
Dia tenggelam ke dalam pemikiran nya sendiri, ada ribuan kenangan yang di tampilkan di hadapan nya. Tampak seperti sedang memutar film di bioskop.
Dia menatap dengan kaku di mana kejadian dia membunuh teman teman nya, dia membunuh penjahat dan banyak lagi, di tayangkan di dalam diri nya.
Tangan nya sedikit gemetar, tapi kembali menjadi se mulai setelah dia membuang nafas.
"Apa kau menyesal ?" Tanya sebuah suara yang entah muncul dari mana.
"Aku tidak menyesal. " Jawab nya dengan tegas.
Dia tahu kenapa ingatan nya yang ini yang di tayangkan oleh orang misterius, karena masih ada perasaan penyesalan karena membunuh orang orang ini.
Meski pun sedikit, penyesalan itu masih ada di sudut hati nya. Orang ini pasti berniat untuk mencari kelemahan nya, tapi sejak dia memutuskan untuk berjalan di jalur yang berdarah.
Dia sudah menutup segala penyesalan nya, membiarkan diri nya membohongi diri sendiri, menjadi manipulatif, atau bahkan menjadi jahat.
"Kau tidak menyesal ? Kenapa yang ku lihat berbeda ?" Tanya suara itu lagi tidak menyerah.
"Aku tidak menyesal, mereka layak untuk mendapat kan nya. Jika aku bisa memutar waktu, maka aku tidak akan membunuh mereka begitu cepat. Melainkan membunuh mereka dengan perlahan. " Ucap nya dengan tatapan dingin.
"Baik, baik. " Jawab suara itu.
Kenangan berpindah pada saat dia membunuh Qin Yue, hati nya menjadi lebih dingin lagi. Tapi, selain dia, tidak ada yang tahu sedingin apa hati nya saat ini.
"Apa kah kau tidak menyesal ? Dia sudah memberi mu banyak kebahagiaan. " Ucap suara itu.
"Apa yang ku lakukan adalah untuk kebahagiaan nya, aku tidak menyesal. " Ucap nya dengan rasa pahit yang memenuhi mulut nya.
"Ha ha ha, sungguh teguh sekali. Aku senang dengan apa yang kau kata kan, kau bisa kembali. " Ucap suara wanita itu sebelum kesadaran nya sudah kembali.
Begitu dia membuka mata nya, yang bisa di lihat nya adalah Xue Hongli yang berteriak pada nya, sambil memukul mukul formasi.
Dia yang melihat ini segera membuka formasi, Xue Hongli tampak lega.
"Shifu, kamu seperti sedang menahan sakit tadi. Keringat juga bercucuran di wajah mu. Ini membuat Hongli panik. " Ucap Xue Hongli sambil menunduk.
"Jangan panik, aku baik baik saja. Hanya sedikit kelelahan. Aku mungkin tidak bisa mengajar mu hari ini, mungkin besok. " Ucap nya sambil menghela nafas.
"Tidak apa apa, Shifu. Yang penting tubuh mu sudah kembali sehat. Kesehatan mu adalah nomor satu. " Ucap Xue Hongli dengan menggemaskan.
Dia tersenyum dan mencubit pipi Xue Hongli dengan gemas.
"Kamu masih kecil tapi sudah sangat pintar mengeluarkan kata kata manis. " Ucap nya dengan senyum lebar.
"Ayo makan. " Ucap nya sambil membenarkan jubah nya, dia mengikat rambut nya seperti pria dengan Bing Yue di tangan kanan.
Mereka berdua turun ke lantai satu, segel yang sebelum nya ada di sana sudah menghilang. Penginapan sudah tampak seperti penginapan biasa nya.
Dia pergi ke meja pembayaran dan mengatakan kalau mereka akan memperpanjang masa menginap mereka. Lalu, dia mulai memesan banyak makanan.
"Makan yang banyak, kau tidak boleh terlalu kurus. Apa kau mengerti ?" Tanya nya sambil menjepit daging ikan.
