
"Kau pada akhir nya bisa tahu apa yang akan terjadi. " Ucap nya dengan senyum lebar.
Wajah Ketua Sekte Jari Surgawi menjadi pucat pasi, tidak bisa menjawab pertanyaan nya dengan cepat bahkan tangan nya gemetar.
"Sekte ini telah bertahan selama ribuan tahun dan akhirnya jatuh di tangan ku, Sekte Jari Surgawi tidak akan pernah takut mati. Kami hanya takut tidak bisa hidup dengan layak. " Ucap Ketua Sekte Jari Surgawi dengan wajah tegas.
"Baik, kau sudah memutuskan. Aku akan memberikan mereka kematian seperti yang kau ingin kan. " Ucap nya.
Ketua Sekte Jari Surgawi membuka tutup botol itu dan meminum isi nya, seketika botol itu jatuh ke tanah dan mengeluarkan suara dentingan kaca yang pecah.
"Maaf kan aku, leluhur. " Ucap Ketua Sekte Jari Surgawi dengan suara yang sangat pelan, tubuh tua itu perlahan lahan terbaring dan sepenuh nya meninggal.
Dia yang melihat itu hanya mendengus dan berjalan keluar, pemimpin sudah di lumpuhkan. Menyelesaikan kaki tangan akan menjadi hal yang lebih mudah lagi.
Dia menuangkan minyak tanah ke seluruh arah, dia berjalan mengelilingi sekte tanpa di ketahui oleh banyak orang sebelum melemparkan korek api yang telah di nyalakan oleh nya.
Dia terbang ke atas salah satu atap rumah dan memandang semua nya dari atas.
Api yang semula kecil menjadi lebih besar dan lebih besar, bahkan melahap bangunan utama milik Sekte Jari Surgawi tanpa sisa.
Dia menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan, bara api terpantul di mata nya yang hitam dan dalam.
Jeritan demi jeritan terdengar di dalam Sekte, dia tidak bergerak sedikit pun. Melihat bara api yang begitu besar membuat tubuh nya bergetar.
Dia ingat ketika dia baru berumur 3 tahun, dimana dia kecelakaan dan kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua palsu nya.
Dia terbalik di dalam mobil dan mobil meledak, dia melihat api dengan begitu ketakutan, berusaha untuk merangkak keluar dari mobil yang di penuhi dengan api itu.
Dia menjadi ketakutan ketika mobil sekali lagi meledak, dia berpikir seharus nya dia sudah mati dengan kecelakaan yang begitu parah.
Kenapa dia yang paling lemah di antara 3 korban lain nya tapi merupakan satu satu nya yang bisa bertahan hidup ? Kenapa dia harus hidup sendirian dan menanggung semua nya ?
Pada saat ini lah dia sadar, kalau bukan dia satu satu nya yang selamat. Melainkan pemilik tubuh yang asli telah meninggal sedangkan dia adalah jiwa baru yang menguasai tubuh itu.
Seharus nya keluarga kecil itu meninggal semua, tapi pada akhir nya hanya dia yang bertahan. Merangkak keluar di tengah kobaran api.
Yang di ingat nya dari kecelakaan itu adalah seluruh tubuh nya mengalami luka bakar, jeritan demi jeritan terdengar.
Orang orang dengan panik ingin memadamkan nya, tapi karena panik mereka tidak bisa memadamkan nya dan mengira kalau ini adalah salah satu dari tiga api suci.
(Golden Crow / Gagak Emas, Vermilion/ Zhu Que, Phoenix / Fenghuang. )
Jadi mereka dengan panik ingin memadamkan nya, dengan putus asa mereka berusaha untuk memadamkan api dengan elemen es.
__ADS_1
Sayang nya karena panik mereka tidak bisa berpikir dengan jernih. Jika berpikir jernih, maka anak anak juga akan bisa menyelesaikan masalah ini.
Setiap sudut Sekte Jari Surgawi memiliki formasi untuk memadamkan api untuk mencegah kebakaran terjadi di dalam sekte.
Tapi, karena semua tetua dan murid sudah panik. Mereka tidak bisa mengingat itu, gerbang Sekte juga telah di kunci oleh nya.
Orang orang dengan panik ingin pergi keluar dari gerbang dan melupakan kalau mereka ada seorang kultivator yang bisa terbang.
Dari sini bisa di lihat kalau orang orang akan menjadi bodoh ketika sedang panik. Dia duduk dan menunggu sampai api padam.
Satu persatu orang mulai tumbang, asap menjadi sangat tebal. Ribuan penduduk pergi dan menonton dari luar gerbang sambil bertepuk tangan.
Seolah olah mereka sedang menonton pertunjukan bagus, melihat ini membuat nya menjadi sangat jijik.
Kadang, manusia bahkan bisa lebih buruk dari hewan. Jelas jelas mereka bisa membantu Sekte Jari Surgawi atau paling tidak hanya menonton dengan diam.
Tapi, mereka datang dan tertawa puas sambil bertepuk tangan tanpa peduli dengan darah yang mengalir ke bawah kaki mereka.
3 Jam kemudian
Api menjadi semakin lemah tapi tidak ada jeritan yang terdengar lagi dari dalam kobaran api, awan yang sudah mendung sejak tadi akhir nya memuntahkan air yang di bawa nya.
Hujan turun sangat deras, orang orang berlari dengan panik ke dalam rumah mereka masing masing tanpa memperdulikan Sekte Jari Surgawi.
Api mulai padam dan yang di tunjuk kan di sana hanya lah ribuan mayat orang yang tumpang tindih, dia meloncat ke dalam sekte dan mengetuk kan kaki nya tiga kali ke tanah.
