Penerus Dewi Kematian (Series 2)

Penerus Dewi Kematian (Series 2)
225. Tabib Tua Yun


__ADS_3

" Oh ? Bunuh saja aku kalau bisa. Tapi, ternyata aku bisa menyembuhkan Ketua Sekte Rong mu. Apakah kamu akan sanggup untuk menanggung dosa besar yang telah kau perbuat ?" Tanya nya dengan nada keras.


"Diam ! Jika kau tidak berhasil mengobati Ketua Sekte ku maka aku akan membunuhmu !" Ucap Tetua Liu dengan penuh ancaman.


Tetua Liu tampaknya berusaha untuk menahan diri dan tidak membunuhnya karena takut untuk menanggung Dosa besar seperti yang disebutkan oleh nya.


Dia berjalan menuju bagian dalam kediaman Ketua Sekte yang penuh dengan penjaga bertingkat tinggi sampai akhirnya melihat seseorang wajah seluruh wajah yang hancur dan berdarah sedang berbaring dengan mata terpejam.


"Siapa ini ?" Tanya tetua yang selalu berada di sisi Rong Yanran.


"Ini adalah seorang tabib, dia mengatakan begitu. Sebutkan nama mu !" Ucap Tetua Liu dengan kasar.


"Yun Sichou, orang orang memanggil ku sebagai Tabib Tua Yun. Aku telah menghabiskan lebih dari tiga dekade untuk meneliti berbagai penyakit, kutukan dan racun. " Ucap Yun Sichou.


Tetua yang berdiri di sisi Rong Yanran tampak berpikir sebelum menjadi yakin setelah mengendus bau tubuhnya yang di dominasi oleh harum tanaman herbal.


"Baiklah, kau bisa memeriksa nya. " Ucap Tetua yang selalu berdiri di sisi Rong Yanran, nama nya Tetua Zhou.


"Aku harap kalian semua bisa keluar terlebih dahulu, cukup berikan aku waktu 1 jam untuk menangani ini semua. " Ucap nya dengan tawa yang mengerikan.


Tetua Zhou dan Tetua Liu beserta dengan beberapa tabib yang menjaga Rong Yanran berjalan keluar. Setelah yakin kalau pintu tertutup, dia menyegel sekitarnya dan mulai berjalan mengelilingi kasur Rong Yanran.


"Seorang Ketua Sekte yang sangat sombong dan arogan harus berpura pura pingsan setiap saat hanya untuk menutupi rasa malu nya. " Ucap nya dengan malas.


Dia mengubah suara nya menjadi seperti normal, dia mengelupasi kulit di wajahnya. Riasan yang telah dia buat menjadi selapis kulit baru yang bisa digunakan kapan saja.


Ini sering disebut sebagai topeng manusia. Tangannya kembali menjadi mulus dan dia menjadi seperti semula.


Dia membuka tudung jubah nya yang menampakkan wajah cantiknya.


"Kau.. kau..... " Wajah berdarah Rong Yanran tampak menjijikkan ketika melihat wajah Yun Sichou.


"Aku ? Kenapa ?" Tanya nya dengan senyum yang mengerikan.

__ADS_1


"Tahukah kamu ? Aku sudah menunggu waktu ini cukup lama, cukup lama. Dimana aku memiliki kekuatan untuk membalaskan dendamku. " Ucapnya.


Dia membelai wajah berdarah milik Rong Yanran sebelum menusukkan kuku kuku nya ke dalam kulit Rong Yanran yang berdarah.


"Ahhhhh!" Rong Yanran meraung kesakitan dan berniat untuk berlari, tapi tidak bisa.


"Apa kah rasa nya sakit ? Bagaimana perasaan mu ? Aku adalah Xue Fenghuang, orang yang kau cari ! Pecahan Surgawi yang kau cari dan kau mimpi kan ada di tanganku !" Ucapnya sambil tertawa gila.


Dia mengeluarkan dua potongan barang yang menyatu dengan tubuhnya.


"Ini adalah pecahan Surgawi yang kau inginkan, tapi apakah kau bisa mendapatkan nya ?! Kau begitu dekat tapi tidak bisa mendapatkan nya. " Ucapnya dengan tawa yang tidak bisa dikendalikan.


Rong Yanran berusaha untuk meraihnya tapi tidak bisa, dia menginjak dada Rong Yanran dan membuat pria itu muntah darah.


