
Dia berjalan keluar dari kediaman Zhuge Yao dengan berat hati, setiap langkah nya berat dan kaku. Dia seperti telah menemukan keluarga baru, tapi harus sekali lagi meninggal kan mereka.
Dia takut jika orang itu akan pergi lagi, seperti ayah angkat nya, kakak angkat nya dan teman teman nya yang mengatakan kalau mereka akan menunggu diri nya pulang.
Tapi, nyata nya ketika dia pulang, yang dia lihat hanya lah tubuh tak bernyawa mereka. Dia sudah berpamitan dengan Zhuge Yao tadi meski pun merasa tidak rela.
Selama dia belum membalas dendam, dia tidak akan pernah tenang. Dia akan membuat semua orang untuk membayar apa yang telah mereka lakukan pada nya.
Dia berjalan mengelilingi beberapa kali Dimensi itu dan akhir nya menemukan pintu dimensi yang di cari nya. Dia menetapkan tujuan nya dengan kekuatan nya sendiri.
Dia masuk ke dalam dimensi itu dan berjongkok dengan muka cemberut, pakaian nya menjadi sedikit sempit dan menjadi lebih pendek.
Dia juga menyadari kalau suara nya berubah menjadi lebih halus, tapi tidak manis seperti sebelum nya. Juga lebih tegas dan tidak meninggalkan kesan manja seperti sebelum nya, tampak lebih elegan dan sesuai dengan umur jiwa nya yang sudah lebih dari 20 tahun.
Tidak akan ada orang yang mengenali nya, tidak peduli berapa banyak dia menunjuk kan wajah nya. Ini membuat nya lebih tenang dan senang.
Sudah saat nya untuk menunjuk kan diri nya yang sebenar nya.
Beberapa jam kemudian
Akhir nya dia sampai di ujung, dia langsung saja mencari toko baju ketika dia sampai di sana. Setelah menemukan salah satu toko baju, dia langsung memanggil salah satu pelayan.
"Nona, pakaian apa yang kamu cari? " Tanya pelayan itu dengan sopan.
"Aku ingin gaun, tunjuk kan gaun apa saja yang ada di sini. " Ucap nya dengan dingin.
"Silakan ikuti aku, nona. " Ucap pelayan itu.
Dia melangkah dengan tenang mengikuti pelayan itu ke bagian dalam toko, di sana ada puluhan gaun milik wanita yang terpampang.
Dia melangkah ke salah satu gaun yang berwarna merah darah, sepanjang mata kaki dan menonjolkan bentuk tubuh yang indah.
"Aku ingin ini. " Ucap nya.
Lalu, dia berjalan ke salah satu pakaian lain yang berwarna hitam. Gaun ini berwarna hitam tanpa ada noda sedikit pun.
Model nya juga hampir mirip dengan yang merah, jadi tanpa ragu ragu dia memberikan nya pada pelayan di belakang.
Dia harus membeli banyak barang atau dia akan kesulitan dalam hal pakaian. Lalu dia melihat sepasang pakaian, mulai dari celana panjang yang berwarna putih dan pakaian hitam.
Dia juga mengambil itu, lalu berwarna biru, berwarna merah, berwarna hijau, berwarna oranye, berwarna kuning, berwarna merah muda, semua warna pakaian dia ambil.
Hanya satu warna yang tidak di ambil oleh nya, yaitu berwarna putih untuk pakaian. Hanya celana yang ada, itu pun tidak banyak.
Padahal, di toko ini warna putih adalah warna yang dominan di banding kan dengan warna warna lain. Tapi dia tidak melirik nya sedikit pun, seolah olah benda itu tidak ada di sana.
"Nona, apa kah kau tidak tertarik dengan warna putih? Toko kami terkenal akan pakaian kami yang putih dan halu seperti salju. " Ucap pelayan itu takut takut dan gugup.
__ADS_1
Dia melihat tangan pelayan itu yang hampir tidak sanggup lagi menahan pakaian yang di pilih.