Lalu, dia mengambil dia telur puyuh untuk di taruh di mangkuk milik Xue Hongli. Kondisi anak laki laki itu menjadi lebih baik, lebih terawat dan lebih berisi.
__ADS_1
Tulang nya tidak keluar keluar lagi seperti sebelum nya dan tampak menggemaskan meskipun aura tampan milik nya tidak memudar.
Mereka memakan dengan lahap sebelum berjalan jalan ke pasar. Pasar sudah di buka seperti normal lagi. Orang orang di jalan tertawa seolah olah wabah tidak pernah ada.
Tiba tiba, dia secara tidak sengaja menabrak seorang pria tua yang sedang membawa puluhan bunga.
Dia membantu memunguti bunga bunga itu di bantu oleh Xue Hongli.
"Maaf kan aku. " Ucap nya sambil menunduk.
"Tidak apa apa, kerja bagus. Orang orang di sini tidak akan mengingat wabah itu. " Ucap kakek tua itu dengan senyum lebar.
Dia yang mendengar itu membutuhkan waktu untuk memproses semua nya sampai akhir nya sadar, kalau kakek itu bukan lah orang yang sederhana.
Dia menatap ke arah kakek itu dan melihat ke sekitar nya, tapi tidak ada yang bisa di lihat nya. Dia langsung memeluk Xue Hongli erat, takut kalau anak laki laki itu akan hilang dari genggaman nya.
Dia hanya melihat secarik kertas yang terbang ke arah nya, dia membuka gulungan kertas itu dan membaca nya.
'Kita akan segera bertemu lagi, kau berhutang satu hal pada ku. ' Pesan itu di tulis dengan asal asalan.
Bahkan, dia membutuhkan waktu untuk membaca keseluruhan nya. Seluruh tubuh nya gemetar dan kedinginan.
Bagaimana mungkin ada seseorang yang bisa lolos dari bawah hidung nya bahkan tanpa bisa dia sadari ?
Dimensi ini aneh, sudah dia kali. Mulai dari pembunuh Iblis Wabah dan kakek ini, tidak tahu apa kah mereka satu orang yang sama.
Dia mengerti kenapa kakek itu menyebutkan bahwa dia berhutang pada nya. Karena, semua orang telah di hapus ingatan nya.
Mereka tidak akan ingat tentang masalah dia menjadi Iblis atau dia akan menjadi sasaran kebencian orang orang.
Dia menyimpan kertas itu dan menyimpan di dalam hati, bahwa dia masih berhutang pada kakek tua itu. Dia akan membayar nya jika bertemu lagi dengan kakek tua itu.
Lagipula , tampak nya kakek itu tidak jahat.
"Hongli, apa ada yang ingin kau lakukan ?" Tanya nya sambil mengelus rambut Xue Hongli.
"Shifu, siapa kakek tua tadi ?" Tanya Xue Hongli dengan suara lucu nya.
"Tidak tahu, Shifu tidak mengenal nya juga. " Ucap nya dengan jujur.
"Aku seperti pernah melihat nya , tapi aku lupa. " Ucap Xue Hongli sambil berusaha untuk terus mengingat pertemuan nya dengan kakek tua itu.
Setelah mendengar ini, dahi nya memgerut.
Dewa ?
Dia yakin, selama ini Xue Hongli belum keluar dari Dimensi Jiwa Kecantikan. Maka, pastilah yang bisa masuk ke sana adalah Dewa atau paling tidak Keturunan Dewa.
Tapi, dia tidak percaya bahwa itu adalah keturunan Dewa. Kekuatan orang itu sangat tinggi, dia langsung berpikir kalau itu adalah orang suruhan Dewa Air.
Tapi, setelah memikir kan nya dengan cermat. Dia kembali menyimpan pemikiran tersebut. Lagipula, kekuatan itu bahkan jauh lebih tinggi dari Dewa Air.
Lalu, kakek tua itu tidak sekali pun mengalihkan pandangan nya ke Xue Hongli. Seolah olah, Xue Hongli tidak berdiri di sebelah nya.
