Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
212. Pertunjukkan Keledai


__ADS_3

Tidak lama kemudian, datanglah seorang pria botak yang mengenakan pakaian dengan bahan yang baik.


"Tuan dan Nona, apakah kalian yakin untuk memesan makanan sebanyak ini ? Jika kalian ingin memesan makanan sebanyak ini maka kalian harus membayarnya di awal. " Ucap pemilik kedai itu.


"Tidak masalah, sebutkan jumlahnya. " Ucap nya dengan tenang.


"Biarkan aku yang membayar. " Ucap Shangguan Shiyi.


"Ck, biarkan aku yang membayar !" Ucap nya dengan tatapan tajam.


"Tidak, aku yang akan membayar. " Ucap Shangguan Shiyi lagi.


"Baiklah ! Kita bagi setengah setengah saja, biar adil ! Aku tidak ingin berhutang dengan orang. " Ucapnya dengan sengit.


"Baik, aku juga setuju dengan itu. " Ucap Shangguan Shiyi.


Pemilik kedai itu mulai menghitung dan total nya sekitar 120.000 Kristal Roh, masing masing dari mereka mengeluarkan 60.000 Kristal Roh sebagai bentuk pembayaran di awal.


"Harap tunggu sebentar Tuan dan Nona. " Ucap pemilik kedai itu dengan mata yang berbinar.


Beberapa pelayan lainnya datang dan meminta mereka untuk naik ke lantai tiga, lantai tiga kosong dan lebih hangat.


Lebih bersih dan nyaman, bahkan lebih sunyi. Meja meja ini panjang yang biasanya digunakan untuk makan orang banyak dan mereka hanya duduk berdua.


"Ayo kita lihat, siapa yang akan makan lebih banyak. " Tantang nya.


"Aku pasti menang, aku bisa menghabiskan seluruh makanan yang ada di dapur Klan Long. " Ucap Shangguan Shiyi dengan penuh kepercayaan diri.


"Ckck, seorang bajingan yang terlalu percaya diri. " Umpat nya dengan marah.


Dia bahkan menggulung kedua lengan pakaian nya, yang menunjukkan pergelangan tangannya yang putih pucat dan tampak rapuh, tapi sebenarnya mengandung banyak sekali kekuatan.


"Aku akan menunjukkan pada mu, bagaimana makan banyak. " Ucap nya dengan sinis.


"Coba saja, aku takut kamu akan mati karena kekenyangan. " Ucap Shangguan Shiyi tidak mau kalah.


Entah kenapa, karena memperebutkan siapa yang makan lebih banyak, mereka tampak seperti anak kecil yang sedang bertengkar untuk membanggakan diri mereka masing masing.


Makanan mulai berdatangan dan ruangan yang sebelumnya di dominasi oleh wewangian dupa, mulai didominasi oleh harum dari makanan yang mereka pesan.

__ADS_1


Mencium ini saja sudah membuat perutnya meronta ronta, dia siap untuk memakan ini semua dengan lahap. Apalagi saat melihat kepiting yang dimasak dengan saus asam manis yang sangat menggugah selera.


(Author yang nulis bagian ini jadi mau juga, hahaha 🤣)


Setelah makanan telah di hidangkan, dia mulai memakan dengan tenang tapi cepat, makanan di hidangkan dari ujung meja ke ujung yang lainnya.


Sangat mengerikan !


Melihat dua orang yang akan menghabiskan makanan sebanyak ini membuat beberapa pelayan yang berdiri di belakang mereka merasa ketakutan, seolah olah melihat jika mereka akan menjadi santapan juga.


Ini bukanlah porsi yang bisa di tanggung oleh manusia, untuk Qin Zuanshi, sejak dia mengganti tubuh. Tidak ada yang di namakan dengan kenyang.


Dia akan merasa lapar setiap saat, mungkin karena itulah tubuhnya begitu kurus dan lemah. Dia sepertinya harus memakan lebih banyak makanan yang bergizi lengkap.


2 Jam kemudian


Dia menatap ke arah jendela dan melihat sebuah keledai yang sedang menjalankan atraksi, berjalan di atas papan kayu.


Di bawahnya ada puluhan pisau yang berdiri dan bersiap untuk menusuknya, keledai itu ketakutan. Itu bisa dilihat dari raut wajah nya, belum lagi dengan kaki kaki kecilnya yang gemetar.


Dia pun yang melihat itu merasa marah, papan kayu itu hanya selebar telapak kaki anak anak, keledai itu pasti akan jatuh.


