecepatan tinggi sebelum menggunakan pedang nya sebagai tumpuan dan kaki nya terangkat untuk menghantam wajah Lin Kuang.


Bruk


Lin Kuang terlempar mundur dengan wajah yang memerah sebelum membengkak dengan bekas sepatu yang terlihat jelas.


"Kau !" Lin Kuang tampak khawatir dengan wajah gadis itu, dia mendengus pelan sebelum berlari ke depan dengan pedang yang terayun ke kanan.


Segera saja Lin Kuang yang melihat nya segera menghindar ke sisi kiri, tapi sayang nya Lin Kuang tampak nya lupa kalau dia menggunakan pedang lentur.


Setelah menebas ke kanan, pedang nya mengempas ke bagian kiri dan menghantam punggung Lin Kuang. Gadis itu memuntah kan darah dan berdiri dipinggir arena dengan mengandalkan pembatas arena.


Dia sengaja tidak mendorong Lin Kuang keluar arena meski pun dia bisa karena dia masih belum cukup untuk memberikan 'pelajaran' pada gadis itu.


Berniat untuk membunuh nya di arena ini dengan peraturan yang mutlak adalah kearoganan yang luar biasa, harga diri nya tidak bisa mentolerir hal seperti itu.


Lin Kuang mengumpul kan kekuatan dan kembali menyerang nya, dia menyimpan pedang nya sebelum menendang Lin Kuang dengan mudah seolah olah dia sedang menendang tahu.


Lin Kuang terbaring pingsan dengan beberapa tulang yang patah.


"Tuan Yue dan hakim lain tolong beri murid ku keadilan ! Beberapa tulang nya di patah kan oleh gadis iblis ini !" Teriak Ketua Lin dengan panik.


"Kenapa aku harus di adili ? Aku tidak membunuh nya, tidak menggunakan obat terlarang dan dia belum menggumamkan kata menyerah. Kenapa aku harus berhenti ? Ketua Lin, apa maksud mu aku harus duduk diam dan menerima semua serangan yang murid mu berikan ? Lalu, jika kau tidak ingin murid mu terluka maka kau bisa menyimpan tubuh nya di dalam peti kaca. " Ucap nya dengan sinis.


"Ketua Lin, gadis ini tidak melanggar peraturan maka dia akan menang. Selamat, Xue Fenghuang dari Sekte Biru Es menang !" Ucap Yue Lian setuju.


"Terima kasih !" Ucap nya menunduk sambil menangkup kan kedua tangan nya menandakan kesopanan.


Dia terbang ke sebelah Lin Cong Zi dan melakukan tos dengan senyum bangga satu sama lain, sedang kan kali ini bukan hanya Ketua Lin dari Sekte Api Abadi yang muram.


Tetapi semua murid Sekte Api Abadi memasang wajah muram.


"Ketua Lin, murid mu yang tidak mampu tapi ingin menyalah kan murid ku. Bukan kah ini terlalu tidak tahu malu ?" Tanya Ketua Xue yang sedari tadi memejam kab mata dengan senyum meremehkan pada Sekte Api Abadi.


"Diam ! Aku tidak perlu kata kata mu !" Ucap Ketua Lin dengan wajah memerah , entah karena marah atau malu.

__ADS_1


Bonus Like 9 k : 3 / 3


__ADS_2