"Tidak, aku tidak tertarik. " Jawab nya.
"Kau, tarulah dulu pakaian itu di meja depan. " Ucap nya.
Pelayan itu tampak terkejut dan berniat menolak, tapi dia sudah terlebih dahulu memasang wajah dingin seolah olah tidak ingin di tolak.
Pakaian itu di taruh di depan dan dia mulai memilih beberapa baju lain nya, hampir seperempat toko ini mulai kosong akibat nya.
Dia melihat sebuah selendang merah yang ada di sudut toko dan memutuskan untuk membeli nya. Dia melihat, hampir tidak ada lagi pakaian yang tidak berwarna putih, jadi dia menghela nafas berat.
Dia berjalan menuju sepatu hak kayu yang ada, ini sebenar nya lumayan berat jika di banding kan dengan sepatu hak di masa nya.
Tapi, sebenar nya cukup nyaman untuk menggunakan nya. Sepatu di buat dari kulit hebat dan bagian bawah nya menggunakan kayu.
Dia mengambil beberapa sepatu, ada yang bergambar bunga begonia, ada yang bergambar bunga mawar dan juga ada yang hanya ukiran tanpa arti.
Dia mencoba nya satu persatu, setiap sepatu yang kuat maka dia akan memberikan nya pada pelayan untuk di bungkus.
Lalu, dia beralih menuju beberapa topeng, dia mengambil topeng rubah, topeng kupu kupu, topeng emas, topeng bunga mawar, topeng wajah manusia, topeng phoenix salju, topeng phoenix api, topeng naga biru, topeng naga hijau dan banyak lagi.
Sampai sampai meja di depan hampir penuh, setelah yakin kalau seluruh kebutuhan nya sudah di ambil oleh nya, dia berjalan menuju ke depan.
Bahkan pelayan yang melayani nya tampak bingung harus mulai dari mana, sehingga memasang wajah tidak tahu harus menangis atau tertawa.
Akhir nya, mulai dari topeng dulu, dia duduk di salah satu kursi dengan bosan dan menunggu. Dia mengeluarkan 2 cincin ruang pada pelayan itu untuk menyimpan seluruh barang belanjaan nya.
Baru lah pelayan itu selesai menghitung setengah barang belanjaan nya, dia ingin membantu menghitung tapi takut terjadi kesalahan dan pelayan itu yang akan menanggung akibat nya, jadi dia lebih memilih untuk duduk diam dan mengamati.
2 Jam kemudian
Dia merasa seluruh tubuh nya menjadi pegal setelah duduk selama 3 jam dan baru lah seluruh pakaian nya selesai di bungkus.
Ketika dia berdiri, seluruh tulang nya tampak berbunyi. Dia menyambut kedua cincin ruang itu dan menyimpan nya ke dalam cincin ruang lain nya.
"Berapa semua nya? " Tanya nya.
"1.879.063 Kristal Roh Tingkat Rendah. " Ucap pelayan itu dengan gemetar.
Dia mengangguk dan memberikan 1.900.000 Kristal Roh tingkat rendah, hitung hitung untuk membantu wanita itu yang sudah susah payah menyusun pakaian nya.
"Itu ada sedikit lebih untuk mu, simpan untuk mu. " Ucap nya.
"Apakah ada ruangan yang bisa ku gunakan untuk berganti pakaian? " Tanya nya.
"Tentu saja. "Ucap pelayan itu dengan antusias dan membawa nya ke salah satu ruangan.
__ADS_1
Dia pun masuk dan berganti pakaian, dia menggunakan kau merah darah yang pertama kali di pakai nya dan mengeluarkan selendang yang senada lalu melampirkan nya pada kedua lengan nya.
Dengan kecantikan nya dan keanggunan nya, sudah cukup untuk membuat nya tampak seperti putri Sebuah Kerajaan.