Sedangkan orang bersorak sorak seolah olah itu adalah pertunjukkan yang sangat bagus, di belakangnya ada beberapa keledai lainnya yang dibuat sebagai cadangan apabila keledai yang pertama mati.


"Sungguh tidak manusiawi, untuk memainkan permainan semacam itu. Itu mengancam nyawa dan mereka bersorak seperti melihat emas. " Umpat Shangguan Shiyi dengan marah.


Shangguan Shiyi bersiap untuk meloncat dari jendela dan menolong keledai malang itu, dia menahan tangan pria itu.


Di samping tempat itu, sudah ada beberapa keledai yang jatuh tertusuk dan mati di tempat. Dia mengirimkan Qi nya ke keledai itu.


Keledai itu tidak akan jatuh, tidak peduli bagaimana pun dia ingin berjalan.


"Habiskan makanan mu, kita akan segera memberi pelajaran pada sampah ini. " Ucap nya dengan dingin.


Aura di sekitarnya berubah menjadi gelap, ini adalah tanda bahwa kemarahannya telah menumpuk. Dia melihat ke arah pria berbaju hitam yang melihat keledainya dengan penuh kebanggaan.


Pria itu seolah tidak peduli dengan tiga keledai yang masih di sana dan darah mengalir deras, itu padtilah ketiga keledai sebelumnya yang sudah jatuh dan tertusuk.


Keledai yang berada di atas papan menjadi sedikit lebih ketakutan kala papan kayu menyempit, keledai itu mengeluarkan tangisan yang menyakitkan.

__ADS_1


Orang orang berteriak dengan marah.


"Jalan ! Jalan !" Teriak orang orang yang menonton sambil melempari sesuatu ke arah keledai itu.


Pemilik keledai yang melihat keledainya ketakutan merasa marah dan mengambil cambukannya.


Pahh !


Cambuk itu menghantam tubuh keledai kecil itu dengan kuat dan meninggalkan bekas, dia memejamkan matanya.


Meskipun dia sudah mengirimkan Qi yang membuat keledai itu tidak akan merasa sakit, tapi luka tidak bisa di hindari.


Bekas cambukan nampak jelas di bagian punggung keledai itu, tangannya mengepal lebih erat. Wajahnya telah kehilangan seluruh warnanya.


Dia menatap ke arah Shangguan Shiyi dengan dingin..


"Apakah kau sudah selesai ?!" Tanya nya dengan tidak sabar.


"Sudah, ayo !" Shangguan Shiyi menarik tangannya dah mereka melompat ke lantai bawah.


"Permisi. "Dia membelah jalan dan melihat ke arah keledai itu, dia berjalan di antara pisau dan menggendong kedelai yang ketakutan itu.


Setelah aman dia menurunkannya.


"Lepaskan keledai ku !" Ucap pemilik keledai itu.


"Semuanya, aku pikir pertunjukkan keledai sudah biasa di lakukan dan aku pun merasa bosan. Aku pikir, jika manusia yang melakukannya akan lebih baik. Bagaimana ?" Tanya nya dengan senyum manis.


"Benar benar ! Aku setuju !" Teriak orang orang itu dengan semangat.


"Aku akan membeli keledai ini darimu dengan 10.000 kristal Roh, apabila kau berhasil melewati jembatan ini !" Ucapnya sambil memotong papan kayu menjadi lebih kecil.


"Karena kamu hanya memiliki dua kaki, maka seharusnya tempat yang kamu gunakan hanya perlu setengah dari keledai yang berkaki empat. Cepat berjalan lah !" Ucapnya sambil memeluk keledai itu dengan erat.


Orang itu ketakutan tapi tidak bisa mundur ketika melihat orang orang menghalanginya untuk lari, tidak tahu sudah ada berapa ratus nyawa keledai yang mati di tangan pria itu karena keuntungan nya sendiri.


Keledai ini sendiri sangat kurus sampai sampai tidak memiliki daging lagi, mereka pastinya di berikan makanan yang sangat sedikit dan berkualitas buruk.


Keledai keledai di belakang yang berjumlah 2 berlari ke arah nya, dia mengelus kepala mereka dan memberikan apel masing masing untuk mereka.

__ADS_1


Mereka makan dengan lahap dan mendorong dorong kepala mereka ke arahnya, dia tertawa dan kemarahannya mereda.


"Arghhh !" Suara teriakan pria terdengar dari belakangnya dan dia tidak menoleh sedikitpun.


__ADS_2