Darah mengalir keluar dari gerbang membentuk sungai kecil yang turun ke pemukiman warga. Aliran sungai darah itu menjadi lebih deras berkat bantuan hujan.
Darah mulai mencemari mata air yang merupakan sumber hidup para warga, warna sungai itu awal nya tetap biru tapi perlahan lahan berubah menjadi merah.
Lapisan es mulai muncul di bawah kaki nya dan semakin melebar. Para mayat itu di bekukan di bawah lapisan es yang sangat tebal, lapisan es itu memiliki Roh Roh yang hidup. Hampir sama dengan dimensi tempat tinggal nya dulu.
Orang orang tidak akan menganggu mayat ini dan mayat ini tidak akan menjadi wabah bagi para warga itu, setelah itu dia berjalan keluar.
Air hujan membasahi wajah nya, membuat gaun nya basah, angin deras telah menerbangkan selendang merah nya entah kemana.
Dia berjalan di tengah hujan, sendirian. Rambut nya basah kuyup, pakaian nya menjadi dua kali lipat lebih berat di banding kan biasa nya.
Dengan langkah yang teguh dia berjalan mpergi meninggal kan Sekte Jari Surgawi yang hanya menyisakan nama.
Ini adalah tempat Sekte Biru Es sebelum nya berada, sekarang tempat itu di penuhi dengan orang yang berjualan, itu bisa di lihat dengan jumlah gerobak yang sangat banyak.
Tidak ada tanda tanda kalau sebelum nya ada sebuah sekte yang sangat besar dan merah di sini, sebuah ari mata menetes dari kelopak mata kanan nya.
__ADS_1
Dia mengedipkan mata nya dan air mata nya jatuh bercampur dengan hujan, hujan mampu mengaburkan semua nya.
Baik ekspresi seseorang maupun perasaan seseorang. Dia menatap tempat yang menjadi lapangan kosong ini, tangan nya terjulur ke depan, tampak ingin meraih sesuatu.
Tapi tidak ada yang bisa di raih nya, tiba tiba sebuah bayangan di depan nya menunjuk kan seorang gadis muda yang datang dengan wanita dewasa yang cantik.
Gadis itu tampak sangat polos dan kekanak kanakan, dia berusaha untuk meraih gadis itu, tapi yang di lihat nya tangan nya hanya meraih udara kosong.
Bayangan di depan nya berubah kala gadis itu dengan penuh kebanggaan mengalah kan satu persatu murid sekte dan menjadikan gadis itu sebagai kebangaan sekte.
Dia sekali lagi mencoba untuk meraih gadis itu, tapi hasil nya juga sama. Ini membuat nya menjadi gila, dia dengan marah menerjang ke depan.
Berusaha untuk menangkap gadis itu, tapi yang di tangkap nya hanya lah udara kosong. Dia jatuh berlutut bersamaan dengan air mata yang tidak dapat di bendung lagi.
"Kembalikan........ kembalikan diri ku. " Gumam nya dengan lirih.
Suara nya di hilang di telan oleh suara tetesan hujan, suara nya hilang terbawa oleh angin kencang, ingatan nya hilang seiring berjalan nya waktu.
Diri nya ikut hilang bersama dengan ingatan nya, dan dia mulai melupakan jati diri nya dan tidak mengenali diri nya sendiri.
Waktu yang dia habis kan di Sekte Biru Es mungkin tidak banyak, hanya satu tahun atau mungkin kurang. Tapi, kenangan di sana begitu banyak, sampai sampai dia tidak bisa melupakan nya sedikit pun.
Siang itu, dia berjalan sendirian di jalan yang sepi dan di bawah hujan deras. Tidak ada yang memperdulikan nya sedikit pun.
Dia tidak takut kalau dia akan kehujanan, juga tidak takut kalau dia akan kedinginan, dia juga tidak takut akan sakit.
Lagi pula, jika dia sakit apakah ada yang akan khawatir pada nya ? Apa kah ada yang datang untuk sekedar menjenguk nya ?
"Ge, apa kah kau menyesal karena telah bunuh diri dan meninggal kan ku sendiri di sini ? Jika aku sakit, apa kah kau akan kembali dan merawat ku seperti dulu ?" Tanya nya dengan air mata yang tidak berhenti mengalir.
Yang di maksud oleh nya adalah Yun Xing, pria itu dingin dan kaku tapi sebenar nya adalah seseorang yang sangat perhatian dan selalu merawat nya setiap kali dia sedang kesulitan.
Sekarang, pria itu sudah tiada. Hanya menyisakan nama , hanya menyisakan diri nya, pria itu bahkan tidak berpamitan pada nya terlebih dahulu.
Dia bahkan tidak bisa berbicara pada pria itu untuk terakhir kali nya. Dia adalah pria yang sudah di anggap nya sebagai kakak nya sendiri.
Sejak dulu, dia selalu menginginkan ada kakak laki laki yang bisa menjaga nya dan merawat nya ketika sakit.
Dia masih ingat bagaimana Yun Xing menjaga nya ketika kematian Le Ning, jika tidak ada pria itu maka dia akan benar-benar kehilangan akan sehat nya.
Yun Xing benar benar mendekati kriteria kakak laki-laki yang di ingin kan nya selama dua kehidupan.
Note : Halo semua nya, setelah ini Xue Fenghuang atau Xue Wang Ji akan pergi ke dimensi lain dan memulai petualangan baru. Dia akan meninggalkan semua sisi lemah nya dan akan menjadi kepribadian yang baru. Belakangan ini like mulai berkurang, jadi jangan lupa untuk like dan berikan komentar jika ada kesalahan pengetikan atau ada sesuatu yang author lupakan, terima kasih 🙏
__ADS_1