Dia tentu saja harus anggun untuk bertamu ke rumah musuh dan memberi mereka kejutan, seringaian jahat terbentuk di wajah nya dengan jelas.
Setelah ini , dia akan pergi ke paviliun Qin Xiang. Dia yakin, Tetua Li tidak akan mengenali nya. Karena, Tetua Li tahu kalau dia tidak suka menggunakan pakaian dengan warna terang.
Sedang kan apa yang di gunakan oleh nya saat ini 180 derajat berbeda dengan kriteria nya. Dia berjalan keluar dengan anggun dan pelayan yang tadi melayani nya tampak terpukau dengan kecantikan nya.
" Nona, apa kah kau mau jika aku membantu mu merias wajah mu? Anggap saja sebagai rasa terima kasih ku sebagai pemilik toko ini. "Ucap wanita itu dengan nada memohon.
Ketika dia mendengar nya, dia begitu terkejut. Dia pikir wanita ini adalah seorang pelayan toko ternyata adalah pemilik toko.
" Tentu saja, jika itu tidak merepot kan mu. "Jawab nya dengan canggung.
Pemilik toko itu dengan antusias membimbing nya menuju salah satu meja yang di depan nya ada cermin tembaga, lalu mulai mengeluarkan berbagai macam perias wajah.
Mulai dari bedak, perona wajah dan pemerah bibir. Dia tidak bisa tidak merasa gugup, dia tidak pernah menggunakan ini sejak pindah ke dunia ini.
Pemilik toko itu tampak nya mengerti kegugupan nya dan mulai tersenyum menenangkan, pemilik toko itu mulai merias wajah nya dengan cermat dan hati hati.
Dia beberapa kali memejamkan mata nya untuk membuat pemilik toko lebih leluasa untuk merias wajah nya. Setelah 1 jam kemudian, dia membuka mata nya dan berkedip beberapa kali.
Dia memandang diri nya sendiri di cermin tembaga dengan tatapan tidak percaya dan seluruh tubuh nya gemetar kuat.
" Ini benar benar aku? "Gumam nya sambil menggeleng geleng kan kepala nya ke kanan dan ke kiri hanya untuk melihat pipi nya.
Pemilik toko itu juga tampak nya terperangah.
" Nona sangat cantik, tampak seperti Dewi. Selama 25 tahun bekerja sebagai periksa wajah, baru kali ini aku menemukan pelanggan yang begitu cantik seperti nona. Nona bisa percaya pada ku. "Ucap pemilik toko itu dengan tulus.
Dia memandang diri nya sendiri dengan penuh kekaguman, wajah awal nya yang memang sudah sangat cantik menjadi jauh lebih cantik lagi.
Dia bahkan merasa kagum dengan wajah nya sendiri dan menatap pemilik toko itu dengan tatapan penuh terima kasih.
" Terima kasih. "Ucap nya.
" Jangan sungkan, anda telah membeli begitu banyak barang dari toko ku. Aku takut tidak bisa memberikan sesuatu yang Anda sukai sebagai ganti nya. "Ucap pemilik toko itu.
" Terima kasih banyak, aku akan pergi. "Ucap nya dengan senyum lebar.
Dia berjalan keluar dengan sepatu hak nya dan selendang merah nya. Begitu dia keluar, orang orang menjadi terpanah.
Dan beberapa orang pun menjadi berhenti melakukan aktivitas nya, bahkan ada beberapa yang secara tidak sadar memotong anggota tubuh mereka sendiri.
Seperti tukang potong daging di seberang jalan yang tidak sengaja memotong lengan nya sendiri dan seorang kultivator di depan nya yang tidak sengaja menusuk kan pedang pada diri nya sendiri.
__ADS_1
Dia tidak memiliki ekspresi apa pun di wajah nya, tapi dia jelas tahu kalau ini lah yang di maksud dengan kecantikan yang menghancurkan.
Langkah nya berhenti kala merasakan aura jahat dari belakang nya, dia menoleh ke belakang dengan tatapan nya yang dingin.