__ADS_1
"Lupakan, ayo kita berjalan ke sana. Apa kah kau mau permen ?" Tanya nya sambil melihat beberapa macam bungkus permen yang di buat dari kertas.
"Aku membeli masing masing sepuluh. " Ucap nya sambil menyerahkan 10 Kristal Roh.
Penjual nya tampak terkejut dan segera membungkus kan pesanan yang dia minta, dia memberikan setengah nya pada Xue Hongli dan setengah nya lagi untuk nya.
"Kau tidak boleh sering sering makan unu atau gigi mu akan berlubang. " Ucap nya sambil memasukkan satu permen.
Dia suka makan makanan manis, karena dia sedang berjalan dengan murid nya. Maka dia harus bersikap elegan dan menahan diri.
Jika tidak, maka dia akan secara berbinar binar membeli banyak makanan manis.
"Ayo beli kue. " Ucap nya sambil mengajak Xue Hongli untuk menepi ke penjual kue.
Kue itu memiliki banyak macam, ada yang berbentuk bunga, berbentuk ikan. Warna nya pun bermacam macam , mulai dari merah muda, oranye, merah terang.
"Aku ingin ini, ini, ini, ini, ini.............. " Dia menunjuk sangat banyak kue , sampai sampai memerlukan banyak kantung kertas untuk menyimpan nya.
Bahkan, Xue Hongli pun terpesona melihat jumlah yang di beli oleh Xue Wang Ji. Ketika menyadari kalau dia sudah berlebihan, dia segera berdeham dan menegak kan bahu nya lalu membayar pesanan nya.
Dia menyimpan sebagian makanan nya di dalam Cincin ruang, lalu sisa nya di makan oleh nya dengan rakus.
Dia melihat sebuah kios yang menjual banyak botol arak, lalu langsung menarik Xue Hongli untuk berjalan ke sana dengan antusias.
Brukk
Dia sekali lagi tidak sengaja menabrak orang lain, dia terjatuh tapi segera berdiri kembali. Dia merasa tubuh nya sedikit sakit karena menghantam tanah.
"Maaf kan aku. " Ucap nya sambil membungkuk dengan sopan. Dia merutuk kembali sambil mempertanyakan kesialan nya hari ini yang dua kali lipat di bandingkan hari biasa nya.
Harus di taruh di mana wajah nya saat melihat Xue Hongli, melihat Shifu nya yang hampir jatuh dua kali dalam sehari dan ceroboh.
"Tidak apa apa. Eh, nona Xue ?" Tanya orang di depan nya.
Dia yang sedang menunduk langsung membulat kan mata nya ketika mendengar nama nya di panggil, orang di depan nya ini mengenal nya !
Dia sedikit gugup. Di dunia ini, berapa banyak orang yang masih tahu identitas asli nya ? Hanya bisa di hitung dengan jari.
Lalu, orang ini juga tahu kalau dia bukan lah seorang pria. Dia tidak langsung menjawab dan mengangkat kepala nya , melainkan menebak dengan liar.
Siapa orang yang di depan nya ?
Dia diam diam mengcengkram Bing Yue menjadi lebih erat, untuk bersiap siap apa bila orang di depan nya ini adalah salah satu dari 3 Klan besar.
Begitu dia mengangkat kepala dengan gugup, dia terkejut ketika melihat orang di depan nya.
Bonus Like 29 k : 3 / 3
Pertanyaan : Kira kira siapa yang ditabrak oleh Xue Fenghuang ? Orang ke 1 dan Orang ke 2.
Dua dua nya mengenal Xue Fenghuang, jika yang sudah membaca karya author sebelum nya, Pedang Jiwa Naga pasti tahu siapa orang ke 1.
Jawab pertanyaan nya di komen ya !
__ADS_1
Note : Jika popularitas karya PENERUS DEWI KEMATIAN telah mencapai 620 k sebelum tanggal 12 ini, maka author akan up 4 chapter.
Tapi, kalau lewat dari tanggal 12 baru 620 k popularitas nya, maka hanya akan up 2 chapter. Jadi, share cerita ini sebanyak mungkin, Terima kasih.