"Ketika kamu mempermalukan ku hari itu, apakah kamu bisa membayangkan bahwa kamu akan berada di bawah sepatuku ?" Tanya nya dengan sinis.


Dia kembali menyimpan Pecahan Surgawi ke dalam tubuhnya. Dia menginjak dada Rong Yanran lebih kuat, semakin kuat maka semakin lantang tawanya.


Dia memasukkan tiga pil sekaligus ke dalam wajah Rong Yanran tidak peduli pria itu berusaha untuk memberontak.


Tidak lama, luka luka di tubuh Rong Yanran berubah menjadi tidak mengalirkan darah lagi. Luka luka nya menjadi lebih baik tapi tidak sepenuhnya tertutup.


Mata Rong Yanran membulat saat merasakan serangan sakit dari luka nya yang lebih dalam, tapi ketika ingin berteriak tidak bisa mengeluarkan suara apa pun lagi.


Rong Yanran menjadi seseorang yang bisu permanen !


Mata Rong Yanran membulat dan berusaha untuk membunuh diri, tapi kekuatan nya telah menurun jauh , belum lagi tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya.


"Selamat menikmati, ini semua barulah pembukaan. Musuh musuh mu akan datang dan mereka akan membuat kekacauan di sekte mu ini. " Ucapnya sambil membelai wajah kasar Rong Yanran.


"Tahukah kamu ? Siapa yang membantuku di sini ? Itu semua adalah Shimei mu. Kamu telah melanggar keinginan Shizun mu. " Ucapnya sambil mengeluarkan sebuah surat yang di baca langsung oleh Rong Yanran.


Setelah memastikan Rong Yanran telah membaca seluruh suratnya dengan seksama, dia menyimpan surat itu dan kembali menggunakan tudung nya.

__ADS_1


Dia menggunakan topeng wajahnya sebelum mengucapkan selamat tinggal pada Rong Yanran.


"Sayang sekali waktu kita sudah akan habis, jika tidak maka aku akan menghabiskan lebih banyak waktu denganmu. " Ucap nya dengan menggoda.


Dia mengubah suara nya kembali dan berjalan keluar , setelah menghilangkan pelindung yang dibuat oleh nya.


"Tuan Tuan sekalian, kalian semua sudah bisa masuk. Ketua Sekte Rong telah sadar dari pingsan nya yang mendalam. " Ucap nya dengan sopan.


Tetua Zhou dan Tetua Liu tampak terkejut dan langsung berlari masuk, untuk melihat Rong Yanran.


"Apa yang terjadi pada Ketua Sekte Rong ? Kenapa begitu kaku dan tidak bisa berbicara ?" Tanya Tetua Zhou.


"Kerusakan yang terjadi pada Ketua Sekte Rong terlalu parah, membutuhkan begitu banyak waktu untuk memulihkan kelumpuhan nya. Bahkan kekuatannya pun telah dimakan habis oleh racun tersebut. " Ucapnya dengan suara prihatin.


"Apa yang di katakan oleh tabib ini benar. Denyut nadi Ketua Sekte menjadi lebih baik tapi juga cukup aneh. " Ucap tabib yang mengikuti Tetua Zhou.


"Bagaimana kalau Tabib Tua Yun tinggal di Sekte Pedang Bulan untuk sementara waktu. " Ucap Tetua Zhou.


"Baik, tidak masalah. Tolong siapkan tempat tinggal untuk ku. " Ucapnya dengan ramah.


Dia di pimpin untuk masuk ke sebuah kamar yang sangat sempit dan sangat lembab, hampir mirip dengan penjara tahanan.


"Silakan masuk. " Ucap salah satu murid yang membimbing nya.


"Ya." Jawabnya dengan semangat yang tidak bisa dijelaskan.


Kekacauan akan segera tiba, dia sudah menyuruh untuk Rong Xian dan Shangguan Shiyi pergi. Dia sudah mengabari Long Qionglin untuk menyebarkan informasi tentang penyakit yang di derita oleh Rong Yanran.


Hanya perlu menunggu waktu untuk melihat adegan berdarah di depan mata. Dia duduk di sudut alas tikar. Tidak ada kasur di sini dan hanya ada alas tikar.


"Sekelompok sampah yang miskin. " Ucapnya dengan sinis.


Bonus like 33 k : 3 / 3

__ADS_1


__ADS_2